<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450</id><updated>2012-02-16T06:40:47.654-08:00</updated><category term='sejarah'/><category term='Kapuas Hulu'/><category term='sport'/><category term='drug'/><category term='perempuan'/><category term='transportasi'/><category term='pendidikan'/><category term='news'/><category term='fiksi'/><category term='kesehatan'/><category term='diplomatik'/><category term='fotografi'/><category term='belajar menulis'/><category term='gadget'/><category term='hiburan'/><category term='religi'/><category term='etnik'/><category term='budaya'/><category term='jogjakarta'/><category term='sosial'/><category term='goverment'/><category term='hankam'/><category term='politik'/><category term='pertanian'/><category term='kuliner'/><category term='urban'/><category term='buku'/><category term='Kabupaten Pontianak'/><category term='travel'/><category term='SEO'/><category term='anak'/><category term='tokoh'/><category term='hiburan rakyat'/><category term='organisasi'/><category term='filsafat'/><category term='trafiking'/><category term='Perbatasan'/><category term='poetry'/><category term='profil'/><category term='teknologi'/><category term='luar negeri'/><category term='obituari'/><category term='ekonomi'/><category term='pariwisata'/><category term='penulis travel'/><category term='hukum'/><category term='lingkungan'/><category term='catatan pribadi'/><title type='text'>kata-kata dari mantan kuli tinta</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>280</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-6448664824159035359</id><published>2011-10-31T04:29:00.000-07:00</published><updated>2011-10-31T04:36:41.063-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='travel'/><title type='text'>Randayan, Pesona Biru Pulau Pribadi</title><content type='html'>&lt;i&gt;Air laut yang biru, hamparan awan dan pasir putih, semilir angin pantai, dan pulau pribadi! Menu komplit yang tidak ingin Anda lewatkan, bukan? Sensasi yang bisa Anda dapatkan di pulau pribadi bernama Randayan. Sensasi tersendiri saat menikmati suguhan keindahan panorama pulau yang teduh dan tenang, yang membuat Anda merasa sebagai pemiliknya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapal motor berayun di atas gelombang air laut yang biru, Sabtu (6/8). Putaran kipas mesinnya meninggalkan jejak berupa buih di bagian buritan. Buih seperti air sabun untuk bermain gelembung udara, yang sesekali dilintasi serombongan ikan laut berwarna-warni yang berenang di permukaan air. &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-FkElcmrgSzI/Tq6GdxRhH9I/AAAAAAAAAPc/xqeEnAs9-lQ/s1600/Satu%2Bkata.%2BSempurna%2521%2BPhoto%2Bby%2BArthurio%2BOA.JPG" imageanchor="1" style=""&gt;&lt;img border="0" height="179" width="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-FkElcmrgSzI/Tq6GdxRhH9I/AAAAAAAAAPc/xqeEnAs9-lQ/s320/Satu%2Bkata.%2BSempurna%2521%2BPhoto%2Bby%2BArthurio%2BOA.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin dengan aroma yang khas menjadi teman perjalanan membelah laut sekitar 1,5 jam atau 38 kilometer dari dermaga Teluk Suak, serta melewati dua pulau, Penata dan Lemukutan. Bila angin laut bersahabat, penduduk pulau yang rata-rata bermatapencaharian sebagai nelayan akan mencari ikan atau menuju bagan untuk mempersiapkan jala. Bagan-bagan itu dibangun para nelayan di pesisir pantai.&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Be9M40kmYTU/Tq6DyXhhl_I/AAAAAAAAAOI/6fWLN6G36ck/s1600/Manusia%2Bbagan%252C%2Bpara%2Bnelayan%2BPulau%2BLemukutan%2Byang%2Bbaru%2Bpulang%2Bberbelanja%2Bdi%2Bdaerah%2Bdermaga%2BTeluk%2BSuak%2Bdan%2BKota%2BSingkawang%252C%2Bsedang%2Bmenunggu%2Bjemputan%2Bperahu%2Boleh%2Btemannya.%2BPhoto%2Bby%2BArthurio%2BOA.JPG" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="214" width="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-Be9M40kmYTU/Tq6DyXhhl_I/AAAAAAAAAOI/6fWLN6G36ck/s320/Manusia%2Bbagan%252C%2Bpara%2Bnelayan%2BPulau%2BLemukutan%2Byang%2Bbaru%2Bpulang%2Bberbelanja%2Bdi%2Bdaerah%2Bdermaga%2BTeluk%2BSuak%2Bdan%2BKota%2BSingkawang%252C%2Bsedang%2Bmenunggu%2Bjemputan%2Bperahu%2Boleh%2Btemannya.%2BPhoto%2Bby%2BArthurio%2BOA.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagan adalah pondok kecil beratap daun yang dibangun dari batang kayu Nibung. Pondok ini digunakan nelayan untuk menjala ikan, yang biasanya dilakukan di malam hari dengan bantuan penerangan sinar lampu templok atau senter. Dari dalam bagan, nelayan mengulurkan jala yang diikat seutas tali di setiap sisinya. Tali-tali tersebut disimpul menjadi satu agar mudah ditarik saat jala terisi ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dilihat dari jauh, bagan tampak menyerupai piring terbang di atas permukaan air laut atau laba-laba air raksasa yang sedang diam dan berkelompok. Saat malam hari, lampu dari bagan tampak seperti liukan sinar yang menari tertiup angin. Suatu pemandangan menakjubkan akan lukisan nyata kehidupan khas para nelayan di kanvas alam pesisir pulau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para nelayan sangat ramah kepada pengunjung. Bila berpapasan dengan para nelayan, mereka melambaikan tangan dan tersenyum kepada penumpang kapal motor. Bahkan, bila hasil ikan melimpah, nelayan akan menawarkan ikan segar dengan harga murah, untuk dipanggang sambil duduk-duduk di pasir pantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pasir Karang Putih&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat tiba di Pulau Randayan yang termasuk dalam wilayah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Anda disambut dengan stegher kayu dan lambaian daun kelapa yang tertiup angin. Tiket masuk ke pulau dengan luas sekitar 487 hectare ini sebesar Rp 10 ribu per orang. Pulau ini dilengkapi pula dengan lima villa dan satu bangunan penginapan family yang menghadap ke laut.&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-NQ8cbAf6qtg/Tq6EUUEgjmI/AAAAAAAAAOU/yaYzDfqGmOQ/s1600/Birunya%2Bair%2Bpantai%2Byang%2Bjernih%252C%2Bputihnya%2Bhamparan%2Bpasir%252C%2Bdan%2Bhijaunya%2Btumbuhan%2Bsekitar%252C%2Bsatu%2Bkesatuan%2Byang%2Bmembuat%2BPulau%2BRandayan%2Bmenjadi%2Bindah.%2BPhoto%2Bby%2BArthurio%2BOA.JPG" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="214" width="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-NQ8cbAf6qtg/Tq6EUUEgjmI/AAAAAAAAAOU/yaYzDfqGmOQ/s320/Birunya%2Bair%2Bpantai%2Byang%2Bjernih%252C%2Bputihnya%2Bhamparan%2Bpasir%252C%2Bdan%2Bhijaunya%2Btumbuhan%2Bsekitar%252C%2Bsatu%2Bkesatuan%2Byang%2Bmembuat%2BPulau%2BRandayan%2Bmenjadi%2Bindah.%2BPhoto%2Bby%2BArthurio%2BOA.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantai di pulau Randayan memiliki pasir karang putih di sepanjang pantai. Aktivitas yang bisa dilakukan di pantai adalah snorkeling, diving, dan mengikuti irama ombak dengan canoe. Pengelola juga mengizinkan pengunjung yang ingin berkemah, dengan memasang tenda di lapangan dekat bibir pantai.Keindahan dunia bawah air Pulau Randayan sangatlah menakjubkan. Warna-warni terumbu karang dipenuhi dengan beraneka ragam jenis ikan laut yang berenang lincah dijernihnya air. Tidak heran bila pulau ini dijadikan tujuan utama para pencinta selam yang ingin menikmati kekayaan panorama bawah laut di Kalimantan Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ombak pantai yang tidak begitu keras sangat aman untuk bermain-main menggunakan canoe. Bila terasa letih, Anda bisa beristirahat sejenak di dipan santai dari kayu, di bawah pohon ketapang yang rindang. Angin pantai yang berhembus sepoi-sepoi, birunya air laut nan jernih, dan hijaunya pemandangan dari Pulau Lemukutan, dapat mengajak Anda beristirahat sejenak ke alam mimpi.&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-PedtmRlbAec/Tq6EvbbBfpI/AAAAAAAAAOg/kJAXwXglkns/s1600/Barisan%2Bbatu%2Bdi%2Bpinggir%2Bpantai%2BPulau%2BRandayan%2Byang%2Bberujung%2Bpada%2BBatu%2BRakit%2Bdengan%2Bpemandangan%2BPulau%2BLemukutan%2Byang%2Btampak%2Bdari%2Bsisi%2Bbarat%2Bphoto%2Bby%2BArthurio%2BOA.jpg" imageanchor="1" style="clear:right; float:right; margin-left:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="243" src="http://3.bp.blogspot.com/-PedtmRlbAec/Tq6EvbbBfpI/AAAAAAAAAOg/kJAXwXglkns/s320/Barisan%2Bbatu%2Bdi%2Bpinggir%2Bpantai%2BPulau%2BRandayan%2Byang%2Bberujung%2Bpada%2BBatu%2BRakit%2Bdengan%2Bpemandangan%2BPulau%2BLemukutan%2Byang%2Btampak%2Bdari%2Bsisi%2Bbarat%2Bphoto%2Bby%2BArthurio%2BOA.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;30 Menit Keliling Pulau&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bosan bermain-main di air dan ingin melakukan kegiatan seru di sepanjang pantai? Coba saja jalur trekking. Jalan batu pantai hitam mengkilap yang disemen akan menemani langkah kaki Anda mengelilingi Pulau Randayan dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak banyak panorama indah yang bisa dinikmati di jalur trekking. Hanya tumbuhan perdu khas daerah pantai, barisan pohon kelapa, dan batu-batu besar penahan debur ombak. Karena, jalur trekking baru saja dibuat dan masih setengah jalan. Sisa jalan lain harus ditempuh dengan menyusuri bebatuan besar.&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Dp9ctfH3M5I/Tq6FGtVtSEI/AAAAAAAAAOs/KhfevCsPONY/s1600/Jalur%2Btrekking%2Buntuk%2Bmengitari%2BPulau%2BRandayan%2Bdalam%2Bwaktu%2Btempuh%2Bsekitar%2B30%2Bmenit.%2BPhoto%2Bby%2BArthurio%2BOA.JPG" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="214" width="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-Dp9ctfH3M5I/Tq6FGtVtSEI/AAAAAAAAAOs/KhfevCsPONY/s320/Jalur%2Btrekking%2Buntuk%2Bmengitari%2BPulau%2BRandayan%2Bdalam%2Bwaktu%2Btempuh%2Bsekitar%2B30%2Bmenit.%2BPhoto%2Bby%2BArthurio%2BOA.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ada batu besar nan luas yang disebut batu rakit dan menjorok ke bibir pantai. Bentuk rakit pada batu merupakan bentukan alami dari hempasan ombak yang mengenai bagian tepi batu, sehingga tampak seperti rakit yang sedang ditambatkan di tepi pantai. Dinding batu membentuk lapisan-lapisan dengan jarak antaranya berkisar beberapa centimeter saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau hanya hamparan batu, lokasi ini sangat tepat untuk menikmati sunset. Terlebih saat matahari berwarna jingga keperakan dan secara perlahan menghilang di batas cakrawala. Ukuran matahari yang besar dan pantulan warna di cermin permukaan air akan membuat Anda berdecak kagum dengan penuh syukur karena telah menyaksikan kreasi Pencipta yang begitu sempurna.&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-0GPnk4VkumY/Tq6FcVVS0cI/AAAAAAAAAO4/y68sjAwHeSg/s1600/Senja%2Bhari%2Bdi%2BPulau%2BRandayan.%2BPhoto%2Bby%2BArthurio%2BOA.JPG" imageanchor="1" style=""&gt;&lt;img border="0" height="182" width="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-0GPnk4VkumY/Tq6FcVVS0cI/AAAAAAAAAO4/y68sjAwHeSg/s320/Senja%2Bhari%2Bdi%2BPulau%2BRandayan.%2BPhoto%2Bby%2BArthurio%2BOA.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mancing, euy&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda juga bisa melampiaskan hasrat memancing di laut biru nan luas saat traveling ke Pulau Randayan. Namun, bila Anda sudah merencanakan memancing dalam agenda traveling ke pulau pribadi ini, harus menyiapkan dana lebih untuk menyewa kapal motor yang akan mengantar Anda menuju lokasi ditemukannya banyak ikan berdasarkan pengalaman para nelayan yang diceritakan pada para nahkoda kapal.&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-lMGNj-smZcM/Tq6F48e9RwI/AAAAAAAAAPE/GESfRN6KOTY/s1600/Pekerja%2Bdi%2BPulau%2BRandayan%2Bmengangkut%2Bpersediaan%2Bbahan%2Bmakanan%2Bdari%2Bkapal%2Bmotor%2Bmelintasi%2Bstagher%2Bkayu.%2BPhoto%2Bby%2BArthurio%2BOA.JPG" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="214" width="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-lMGNj-smZcM/Tq6F48e9RwI/AAAAAAAAAPE/GESfRN6KOTY/s320/Pekerja%2Bdi%2BPulau%2BRandayan%2Bmengangkut%2Bpersediaan%2Bbahan%2Bmakanan%2Bdari%2Bkapal%2Bmotor%2Bmelintasi%2Bstagher%2Bkayu.%2BPhoto%2Bby%2BArthurio%2BOA.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyewa kapal motor untuk memancing tidak bisa mendadak dilakukan. Anda sudah harus menyewa saat pertama kali akan berangkat dari dermaga ke Pulau Randayan. Karena, kapal motor berpenumpang biasa (tidak menyewa) yang bersandar ke pulau ini tidaklah lama. Nahkoda kapal harus kembali ke dermaga untuk mengangkut penumpang dan barang yang sudah dipesan untuk diantar ke pulau setiap harinya.&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-N7nWrFgUwVU/Tq6GP_xo0RI/AAAAAAAAAPQ/iObBKnoUMN4/s1600/Perahu%2Bnelayan%2Bmengapung%2Btertambat%2Bdijernihnya%2Bair%2BPulau%2BRandayan%252C%2BSiapa%2Byang%2Bbisa%2Bmenolak%2Buntuk%2Bmenyelaminya.%2BPhoto%2Bby%2BArthurio%2BOA.JPG" imageanchor="1" style="clear:right; float:right; margin-left:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="214" width="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-N7nWrFgUwVU/Tq6GP_xo0RI/AAAAAAAAAPQ/iObBKnoUMN4/s320/Perahu%2Bnelayan%2Bmengapung%2Btertambat%2Bdijernihnya%2Bair%2BPulau%2BRandayan%252C%2BSiapa%2Byang%2Bbisa%2Bmenolak%2Buntuk%2Bmenyelaminya.%2BPhoto%2Bby%2BArthurio%2BOA.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, tertarik untuk merasakan nikmatnya traveling di pulau pribadi? Bagaimana jika Anda datang sendiri untuk mencobanya. Siapa tahu, suatu saat Anda juga bisa memiliki satu pulau yang bisa dikelola sendiri. Selamat ber-traveling.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-6448664824159035359?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/6448664824159035359/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=6448664824159035359&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/6448664824159035359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/6448664824159035359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2011/10/randayan-pesona-biru-pulau-pribadi.html' title='Randayan, Pesona Biru Pulau Pribadi'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-FkElcmrgSzI/Tq6GdxRhH9I/AAAAAAAAAPc/xqeEnAs9-lQ/s72-c/Satu%2Bkata.%2BSempurna%2521%2BPhoto%2Bby%2BArthurio%2BOA.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-1952374597608664445</id><published>2011-10-25T01:57:00.000-07:00</published><updated>2011-10-25T10:51:03.023-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='travel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jogjakarta'/><title type='text'>Jogjakarta, Keramahan Wisata Dalam  Budaya</title><content type='html'>Sugeng rawuh. Tepat sekali Anda memilih Jogjakarta ke dalam daftar kunjungan untuk berwisata. Kota pelajar dengan luas 3.185,80 Km2 ini, akan memukau Anda dengan pesona dan keramahannya. Masih memegang teguh budaya, Jogjakarta seakan mengajak Anda memasuki alam tradisional dalam kumparan dunia modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adat istiadat nya masih sangat kental dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, yang tetap menjaga dan melestarikan budaya peninggalan ratusan tahun silam. Jogjakarta akan mengajak Anda dalam kehidupan tradisional yang back to nature. Suguhan bangunan lama yang masih terawat dengan baik, didukung dengan pemandangan keindahan alami. &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-kIE6h1aXVx4/TqZ3iHwTe_I/AAAAAAAAAM4/W2h7p2gLAbI/s1600/Stasiun%2BTugu%2BJogja.JPG" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-kIE6h1aXVx4/TqZ3iHwTe_I/AAAAAAAAAM4/W2h7p2gLAbI/s320/Stasiun%2BTugu%2BJogja.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Awali wisata Anda untuk melihat daerah  istimewa Jogjakarta dalam balutan peninggalan sejarah tradisional kerajaan. Ayunkan langkah Anda menuju Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang dibangun pada tahun 1756 M atau 1682 untuk tahun Jawa. Saat berkunjung di lingkungan  &lt;i&gt;The Imperial House&lt;/i&gt;, Anda akan melihat display pakaian tradisional, senjata, dan  kereta kuda yang pernah digunakan oleh raja-raja Jogjakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, pengunjung ramai mendatangi alun-alun utara Kraton Jogjakarta untuk mencoba peruntungan berjalan di tengah dua pohon beringin besar bernama Kyai Dewandaru dan Kyai Wijayandaru. Konon, siapa yang bisa lolos berjalan melewati pohon beringin kembar itu dengan mata tertutup, permohonannya akan terkabulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda juga bisa berkunjung keTamansari yang dibangun di masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwono I, pada tahun 1758 dengan seni arsitektur Eropa yang dilengkapi makna simbolik Jawa melalui ukiran pada bangunannya. Dahulu lokasi ini adalah pesanggrahan untuk pertapaan  raja Jogjakarta dan keluarga, dilengkapi dengan  kolam pemandian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arsitektur Eropa dapat pula Anda jumpai saat berkunjung di museum Benteng Vredenburg yang didirikan pada tahun 1765, gedung Bank Indonesia, dan kantor pos Jogjakarta. Wisata ini dapat Anda lakukan dengan menumpangi andong atau becak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peninggalan sejarah banyak ditemukan di sekitar Kota Jogjakarta berupa candi-candi yang menakjubkan dan menjadi saksi bisu catatan sejarah yang pernah terjadi. Anda akan dibuat takjub saat menyaksikan kekokohan candi Borobudur. Candi Budha abad  ke-9 yang dibangun oleh Raja Samaratungga dari kerajaan Mataram kuno keturunan Wangsa Syailendra ini memiliki 1460 relief dan 504 stupa. Saat berada di tingkat teratas candi ini, Anda akan melihat pemandangan hijau di sekeliling candi. &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-cOxpYFYIiXg/TqZ35qgAznI/AAAAAAAAANE/yQGt4ex3NgA/s1600/Candi%2BBorobudur.%2BFoto%2Bdokumen%2BArthurio%2BOktavianus%2BArthadiputra.JPG" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-cOxpYFYIiXg/TqZ35qgAznI/AAAAAAAAANE/yQGt4ex3NgA/s320/Candi%2BBorobudur.%2BFoto%2Bdokumen%2BArthurio%2BOktavianus%2BArthadiputra.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula candi Hindu yang dibangun oleh Raja Rakai Pikatan dan Rakai Balitung di abad  ke-10, yakni candi Prambanan. Legenda terkenal dari candi ini adalah permintaan putri Roro Jonggrang kepada Bandung Bondowoso untuk membangun candi dengan 1.000 arca dalam semalam sebagai bukti lambang cinta. Saat ini, Candi Prambanan dilengkapi dengan Taman Ramayana, berupa panggung pertunjukan untuk pewayangan orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut cerita dari mulut ke mulut, pengunjung candi yang sedang berpacaran akan putus bila berkunjung di candi ini. Betulkah? Anda mungkin bisa membuktikannya sendiri. Candi lain yang bisa dikunjungi adalah Plaosan, Sambisari, Mendut, Pawon, dan Istana Ratu Boko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingin menikmati keindahan alam Jogjakarta? Silakan berkunjung ke Pantai Parangtritis yang berjarak sekitar 30 Km dari Kota Jogjakarta. Pantai dapat ditempuh menggunakan bus dengan biaya Rp. 7.500 per orang. Pasir Pantai Parangtritis yang lembut di kaki akan membuat Anda lupa waktu saat bermain bersama debur ombaknya. Pantai lain yang juga bisa Anda kunjungi adalah pantai Kukup, Krakal, Baron, Sundak, Glagah, Depok, dan Parang Kusumo.&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-i2k9vMk3X9k/TqZ4P4gWJNI/AAAAAAAAANQ/3GfQ1gEMVnU/s1600/Tergulung%2Bombak%2BPantai%2BParangtritis.%2BFoto%2Bdokumen%2BArthurio%2BOktavianus%2BArthadiputra.JPG" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="240" width="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-i2k9vMk3X9k/TqZ4P4gWJNI/AAAAAAAAANQ/3GfQ1gEMVnU/s320/Tergulung%2Bombak%2BPantai%2BParangtritis.%2BFoto%2Bdokumen%2BArthurio%2BOktavianus%2BArthadiputra.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota Jogjakarta juga memiliki tugu yang berada di tengah kota. Uniknya, jika ditarik garis lurus, tugu Jogjakarta berada di tengah  antara Gunung Merapi dan Pantai Parangtritis. Menurut lelucon di Jogjakarta, Anda belum dikatakan berkunjung di kota ini jika belum memegang tugu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Souvenir&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lengkap rasanya bila tidak membeli sesuatu yang khas saat berkunjung ke Jogjakarta. Sebagai kota wisata, Anda bisa menemukan banyak barang kerajinan unik yang diolah dari tangan terampil dan kreatif. Batik merupakan karya kreatif yang umum ditemukan di Jogjakarta. Membeli batik tidaklah sulit. Anda bisa menyusuri sepanjang jalan Malioboro hingga pasar Beringhardjo untuk berburu batik. &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Kre1W-q2e94/TqZ4qKR8tXI/AAAAAAAAANc/vNuRscdrIB4/s1600/Malioboro.%2BFoto%2Bdokumen%2BArthurio%2BOktavianus%2BArthadiputra.JPG" imageanchor="1" style="clear:right; float:right; margin-left:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="320" width="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-Kre1W-q2e94/TqZ4qKR8tXI/AAAAAAAAANc/vNuRscdrIB4/s320/Malioboro.%2BFoto%2Bdokumen%2BArthurio%2BOktavianus%2BArthadiputra.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baju dan souvenir yang terbuat dari batik bisa Anda beli dengan harga yang dapat disesuaikan dengan isi dompet Anda. Ukiran dari tokoh pewayangan juga dapat menjadi alternatif lain  untuk souvenir dengan kekhasan yang akan mengingatkan Anda tentang Jogjakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi pecinta perhiasan, silakan meluncur ke pusat kerajinan perak yang terletak di Kota Gede. Anting, kalung, cincin, dan hiasan rumah terbuat dari perak asli bisa Anda dapatkan di sini. Kisaran harga per item mulai puluhan ribu hingga jutaan Rupiah. Tergantung, jenis dan bentuk perak yang Anda pilih. Ingin belajar membuat perhiasan dari perak? Biasanya, toko perak yang memiliki tempat pembuatan untuk melayani pengunjung yang ingin memesan  langsung bentuk perhiasan sesuai keinginan, akan memberikan izin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jogjakarta juga memiliki pusat kerajinan keramik dan gerabah yang berlokasi di Kasongan. Kerajinan ini berupa patung, lampu hias, furniture, topeng, kendi, dan perlengkapan rumah. Semuanya dibuat dari tanah liat dan tentunya, menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Makanan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda menyiapkan dana minim untuk biaya konsumsi saat berada di Jogjakarta? Jangan kuatir. Anda bisa temukan gerobak penjual makanan dengan satu bangku panjang yang menjual nasi kucing. Nasi paket hemat berbungkus daun pisang ini dilengkapi sambal ikan teri atau tempe yang dipotong kecil-kecil dan digoreng kering. Harga per bungkus nasi kusing adalah Rp. 1.500.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warung burjo yang menjual bubur kacang hijau dicampur ketan hitam dan sedikit santan merupakan pilihan bagi para mahasiswa luar daerah yang menuntut ilmu di Jogjakarta. Warung ini juga menjual indomi rebus dan goreng, plus cemilan berupa beberapa kue yang digoreng. Mengenyangkan dan murah meriah. Pilihan lain untuk membeli makanan dengan harga terjangkau  adalah pecel lele, telur, tempe, dan ayam goreng di warung tenda pinggir jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan khas Jogjakarta yang tidak boleh Anda lewatkan adalah gudeg. Makanan yang terbuat dari buah gori (nangka) dan diolah dengan tambahan daging ayam atau telur, akan menggugah selera makan Anda. &lt;i&gt;Perfecto delicio&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau mencicipi makanan yang unik? Datang saja ke warung makan Jejamuran yang menjual makanan serba jamur. Menu yang tersedia adalah  sate, soup, rendang, pepes, tongseng jamur, dan sebagainya. Harga jejamuran berkisar Rp. 4.000-10.000. Makanan khas Jogjakarta juga bisa dijadikan oleh-oleh untuk keluarga atau kerabat Anda. &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-xoRd-gbTqVE/TqZ5gimriFI/AAAAAAAAAN0/W7n9sKJMTzw/s1600/Jejamuran.%2BFoto%2Bby%2BArthurio%2BOktavianus%2BArthadiputra.JPG" imageanchor="1" style=""&gt;&lt;img border="0" height="320" width="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-xoRd-gbTqVE/TqZ5gimriFI/AAAAAAAAAN0/W7n9sKJMTzw/s320/Jejamuran.%2BFoto%2Bby%2BArthurio%2BOktavianus%2BArthadiputra.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silakan meluncur ke daerah sejuk Kaliurang untuk mencari jadah tempe. Makanan berupa ketan dan tempe bacem ini sangat tradisional dan cocok dijadikan teman minum the panas atau kopi. Atau, datang saja ke kawasan Pathuk, Kecamatan Ngampilan, Jogjakarta. Lokasi tersebut menjual bakpia pathuk, yakni bakpia yang berisi kacang hijau. Jajanan khas lainnya yang bisa Anda temukan di situ adalah yangko, geplak, madu mongso, dan ampyang. Silakan Anda memilih.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-1952374597608664445?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/1952374597608664445/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=1952374597608664445&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/1952374597608664445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/1952374597608664445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2011/10/jogjakarta-keramahan-wisata-dalam.html' title='Jogjakarta, Keramahan Wisata Dalam  Budaya'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-kIE6h1aXVx4/TqZ3iHwTe_I/AAAAAAAAAM4/W2h7p2gLAbI/s72-c/Stasiun%2BTugu%2BJogja.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-7253969763631233096</id><published>2011-10-01T07:29:00.001-07:00</published><updated>2011-10-25T10:52:51.861-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penulis travel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SEO'/><title type='text'>Menjadi Seorang Penulis Travel Pemula</title><content type='html'>Apakah anda sering melakukan perjalanan ke tempat baru di luar tempat tinggal anda? Apakah ada hal-hal menarik bagi anda saat ke tempat baru itu? Mengapa anda tidak menuliskan apa yang anda lihat di situ dan berbagi dengan orang-orang? Siapa tahu tulisan anda sangat menarik dan menjadikan anda sebagai penulis travel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi seorang penulis travel adalah impian banyak orang. Ini seperti magnet yang menjadi daya tarik bagi orang-orang untuk ikut masuk kedalamnya. Suatu pekerjaan sekaligus untuk melepaskan penat, dua keuntungan dalam berkerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritakan apa saja yang anda lihat saat bepergian. Buatlah cerita itu dengan sederhana, namun detil. Seperti mengenai biaya, fasilitas, transportasi, dan sebagainya. Jika ada sesuatu yang menarik perhatian anda, tulislah. Jangan terburu-buru saat menceritakan pengalaman anda lewat tulisan. Karena, saat tulisan tersebut anda tawarkan kepada penerbit, anda simpan di blog atau website, tulisan anda termasuk dalam kategori eksklusif. Karena, hanya anda saja yang merasakan dan melihat langsung tempat tersebut (walau mungkin ada orang lain yang sudah pernah menuliskannya). Asal, selalu berikan sesuatu informasi baru dalam tulisan anda.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah cukup hanya tulisan saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak. Sertakanlah juga beberapa foto yang anda ambil di tempat yang anda kunjungi itu. Melalui foto yang anda sertakan, cerita dalam tulisan anda akan semakin jelas dan bisa dibayangkan oleh pembaca anda. Foto dan tulisan akan saling dukung dan menjadikan cerita anda semakin utuh. Apalagi, satu foto bisa memiliki banyak makna. Tergantung dari sudut pandang yang melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana bisa membuat tulisan travel yang menarik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua tipe pembaca tulisan travel. Pertama, pembaca yang suka mengikuti alur cerita tulisan dan membayangkan diri mereka ikut ke dalam perjalanan yang anda tuliskan. Tulisan travel untuk pembaca seperti ini haruslah detil. Karena, pembaca tersebut ingin mencari informasi yang lebih tentang lokasi wisata yang anda ceritakan. Misalnya tentang budaya, hal-hal yang menarik di tempat itu, asesoris, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca tulisan travel tipe kedua adalah pembaca yang hanya ingin mengetahui informasi umum untuk mengunjungi lokasi wisata dalam tulisan anda. Seperti informasi biaya, transportasi, lokasi paling menarik, fasilitas yang ada di tempat itu, dan apa yang harus dan tidak dilakukan di tempat itu. Tulisan travel anda tidak perlu panjang dan cukup berisikan informasi penting yang disertai dengan foto yang bagus agar pembaca tertarik berkunjung ke lokasi wisata dalam tulisan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal paling utama untuk menjadi seorang penulis travel adalah berani untuk menghadapi tantangan tidak terduga yang mungkin saja terjadi dalam perjalanan anda. Seperti makanan yang tidak sesuai dengan selera anda, transportasi dan fasilitas yang tidak memadai, aturan-aturan yang berbeda dari daerah asal anda, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, jangan khawatir. Semua kejadian menarik tersebut bisa anda tulis dan bagikan itu kepada orang-orang agar menjadi panduan mereka dalam melakukan travel ke tempat tersebut. Selamat mencoba dan bersenang-senanglah.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-7253969763631233096?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/7253969763631233096/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=7253969763631233096&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/7253969763631233096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/7253969763631233096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2011/10/menjadi-seorang-penulis-travel-pemula.html' title='Menjadi Seorang Penulis Travel Pemula'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-6023698515248541890</id><published>2011-10-01T07:26:00.000-07:00</published><updated>2011-10-25T10:54:57.463-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='belajar menulis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SEO'/><title type='text'>5 Langkah Menjadi Penulis Online</title><content type='html'>Apakah anda belum memiliki pekerjaan tetap dan senang menulis? Apakah tulisan-tulisan Anda hanya disimpan dalam lemari besi yang kuncinya hanya bisa dibuka oleh Anda sendiri? Jangan sia-siakan waktu Anda. Cobalah untuk menjadi seorang penulis online. Tulisan Anda tidak akan menjadi catatan usang, bahkan dibayar. Namun, bagaimanakah caranya untuk memulai karir sebagai penulis online?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan teknologi terutama internet menjadikan informasi memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Rasa penasaran dan keingintahuan manusia yang tinggi akan informasi terbaru di luar lingkungannya, membuka peluang yang besar bagi penulis online sebagai pemberi informasi yang dibutuhkan oleh orang banyak.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang yang memiliki bakat menulis, segera tangkap peluang tersebut. Selain untuk mengasah kemampuan menulis, pundi-pundi uang anda pun akan terisi uang sebagai upah jerih payah Anda dalam menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut lima langkah dasar untuk menjadi penulis online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Cari portal media yang membuka kolom untuk penulis tamu di internetSebagai pemula yang akan memulai menjadi penulis online, cobalah untuk mencari portal media yang menyediakan kolom untuk menulis. Daftarkan diri Anda sebagai member dan sering-seringlah mengirimkan tulisan di portal media itu. Bila tulisan Anda berkualitas dan memiliki informasi baru yang diinginkan oleh banyak orang, bisa saja tulisan Anda dijadikan tulisan berita untuk portal media mereka. Selain membuka peluang sebagai penulis online, Anda juga sudah memiliki relasi dan pembaca tetap yang menyukai tulisan-tulisan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Miliki blog atau website Anda sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara lain yang perlu Anda lakukan untuk menjadi seorang penulis online adalah dengan memiliki blog atau website sendiri. Buatlah tulisan dengan satu topic khusus yang mungkin dibutuhkan oleh orang banyak, dan fokuslah. Contohnya menulis tentang makanan, politik, atau catatan harian yang menarik untuk dibaca. Sebarkan blog atau website Anda, siapa tahu ada media portal yang membutuhkan materi tulisan sesuai dengan isi blog atau website Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 3. Jeli melihat perubahan di sekitar lingkungan Anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan orang berpikir bahwa tidak ada hal menarik di lingkungan sekitarnya. Padahal, mungkin saja ada sesuatu perubahan yang terjadi dan sangat menarik untuk orang lain yang tidak mengetahuinya. Tulislah perubahan di lingkungan sekitar Anda itu dalam bentuk berita dan tawarkan ke portal media. Bila tulisan Anda berisi informasi terbaru yang dibutuhkan banyak orang dan layak untuk dipublikasikan, Anda pasti akan mendapat bayaran untuk tulisan tersebut. Siapa tahu Anda juga mendapat tawaran untuk menjadi penulis online tetap di portal media mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ikut lomba menulis di media online&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan takut untuk mengikutsertakan tulisan-tulisan Anda dalam lomba menulis di media online. Siapa tahu tulisan Anda berhasil memenangkan lomba tersebut. Biasanya, portal media melihat latar belakang penulis online yang akan mereka rekrut. Mungkin saja lomba menulis yang Anda menangkan bisa menjadi kredit point bagi Anda untuk mendapatkan pekerjaan sebagai penulis online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Asah terus kemampuan menulis Anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang penulis online, Anda dituntut untuk mampu menulis semua topic seperti politik, hiburan, hukum, lingkungan, penelitian, dan sebagainya. Karena itu, teruslah mengasah kemampuan menulis Anda. Tentunya, dengan gaya tulisan Anda sendiri. Jadilah diri sendiri saat Anda menulis dan jangan sekali-sekali untuk menjiplak tulisan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kata pepatah, di mana ada kemauan di situ ada jalan. Silakan Anda aplikasikan lima langkah tersebut untuk mewujudkan impian Anda menjadi penulis online. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan selamat mencoba.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-6023698515248541890?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/6023698515248541890/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=6023698515248541890&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/6023698515248541890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/6023698515248541890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2011/10/5-langkah-menjadi-penulis-online.html' title='5 Langkah Menjadi Penulis Online'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-6670185015578841277</id><published>2011-08-23T12:31:00.000-07:00</published><updated>2011-10-25T02:04:09.536-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Bubur Pedas, Kuliner Asli Sambas Jadi Ikon Kuliner Sarawak</title><content type='html'>Kabupaten Sambas di Kalimantan Barat memiliki makanan khas yang disebut bubur pedas. Meski nama makanan khas tersebut berbanderol kata “pedas” yang akan membuat pencinta kuliner yang tidak suka rasa pedas bergidik ngeri, saat disuguhkan pasti akan minta tambah lagi. Karena, bubur pedas adalah bubur yang terbuat dari campuran sayur mayur dan saat diolah tidak ada dicampurkan bahan cabai sedikitpun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayuran yang digunakan sebagai bahan untuk membuat bubur pedas adalah sayuran tradisional. Seperti pakis, daun lengkuas, dan sebagainya. Campuran aneka sayuran ke dalam beras yang disangrai ini sangatlah harum dan menggugah selera. Apalagi bila ditambahkan dengan ikan teri dan kacang tanah yang digoreng. Semakin ‘nendang’ rasanya. Masyarakat Kalimantan Barat khususnya Sambas, pastilah bangga memiliki makanan khas ini. Karena, mudah membuatnya dan memiliki kandungan gizi cukup yang menyehatkan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ada berita mengejutkan. Berdasarkan berita yang saya baca di satu koran lokal, Selasa (23/8), yang melansir berita Utusan Malaysia Jumat (19/8), bubur pedas menjadi ikon wisata kuliner Sarawak. Isi berita tersebut adalah digelarnya festival produk makanan lokal di Sarawak selama bulan Ramadan, di Kampung Melayu Pangkalan Bau. Menurut Menteri Muda Alam Sekitar Negeri Sarawak, Datuk Peter Nansian Ngusie, festival tersebut adalah komitmen pihak pemerintah Sarawak, Malaysia, untuk mempromosikan bubur pedas sebagai ikon wisata kuliner . Tampaknya, bubur pedas menjadi daftar berikutnya yang akan segera diklaim Negara tetangga sebagai makanan khas mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salahkah Negara tetangga kita tersebut bila mengakui bubur pedas sebagai ikon kuliner wisata mereka? Secara ego saya mengatakan salah besar. Namun, bila melihat kembali bagaimana kepedulian kita terhadap budaya dan kuliner yang dimiliki, saya tidak bisa berkata apa-apa. Lidah kita saat ini teramat bangga akan kuliner kebarat-baratan. Sehingga, melupakan rasa bangga akan nikmatnya kuliner yang ada dari negeri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya selama bulan Ramadan ini iklan televisi selalu menampilkan tempat dan aneka makanan ‘luar’ yang menggiurkan untuk acara buka puasa bersama. Tidak ada saya menyaksikan produk  iklan untuk mengajak masyarakat untuk berbuka puasa sekeluarga di rumah dengan kuliner asli Indonesia. Nah, apakah kita baru berteriak lagi saat budaya dan kuliner kita satu persatu ‘dicuri’ padahal kita sendiri kurang menghargai budaya dan kuliner Indonesia yang ada?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AYO KITA SEGERA INTROSPEKSI DIRI. JANGAN SAMPAI BARU BERTERIAK SAAT BUDAYA DAN KULINER KITA SUDAH DICURI!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-6670185015578841277?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/6670185015578841277/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=6670185015578841277&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/6670185015578841277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/6670185015578841277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2011/08/bubur-pedas-kuliner-asli-sambas-jadi.html' title='Bubur Pedas, Kuliner Asli Sambas Jadi Ikon Kuliner Sarawak'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-1624825736221804073</id><published>2011-08-20T03:44:00.000-07:00</published><updated>2011-10-25T11:03:37.093-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='travel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Nasionalisme Ala Dusun Nanga Sungai</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-FT_5SSiOH_s/Tk-Ruq79GpI/AAAAAAAAAME/bo3hf5QCNvQ/s1600/IMG_4938.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-FT_5SSiOH_s/Tk-Ruq79GpI/AAAAAAAAAME/bo3hf5QCNvQ/s320/IMG_4938.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5642889089104288402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan darat selama 22 jam menggunakan kendaraan travel dari Pontianak menuju daerah hulu Kalimantan Barat, Selasa (28/6), sangatlah melelahkan. Lobang menjadi penghias jalan sepanjang ± 800 kilometer. Namun, bukan menjadi penghalang bagi saya untuk mengunjungi sebuah dusun bernama Nanga Sungai, Desa Saujung Giling Manik, Kecamatan Embaloh Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Kebetulan, kedatangan saya untuk menghadiri acara adat Mandaas, yakni acara adat melayat yang dilakukan oleh suku Dayak Tamambaloh. &lt;br /&gt;Perjalanan tersebut merupakan pengalaman pertama saya menuju dusun yang berada di ujung Desa Benua Martinus. Dusun sepi dengan penerangan listrik yang berasal dari mesin genset. Sekitar 60 kepala keluarga menempati dusun tersebut, dengan mata pencaharian masyarakat sehari-sehari sebagai petani dan nelayan sungai.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan masyarakat Dusun Nanga Sungai hampir sama seperti masyarakat pada umumnya. Pagi hingga siang hari, mereka menghabiskan waktu di sawah atau ladang. Pulang dari lahan pertanian, mereka akan mencari ikan dengan cara di pukat sembari menyusuri sungai Embaloh untuk kembali ke rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menarik di dusun ini. Meski berada di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, ternyata suku Dayak Tamambaloh yang menetap di Dusun Nanga Sungai memiliki bendera sendiri. Bukan merah putih, namun bendera dengan aneka warna. Seperti  kuning, merah, putih, hitam, dan hijau. Bentuk bendera tersebut pun unik, memanjang dengan ujung berbentuk segitiga penuh untaian kain seperti untaian janur kelapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut tetua warga bernama Baki’ Tali (kakek Tali), 72 tahun, bendera tersebut merupakan bendera adat yang selalu digunakan oleh penduduk dari suku Dayak Tamambaloh sewaktu menggelar acara adat, dan sudah digunakan sejak dahulu kala. Bendera tersebut berbentuk motif dayak di tengahnya, membentuk gambar hewan, buah, atau tumbuhan. Suatu bentuk penghormatan manusia terhadap lingkungan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan warna yang digunakan untuk bendera tersebut bukanlah asal comot saja. Kuning menggambarkan kemakmuran akan hasil pertanian. Merah sebagai lambang keberanian. Putih sebagai lambing ketulusan dan keputusan bulat yang tidak bisa dilanggar. Hitam sebagai lambang perjuangan bersama-sama hingga titik darah penghabisan. Hijau sebagai wujud kehidupan yang seimbang dengan alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baki’ Leo (69) mengatakan ada dua bendera yang dimiliki oleh suku Dayak Tamambaloh. Yakni, Tambe Laki (bendera laki-laki) dan Tambe Bainge (bendera perempuan). Perbedaan antara bendera ini adalah, Tambe Laki memiliki ukuran lebih panjang dibandingkan Tambe Bainge. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila mereka memiliki bendera sendiri, bagaimanakah sikap mereka terhadap bendera merah putih? Lunturkah rasa nasionalisme mereka akan Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, mereka masih mengedepankan rasa cinta tanah air. Meski sudah memiliki bendera yang mereka gunakan secara turun temurun sebelum masa kemerdekaan, suku Dayak Tamambaloh di Dusun Nanga Sungai  tetap menghormati bendera merah putih. Hal itu saya saksikan saat melihat upacara adat Perahu Tambe (perahu hias), yakni upacara adat pernikahan di saat mempelai pria beserta keluarga di hulu Sungai Embaloh menggunakan perahu yang dihias menuju rumah mempelai wanita di hilir sungai. Bendera merah putih tetap berkibar paling tinggi dibandingkan Tambe Laki dan Tambe Bainge.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, dalam perjalanan saya menuju Desa Lanjak, daerah dekat perbatasan Indonesia-Malaysia, Minggu (3/7). Dari bak belakang mobil yang saya tumpangi, dengan penuh haru saya melihat kibaran merah putih yang sudah tercabik di ujungnya, tetap berada di ujung tiang di beranda Betang (rumah panjang) yang berjarak sekitar 300 meter dari jalan raya, meski bukan tanggal 17 Agustus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-1624825736221804073?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/1624825736221804073/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=1624825736221804073&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/1624825736221804073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/1624825736221804073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2011/08/nasionalisme-ala-dusun-nanga-sungai.html' title='Nasionalisme Ala Dusun Nanga Sungai'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-FT_5SSiOH_s/Tk-Ruq79GpI/AAAAAAAAAME/bo3hf5QCNvQ/s72-c/IMG_4938.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-7348413425798338831</id><published>2011-07-17T02:52:00.000-07:00</published><updated>2011-10-25T02:05:35.025-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kapuas Hulu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='travel'/><title type='text'>Embaloh, Sungai Kaya Bernyawa di ‘Benua’ ke-7 (2)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-H8fNJWIqT6U/TiKyDhFSMqI/AAAAAAAAAL8/EUoOiWtCcjM/s1600/1310888054960433509_300x200.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-H8fNJWIqT6U/TiKyDhFSMqI/AAAAAAAAAL8/EUoOiWtCcjM/s320/1310888054960433509_300x200.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5630258257656427170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bila Anda ingin melihat permata yang melimpah, datang saja ke Sungai Embaloh. Menyelamlah di jernihnya air sungai. Saat menyelam, buka mata Anda. Lihatlah bebatuan di dasar sungai. Bias sinar matahari yang masuk ke air sungai dan mengenai bebatuan, akan membuat bebatuan tampak seperti kemilau permata yang indah dan tak terhingga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabut pagi masih menyelimuti Desa Benua Martinus, Sabtu (2/7). Selimut kabut yang saya sebut ‘paradiso benua ketujuh’ dikarenakan menghasilkan pemandangan indah di desa kecil sarat sejarah. Saya menginap di rumah kayu, tepat di pinggir jalan, samping lapangan sepakbola SD 02 Benua Martinus. Menurut indu’ (ibu/bibi) Clara, bangunan SD dan lapangan sepakbola itu dulunya adalah bekas landasan pesawat pasukan tentara Indonesia saat terjadinya GPRS-Paraku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mandi pagi di Sungai Embaloh merupakan sebuah keharusan. Maklum, saat tiba di sini, saya langsung menuju Dusun Nanga Sungai yang berada sekitar satu setengah jam berjalan kaki atau 30 menit bila menggunakan kendaraan roda dua, dari Desa Benua Martinus, untuk acara adat Mandaas (baca tulisan selanjutnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menuju Sungai Embaloh dari rumah tempat menginap tidaklah memakan waktu yang lama. Sekitar 300 meter di belakang rumah. Cukup menyusuri jalan aspal dan mengambil jalan lurus berbatu di depan Koramil, melewati padang berpagar kawat duri, hingga menapak di bebatuan sungai yang memanjang di tepian sungai. Rimbunan tumbuhan di pinggir sungai, air jernih yang mengalir di bebatuan, suara kicau burung yang terbang bebas, menjadikan mandi pagi semakin semarak. Ditambah, ‘kecupan’ kecil di bagian tubuh dari keramahan ikan Sungai Embaloh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayu besar yang terhanyut dari hulu sungai, tampak terdampar di atas bebatuan. Tidak hanya satu kayu, tapi, banyak. Kayu-kayu itu merupakan hasil dari abrasi yang terjadi di daerah hulu sungai, dan terbawa oleh air sungai. Hujan mengakibatkan arus sungai mengalir deras. Sedangkan komposisi tanah di pinggir Sungai Embaloh terdiri atas sedimen yang rapuh, hasil pelapukan kayu-kayu yang terdampar. Bila arus deras menghantam tanah di pinggir sungai, air menjadi berwarna kecoklatan karena bercampur lumpur. Satu daerah yang selalu berpindah akibat terjadinya abrasi adalah Dusun Nanga Sungai. Tidak ada yang mampu melawan kekuatan alam. Bahkan, aliran air sungai Embaloh yang tenang, seperti bernyawa. Secara perlahan, air sungai mengikis daratan di sepanjang aliran sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dusun Nanga Sungai yang saya datangi merupakan pemukiman baru bagi penduduknya. Sekitar 2008, satu persatu penduduk meninggalkan lokasi dusun mereka yang lama, yang berada sekitar dua kilometer di daerah hilir sungai. Menurut Baki’ (kakek, dalam bahasa Dayak Tamambaloh) Roreng (63), lokasi rumah yang ditempati masyarakat tersebut mulanya adalah pondok saat berladang. Tiang dari lantai rumah penduduk memang dibuat tinggi, sekitar 2-5 meter. Sehingga, setiap orang harus menaiki anak tangga untuk masuk ke rumah. Alasan penduduk membuat tiang tinggi tersebut adalah untuk terhindar dari banjir. “Jika air sungai meluap, bisa naik ke rumah,” ujar Baki’ Roreng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpindahan penduduk Dusun Nanga Sungai itu bukan kali pertama. Berdasarkan penuturan Baki’ Leo (72), ini merupakan perpindahan yang keempat kalinya selama ia hidup. Selain disebabkan karena abrasi, perpindahan kali ini adalah anjuran pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu agar penduduk dapat bermukim di daerah pinggir jalan. Agar memudahkan transportasi masyarakat dan jaringan listrik bisa masuk. Namun, hingga saat ini belum ada satu tiang listrik pun yang tampak. Penduduk Dusun Nanga Sungai mengandalkan mesin genset untuk penerangan di kala malam. Itupun tidak semua rumah penduduk. Saya menghitung tak lebih dari 10 rumah yang memiliki mesin genset. Sedangkan di Desa Benua Martinus, nyala listrik berlaku setengah hari. Mulai pukul 17.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, jembatan gantung penghubung antara Desa Benua Martinus dan tiga dusun lain, yakni Nanga Sungai, Pat, dan Ulak Pauk, tampak mulai rapuh. Kayu jembatan gantung terlihat mulai lapuk. Tali kawat di kiri-kanan jembatan gantung, ada yang putus. Padahal, jembatan itulah satu-satunya sarana yang memudahkan penduduk tiga dusun untuk melintasi Sungai Tamao. Menurut penduduk Dusun Nanga Sungai M. Rayung, jembatan tersebut berumur belum genap setahun. Karena pengerjaan jembatan gantung berakhir sekitar September 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan penuturan Rayung, jembatan tersebut dibuat dengan dana bantuan pemerintah daerah. Dari pengajuan Rp. 22 juta yang diajukan, kucuran dana yang disetujui dan diberikan ke masyarakat adalah Rp. 18 juta. “Sayang, baru setahun jembatan sudah rapuh,” sesal Rayung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dibayangkan, bila jembatan gantung tersebut rusak dan putus, akses jalan darat penduduk dari tiga dusun bisa terganggu. Bila harus menggunakan sampan melalui jalur Sungai Embaloh, butuh tenaga super ekstra untuk melawan arus sungai menuju pusat kecamatan di Desa Benua Martinus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi bila menggunakan perahu mesin, butuh dana besar untuk membeli bahan bakar. Seliter bensin di Benua Martinus mencapai harga Rp. 9.000.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-7348413425798338831?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/7348413425798338831/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=7348413425798338831&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/7348413425798338831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/7348413425798338831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2011/07/embaloh-sungai-kaya-bernyawa-di-benua.html' title='Embaloh, Sungai Kaya Bernyawa di ‘Benua’ ke-7 (2)'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-H8fNJWIqT6U/TiKyDhFSMqI/AAAAAAAAAL8/EUoOiWtCcjM/s72-c/1310888054960433509_300x200.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-7066446185210936395</id><published>2011-07-15T09:40:00.000-07:00</published><updated>2011-10-25T02:06:15.523-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kapuas Hulu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='travel'/><title type='text'>Saguer, Sambutan Khas di Tamambaloh (1)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-znbpO854Upc/TiBus7oflaI/AAAAAAAAAL0/4e8o1V4p0Nc/s1600/13107219581300057041_300x400.2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-znbpO854Upc/TiBus7oflaI/AAAAAAAAAL0/4e8o1V4p0Nc/s320/13107219581300057041_300x400.2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5629621252413953442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mobil berhenti di sebuah jembatan gantung yang hanya bisa dilewati dengan berjalan kaki, Selasa (28/6) malam. Satu persatu, langkah kaki menapak di jembatan yang melintasi Sungai Tamao dengan panjang sekitar 10 meter. Saat dilewati, jembatan bergoyang dan papan kayu berbunyi ‘kretak’. Beberapa utas kawat di kedua sisi jembatan terlihat ada yang putus. Dengan penerangan lampu senter, tertangkap tulisan ‘tahun 2010’ di sisi kiri tiang jembatan, tahun penyelesaian pembuatan jembatan gantung yang terlihat mulai rapuh itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu menunjukkan sekitar pukul 21.15 malam. Setelah menghabiskan 22 jam perjalanan darat dari Pontianak menggunakan mobil (Pontianak-Kapuas Hulu = ± 800 km. Kapuas Hulu-Nanga Sungai = ± 175 km), masih setengah jam berjalan kaki lagi yang harus ditempuh dari jembatan gantung, agar tiba di Dusun Nanga Sungai, Desa Saujung Giling Manik, Kecamatan Embaloh Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangan pohon tinggi di kiri-kanan jalan setapak, terlihat saat tertimpa sinar senter. Jalan tanah yang ‘dibaluri’ batu sungai, berbagi tempat dengan suburnya rumput. Beruntung, setelah sekitar 10 menit menyusuri jalan, ‘rute’ jalan kaki ini dipersingkat dengan datangnya jemputan motor yang siap mengantar ke Dusun Nanga Sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari boncengan sepeda motor, saya menangkap bunyi-bunyian tabuhan alat musik tradisional khas Dayak, mengalun dalam sunyi malam. Tak berapa jauh dari sebuah pertigaan jalan dusun, bunyi itu semakin jelas terdengar. Asalnya dari sebuah rumah kayu bertiang tinggi. Bersambung langsung dengan rumah itu, ada sebuah panggung dengan lantai papan beratap terpal biru. Tempat para penabuh alat musik tradisional dan masyarakat yang berkumpul di rumah M. Rayung, tepat di ujung jalan sisi kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turun dari boncengan motor, saya disambut oleh lima perempuan tua yang masing-masing memegang gelas plastik dan seorang pemuda yang memegang nampan berisi sebuah teko. Mereka bernyanyi sambil menghentak-hentakkan kaki kanan di lantai, pada dua kayu yang tiap ujungnya diberi penyanggah kayu kecil sehingga berbunyi ketika diinjak, mengikuti tabuhan alat musik tradisional. Nyanyian mereka semakin kencang saat kaki saya menaiki lima anak tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Inyum jo olongan, ipatiling-tiling&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inyum jo olongan, ipatiling-tiling&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawak’u ikausang jo. Inyum jo rio-rio&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inyum ilanggak-langgakan, ilanggak-langgakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Na’an pande iteakang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila diartikan dalam Bahasa Indonesia, nyanyian tersebut memiliki arti : “minumlah dan tuangkan ke mulut, miringkan sedikit gelasmu. minumlah dan tuangkan ke mulut, miringkan sedikit gelasmu. Habiskanlah bagianmu. Minumlah cepat-cepat. Minumlah hingga bergelegak-gelegak, bergelegak-gelegak. Tidak boleh dimuntahkan”. Nyanyian berjudul Inyum Jo (Ipatiling-tiling) itu merupakan nyanyian masyarakat Dayak Tamambaloh untuk menyambut tamu atau keluarga yang datang di dusun mereka. (Nyanyian yang diciptakan oleh dua warga Tamambaloh, Yeremias dan Damianus, mulai dikenal luas sejak 1980-an. Sebelumnya, hanya seruan ‘hoiya..hoiya’ yang diiringi musik tradisional masyarakat Dayak Tamambaloh untuk menyambut para tamu). Nyanyian terhenti saat mereka mengelilingi saya, menyodorkan gelas ke mulut, meminum isi gelas hingga habis, dan tangan kanan mereka mengusap-usap bahu saya. Minuman berbentuk cairan putih berasa manis dan agak sedikit kelat. Menurut Rayung, minuman tersebut adalah Saguer, air pohon Enau (Arenga pinnata) yang disadap. Masyarakat luas mengenal minuman tersebut dengan sebutan tuak. Bila ditambah sedikit ragi, minuman bisa mengandung alkohol dan memabukkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saguer merupakan minuman khas Dayak Tamambaloh untuk para tamu yang datang. Selain minuman, biasanya disajikan pula kue kalame kaur, kalame suman, dan lemang. Setelah sajian dinikmati, tamu akan diajak Mandaria’ (menari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dayak Tamambaloh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungai Embaloh merupakan anak Sungai Kapuas yang mengalir dari hulu pegunungan Kapuas Hulu sepanjang sekitar 168 kilometer. Di sepanjang aliran sungai ini, hidup penduduk asli suku Dayak Tamambaloh. Mereka menyebut diri dengan sebutan Banuaka’, yang berarti orang kita. Selain itu, suku dayak Tamambaloh tersebar juga di sepanjang aliran sungai Labian dan Palin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata pencaharian suku Dayak Tamambaloh adalah berladang. Mereka juga sangat pandai menangkap ikan di sungai. Seperti menjala, menyelam, dan Manyarakap (mencari ikan dengan tangan di danau atau kali). Namun, jangan coba-coba untuk menangkap ikan menggunakan racun tuba. Hukuman adat akan diberikan kepada mereka yang berani meracun ikan dengan tuba. Ikan hasil tangkapan akan diolah masyarakat suku Dayak Tamambaloh menjadi ikan salai (ikan yang diasap), jukut (ikan yang difermentasi), kerupuk, dan kerupuk basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pencari ikan di sungai, tidak mengherankan bila setiap warga mulai anak-anak hingga perempuan tua bisa mengayuh sampan. Karena, sampan merupakan sarana transportasi yang sering digunakan untuk mengangkut barang dari dusun ke pusat kecamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman yang tumbuh mendominasi tanah di sepanjang aliran sungai Embaloh adalah Enau. Bahkan, dalam catatan harian seorang pastor dalam buku ‘Hidupku di Antara Suku Daya’ yang ditulis Herman Josef Van Hutten, masyarakat setempat sudah memanfaatkan air sadapan sebagai minuman, saat pastor asal Belanda itu tiba pertama kali di sana, sekitar 1913.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-7066446185210936395?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/7066446185210936395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=7066446185210936395&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/7066446185210936395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/7066446185210936395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2011/07/saguer-sambutan-khas-di-tamambaloh-1.html' title='Saguer, Sambutan Khas di Tamambaloh (1)'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-znbpO854Upc/TiBus7oflaI/AAAAAAAAAL0/4e8o1V4p0Nc/s72-c/13107219581300057041_300x400.2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-3895779655222456402</id><published>2011-05-17T22:54:00.000-07:00</published><updated>2011-10-25T02:07:07.795-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kabupaten Pontianak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='travel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budaya'/><title type='text'>Naik Dango Suku Dayak Kanayant Saat Panen Usai</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-L6UOm-RbnsM/TdNjeEX3WjI/AAAAAAAAAKI/OXSF6Jw3u2g/s1600/IMG_0098.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-L6UOm-RbnsM/TdNjeEX3WjI/AAAAAAAAAKI/OXSF6Jw3u2g/s320/IMG_0098.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607935329227463218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bunyi gong yang ditabuh terdengar dari speaker di sisi kiri dan kanan betang (rumah panjang) Suku Dayak yang berada di atas bukit Desa Sadaniang, Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Pontianak, Rabu (4/5/2011). Dari bawah panggung betang bagian kanan, keluar para penari yang mengenakan baju adat Suku Dayak lengkap dengan atributnya, mengikuti irama gong.&lt;br /&gt;Tanpa alas kaki, penari menggoyangkan tubuhnya dengan indah. Dua tangan direntangkan, kemudian jemarinya bergerak memutar dengan lentik. Seorang penari pria di barisan depan rombongan penari, mengayunkan Mandau ke depan. Dengan mata menatap tajam, tiba-tiba ia meloncat dan berteriak “huih” dengan nyaring.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tarian yang disuguhkan oleh rombongan penari dari 23 Kecamatan di wilayah Kabupaten Pontianak, menjadi daya tarik pengunjung upacara adat Naik Dango ke-26 itu. Mata mereka tak melepaskan sedikitpun gerakan para penari. Sesekali, pengunjung bertepuk tangan dan bergumam “wow” dengan pelan.&lt;br /&gt;Adanya Naik Dango, membuat Desa  Sadaniang yang semula sepi menjadi ramai. Meski berjarak sekitar 87 kilometer dari Pontianak, acara Naik Dango tersebut mampu menyedot ramai pengunjung yang berasal dari kampung atau kecamatan lain. Panas terik tak menyurutkan langkah pengunjung menapaki jalan tanah merah untuk ikut serta dalam prosesi adat Naik Dango yang sudah menjadi agenda tahunan.&lt;br /&gt;Naik Dango sendiri merupakan upacara adat yang dilakukan oleh Suku Dayak Kanayant yang ada di Kalimantan Barat. Upacara adat ini adalah ucapan syukur kepada Sang Pencipta, atas berkat melimpah yang diberikan. Hasil panen tersebut biasanya disimpan di dango (lumbung) padi, yang sebelumnya didoakan oleh panyangahant (juru doa).&lt;br /&gt;Biasanya, usai menyimpan padi dalam dango yang merupakan padi pilihan untuk dipersiapkan sebagai bibit, suku Dayak akan berpesta. Pesta ini dinamakan makant nasi barahu (makan nasi baru). Setiap rumah akan menyuguhkan makanan hasil panen untuk setiap tamu yang datang. Ini merupakan wujud rasa syukur atas panen dan berbagi rezeki untuk dinikmati bersama. &lt;br /&gt;Biasanya, naik dango dilaksanakan setiap 27 April. Pelaksanaannya tidak hanya dilakukan oleh masyarakat Suku Dayak yang ada di kampung-kampung. Namun juga mereka yang ada di kota dengan jadwal yang berbeda. Penduduk Kota Pontianak dari Suku Dayak melaksanakan naik dango berupa Pekan Gawai. Acara ini dilaksanakan mulai tanggal 18 - 25 Mei 2011. Silakan untuk datang dan menyaksikan sendiri acara adat ini di Betang Jl. Sutoyo Pontianak. Karena, Suku Dayak yang hadir sebagai peserta berasal dari semua kabupaten yang ada di Kalimantan Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-3895779655222456402?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/3895779655222456402/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=3895779655222456402&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/3895779655222456402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/3895779655222456402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2011/05/naik-dango-suku-dayak-kanayant-saat.html' title='Naik Dango Suku Dayak Kanayant Saat Panen Usai'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-L6UOm-RbnsM/TdNjeEX3WjI/AAAAAAAAAKI/OXSF6Jw3u2g/s72-c/IMG_0098.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-7971272408283734432</id><published>2011-05-08T04:29:00.000-07:00</published><updated>2011-10-25T02:07:54.140-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perbatasan'/><title type='text'>Entikong, Nol Kilometer yang Diam</title><content type='html'>Masih terbersit dalam ingatan saya tentang ucapan pemandu yang menemani rombongan jurnalis di Kalimantan Barat, yang dipilih untuk meliput Keluarga Berencana di Kuching, Sarawak, Malaysia, pada 7 Juni 2007, lalu. Ketika itu, bis berhenti di depan sebuah warung di pinggir jalan Entikong, sekitar 50 meter dari border (pintu) pos lintas batas Indonesia-Malaysia, pukul 04.27 WIB.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menikmati sebatang rokok untuk menunggu pintu border yang dibuka pada pukul 05.00 WIB, raungan mesin genset dari belakang warung menjadi musik penghibur. Mata saya berkeliling memperhatikan sekitar. Banyak bangunan dari kayu yang terlihat baru berdempetan tak beraturan. Ruly, pemandu rombongan, yang menjadi teman ngobrol sambil mengepulkan asap di luar bis, berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini masih Indonesia. Kalau sudah masuk Malaysia, seperti ruang utama dan dapur," katanya, memberikan pengandaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ketika itu masih belum tahu arti pengandaian tersebut. Ucapan itu hanya saya jawab dengan tawa kecil. Tidak ada gambaran sedikitpun tentang daerah Entikong yang berjarak sekitar 350 km dari Pontianak. Sebagai jurnalis baru yang ditugaskan dari kantor untuk ikut rombongan jurnalis dari semua media lokal ketika itu (saya terjun ke dunia jurnalis pertama kali pada Mei 2007), perjalanan tersebut merupakan perjalanan serba pertama bagi saya. Pertama kali melihat langsung daerah perbatasan dan pertama kali menginjakkan kaki ke Negara tetangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat pukul 05.00 WIB, orang-orang yang menunggu di dekat border tampak bergerak. Pagar besi yang masih tertutup saat kami tiba, telah terbuka. Daun pagar bergerak perlahan ke arah dalam, ditarik petugas untuk memberikan jalan lebar kepada orang yang akan melakukan pengecekan paspor di kantor imigrasi Indonesia-Malaysia. Beberapa orang terlihat tak sabar dan saling dorong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat urusan pengecekan paspor selesai, bis pariwisata yang mengangkut kami merayap pelan di jalanan Tebedu yang sudah termasuk dalam kawasan Malaysia. Perjalanan tanpa hambatan yang menggilas aspal licin. Sangat berbeda sekali dengan jalan aspal yang disusuri bis rombongan sekitar 7 jam dari Pontianak-Entikong. Penuh lobang di mana-mana. Saya jadi teringat ucapan Ruly tentang 'ruang utama dan dapur'. Saya mengangguk-angukkan kepala mengamini pengandaian tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daerah perbatasan seperti tidak ditemukan pada peta Indonesia di meja kerja para wakil rakyat dan pemerintah. Kebutuhan dasar seperti listrik dan jalan yang baik kondisinya, masih belum dinikmati sepenuhnya oleh masyarakat di daerah perbatasan. Listrik yang selalu byar pet setiap saat, seolah hidup segan mati tak mau. Menurut Alex, seorang teman waktu sekolah menengah pertama yang menetap di Entikong, raungan genset menjadi music yang seolah tak pernah berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 24 Oktober 2008, saya kembali mengunjungi Entikong. Ketika itu, saya mengunjungi pasar tradisional dan rumah susun sederhana untuk di sewa (Rusunawa). Permasalahan listrik yang saya jumpai ketika itu, masih seperti lagu setahun yang sudah lewat. Pedagang di pasar tradisional hanya bisa mendengarkan radio untuk mengusir kejenuhan mereka. Suplai listrik tak ubah seperti jelangkung yang nyala tak diundang, padam seenaknya. Sehingga, televisi tak bisa menjalankan tugasnya. Lebih parah di Rusunawa. Rumah yang diperuntukkan bagi para pekerja dan masyarakat berpenghasilan rendah di Entikong, tampak gelap gulita. Bangunan twin block yang diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 9 Juli 2007, tak berpenghuni. Cat hijau pada dindingnya terlihat sudah pudar. Bangunan tingkat lima yang tiap blok berjumlah 48 pintu dengan kamar tipe 21, tinggallah bangunan kosong bernilai Rp 9,63 Milyar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikapun rumah warga sudah tersambung jaringan listrik, harus rela berbagi dengan warga lain yang kurang beruntung mendapatkan sambungan listrik dari PLN. Saya bertemu Alex pada 5 September 2010 lalu, saat melakukan perjalanan sebagai backpacer ke Brunei Darussalam-Kota Kinabalu-Kuching, dan sudah tidak berkecimpung lagi di dunia jurnalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia bercerita, listrik masih menjadi barang eksklusif di Entikong. Penerangan di rumahnya di kala malam diperoleh dari hasil 'nyantol' listrik tetangga. Tidak tanggung-tanggung, Alex menjadi orang ke-enam yang numpang kabel listrik di rumah tetangga. Jika siang hari, rumahnya bergantung sepenuhnya pada penerangan sinar matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya, perubahan pembangunan dan kebutuhan dasar masyarakat di Entikong tidak pernah beranjak dari titik nol. Seperti tulisan nol kilometer pada patok batas yang terbuat dari semen, yang menjadi pembatas antar Negara di daerah perbatasan. Nol kilometer yang tak bergerak ke mana-mana. Nol kilometer yang hanya bisa memandang perkembangan zaman dengan diamnya. Nol kilometer yang terbungkam, dan dihuni oleh para anak bangsa di beranda rumah kita.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-7971272408283734432?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/7971272408283734432/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=7971272408283734432&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/7971272408283734432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/7971272408283734432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2011/05/entikong-nol-kilometer-yang-diam.html' title='Entikong, Nol Kilometer yang Diam'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-3631857624080119862</id><published>2011-04-19T20:06:00.000-07:00</published><updated>2011-10-25T02:08:40.623-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hiburan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Barracuda Briptu Norman</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-4oh7JGqlezw/Ta5OcgOADVI/AAAAAAAAAJQ/rgSLl2KyU7g/s1600/Foto-Briptu-Norman-Kamaru-150x150.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-4oh7JGqlezw/Ta5OcgOADVI/AAAAAAAAAJQ/rgSLl2KyU7g/s320/Foto-Briptu-Norman-Kamaru-150x150.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597497638460067154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dua pekan usai meninggalkan Gorontalo dan menjalani kehidupan selebritisnya di Jakarta, Briptu Norman Camaru akhirnya pulang ke kampung halaman, Selasa (19/4/2011). Meski tak berada di ibukota yang penuh dengan para penggemarnya, aktivitasnya di dunia hiburan yang selama ini selalu dipantau awak media dan mengisi layar kaca,  tak juga berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turun dari pesawat yang ditumpanginya di Bandara Jalaludin Gorontalo, Briptu Norman langsung diserbu bidikan kamera wartawan yang sudah menunggu. Karena, kepulangan anggota polisi yang dikenal publik dari video menyanyi lipsync lagu India berjudul Chaiya-Chaiya disertai tarian, diadakan acara penyambutan dari pengurus teras pemerintahan Gorontalo.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Briptu Norman mengaku tak menyangka bahwa kepulangannya ke Gorontalo disambut begitu meriah. Selebriti fenomenal You Tube itu tampak tersenyum simpul saat menerima kalungan bunga yang diberikan oleh istri Gubernur Gorontalo, Hani Mokondongan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambutan luar biasa itu tidak hanya dilakukan oleh para pejabat Gorontalo. Masyarakat ramai juga sudah menunggu kedatangan polisi yang jago bernyanyi rap itu. Bahkan, sangking ramainya masyarakat yang menjadi penggemar Briptu Norman, pria hitam manis itu harus diangkut dengan kendaraan Barracuda menuju rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekasih Indri itu kini telah menjadi sosok yang menjelma menjadi pujaan banyak orang. Jadwal untuk menghadiri undangan yang ingin melihat aksinya bernyanyi dan bergoyang India, sudah penuh. Seperti yang sering diucapkannya, hidup yang dijalani Briptu Norman saat ini ibarat dijatuhi durian runtuh. Sosok ‘kepompong’ dari  masyarakat biasa yang menjelma menjadi ‘kupu-kupu’ yang memukau banyak mata. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-3631857624080119862?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/3631857624080119862/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=3631857624080119862&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/3631857624080119862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/3631857624080119862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2011/04/barracuda-briptu-norman.html' title='Barracuda Briptu Norman'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-4oh7JGqlezw/Ta5OcgOADVI/AAAAAAAAAJQ/rgSLl2KyU7g/s72-c/Foto-Briptu-Norman-Kamaru-150x150.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-8695015435401796804</id><published>2011-04-19T19:14:00.000-07:00</published><updated>2011-10-25T02:09:11.000-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hiburan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Dara, Lagu Ariel Peterpan dari Penjara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/--_Ifny_OXBM/Ta5CY2uvp8I/AAAAAAAAAJI/O8NNDR1Ey1o/s1600/ariel-peterpan-300x225.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/--_Ifny_OXBM/Ta5CY2uvp8I/AAAAAAAAAJI/O8NNDR1Ey1o/s320/ariel-peterpan-300x225.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597484381643974594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentolan Grup Band Peterpan, Nazril Ilham atau lebih dikenal Ariel, tetap berkreasi di balik jeruji besi. Lagu berjudul Dara, mengalun dari mulutnya di lorong Rumah Tahanan Kebon Waru, Bandung, yang dijadikan panggung peluncuran lagu solonya, Senin (18/4/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ariel tampak penuh penghayatan saat menyanyikan lagu tersebut. Bait demi bait syair lagu, ia dendangkan diiringi petikan gitar yang dimainkannya. Isi lagu yang terangkai dalam lirik lagu, seolah ungkapan hati terdakwa kasus asusila itu untuk sang kekasih, Luna Maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berikut lirik lagu Dara :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jangan-jangan kau bersedih&lt;br /&gt;Ku tahu kau lelah&lt;br /&gt;Tepiskan ke ujung dunia&lt;br /&gt;Biarkan mereka-mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenangkan hati di sana&lt;br /&gt;Ketika lelah&lt;br /&gt;Mimpi yang menenangkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarkan semua-semua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurangi beban itu&lt;br /&gt;Tetap lihat ke depan&lt;br /&gt;Tak terasingkan dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua jiwa perih&lt;br /&gt;Masih ada di sana, untuk kita berdua&lt;br /&gt;Dalam hati yang bersatu&lt;br /&gt;Tempat kita berdua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jangan kau bersedih&lt;br /&gt;Kutahu kau lelah&lt;br /&gt;Tepiskan ke ujung dunia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syair lagu di atas seperti ‘pesan’ suara hati Ariel yang dijatuhi hukuman tiga tahun penjara itu. Pesan untuk Luna Maya untuk tetap bersabar dan tetap kuat dalam menjalani hidup, usai video berhubungan intim mereka tersebar ke publik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber foto : monitorindonesia.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-8695015435401796804?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/8695015435401796804/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=8695015435401796804&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/8695015435401796804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/8695015435401796804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2011/04/dara-lagu-ariel-peterpan-dari-penjara.html' title='Dara, Lagu Ariel Peterpan dari Penjara'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/--_Ifny_OXBM/Ta5CY2uvp8I/AAAAAAAAAJI/O8NNDR1Ey1o/s72-c/ariel-peterpan-300x225.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-6910510346093002477</id><published>2011-04-19T11:18:00.000-07:00</published><updated>2011-10-25T02:10:43.000-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hiburan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Tubuh Telanjang  Artis Muslim di Playboy</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-tYte5mINtPo/Ta3URSZX1JI/AAAAAAAAAGo/USqYXQqxitU/s1600/sensor3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-tYte5mINtPo/Ta3URSZX1JI/AAAAAAAAAGo/USqYXQqxitU/s320/sensor3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597363305352516754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sila Sahin (25), mengambil langkah nekad dengan tampil sebagai model cover di majalah Playboy Jerman edisi Mei 2011. Perempuan cantik itu di foto dengan menunjukkan (maaf) payudara bagian kanannya. Tangan kanan Sahin membentuk segitiga di samping kanan kepala, sambil memegang sebagian rambut panjangnya agar tidak jatuh. &lt;br /&gt;Mata perempuan kelahiran Spandau, Berlin, 3 Desember 1985 itu menatap tajam di antara rambut panjang yang dibiarkan tergerai di bagian kiri, menutup sebelah (maaf) payudaranya.  Tangan kirinya mengarah ke bawah, menutup alat vitalnya, sambil memegang kain putih tipis yang melingkar dari pinggang hingga bahu kiri. Kakinya tampak terbuka, menopang tubuh mulusnya yang lurus. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan berita yang dilansir dari The Sun, (19/04/2011), model muslim asal Turki itu tampil dengan foto-foto bugil dalam majalah Playboy sebanyak 12 halaman. Keputusan Sahin tampil di Playboy mendapatkan pertentangan dari pihak keluarga. Ia mengaku bahwa ibunya sangat marah. Begitu pula dengan kakek, paman, dan tantenya. Bahkan, ayahnya sangat mengkhawatirkan bila puterinya itu akan mendapatkan penolakan dan cemooh dari umat muslim.&lt;br /&gt;Menurut Sahin, foto tersebut menggambarkan sosok perempuan muda yang berasal dari Turki. Ia juga beralasan bahwa setiap orang bebas menjalani hidup sesuai dengan keputusan yang diambilnya. Meski begitu, Sahin merasa sedih akan kemarahan orang-orang terdekat yang dicintainya. Iapun memohon agar keluarganya bisa memaafkan tindakannya itu.&lt;br /&gt;Akibat keputusannya tampil telanjang di Playboy, berdampak besar bagi Sahin. Keputusan yang hanya mengikuti keegoan belaka, mengakibatkan dirinya harus mengiba memohon maaf kepada keluarga. Seharusnyalah, keputusan yang diambil tersebut sudah dipikirkan masak-masak baik dan buruknya, agar tidak ada kata menyesal kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note : Gambar diunggah dari showthread.php?p=1395263&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-6910510346093002477?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/6910510346093002477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=6910510346093002477&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/6910510346093002477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/6910510346093002477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2011/04/tubuh-telanjang-artis-muslim-di-playboy.html' title='Tubuh Telanjang  Artis Muslim di Playboy'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-tYte5mINtPo/Ta3URSZX1JI/AAAAAAAAAGo/USqYXQqxitU/s72-c/sensor3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-8532965294057840304</id><published>2011-04-08T07:43:00.000-07:00</published><updated>2011-10-25T02:11:34.329-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hiburan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Kredit Sex Ala Jembatan Genit</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-kWTep19XTcI/Ta3kVM8t-6I/AAAAAAAAAHA/ESgGtYXW6kw/s1600/sex_on_bridge.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 216px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-kWTep19XTcI/Ta3kVM8t-6I/AAAAAAAAAHA/ESgGtYXW6kw/s320/sex_on_bridge.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597380964795677602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jakarta punya 1001 cerita. Termasuk cerita tentang dunia malamnya. Baru sehari menginjakkan kaki di kota metropolitan ini, aku mendapat cerita yang menggelitik dan membuat penasaran (anda juga pasti ikutan penasaran). Bagaimana tidak, transaksi persetubuhan dapat dibayar secara kredit. Ada-ada saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini aku dengar dari seorang teman tanteku bernama mbak Diah. Ia mengatakan, penjaja cinta di Jakarta saat ini semakin maju saja. Bukan hanya menggunakan jejaring pertemanan facebook untuk menjaring pria hidung belang, penggunanya. Tapi juga menggunakan cara pembayaran yang bisa dicicil.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Cara pembayaran mencicil ala jembatan genit, menurutnya, diminati banyak pengguna jasa layanan sex. Contohnya, seorang tetangganya yang tinggal di Gang Abadi, yang bekerja sebagai satpam, setiap bulannya didatangi oleh penjaja cinta di jembatan genit. Ketika ditanya darimana mbak Diah mengetahui hal itu, sambil tersenyum ia berkata, dikabari sendiri oleh tetangganya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut perempuan asal Lampung itu, tagihan layanan sex si tetangga bisa dibayar satu atau dua pekan sekali. Bahkan, bisa sebulan sekali. Tergantung pada kesepakatan antara pengguna dan kupu-kupu malamnya. Kesepakatan untuk melakukan pembayaran secara kreditpun tidak diamini begitu saja. Hanya orang yang sudah dikenal alias langganan, mendapat kemudahan pembayaran sex secara kredit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbak Diah memberitahu, ternyata tidak hanya tetangganya saja yang melakukan pembayaran jasa layanan sex seperti itu. Beberapa rekan kerjanya di bidang konveksi juga melakukan hal yang sama. Jika mereka tidak memiliki dana cukup disaat libido sex sedang tinggi, mereka biasanya mencari bunga jembatan genit yang sudah dikenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar cerita itu, saya tersenyum. Saya membayangkan, penjaja cinta di jembatan genit selalu mengantongi buku catatan pengguna jasa layanan cinta. Setelah mereka bercinta, nama pengguna masuk ke dalam catatan buku tersebut. Sebulan kemudian, penjaja cinta datang ke rumah si pengguna untuk menagih. Setelah kredit sex diselesaikan, penjaja cinta memberikan stiker bertuliskan : kepuasan anda adalah harapan kami....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hmmmmm....saya jadi penasaran untuk mengetahui kebenaran kredit sex ala jembatan genit. Apakah ada yang mau menemani saya????....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-8532965294057840304?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/8532965294057840304/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=8532965294057840304&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/8532965294057840304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/8532965294057840304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2011/04/kredit-sex-ala-jembatan-genit.html' title='Kredit Sex Ala Jembatan Genit'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-kWTep19XTcI/Ta3kVM8t-6I/AAAAAAAAAHA/ESgGtYXW6kw/s72-c/sex_on_bridge.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-3412164664972717031</id><published>2011-04-08T07:41:00.000-07:00</published><updated>2011-10-25T02:12:16.716-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>TKW itu bernama Candy</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-1fC6xW1bnxE/Ta3mipT8RRI/AAAAAAAAAHI/YB6bdJLcamU/s1600/TKw.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 232px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-1fC6xW1bnxE/Ta3mipT8RRI/AAAAAAAAAHI/YB6bdJLcamU/s320/TKw.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597383394770830610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Candy. Ini bukan gulali. Tapi, nama seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal satu desa di Kalimantan Barat yang kutemui di angkutan antar kota, akhir Maret lalu. Dandanan Candy bisa dikatakan amat sangat modis. Baju kain putih lengan pendek ditambah pemanis rompi hitam dipadu dengan celana panjang kain ketat berwarna sama dengan bajunya. Sepatu high heels hitam menghiasi kedua kakinya. Kontras sekali jika dibandingkan penumpang perempuan lain dalam angkutan tersebut, yang mengenakan pakaian sederhana dengan alas kaki berupa sendal jepit.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sosok Candy menghangatkan suasana dalam angkutan yang dingin akibat tempias air hujan, yang menyeruak tanpa permisi dari jendela dan pintu angkutan. Apalagi, alunan musik MP3 dari telepon selulernya mengalahkan alunan yang disuguhkan sopir bis untuk para penumpang. Alhasil, telingaku lebih banyak mendengar nyanyian My Chemical Romance, Kelly Clarkson, Akon, dan Jason Mraz dibandingkan lagu Pandangan Pertama dan Jadi Gila-nya RAN yang mengalun ringan dari speaker yang menempel di atas jendela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah menikmati atau tidak akan musik yang disuguhkan Candy, penumpang angkutan terlihat anteng saja. Tak ada yang seatraktif Candy yang terus menggoyangkan tubuh di bangkunya. Jemari kedua tanganya bertemu di depan dagu yang digoyangkan naik turun, mengikuti gerakan pundaknya. Aksinya itu disambut dengan lirikan curi-curi pandang penumpang lain, diikuti dengan seulas senyum terkulum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkenalan dengan Candy diawali sebuah pertanyaan dariku: "mau kemana, mbak?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian detik berlalu. Wajahnya yang memandang ke arah depan, ditolehkan ke samping kiri, ke arahku. Rambutnya yang tergerai bergerak seperti model iklan shampo di televisi. Pertanyaan itu dijawabnya dengan mengecilkan volume MP3 terlebih dahulu. "I'm sorry. What you mean?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski tidak tampak dari mimik wajah, saya terkejut mendengar jawaban itu. Pertanyaan saya menggunakan bahasa Indonesia dibalas dengan jawaban menggunakan bahasa Inggris berlogat khas Malaysia. "Oh, can't speak Indonesia," tanya saya selanjutnya, yang dibenarkan dengan anggukan kepala perempuan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur, bahasa Inggris saya tidak terlalu baik. Bahasa Londo yang saya pelajari sejak di bangku sekolah menengah pertama dulu, jarang sekali saya gunakan dalam percakapan sehari-hari. Saya juga tidak perduli apakah tenses yang saya gunakan (kalaupun terpaksa berbicara dengan wisatawan asing yang menanyakan arah ketika bertemu di jalan), sudah tepat atau belum. Bagi saya, asal maksud bisa dimengerti oleh lawan bicara, menjadi modal utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timbul pertanyaan dalam hati saya. Bagaimana perempuan ini mengutarakan arah tujuannya kepada kernet ketika menghentikan angkutan ini. Karena, kebanyakan penumpang yang ada, termasuk sopir dan kernet merupakan penduduk asli yang kesehariannya lebih banyak menggunakan bahasa daerah dibandingkan bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memberanikan diri untuk bertanya kembali. "Where are you will go?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan itu tampak tersenyum. "Pinyuh (satu kecamatan yang ada di Kabupaten Pontianak)," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbincangan ringan kami berlanjut. Perempuan itu tidak menunjukkan tanda keberatan akan pertanyaan-pertanyaan yang terlontar dari mulutku. Lumayan juga ada teman mengobrol selama perjalanan, fikirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Do you living in Pinyuh?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"No. I'm just stop there. Then, i going to Kuching,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Pinyuh merupakan daerah yang dilintasi jalan antar negara. Daerah ini juga membagi jalur menuju daerah lain yang ada di Kalimantan Barat. Jalur kiri menuju Mempawah hingga ke Singkawang dan Sambas, sedangkan jalur kanan menuju Bengkayang, Sanggau, hingga Sintang. Sedangkan jalur lintas antar negara yang sering digunakan adalah jalur kanan, menuju daerah perbatasan Entikong yang ada di Kabupaten Sanggau).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Are you visited for your friend in Kalimantan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"No,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh,"....ujarku singkat. Ia tidak berkunjung di sini. Lalu, ngapain?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"I'm working in Kuching," katanya seperti bisa membaca apa yang saya pikirkan. "In a restaurant," lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh (lagi)," kataku, pelan. "How long you have working in there?" tanyaku (lagi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tak segera menjawab. Pandangan matanya dialihkan ke arah lain. Ia tampak berpikir sejenak. Lalu, ia kembali memandang ke arahku. "ENAM BELAS TAON," ujarnya. Aku terpana sesaat. Lalu, tawa tertahan saya, terdengar olehnya. Tawa saya disebabkan kata ENAM BELAS TAON yang diucapkannya membuat saya terpana. Ternyata dia bisa berbahasa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Indonesia or Malaysian?" tanyaku dengan senyum yang tak bisa ditahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"I'm from here,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh, really?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yes, I am,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Where?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Secret," ujarnya sambil mengulurkan tangan kepadaku, yang kusambut dengan mengatakan siapa namaku. "Arthur," kataku. Pelan, sebuah nama terdengar dari mulutnya. "Candy,".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkenalan sambil berjabat tangan menjadi perbincangan terakhir kami. Aku sudah ilfil untuk melanjutkan perbincangan. Bukan karena mengetahui bahwa ia seorang TKW. Tapi, karena tidak ada rasa bangganya akan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah semua TKW selalu bertingkah seperti Candy, yang selalu dengan bangganya menggunakan bahasa Inggris berlogat Malaysia setiap berbicara dengan orang Indonesia yang dijumpainya?" tanyaku dalam hati seraya memandang ke luar jendela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama, Candy menekan tombol telepon selulernya. Menunggu sambungan sebentar. Setelah tersambung, terdengar ia berkata "udah kita' man'i gumare we (sudahkah ibu mandi sore)?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ohlala....ternyata....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sangat fasih bahasa itu....Rasa sedih tiba-tiba muncul....Memang banyak terdengar kabar bahwa masyarakat Kalimantan Barat juga daerah lain di Indonesia, mengadu nasib ke negeri seberang. Cermin akan begitu miskinnya kehidupan di Indonesia dan sempitnya lapangan pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa sedih itu bertambah akan 'perubahan' dalam diri para TKI berupa cara bicara, bahasa, dan sebagainya. (tanpa bermaksud menuduh) mungkin para TKI juga sudah lupa adat istiadat yang berlaku di daerah asalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, Candy. Aku sangat teramat yakin, nama itupun pasti menggeser nama Ika, Desi, atau Rika, yang diberikan orangtuamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber foto : searching gambar di google&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-3412164664972717031?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/3412164664972717031/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=3412164664972717031&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/3412164664972717031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/3412164664972717031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2011/04/tkw-itu-bernama-candy.html' title='TKW itu bernama Candy'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-1fC6xW1bnxE/Ta3mipT8RRI/AAAAAAAAAHI/YB6bdJLcamU/s72-c/TKw.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-5983776502604139775</id><published>2011-04-08T07:39:00.000-07:00</published><updated>2011-10-25T02:12:50.944-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='transportasi'/><title type='text'>Tut....Tut....Tut....(Keretaku Malang, Keretaku Sayang)....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-sOvkJT3iIto/Ta3eNwTRQaI/AAAAAAAAAGw/C5YCmNXNSx8/s1600/168737_1862690409989_1322844837_32137185_573262_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-sOvkJT3iIto/Ta3eNwTRQaI/AAAAAAAAAGw/C5YCmNXNSx8/s320/168737_1862690409989_1322844837_32137185_573262_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597374239776784802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Stasiun kereta api Lempuyangan, Yogyakarta, Kamis (4/3), sekitar pukul 20.00 wib, dipenuhi penumpang yang akan menuju Jakarta menggunakan kereta Gaya Baru Selatan. Kereta ekonomi untuk masyarakat kalangan bawah ini, murah. Tiketnya bertarif Rp. 26.000. Mungkin disebabkan harganya yang murah, peminat kereta ini tidaklah sedikit. Sampai-sampai, penumpang harus rela duduk di lantai.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Satu di antara penumpang yang melantai adalah saya. Sambil berusaha ramah bercakap ngarol-ngidul dengan penumpang yang duduk di samping, saya merasakan sedikit goyangan pada kereta, yang menandakan masinis mulai menyalakan mesin kereta api. Satu dari dua petugas yang berdiri dan menjaga di sisi kereta, memberi tanda berupa nyala senter kepada masinis. Tak lama, peluit dibunyikan. Ular besi itupun mulai merayap di rel, dengan bunyi mengernyit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyamanan menggunakan transportasi di Indonesia, sulit didapatkan. Contohnya, pengalaman saya bepergian menggunakan kereta api 'sejuta umat' seperti Gaya Baru Selatan. Penuh ujian kesabaran dan musti menahan amarah. Selama meliuk-liuk menempuh perjalanan ke tujuan, 'penguasa' ular besi yang terdiri atas pedagang makanan, buah-buahan, hingga asesoris, melancarkan aksinya. Jumlah mereka tidaklah sedikit. Mencapai ratusan orang, mulai perjalanan dari Yogyakarta hingga Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramainya jumlah pedagang sebanding dengan keriuhan menawarkan dagangan. Sahutan seperti yang anget....yang anget....atau, mie-nya mas....atau, jahe, suhu, aqua, kopi pi kopi....atau, yang makan yang makan....nasi rames, telur, ayam....masih anget, mas....(yang entah dimana mereka 'anget'kan padahal selalu di dalam gerbong selama perjalanan), selalu memenuhi gendang telinga hingga saya susah memejamkan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi, para pedagang itu lalu lalang dari gerbong pertama menuju gerbong akhir, tanpa melihat langkah kaki mereka. Penumpang yang sudah terlelap, bisa terbangun karena terinjak atau terkena bakul dagangan. Hal seperti itu saya alami berkali-kali. Karena letak duduk saya berada di pembatas antar gerbong, baju yang saya kenakan penuh dengan cap debu sandal pedagang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, saya membayangkan bisa menikmati perjalanan ke Jakarta menggunakan kereta ekonomi dengan santai. Gerbong hanya terisi penumpang yang bisa beristirahat tenang tanpa gangguan pedagang. Kalaupun ada yangg lapar atau haus, penumpang hanya memesan pada petugas kereta yang resmi sehingga lebih teratur. Sedapnya....(tanpa bermaksud untuk menyepelekan masalah kemiskinan di Indonesia dan susahnya mencari pekerjaan bagi masyarakat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang juga mengesalkan adalah, banyaknya pedagang yang membuang sampah dengan santainya. Ketika ada penumpang yang membeli minuman kopi atau susu panas, bungkusan sachet terlihat bertebaran di dalam gerbong. Seharusnya, pedagang membawa kresek (kantong plastik) untuk menyimpan bungkus sachet yang mereka gunting. Kalau sudah tak bisa menampung bungkus sachet, kresek tersebut bisa dikumpulkan di bagian belakang gerbong, untuk selanjutnya dimusnahkan atau di daur ulang lagi. Kesadaran seperti itu harus disampaikan oleh manajemen kereta api kepada para pedagang. Agar, kereta api selalu terjaga bersih dan awet untuk digunakan. Tapi, masihkah ada kesadaran itu????....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, keretaku malang, keretaku sayang....Sudah penat ia menahan beban dan tumpukan sampah. Padahal, kalau sarana transportasi kereta api kita rapi dan bersih, pasti akan sangat nyaman sekali selama perjalanan. Apalagi kalau diselingi dengan nyanyian :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;naik kereta api....tut....tut....tut....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;siapa hendak turut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ke bandung, surabaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bolehlah naik dengan percuma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ayo temanku lekas naik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keretaku tak berhenti lama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cepat keretaku jalan....tut....tut....tut....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;banyak penumpang turut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keretaku sudah penat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena beban terlalu berat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di sinilah ada stasiun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penumpang semua turun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-5983776502604139775?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/5983776502604139775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=5983776502604139775&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/5983776502604139775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/5983776502604139775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2011/04/tuttuttutkeretaku-malang-keretaku.html' title='Tut....Tut....Tut....(Keretaku Malang, Keretaku Sayang)....'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-sOvkJT3iIto/Ta3eNwTRQaI/AAAAAAAAAGw/C5YCmNXNSx8/s72-c/168737_1862690409989_1322844837_32137185_573262_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-576888636453490416</id><published>2011-04-03T08:11:00.000-07:00</published><updated>2011-10-25T02:13:27.182-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buku'/><title type='text'>Mak, Nama Anakmu Ada di Istana Pak Beye</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-it1oPmEDFVM/Ta3h8_ECuHI/AAAAAAAAAG4/0x4oQa7d2po/s1600/pak-beye-dan-istananya.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 228px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-it1oPmEDFVM/Ta3h8_ECuHI/AAAAAAAAAG4/0x4oQa7d2po/s320/pak-beye-dan-istananya.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597378349728184434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Satu permintaan pertemanan masuk di fesbuk saya pada 10 September 2010, lalu. Teman yang menunggu konfirmasi pertemanan itu adalah Sayli Zaturrohsyita. Ia juga menuliskan pesan pendek (saya tidak ingat sepenuhnya isi pesan tersebut karena dibaca sekilas dan tidak sengaja terhapus dari inbox) : “Salam kenal, saya sangat tersentuh dengan komentar anda tentang sepatu di buku Pak Beye dan Istananya….”. Saya tersenyum membaca isi pesan itu. Tanpa lama-lama, permintaan pertemanan tersebut saya setujui, sambil berucap dalam hati : “Ah, bercanda teman ini,”. Sepekan lebih saya melupakan tentang pesan itu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun, empat hari lalu tiba-tiba saya teringat dan penasaran dengan isi pesan yang terhapus itu. Rasa penasaran membawa saya mencoba untuk menelusuri Arthurio Oktavianus di rumah Mbah Google. Hasilnya, sekitar 4.040 temuan atas nama itu. Satu persatu temuan saya buka, hingga akhirnya mengklik http://66.7.221.114/~inibukuc/pdf/pakbeye.pdf. Saya baca perlahan baris demi baris untaian kata yang tertulis. Betapa terperanjatnya saya melihat pendahuluan halaman XXI yang ditulis Kang Pepih. Nama saya tertera di situ, lengkap dengan komentar yang menanggapi tulisan mas Wisnu Nugroho berjudul : Mencari Cesare Paccioti, yang saya torehkan 2008 lalu. Sambil senyum-senyum sendiri, tangan saya mengarahkan kursor laptop untuk mengintip kembali lapak mas Wisnu di Kompasiana. Membaca lagi komentar saya di ruang aslinya. Tanpa gambar diri, hanya siluet sesosok tubuh dalam kotak seperti pas foto. Tertera tanggal 22 November 2008 13.30, di atas komentar. Saya belum terdaftar sebagai anggota Kompasiana, ketika itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, benarkah isi pesan dan apa yang saya temukan di rumah Mbah Google?. Entahlah. Hingga saat ini saya belum mengelus kokohnya pahatan istana tersebut. Pak Beye juga belum mampir di rumah kebun, kontrakan saya di Tiga Desa, Bengkayang. Ah, saya masih penasaran. Tunggu saya turun ke kota, saya akan menyerbu toko buku dan mencari Pak Beye dan Istananya yang dibangun dari tangan terampil Wisnu Nugroho, yang juga sudah memaparkan politik dalam istana itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika memang benar ada nama saya di situ, saya akan pulang ke kampung halaman di Toho. Sesampainya di rumah, saya akan berteriak : “Mak, nama anakmu ada di istana Pak Beye. Belikan bukunya dong, mak. Pundi-pundi anakmu sedang kosong,”. Kwkwkwkw….&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-576888636453490416?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/576888636453490416/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=576888636453490416&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/576888636453490416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/576888636453490416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2011/04/mak-nama-anakmu-ada-di-istana-pak-beye.html' title='Mak, Nama Anakmu Ada di Istana Pak Beye'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-it1oPmEDFVM/Ta3h8_ECuHI/AAAAAAAAAG4/0x4oQa7d2po/s72-c/pak-beye-dan-istananya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-9138511050812026447</id><published>2011-04-03T08:09:00.001-07:00</published><updated>2011-10-25T02:14:12.408-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='etnik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budaya'/><title type='text'>Sendratari Topeng Korea</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-LsDjzi9Jqeo/Ta3n1Gl1oPI/AAAAAAAAAHQ/IhNCIFluAJE/s1600/400px-Korean_dance-Talchum-Mask_Dancer.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-LsDjzi9Jqeo/Ta3n1Gl1oPI/AAAAAAAAAHQ/IhNCIFluAJE/s320/400px-Korean_dance-Talchum-Mask_Dancer.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597384811379794162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah meremehkan kebudayaan!! Pesan inilah yang ingin disampaikan Negara Korea, yang membelalakkan mata negara Asia lainnya dengan menjadi tuan rumah perhelatan olah raga dunia Olimpiade tahun 1988 dan Piala Dunia 2002, bersama dengan Jepang. Negara yang berpenduduk 47.640.000 jiwa di akhir tahun 2002 ini, seakan melepaskan julukan tradisional “Kerajaan Kaum Pertapa” menjadi kerajaan yang maju dalam bidang teknologi, ekonomi, pendidikan tanpa mengesampingkan kebudayaan yang mereka miliki dan keindahan alam sebagai daya jual dalam menarik wisatawan untuk berkunjung ke negara yang berada di wilayah Asia Timur ini. Satu contoh yang unik dan menarik dalam bidang kesenian (kebudayaan) yang ada di Korea adalah tarian tradisional yang dikenal sebagai sendratari topeng.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topeng dan tari topeng Korea berkembang di awal pra-sejarah, sedangkan sendratari topeng berkembang bersama masyarakat Choson (1392-1910) di bawah pimpinan Yi Song-gye yang dikenal sebagai raja T’aejo, yang memindahkan ibukota dari Song-ak (sekarang Kaesong) ke Hangyang (sekarang Seoul) pada tahun 1394. Tari tradisional Korea mengalami kemunduran selama masa kolonial Jepang, kemajuan industri dan urbanisasi rakyat Korea sampai tahun 1970-an. Di tahun 1980-an, rakyat Korea mulai menghidupkan kembali tarian ini. Dari 56 tarian asli, hanya beberapa tarian yang diketahui saat ini termasuk Cheoyongmu dari Dinasti Silla, Hakchum (tari burung bangau) dari Dinasti Goryeo dan Chunaengjeon (tari nyanyian kerajaan di musim semi) dari Dinasti Joseon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama tradisional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sendratari topeng mempunyai banyak jenis nama tradisional di Korea. Talchum, Sandae-nori, Ogwangdae-nori, Yayu dan Pyolshin-gut-nori, merupakan nama-nama sendratari topeng yang dipakai di wilayah yang berbeda. Seperti contoh, Sandae-nori adalah nama yang dipergunakan di Propinsi Kyonggi, tempat Seoul berada. Di bagian utara dari Korea dikenal Talchum. Di bagian selatan Korea orang menggunakan nama Yayu. Saat ini terdapat 14 sendratari topeng yang masih dipertunjukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amilcar Cabral dalam pidato konfrensi Unesco di Paris, 3 – 7 Juli 1972 menyatakan “budaya berfungsi sebagai identitas dan kedalaman sebuah masyarakat untuk membuka persfektif-persfektif baru yang mengandung isi dan bentuk ekspresi menjadi instrumen informasi dan politik yang kuat bukan hanya untuk merebut kemerdekaan, namun juga dalam usaha yang lebih besar untuk menciptakan kemajuan”. Pernyataan di atas tercermin dalam kebudayaan Korea yang diwakili oleh sendratari topeng yang memadukan unsur musik, tari, cerita dan topeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan topeng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topeng sebagai ekspresi emosi, pandangan dan pemberontakan terhadap realita kehidupan mengenai status sosial dan kemerosotan akhlak masyarakat, sebagai kontradiksi antara tradisi dan modernisasi dalam melakukan refleksi diri yang mencerminkan optimisme, kreatifitas dan kebijaksanaan masyarakat Korea untuk menciptakan kehidupan harmonis dalam kehidupan sosial dan membentuk masyarakat yang kokoh dan bersatu padu dalam membangun bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topeng yang dipergunakan dalam sendratari topeng dibuat dari kertas, kayu, kundur dan bulu binatang. Topeng dalam bahasa Korea disebut “T’al”, memiliki nama tradisonal lain seperti : Komyen, Kwangdae, Ch’orani, T’albak dan T’albagaji. Topeng tradisional terdiri atas topeng religius dan topeng artistik. Beberapa topeng religius melambangkan kesucian yang digunakan dalam sendratari topeng mengenai upacara persembahan pada kuil dan pengusiran roh-roh jahat, termasuk Pangsangshi yang sampai saat ini sering dilihat di awal prosesi pemakaman untuk mendoakan almarhum terhindar dari serangan jahat roh-roh bumi. Topeng artistik sering digunakan untuk sendratari topeng yang juga mempunyai fungsi religius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topeng Korea berbentuk padat, tetapi beberapa bagian dapat bergerak seperti bola mata pada topeng Pangsangshi, mulut dari topeng macan dan kedipan mata dari beberapa topeng. Topeng tidak hanya menggolongkan bagian yang diperankan tetapi juga menunjukan struktur tulang, tipe wajah Korea. Merah, hitam, putih dan warna dasar lain yang digunakan memudahkan pencirian karakter dari topeng. Warna tersebut juga menunjukkan karakter dari segi umur dan jenis kelamin. Topeng yang menampilkan orang tua adalah hitam, pria muda dengan warna merah dan wanita muda adalah putih. Secara tradisional, warna hitam sebagai simbol utara dan musim dingin, warna merah sebagai simbol selatan dan musim panas. Tari topeng dipertunjukan pada hari libur utama seperti tahun baru, hari ulang tahun Budha, Festival Tano dan Chusok juga dipertunjukan saat pesta negara, ritual memohon hujan dan ritual adat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat pertunjukkan &lt;br /&gt;Secara tradisional, sendratari topeng Korea selalu dipertunjukkan di lapangan terbuka. Selama periode Koryo dan Choson, sendratari topeng dipertunjukan dengan improvisasi panggung yang dinamai Sandae atau di atas tempat yang tinggi sehingga para penonton yang duduk di bawah dapat melihat dengan jelas. Area berlayar yang digunakan sebagai ruang ganti berada di bagian kiri panggung dan para musisi duduk di sebelah kanan panggung. Tarian yang lincah diiringi oleh musik yang penuh semangat dari 3 alat gesek dan 6 alat musik tiup serta instrumen perkusi menjadi bagian utama dari sendratari topeng, yang akan terhenti melalui isyarat tangan pemain yang telah disepakati. Beberapa bagian tidak memiliki dialog tetapi dilakukan dengan pantomin. Para pemain sendratari topeng memiliki kelebihan dalam mengenakan topeng dan menyampaikan karakter mereka secara dramatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang dituliskan Gustavo Gutierrez dalam bukunya : Theologie de le Liberation Perspective (1974), ‘membangun suatu masyarakat adil saat ini berarti keharusan untuk secara sadar dan aktif terlibat dalam perjuangan kelas yang terjadi nyata di depan mata kita”. Korea salah satu contoh dengan sendratari topengnya, membangun kehidupan sosial yang kokoh dengan melakukan refleksi diri sebagai ciri dan karakter dalam kehidupan tradisional maupun modern secara bersama-sama antara pemerintah dan masyarakat membangun bangsa dengan melestarikan karya seni tradisional yang berfungsi sebagai pemersatu bangsa juga aset bagi bangsa Korea untuk menarik wisatawan mancanegara berkunjung dan menikmati keindahan alam yang dimiliki Korea, sekaligus mendatangkan devisa negara untuk membantu perekonomian bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis, dari berbagai sumber….Foto : wikipedia&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-9138511050812026447?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/9138511050812026447/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=9138511050812026447&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/9138511050812026447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/9138511050812026447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2011/04/sendratari-topeng-korea.html' title='Sendratari Topeng Korea'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-LsDjzi9Jqeo/Ta3n1Gl1oPI/AAAAAAAAAHQ/IhNCIFluAJE/s72-c/400px-Korean_dance-Talchum-Mask_Dancer.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-1800998873428417853</id><published>2011-04-03T08:00:00.000-07:00</published><updated>2011-10-25T02:14:47.318-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='filsafat'/><title type='text'>Tuhan, Kau Dukung Agama Mana?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/--rX8dQOM23A/Ta3pkp2RNBI/AAAAAAAAAHY/tf9J20e6LT0/s1600/med_Looking-for-God.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/--rX8dQOM23A/Ta3pkp2RNBI/AAAAAAAAAHY/tf9J20e6LT0/s320/med_Looking-for-God.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597386727809430546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Minggu pagi yang cerah. Sadarku dari lelap disambut lengkingan mesin padi petani yang memisahkan bulir dari batangnya, sekitar 50 meter di belakang rumah. Usai mengucap syukur kepada-Nya, aku mencuci muka di toilet dan memasak air. Meracik kopi panas yang tersaji di cangkir alumunium perak. Minuman wajib memulai aktifitas, menjadikan semua begitu sempurna.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebatang rokok kunyalakan dan kuhisap dalam. Hembusan nafas dari hidung dan mulutku, menghasilkan asap putih yang melayang sesaat dan menghilang tak berbekas. Aku mengambil laptop yang tergolek di samping lemari baju, dekat tempat tidur. Membaca berita hari ini, inginku. Berhubung belum beli televisi untuk rumah kebun kontrakanku dan berbekal laptop kredit beserta modem eksternal yang selalu berkedip, aku menenggelamkan diri dalam dunia maya, di meja ruang tengah dekat jejeran pot bunga yang dibuat dari wadah cat dinding dan oli bekas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laptop menyala, koneksi internet tersambung, beberapa portal berita dibuka, membaca tiap kejadian dunia yang tersajikan. Puas membaca informasi terbaru dan terdaftar sebagai user yang terbius jejaring sosial, laman facebook menjadi pilihan selanjutnya. Sekadar untuk up-date status dan membaca 'teriakan' teman yang terposting di dinding profilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kursor digeser atas dan bawah. Mataku membaca satu persatu status facebook mereka. Deg, aku terhenti pada satu status abang tingkat waktu es-em-pe. Status yang menarik, menurutku. Bukan tentang apa aktifitas yang sedang dilakukannya seperti teman kebanyakan, tetapi sebuah pertanyaan. Pertanyaan untuk Tuhan. Tulisannya : "Tuhan, mengapa ada pertengkaran ats nama agama? Tuhan sendiri, mendukung agama mana?". Sebuah pertanyaan untuk Tuhan di minggu pagi yang tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin bukan hanya abang tingkat es-em-pe saja yang mengajukan pertanyaan tersebut. Mengingat, ribut-ribut soal agama sedang menjadi topik in untuk dibicarakan dan dibandingkan. Contohnya di negara adi daya sana, sedang heboh menerka-nerka apa agama Obama. Bahkan, ada lembaga yang mencari jawaban dengan melakukan survey tak penting untuk penduduk Amerika. Ternyata, apa agama Obama dipandang lebih penting dibandingkan dengan mencari jawab : bagaimana cara untuk menyejahterakan dan menyatukan penduduk dalam perbedaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama saat ini diibaratkan suatu pertandingan dengan peserta laga yang berada dalam ring dunia. Hebatnya, tiap peserta laga memiliki aturan sendiri. Eksistensi utuh manusia para pencari Tuhan. Bedah agama dari sisi sana sini. Membandingkan salah dan benar dari sisi sana sini. Saling serang dari sana sini, tanpa melihat satu kesatuan secara utuh. Sekilas, ada celah, serang. Menciptakan rantai laga yang tak jua putus. Wajar jika akhirnya abang tingkat SMP itu bertanya : Tuhan, Kau dukung agama mana?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan, kalau Kau bukan satu, kenapa kami terlahir dengan bentuk serupa sesuai peran kami?....Peran sebagai manusia dalam wujud manusia, peran sebagai hewan dalam wujud hewan, peran sebagai tumbuhan dalam wujud tumbuhan. Kalau Kau bukan satu, kenapa kami menghirup udara yang sama?....Kalau Kau bukan satu, kenapa….Ah, terlalu pertanyaan untuk-Mu, Tuhan. Aku tahu, jawaban itu akan terjawab saat diri ini meregang nyawa. Tuhan, Kau tak marahkan jika abang tingkat SMP-ku mencari jawab-Mu di dunia maya?....Oh iya, Tuhan, apakah Engkau ada?....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sebuah renungan dari rumah kebunku, 22 Agustus 2010)&lt;br /&gt; sumber foto : medlookingforgod &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-1800998873428417853?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/1800998873428417853/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=1800998873428417853&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/1800998873428417853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/1800998873428417853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2011/04/tuhan-kau-dukung-agama-mana.html' title='Tuhan, Kau Dukung Agama Mana?'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/--rX8dQOM23A/Ta3pkp2RNBI/AAAAAAAAAHY/tf9J20e6LT0/s72-c/med_Looking-for-God.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-7279637829614447639</id><published>2011-04-03T07:53:00.002-07:00</published><updated>2011-10-25T02:15:24.524-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Bila Tak Perawan Tak Bisa Sekolah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-4rNk-tc1zJs/Ta3q1LtSCSI/AAAAAAAAAHg/SJib6v0GLBs/s1600/young_rtw.1211515080.school-girls.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-4rNk-tc1zJs/Ta3q1LtSCSI/AAAAAAAAAHg/SJib6v0GLBs/s320/young_rtw.1211515080.school-girls.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597388111288076578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Betapa malangnya nasib calon siswa yang sudah tak perawan lagi jika gagasan seorang anggota DPRD Provinsi Jambi tentang tes keperawanan untuk masuk sekolah diberlakukan. Ibarat pepatah : sudah jatuh tertimpa tangga, sudah tak perawan tak bisa sekolah pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, hak setiap orang untuk mengenyam pendidikan sudah dilindungi oleh UUD 1945. Pemerintah juga sudah menjalankan program pendidikan dasar sembilan tahun untuk semua anak. Tak terkecuali bagi anak-anak yang tidak perawan. Apa yang salah jika seorang anak tidak perawan mau sekolah? Toh mereka mau menuntut ilmu pengetahuan. Sekolah juga bukan ajang mencari mantu yang menempatkan perawan sebagai syarat utamanya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mari kita berandai apa yang mungkin terjadi bila tes keperawanan diberlakukan sehingga mengakibatkan calon siswa tak perawan tak bisa sekolah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Calon siswa yang ditolak masuk ke sekolah karena dirinya tidak perawan, akan menjadi minder dan malu pada rekan sebayanya. (Biasanya perasaan minder dan malu akan menganggu psikologis tumbuh kembang anak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jumlah anak yang tidak sekolah akan bertambah. (Biasanya anak tidak sekolah disebabkan tidak adanya biaya. Kali ini, sebabnya bertambah karena Tidak Perawan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pengangguran meningkat. (Biasanya syarat mencari kerja saat ini adalah Strata-1. Bagaimana mau mendapatkan gelar S-1 jika SLTP dan SLTA saja ditolak dengan alasan Tidak Perawan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, akibat 1, 2, dan 3 tersebut, akan memunculkan kemungkinan lainnya (maaf jika kemungkinan lanjutan ini agak sedikit kasar), yakni :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Meningkatnya jumlah perawan tua (Biasanya calon mertua yang masih mengikuti tradisi lama akan mempertanyakan status keperawanan calon mantunya. Karena sejak sekolah sudah diketahui perawan atau tidaknya, calon mertua akan memilih calon mantu yang lolos hingga SLTA karena dijamin : perawan. Mereka yang tidak perawan dan ditolak sekolah, otomatis tidak masuk criteria jadi mantu. Ujung-ujungnya jadi perawan tua)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Meningkatnya wanita yang terjun ke dunia prostitusi (Biasanya alasan wanita terjerumus ke dunia prostitusi adalah tidak perawan lagi dan desakan ekonomi. Alasan tersebut bertambah karena tidak memiliki pekerjaan----&gt;tak ada gelar S1&lt;----)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Meningkatnya Tenaga Kerja Wanita (Biasanya menjadi TKW dikarenakan kurangnya lapangan pekerjaan di daerahnya dan desakan ekonomi. Hal ini akan bertambah dikarenakan pendidikan tak ada, pupus mendapatkan suami, tak ada kesempatan melamar kerja, ogah terjun ke dunia prostitusi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang diungkap di atas, mungkin sebagian dari kemungkinan yang bisa muncul. Sudahkah hal itu terpikirkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber foto : young_rtw.1211515080.school-girls.jpg&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-7279637829614447639?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/7279637829614447639/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=7279637829614447639&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/7279637829614447639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/7279637829614447639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2011/04/bila-tak-perawan-tak-bisa-sekolah.html' title='Bila Tak Perawan Tak Bisa Sekolah'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-4rNk-tc1zJs/Ta3q1LtSCSI/AAAAAAAAAHg/SJib6v0GLBs/s72-c/young_rtw.1211515080.school-girls.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-3278871560576177827</id><published>2011-04-03T07:47:00.000-07:00</published><updated>2011-10-25T02:15:57.143-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lingkungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Menanti Film Orangutan Sintang Ala National Geographic dan Microsoft</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-Hy27D6Xz-bI/Ta3sPqd2naI/AAAAAAAAAHo/XyvR5XUUyD4/s1600/apeMS2604_800x575.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 230px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Hy27D6Xz-bI/Ta3sPqd2naI/AAAAAAAAAHo/XyvR5XUUyD4/s320/apeMS2604_800x575.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597389665733090722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mata dunia kembali melirik Indonesia. Kali ini giliran Kalimantan Barat, tepatnya Kabupaten Sintang, yang berhasil menarik minat dunia dengan pesona Orang utan (Pongo pygmaeus). Tak kepalang tanggung, Orang utan dari Sintang tersebut akan difilmkan oleh National Geographic yang didukung oleh Microsoft, setelah ajakan kesepakatan kerjasama oleh organisasi non profit dunia, Orang utan Outreach. Berita ini saya peroleh dari satu koran lokal di Kalimantan Barat, saat berteduh dari hujan di satu warung kopi di Kota Bengkayang (satu kabupaten di Kalbar), beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jarak Kabupaten Sintang dari ibukota provinsi sekitar 395 kilometer. Lokasi pengambilan film dokumenter mengenai Orang utan tersebut dilakukan di sekitar rumah adat Dayak Sintang, Betang (Long house) Ensaid Panjang, yang berjarak sekitar 50 kilometer dari ibukota kabupaten. Kabarnya, lima orang anak dari beberapa negara di dunia, akan dipilih untuk menetap bersama masyarakat suku Dayak Sintang selama enam bulan, mulai Maret hingga September 2011. Lima anak tersebut akan melebur bersama anak-anak suku Dayak Sintang, belajar budaya setempat dan mengenali Orang utan di habitat alami yang ada di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betang Ensaid Panjang terletak di Desa yang bernama sama dengan rumah panjang tersebut, di Kecamatan Kelam Permai. Selain terdapat habitat alami Pongo pygmaeus, betang Ensaid Panjang juga terkenal dengan kerajinan kain tenun ikat Dayak yang sangat indah. Kain tenun ini dikerjakan secara manual dengan alat tenun yang masih tradisional. Bahan pewarna yang digunakan untuk kain ini ada yang alami, dari bahan pewarna tumbuh-tumbuhan di hutan sekitar Betang, dan pewarna kimia/buatan. Mengunjungi Betang Ensaid Panjang dapat dilakukan dengan mudah. Transportasi menggunakan kendaraan bermotor, dengan jalan darat yang beraspal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata pencaharian utama penduduk di Ensaid Panjang adalah bertani dan menyadap karet. Menenun merupakan pekerjaan sampingan bagi perempuan Dayak setempat, yang biasanya dilakukan setelah menyelesaikan pekerjaan utama. Mereka juga membuat kerajinan tas, topi, tudung saji, tikar, berbahan rotan atau bambu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kealamian penduduk di Betang Ensaid Panjang, memang sangat menarik untuk diketahui. Kehidupan sosial dalam betang yang bisa menampung 100 orang, sangat rukun dan taat pada aturan adat istiadat yang berlaku. Termasuk, aturan untuk menjaga kealamian hutan di sekitar tempat tinggal mereka. Tak salah jika film dokumenter ala Microsoft dan National Geographic tersebut masuk dalam daftar film yang harus kita nantikan. Film ini rencananya akan diputar di bioskop dan masuk dalam 10 program National Geographic di televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber foto : dailymail.co.uk/i/pix&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-3278871560576177827?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/3278871560576177827/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=3278871560576177827&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/3278871560576177827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/3278871560576177827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2011/04/menanti-film-orangutan-sintang-ala.html' title='Menanti Film Orangutan Sintang Ala National Geographic dan Microsoft'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Hy27D6Xz-bI/Ta3sPqd2naI/AAAAAAAAAHo/XyvR5XUUyD4/s72-c/apeMS2604_800x575.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-8827042915019438542</id><published>2011-04-02T04:15:00.000-07:00</published><updated>2011-10-25T02:16:31.413-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lingkungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Kebun Sawit, Pabrik Asap Berizin</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-TGvKqHYmo0Y/Ta3yV1XBpvI/AAAAAAAAAHw/B3TQ0ZPMTw8/s1600/Sawit.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 298px; height: 198px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-TGvKqHYmo0Y/Ta3yV1XBpvI/AAAAAAAAAHw/B3TQ0ZPMTw8/s320/Sawit.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597396368806225650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dua malam sudah udara yang saya hirup di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, sangat tidak nyaman sekali. Bau pahit sesuatu yang terbakar, masuk ke rongga pernafasan saya. Pertama kali, bau itu saya hidu pada Kamis (31/3) malam. Meski kabut asap yang terlihat tidak pekat, namun, baunya membuat dada menjadi sesak. &lt;br /&gt;Pada Jumat (1/4) malam, sesak itu semakin menyakitkan. Kabut asap tampak pekat saat lampu kendaraan yang lalu lalang, menyorot jalan. Gumpalan putih terlihat seperti menari mengikuti putaran angin. Entah apa pasal sebabnya, saya belum tahu. Bila mau menyalahkan petani yang berladang, sangat salah sasaran. Masa berladang sudah lewat. Petani yang berladang bahkan sudah panen. Saya mengetahui hal ini karena ibu sudah membawa pulang 60 karung goni yang berisi padi hasil panen berladang di Bengkayang, awal Maret lalu. Usai panen, petani akan menggantikan lahan ladang dengan menanam tanaman buah-buahan atau pohon karet. Batang padi yang ditebang, tidak dibakar. Tapi, ditumpuk di lahan dan dibiarkan membusuk menjadi pupuk.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat tengah malam, saat menonton berita di televisi, saya baru mengetahui penyebab timbulnya bau pahit menyengat dan kabut asap tersebut. Ada lahan kebun sawit di Desa Purun dan lahan gambut di sekitar pemukiman warga di Desa Rasau, yang terbakar. Pantas saja udara yang dihirup sangat mengganggu sekali. Asap dari pembakaran yang terjadi di lahan gambut, biasanya berupa pembakaran yang tidak sempurna. Seresah dan akar basah juga akan ikut terbakar. Itulah sumber utama timbulnya bau pahit.&lt;br /&gt;Berdasarkan berita yang dilansir dari Kompas.com, Jumat (1/4), 400 hektare lahan perkebunan sawit terbakar. Lahan tersebut milik PT Peniti Sungai Purun di Desa Sungai Purun, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Pontianak. Masih di kecamatan yang sama, 100 hektare lahan di lahan masyarakat di Desa Galang juga terbakar. &lt;br /&gt;Kebetulan, lokasi kebakaran dekat dengan kampung saya, Desa Toho, Kecamatan Toho, Kabupaten Pontianak. Sekadar informasi, tekstur tanah di desa tersebut sebagian besar berupa gambut. Tanah lembek berwarna hitam dan mengandung banyak akar-akar tanaman seresah. Air yang mengalir di aliran sungai tampak cokelat kehitaman. Menandakan kandungan basa yang tinggi. &lt;br /&gt;Saya tidak habis pikir, kenapa lahan bergambut seperti itu diberikan izin untuk lahan perkebunan sawit. Padahal, sebagai pejabat penting yang memberikan izin, pemerintah sudah tahu akan dampak dan bahaya kebakaran di lahan gambut, bagi lingkungan dan kesehatan masyarakatnya. Apakah izin yang diberikan sudah melalui procedural yang benar? Atau, proposal yang disetujui hanya tergeletak manis di meja dan langsung mendapatkan tandatangan persetujuan dari pejabat berwenang, yang akhirnya senyum senang dengan gelimang bonus rupiah.&lt;br /&gt;Bila ditelaah lebih jauh, sebenarnya penyebab kabut asap terbesar timbul akibat adanya lahan perkebunan sawit. Silakan bayangkan, berapa banyak pohon yang ditebang untuk membuka lahan sawit. Pohon tersebut kemudian dibakar agar lokasi perkebunan menjadi lapang dan bibit sawit bisa tumbuh sehat di lokasi perkebunan. &lt;br /&gt;Akibatnya, masyarakat di lingkungan sekitar lahan perkebunan sawit harus berebut untuk mendapatkan air dan udara, dengan bibit sawit yang ditanam. Pemenangnya? Tentulah Anda tahu. Tidak ada yang bisa melawan kekuatan alam. Rembetan akar tanaman sawit akan mereguk rakus semua persediaan air. Stomata (mulut daun) sawit yang diharapkan bisa memproduksi oksigen bagi manusia, hanya bisa memberikan manfaat dari fungsinya sedikit saja bagi masyarakat. &lt;br /&gt;Nah, coba Anda perhatikan siapa yang lebih disalahkan ketika kabut asap timbul. Pasti masyarakat yang menjadi petani lokal. Sedangkan lahan perkebunan sawit yang menjadi pabrik asap, bersembunyi sambil tersenyum dibalik berkas legalitas izin membuka lahan. Pabrik asap berizin, di balik tameng baju pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber foto : beritasatu.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-8827042915019438542?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/8827042915019438542/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=8827042915019438542&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/8827042915019438542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/8827042915019438542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2011/04/kebun-sawit-pabrik-asap-berizin.html' title='Kebun Sawit, Pabrik Asap Berizin'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-TGvKqHYmo0Y/Ta3yV1XBpvI/AAAAAAAAAHw/B3TQ0ZPMTw8/s72-c/Sawit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-67110764527256540</id><published>2011-03-24T12:07:00.000-07:00</published><updated>2011-10-25T02:17:42.118-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hiburan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Ophiuchus, Zodiak Baru ke-13</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/--qdAMkdkVus/Ta3z3xVCv6I/AAAAAAAAAH4/v_8-cGMu0g8/s1600/ophiuchus.gif"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/--qdAMkdkVus/Ta3z3xVCv6I/AAAAAAAAAH4/v_8-cGMu0g8/s320/ophiuchus.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597398051351347106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bila selama ini kita hanya mengenal 12 zodiak yang melingkupi tanda kelahiran kita, maka sekarang tidak lagi. Ada rasi bintang baru yang ditambahkan dalam daftar zodiak kita, yakni Ophiuchus, yang sekaligus menambah jumlah zodiak menjadi 13. &lt;br /&gt;Penambahan jumlah zodiak ini disampaikan astronom Parke Kunkle pada stasiun berita NBC, Rabu (12/1) lalu. Menurutnya, pelurusan bumi berubah dalam 3.000 tahun terakhir. Hal ini mendorong pertimbangan adanya zodiak baru yang masuk ke dalam zodiak standar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa astronom percaya ada tanda Zodiac yang disebut Ophiuchus, yang jatuh antara Scorpio dan Sagitarius. Ophiuchus juga dikenal sebagai Serpentarius, pemegang ular atau naga.&lt;br /&gt;Tanda zodiak ke-13, tidak seperti 12 tanda-tanda lain. Zodiak ini digambarkan dengan orang yang nyata. Pada abad 27 SM di Mesir Kuno tinggal seorang pria yang dikenal sebagai Imhotep. Orang Yunani kuno lebih mengenal Imphotep sebagai 'Aesclepius'. Ciri-ciri yang sama dengan nama yang berbeda. &lt;br /&gt;Salah satu kemampuan Imhotep adalah penyembuhan. Berdasarkan cerita legenda, dialah yang memperkenalkan cara penyembuhan penyakit kepada umat manusia. Pengetahuannya tentang obat-obatan sangat luas. Bahkan, ia dikenal sebagai seorang yang ahli dalam meramu obat. Simbol ular yang masih digunakan hingga saat ini untuk melambangkan profesi medis, juga digunakan untuk mewakili Imhotep. &lt;br /&gt;Uraian berikut ini adalah berkaitan dengan zodiak baru, Ophiuchus : banyak orang yang iri akan kesuksesan yang dicapainya sepanjang hidup, seorang pencari kebijaksanaan dan pengetahuan, dicemburui banyak orang, suka berkelana, flamboyan dalam berpakaian, menyukai warna-warna cerah, selalu diotoritaskan dalam segala hal, lebih condong berkerja sebagai arsitek besar atau pembangun, nomor 12 menandakan nomor keberuntungan orang yang dinaungi zodiak ini, kebanyakan orang yang lahir dalam zodiak ini memiliki keluarga besar, tapi meninggalkan rumah pada usia dini.&lt;br /&gt;Berdasarkan zodiak yang sudah direvisi, tanggal beserta zodiak berikut akan berlaku:&lt;br /&gt;Capricorn (Januari. 20 - Februari. 16)&lt;br /&gt;Aquarius (Februari. 16 - Maret 11)&lt;br /&gt;Pisces (Maret 11- April 18)&lt;br /&gt;Aries (April 18- Mei 13)&lt;br /&gt;Taurus (Mei 13- Juni 21)&lt;br /&gt;Gemini (Juni 21- Juli 20)&lt;br /&gt;Cancer (Juli 20- Agustus 10)&lt;br /&gt;Leo (Agustus. 10- September. 16)&lt;br /&gt;Virgo (September. 16- Oktober. 30)&lt;br /&gt;Libra (Oktober. 30- November. 23)&lt;br /&gt;Scorpio (November. 23- November. 29)&lt;br /&gt;Ophiuchus (November. 29- Desember. 17)&lt;br /&gt;Sagitarius (Desember. 17- Januari. 20)&lt;br /&gt;Nah, apakah zodiak Anda saat ini????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber foto : optcorp.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-67110764527256540?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/67110764527256540/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=67110764527256540&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/67110764527256540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/67110764527256540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2011/03/ophiuchus-zodiak-baru-ke-13.html' title='Ophiuchus, Zodiak Baru ke-13'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/--qdAMkdkVus/Ta3z3xVCv6I/AAAAAAAAAH4/v_8-cGMu0g8/s72-c/ophiuchus.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-4238950883188847425</id><published>2011-03-24T12:04:00.001-07:00</published><updated>2011-10-25T02:18:40.043-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik'/><title type='text'>Gayus, Inspirator Indonesia Sepanjang Masa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-RO60-PRMc9A/Ta31GMzE6nI/AAAAAAAAAIA/nSQ9rkrlpos/s1600/Foto-Gayus-Tambunan-Di-Bali.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 160px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-RO60-PRMc9A/Ta31GMzE6nI/AAAAAAAAAIA/nSQ9rkrlpos/s320/Foto-Gayus-Tambunan-Di-Bali.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597399398754871922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang tak kenal Gayus Halomoan Tambunan?....Anak kecil hingga kakek-nenek pasti akan berucap "Pegawai negeri dengan duit miliaran rupiah, kan?" Sepak terjangnya dalam ranah hukum Indonesia, patut diacungi jempol. Mulai dari mafia pajak, penyuapan pada para petinggi, hingga keluar dari penjara untuk refreshing ke Bali dan luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Drama politik Gayus yang dimulai dengan celoteh mantan Kepala Bareskrim Mabes Polri Komjen Susno Duadji, lewat testimoni terkait makelar kasus Rp 25 M di tubuh Polri. Jejak Gayus terus menjadi incaran pihak berwajib. Pada 23 Maret 2010, Gayus tak mengantor dan dikabarkan melarikan diri ke Singapura. Pelariannya membuat kepolisian kebakaran jenggot dan mengeluarkan perintah cekal pada 25 Maret 2010. Keesokan harinya, perintah cekal dilanjutkan ke Ditjen Imigrasi, hingga terbit Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) yang berfungsi agar Gayus tak bisa keluar dari Singapura. Pada 30 Maret 2010, Gayus akhirnya menyerahkan diri dan dijemput oleh penyidik Mabes Polri dan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, Denny Indrayana dan Mas Ahmad Santosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang tak bisa dilakukan oleh Gayus dengan uang mencapai 74 M dari hasil penggelapan pajak dan korupsi? Setelah berkerja selama 7 tahun, rumah mewah di kompleks real estate Gading Park View blok ZE 6 No.1, Kelapa Gading, Jakarta Utara, menjadi hunian keluarganya. Safety box-nya saja berisi 31 batangan emas dengan berat masing-masing 100 gram, mata uang asing, dan rupiah. Bahkan, sebanyak 7 M uang disimpan di rumah. Ia juga memiliki 23 nomor rekening di lima Bank. Pegawai negeri mana yang tak tergiur dengan prestasi Gayus? Apalagi kita sebagai masyarakat awam, pasti ingin mengicipi nikmatnya hidup ala Gayus di tengah sulitnya hidup di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami dari Milana Anggraieni itu seakan menjadi inspirasi bagi banyak orang. Jenderal, penyidik, jaksa, dan pengusaha, menjadi mainan Pegawai Negeri Golongan IIIA ini. Statusnya sebagai tahanan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, sejak 1 April 2010, tak menghentikan kelihaiannya memainkan hukum. Sebanyak 68 kali Gayus keluar dari tahanan, Juli tiga kali, Agustus dan September 19 kali, Oktober 23 kali, November empat kali. Bahkan, dengan paspor bernama Sony Laksono, Gayus dan istri bisa menikmati keindahan pulau Dewata sambil menonton pertandingan tenis tingkat dunia. Plesiran Gayus ke Bali menyebabkan banyak keuntungan bagi produsen wig dan kacamata. Dua benda yang 'menyulap' Gayus menjadi Sony Laksono itu, menjadi trend untuk melakukan penyamaran. Aneka foto yang menunjukkan kehebatan Gayus ketika menyamar, bertebaran di dunia maya. Hebatnya lagi, Gayus bisa jalan-jalan ke luar negeri. Macau (Hongkong), Singapura, dan Malaysia, menjadi negara tujuan liburannya menggunakan paspor seharga 900 juta. Cara Gayus sebagai narapidana melakukan plesiran ini, mungkin memberikan ide kreatif bagi para awak media dalam menayangkan acara : Liburan Mahal Ala Narapidana. Tentunya, musti memberikan sogokan terlebih dahulu kepada para sipir dan kepala rumah tahanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita Gayus terus bergulir. Ia pernah menangis di muka sidang, melakukan aksi bungkam mulut saat dikejar wartawan, meradang akan tudingan-tudingan miring pada dirinya, hingga curhat usai vonis dibacakan. Mungkin kita masih ingat saat Gayus meminta dijadikan staf ahli Kapolri, staf ahli jaksa Agung, atau staf ahli Ketua KPK. Dengan semangat berkobar, Gayus berjanji akan memberantas korupsi di Indonesia dalam kurun waktu dua tahun. Mulianya janji sang narapidana, yang akan menangkap pelaku kakap, hiu, dan paus dalam tindak korupsi. Mengapa tak dimulai dari sekarang saja bila ingin memulihkan nama baik dan memberantas korupsi? Sebut siapa saja para ikan buas dalam lingkar pelaku korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gayus juga pernah mengatakan bahwa pemberitaan di media massa tehadap dirinya 90 persen tidak benar. Ia menganggap bahwa semua itu adalah setingan dari pihak-pihak tertentu, yang pastinya berpengaruh dalam hal pemberitaan. Siapakah orang yang Gayus maksud? Usai pembacaan vonis hukuman 7 tahun penjara dan denda 300 juta yang dilakukan oleh Hakim ketua Albertina Ho di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (19/1) lalu, Gayus langsung membeberkan unek-uneknya. Ia menyerang Denny Indrayana yang dekat dengan awak media dan para satgas pemberantasan mafia hukum yang memojokkan dirinya. Tudingan adanya agen CIA John Jerome Grice dalam kasusnya pun ia ungkapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gayus tetap fenomenal. Aksinya dalam percaturan hukum di Indonesia, menjadi jejak rekam yang tak akan lekang oleh waktu. Namanya akan terukir indah dalam catatan sejarah di Indonesia. Pegawai negeri tersohor berpangkat rendah dengan harta miliaran rupiah. Gayus membuka mata semua orang untuk meraup kekayaan dengan mudah. Ia diduga mempunyai paspor Republic of Guyana bernomor 1209595 dengan foto mirip dirinya, atas nama Yosep Morris. Begitupula dengan istrinya, dengan nama Ann Morris bernomor paspor 1209191.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi, pelaku hukum di Indonesia mengampuni tindakannya. Tuntutan selama 20 tahun penjara yang menghasilkan kenyataan selama tujuh tahun penjara, menjadi bukti ampunan pelaku hukum terhadap sepak terjang bapak beranak tiga itu. Gayus, engkau layak menjadi inspirator masyarakat Indonesia sepanjang masa, bahwa menjadi pegawai rendahan bisa menjadi kaya dengan cara korupsi. Terima kasih Gayus, terima kasih pelaku hukum Indonesia. Kalian telah membuka mata kami untuk bertahan hidup di Indonesia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber foto : ndyteen.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-4238950883188847425?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/4238950883188847425/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=4238950883188847425&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/4238950883188847425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/4238950883188847425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2011/03/gayus-inspirator-indonesia-sepanjang.html' title='Gayus, Inspirator Indonesia Sepanjang Masa'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-RO60-PRMc9A/Ta31GMzE6nI/AAAAAAAAAIA/nSQ9rkrlpos/s72-c/Foto-Gayus-Tambunan-Di-Bali.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-2357323252997131799</id><published>2011-03-24T12:01:00.000-07:00</published><updated>2011-10-25T02:19:19.340-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='travel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hiburan rakyat'/><title type='text'>Refreshing? ke Pasar Malam Saja</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-dOerWBc-CU0/Ta32ZGT5bcI/AAAAAAAAAII/OSLPNARfakk/s1600/163094_1836430793515_1322844837_32091080_7933758_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 180px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-dOerWBc-CU0/Ta32ZGT5bcI/AAAAAAAAAII/OSLPNARfakk/s320/163094_1836430793515_1322844837_32091080_7933758_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597400822942625218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Semua orang, baik di pedesaan maupun di perkotaan, butuh hiburan untuk melepas penat dan kejenuhan akan rutinitas kerja sehari-hari. Apapun hiburannya, pasti akan membantu melemaskan syaraf-syaraf yang tegang akibat lelah. Tergantung bagaimana setiap individu menikmati hiburan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi masyarakat yang tinggal di perkotaan, mungkin banyak pilihan untuk memilih hiburan. Asal, menyiapkan banyak dana di dompet. Namun, bagi masyarakat di pedesaan, tak banyak hiburan yang bisa dipilih. Nongkrong di warung kopi, nonton panggung hiburan dangdutan acara pernikahan, atau berbondong-bondong ke pasar malam yang tak terjadwalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, hiburan yang bisa saya nikmati sebagai warga desa di Bengkayang pada Sabtu (15/1) malam, adalah pasar malam. Bersama tiga orang teman dan dana yang terbatas, hiburan rakyat itu dinikmati dengan sekantong gorengan dan kamera pocket pinjaman. Pasar malam yang dihelat di halaman kompi 641 Bengkayang, berisi bermacam permainan dan stan yang menjual aneka pernak-pernik. Permainan andalan yang ditawarkan penyelenggara pasar malam antara lain tong edan, rumah hantu, komedi putar, dan kereta api naga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah hantu menjadi incaran kami untuk menguji nyali. Suara mengerikan berupa ringkikan tawa yang biasanya diperdengarkan mahluk halus, sudah menggema dari corong pengeras suara. Antrean panjang pengunjung yang ingin menikmati kengerian di rumah hantu, sudah tampak di pintu masuk. Robekan karcis seharga 5.000 di tangan petugas jaga pintu masuk, menertibkan pengunjung dalam bentuk barisan memanjang. Dag dig dug jantung semakin kencang saat mendengar teriakan ngeri para pengunjung yang sedang berada di dalam rumah hantu. Bunyi-bunyian seng dan kawat yang dipukul, semakin memacu adrenalin untuk segera mengetahui seseram apakah hantu yang ada di dalam rumah buatan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Giliran kamipun tiba. Usai melewati pintu masuk, kami harus menaiki anak tangga kayu dengan cahaya seadanya. Dinding triplek, susunan seng tak beraturan, lampu yang remang-remang, alunan musik yang menyeramkan, dan teriakan histeris kaget pengunjung, menjadi back sound musik melangkahkan kaki memasuki rumah hantu. Setelah menuruni anak tangga di ujung koridor ruangan, suasana semakin mencekam. Gelap mendominasi ruangan. Sesosok tubuh tampak berdiri di dinding triplek dalam gelap. Dalam hati sudah bertanya, apakah sosok itu hantu?.... Perlahan, kami melangkahkan kaki. Kamera pocket di tangan saya, sudah dalam kondisi siap dijepret, mengabadikan momen ngeri di rumah hantu. Langkah semakin dekat pada sosok itu. Kepala sosok bertubuh kurus tampak sedikit bergerak kea rah kami. Dan....jepret, lampu kamera menyala di ruang gelap. Sosok berdiri terlihat wujudnya. Ternyata, bukan sosok itu hantunya. Ia memberitahu arah yang harus kami tuju selanjutnya. Sialan, kami sudah bergidik ngeri, eh, ternyata bukan hantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan takut akhirnya harus ditahan sejenak. Lorong gelap itu buntu dan berbelok ke kiri. Sosok yang kami temui tadi mengatakan hantu berada di dalam ruangan gelap tepat saat kami belok kiri. Detak jantung semakin kencang. Bunyi jendela dari kawat berbunyi keras. Dinding triplek juga terdengar dipukul tangan. Perlahan, saat kaki sudah di depan ruangan yang diberitahukan, kami mengarahkan kepala ke samping kiri. Ada sesosok tubuh berbungkus kain putih. Sosok yang menyerupai pocong. Nafas kami tertahan. Sosok itu mendekat perlahan. Kami merasakan ketakutan. Suasana ngeri dengan ruangan penuh teriakan. Dan...."foto.... foto....," anak yang menjadi tokoh hantu dalam rumah itu, minta difoto. Saya dan teman, terdiam. Kami terheran dan geleng-geleng kepala dalam cahaya remang. Niat hati merasakan kengerian godaan mahluk halus, tak tercapai. Ternyata, anak yang menjadi tokoh hantu itu banci foto. Bahkan, tokoh hantu di ruang lain juga terkontaminasi minta difoto juga. Setelah kilau jepretan kamera menerangi ruangan, wajah tokoh hantu tidak mengerikan sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski tak bisa merasakan sensasi kengerian yang amat sangat di rumah hantu, kami menikmati suasana pasar malam. Permainan lempar gelang menjadi incaran berikutnya. Modal 1.000 perak, kami bisa mencoba peruntungan empat gelang untuk dilemparkan pada kaleng minuman. Setelah lima kali menukar uang dengan gelang rotan, kami mencoba melempar satu persatu. Setelah dicoba, akhirnya ada satu gelang yang tertambat pada kaleng minuman. Lumayanlah, daripada tidak dapat apa-apa. Setelah berkeliling pasar malam, kamipun memutuskan pulang. Perut lapar dan rencana nungkrung di warung kopi sudah tertera dalam agenda mengisi hiburan kami. Meski sederhana dan murah meriah, acara hiburan ini bisa menghilangkan sedikit stress yang mendera. Oh iya, pasar malamnya masih berlangsung. Silakan datang untuk mencobanya. Siapa tahu Anda bisa rileks dan kembali segar untuk menjalani rutinitas Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-2357323252997131799?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/2357323252997131799/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=2357323252997131799&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/2357323252997131799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/2357323252997131799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2011/03/refreshing-ke-pasar-malam-saja.html' title='Refreshing? ke Pasar Malam Saja'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-dOerWBc-CU0/Ta32ZGT5bcI/AAAAAAAAAII/OSLPNARfakk/s72-c/163094_1836430793515_1322844837_32091080_7933758_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-7643217375905110228</id><published>2011-03-23T18:41:00.001-07:00</published><updated>2011-10-25T02:19:56.629-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sosial'/><title type='text'>Belajar Sabar dari Karyawan Honor 30 Tahun</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-AODLp3o6luI/Ta34NgWzyDI/AAAAAAAAAIQ/PdEBTn2lR6g/s1600/Inspirational%2BQuotes%2B3.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 253px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-AODLp3o6luI/Ta34NgWzyDI/AAAAAAAAAIQ/PdEBTn2lR6g/s320/Inspirational%2BQuotes%2B3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597402822798985266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Lampunya sudah beres. Hanya korslet sedikit pada kabelnya, hingga kalau dinyalakan menjadi jeglek. Tapi, sudah saya betulkan,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara lelaki hampir separuh abad itu, berseteru dengan adukan sendok dalam mug berisi kopi, di tanganku. Dari dapur, aku menapaki satu persatu anak tangga menuju ruang tengah. Segera aku mendekati asal suara dari mulut Pak Alim, yang kuminta pertolongannya untuk membetulkan lampu ruang tengah, dapur, kamar, dan kamar mandi, yang sudah lima bulan ini tidak menyala di rumah kebun, kontrakanku.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ngopi dulu, pak," tawarku sambil menyodorkan cangkir seng berisi kopi, yang disambutnya dengan senyuman dan ucapan terima kasih. Kami lesehan di lantai tanpa alas, di ruang tamu dekat jendela. Rumah kebun itu memang belum terisi kursi. Persediaan dana milikku masih belum mampu untuk mendatangkan seperangkat kursi dan meja tamu. Maklum, masih harus pontang-panting serabutan untuk membenahi rumah kebun yang aku siapkan untuk tempat usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menyeruput isi cangkir di tangannya. Matanya megamati setiap sudut ruangan. "Masih baru di sini? Kok, jarang kelihatan?" tanyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun menceritakan jika jarang menempati rumah itu. Sebagai seorang yang bekerja serabutan dan kendala gelapnya ruangan akibat korslet listrik, nomaden menjadi pilihanku menjalani hari. Ia mengangguk-angguk dan tertawa mendengar ceritaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sabar saja, memang begitu kalau sedang merintis hidup dari nol," ujarnya pelan, sambil menceritakan kisah hidupnya sebagai karyawan honor selama 30 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkan Anda membayangkan menjadi karyawan honor selama 30 tahun? Jika jawaban Anda tidak, berarti sama seperti saya. Tapi itulah yang dialami oleh bapak lima anak yang tinggal di Bengkayang itu. Sejak 1980, ia melakoni pekerjaannya sebagai karyawan honor di perusahaan milik negara yang menerangi rumah warga. Ketika itu, ia diperintahkan menjadi petugas catat penggunaan listrik di setiap rumah. Tanpa kendaraan, tugas itu ia jalankan. Di luar jam kerja, Pak Alim menerima orderan membetulkan listrik yang bermasalah, menerapkan ilmu yang diperolehnya dari bangku STM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski sekarang sudah bertugas di bagian mesin, Pak Alim masih memantau petugas catat di lapangan. Terutama, petugas yang masih baru. Menurutnya, terkadang petugas catat 'agak nakal' dengan bekerja secara asal-asalan. Penggunaan listrik yang tertera pada meteran biasanya ditambah-tambahi. Pernahkah Pak Alim mengikuti tes untuk menjadi karyawan tetap di perusahaan tempatnya bekerja? Ia mengaku sudah berkali-kali mencoba dan hasilnya selalu gagal. Namun, ia tak kecewa. Prinsipnya adalah bekerja sebaik-baiknya meski berstatus karyawan honor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Status karyawan tetap akhirnya diperoleh Pak Alim pada 2010 lalu, saat ia berusia 48 tahun. Kesabarannya dalam menjalani tugas, membuahkan hasil. Meski lama menunggu, ia mensyukuri perubahan status itu. Otomatis, gajinya juga bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, perubahan nominal gaji yang tak seberapa, cukup membantu dapurnya mengepulkan asap. "Terpenting biaya kuliah anak bisa terpenuhi. Kalau makan sehari-hari, pakai nasi dan garampun cukup," katanya. Meski dalam kondisi hidup pas-pasan, Pak Alim tetap menomorsatukan pendidikan untuk anak-anaknya. Ia tak mengeluhkan bila jumlah uang yang diterimanya selama 30 tahun tak berubah di slip gajinya. Bahkan, ia sudah menyiapkan lahan kebun karet untuk diwariskan pada anak-anaknya. Menggarap sawah dilakukannya untuk memenuhi keperluan beras sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, anak pertamanya masih berkuliah di Fakultas Pertanian di satu perguruan tinggi di Kalbar. Anaknya itu pernah mencoba ikut tes untuk kuliah di Yogyakarta. Karena faktor biaya, akhirnya kembali lagi ke daerah asal. Putera keduanya masih kelas III SMA, putera ketiga dan keempat masih SD, dan bungsu sekolah di taman kanak-kanak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusingkah Pak Alim menyekolahkan anak-anaknya di tengah biaya pendidikan yang mahal? Ia tersenyum sejenak. "Pastilah pusing. Tapi, mau bagaimana lagi. Yang penting, sabar saja menjalani hidup," ujarnya seraya menghabiskan kopi dari dalam cangkir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber foto : inspirationalquotes&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-7643217375905110228?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/7643217375905110228/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=7643217375905110228&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/7643217375905110228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/7643217375905110228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2011/03/belajar-sabar-dari-karyawan-honor-30.html' title='Belajar Sabar dari Karyawan Honor 30 Tahun'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-AODLp3o6luI/Ta34NgWzyDI/AAAAAAAAAIQ/PdEBTn2lR6g/s72-c/Inspirational%2BQuotes%2B3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-4499700528683243902</id><published>2011-03-23T18:37:00.000-07:00</published><updated>2011-10-25T02:20:34.727-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perbatasan'/><title type='text'>Lelong dan Pembinaan Jalan Di Hadapan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-7p58Pr_-ess/Ta35mSL28_I/AAAAAAAAAIY/6q_c_5dGrQs/s1600/167127_1861012768049_1322844837_32133486_7490076_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-7p58Pr_-ess/Ta35mSL28_I/AAAAAAAAAIY/6q_c_5dGrQs/s320/167127_1861012768049_1322844837_32133486_7490076_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597404348003316722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Wilayah perbatasan. Entah mengapa, selalu menarik untuk dikunjungi. Selama ini ada dua wilayah perbatasan di Kalimantan Barat yang sudah pernah saya jajal. Yakni, pintu lintas batas di Entikong yang ada di Kabupaten Sanggau, dan gerbang Aruk-Sajingan yang ada di Kabupaten Sambas. Kali ini, saya bersama Fero, saudara sepupu, berencana menjajal perjalanan darat ke wilayah perbatasan Republik Indonesia-Malaysia di Jagoi Babang di Kabupaten Bengkayang, menggunakan sepeda motor.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jagoi Babang merupakan daerah Indonesia yang berbatasan langsung dengan Serikin, Malaysia. Desa ini terletak di Kecamatan Seluas. Jarak tempuh dari Seluas menuju Jagoi Babang sekitar 20 kilometer. Bila kita melanjutkan perjalanan sekitar lima kilometer lagi, akan sampai di Serikin. Berdasarkan informasi yang saya dengar dari teman yang pernah pergi ke sana, banyak orang sekitar Bengkayang-Sambas yang mengangkut hasil kebunnya untuk dijual ke Serikin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penasaran akan kabar itu dan ingin melihat secara langsung, kami tancap gas usai sepupu saya pulang dari kantor, sekitar pukul 11.00 WIB. Kondisi jalan yang ditempuh bisa dikatakan dalam kondisi bagus. Selama perjalanan, beberapa kali kami singgah di warung kopi sekadar mampir melepas lelah. Mengingat rute perjalanan yang harus kami tempuh adalah Bengkayang-Ledo-Sanggau Ledo-Seluas-Jagoi Babang-Serikin. Semua jarak tempuh menghabiskan waktu sekitar 4 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di Sanggau Ledo, kami mampir di satu tempat yang menjual lelong (baju bekas yang berasal dari Malaysia, Singapura, Cina, dan Korea). Kebetulan, Fero mencari jaket kulit. Meski lelong, jika kita teliti dan sabar dalam memilih, biasanya akan menemukan baju atau celana dengan merk terkenal seperti Levi's atau Nike. Tentunya, dengan harga yang amat sangat miring. Kisaran harga untuk lelong sekitar 10 ribu hingga 30 ribu. Jika kualitas A (masih terlihat baru dan bagus), paling mahal berkisar 50 ribu sampai 100 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ibu Sri, penjual lelong, ia sudah membuka usahanya ditempat itu selama 15 tahun. Barang-barang ia beli per karung dari rekan bisnisnya yang ada di Serikin. Berapa rupiah yang dikeluarkan untuk mendapatkan baju lelong sebanyak satu karung, Bu Sri enggan memberitahu. Rahasia bisnis, ujarnya. Cuaca tiba-tiba hujan. Kami semakin giat mencari baju. Sepupu saya bilang "Intan biasanya ditemukan di antara kotoran", yang berarti, pasti ada baju yang bagus dari tumpukan baju bekas yang menggunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puas mengubek-ubek kotak lelong, sepupu saya akhirnya mendapatkan kaos bertuliskan Reebok seharga 10 ribu. Tak dapat jaket, baju kaos pun jadi. Sedangkan saya, tidak dapat satupun. Mengingat hanya mengantarkan sepupu yang bernafsu mencari jaket kulit. Meski pencarian lelong sudah selesai, hujan masih belum reda. Rintik memang, tapi bisa mandi hujan. Padahal, jarak tempuh masih sekitar 1,5 jam lagi dan waktu sudah pukul 15.00 WIB. Kami berembug, tetap melanjutkan perjalanan dan hanya sampai Seluas saja. Karena, kami harus kembali lagi ke Bengkayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspal yang basah dan pemandangan hijau di sepanjang jalan, membuat kami berdecak kagum akan indahnya Indonesia. Gambar diri diabadikan menggunakan kamera yang sudah disiapkan. Namun, sekitar empat kilometer memasuki pasar Seluas, ada pemandangan yang menarik perhatian kami. Pemandangan berupa tulisan pada papan di pinggir jalan rusak yang diperbaiki. Tulisan berukuran besar yang bisa dibaca setiap pengguna jalan yang lewat. "PEMBINAAN JALAN DI HADAPAN".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pengetahuan saya, tulisan peringatan tersebut menggunakan ejaan Malaysia yang berarti "Ada perbaikan jalan di depan". Benak saya penuh pertanyaan membaca tulisan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Wilayah Malaysia masih sekitar sembilan kilometer lagi. Tapi, kok, ada warning bertuliskan ejaan Malaysia di tanah yang masih termasuk dalam kawasan Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Apakah pemborong yang dapat kontrak tersebut orang Malaysia? Atau pekerja yang memperbaiki jalannya yang diambil dari Malaysia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jika pertanyaan kedua memang benar, apakah tidak ada pemborong dan pekerja asal Indonesia yang bisa menyelesaikan kerusakan jalan di 'rumahnya' sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Jika pertanyaan kedua dan ketiga benar, berapa duit yang dihabiskan untuk perbaikan jalan itu jika menggunakan Ringgit dalam membeli semen, batu, dan membayar pekerja jalan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waduh, kalau sudah begitu, alamat bahaya. Bisa-bisa, Malaysia kembali mengklaim daerah Seluas sebagai bagian dari daerahnya. Pekan ini saja, tersiar kabar jika Malaysia mengklaim Pulau Sumatera. Mau jadi apa Indonesia jika 'beranda rumahnya' secara perlahan mulai 'dicengkeram' oleh negara tetangga?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-4499700528683243902?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/4499700528683243902/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=4499700528683243902&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/4499700528683243902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/4499700528683243902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2011/03/lelong-dan-pembinaan-jalan-di-hadapan.html' title='Lelong dan Pembinaan Jalan Di Hadapan'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-7p58Pr_-ess/Ta35mSL28_I/AAAAAAAAAIY/6q_c_5dGrQs/s72-c/167127_1861012768049_1322844837_32133486_7490076_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-1465818900783996035</id><published>2011-03-22T10:46:00.001-07:00</published><updated>2011-10-25T02:21:09.700-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hukum'/><title type='text'>Srikandi Bersenjatakan Tulisan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-X1pxLXFpSJ4/Ta38SUa9YUI/AAAAAAAAAIg/BdxzGnBrnAo/s1600/srikandi_by_ce_i.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-X1pxLXFpSJ4/Ta38SUa9YUI/AAAAAAAAAIg/BdxzGnBrnAo/s320/srikandi_by_ce_i.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597407303541023042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dahulu kita mengenal nama Srikandi dalam kisah pewayangan Jawa dan kisah Mahabharata. Ia merupakan seorang wanita yang mahir mengarahkan tajamnya mata anak panah dan menjadi suri tauladan prajurit wanita di Kesatrian Madukara. Kepandaian menggunakan panah yang diperoleh dari gurunya, Arjuna, mengantarkannya sebagai penanggungjawab keamanan dan keselamatan wilayah Kesatrian. Bahkan, dalam perang Bharatayuda, Srikandi menjadi senopati perang Pandawa yang menewaskan Bisma dengan panah Hrusangkali.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, kisah Srikandi muncul lagi di Indonesia. Bukan di medan perang, namun di ranah hukum. Srikandi itu mendobrak ketidakadilan hukum dan menyuarakannya  dengan lantang menggunakan 'senjata' berupa tulisan. Siapakah Srikandi yang mendobrak ketidakadilan hukum di Indonesia saat ini? Prita Mulyasari dan Alanda Kariza merupakan kandidatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Prita Mulyasari dikenal oleh masyarakat luas pada 2009 lalu. Surat elektroniknya kepada sepuluh teman yang berisi keluhan akan pelayanan Rumah Sakit Omni Internasional, mengakibatkan ibu dua anak ini berurusan dengan hukum. Ia dijebloskan ke penjara dengan alasan melanggar UU nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Ancaman denda senilai Rp 204 juta terhadap Prita, menjadi kisah munculnya perlawanan baru terhadap ketidakadilan hukum. Perlawanan ini berbentuk aksi pengumpulan koin Rp 100. Simbol perlawanan masyarakat kecil terhadap hukum yang tidak memiliki mata bagi rakyat jelata. Aksi pengumpulan koinpun menjadi senjata mematikan bagi pihak pengadilan dan memvonis bebas Prita dari seluruh dakwaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan Prita berupa e-mail yang menyuarakan bobroknya pelayanan Rumah Sakit Internasional hingga menyeretnya ke ranah hukum, membawa simpati massa. Kucuran koin demi koin yang digalang oleh orang yang simpati terhadap Prita di seluruh pelosok Indonesia, membuat kalang kabut pengambil keputusan di pengadilan. Nama baik institusi dan jabatan menjadi taruhan bila salah dalam menjatuhkan putusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama kini beralih pada Alanda. Curahan hati tentang ketidakadilan yang diterima oleh ibunya, Arga Tirta Kirana, menarik simpati banyak orang. Simpati ini ditunjukkan dengan dukungan kepada Alanda, terutama ibunya yang sedang menjalani persidangan kasus dana Century. Tuntutan 10 tahun penjara dan denda Rp 10 Milyar terhadap Arga, membuat Alanda yang gemar menulis itu merangkai kata dalam blog pribadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana tidak, tuntutan untuk ibunya yang notabene mantan kepala bidang hukum Bank Century tersebut lebih tinggi dari si pemilik Bank, Robert Tantular. Tulisan tentang ketidakadilan hukum dari kacamata Alanda, menyebar cepat. Dampaknya, dukungan mengalir secara langsung di persidangan dan di dunia maya.  Meski persidangannya masih bergulir, dimungkinkan pengambil keputusan di pengadilan akan ketar-ketir dengan banyaknya dukungan kepada Alanda dan Arga oleh masyarakat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prita dan Alanda, dua nama ini memberikan contoh kepada masyarakat Indonesia, untuk tidak menyerah begitu saja akan ketidakadilan hukum dan pelayanan semena-mena yang diterima. Mereka mempunyai cara sendiri untuk menyuarakan ketidakadilan apa yang mereka rasakan, yakni berupa tulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, teruslah menulis. Biarkan suara hatimu mengenai kebenaran yang bicara dalam tulisan itu. Melalui tulisan, mari kita perbaiki kebobrokan hukum dan pelayanan jasa di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber gambar : deviantart.net&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-1465818900783996035?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/1465818900783996035/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=1465818900783996035&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/1465818900783996035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/1465818900783996035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2011/03/srikandi-bersenjatakan-tulisan.html' title='Srikandi Bersenjatakan Tulisan'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-X1pxLXFpSJ4/Ta38SUa9YUI/AAAAAAAAAIg/BdxzGnBrnAo/s72-c/srikandi_by_ce_i.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-1497844844671088388</id><published>2011-03-22T10:45:00.001-07:00</published><updated>2011-10-25T02:21:48.207-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Anak Sebagai Robot Pembunuh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-t7g-rU5UFYw/Ta39XOy3vGI/AAAAAAAAAIo/vifXw1v4Jtw/s1600/cb2-robot-04-05-09.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 223px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-t7g-rU5UFYw/Ta39XOy3vGI/AAAAAAAAAIo/vifXw1v4Jtw/s320/cb2-robot-04-05-09.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597408487441677410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Satu kejadian bom bunuh diri terjadi di pusat pelatihan militer Pakistan, Rabu (9/2). Kejadian ini mengakibatkan tewasnya 19 orang tentara yang baru direkrut dan 26 orang lainnya mengalami luka. Berdasarkan pemberitaan dari CNN, pelaku bom bunuh diri adalah seorang anak berusia 14 tahun yang masih mengenakan seragam sekolah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sanggupkan Anda melihat anak yang mengenakan seragam sekolah, berjalan menuju rumah dengan riang penuh senyum, tas punggung yang bergerak searah langkah kecil mereka, lalu….boom….tubuhnya tercabik akibat menjadi pelaku bom bunuh diri? Waduh, ngeri sekali membayangkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bom bunuh diri mungkin bukan pertama kalinya terjadi di Pakistan. Konflik militer Pakistan yang melawan pejuang Taliban, merupakan konflik yang tidak berkesudahan. Perhatian saya tertuju pada pelaku bom bunuh diri yang terbilang masih bau kencur. Bagaimana bisa seorang anak bisa menjadi robot pembunuh dengan membawa bahan peledak dalam tas sekolahnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian seperti ini pernah terjadi di Indonesia. Mungkin kita masih ingat Dani Dwi Permana yang masih berusia 18 tahun. Remaja yang berasal dari Bogor ini, tewas mengenaskan usai melakukan bom bunuh diri di Hotel JW Marriot dan Hotel Ritz Carlton pada 2009, lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak kalah mengejutkan adalah pemberitaan mengenai penangkapan teroris Roki Apres Giyanto alias Antok pada 25 Januari 2011, lalu. Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh pihak Mabes Polri, Antok yang ditangkap di Dusun Tegal Baru, Desa Waru Kecamatan Gatak Sukoharjo, Klaten, Jawa Tengah, merekrut tujuh orang anak berusia sekolah untuk menjadi pengikutnya. Gejala apa ini? Apa yang terjadi di dunia anak saat ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi yang benar dan terarah untuk anak sangat dipengaruhi oleh peran orangtua dan lingkungannya. Menurut pakar psikologis terkenal asal Swiss, Jean Piaget (1896-1980), anak membangun secara aktif dunia kognitif mereka sendiri. Anak-anak menyesuaikan pemikiran mereka untuk menguasai gagasan-gagasan baru, karena informasi tambahan akan menambah pemahaman mereka terhadap dunia. Karenanya, bimbinglah anak saat menjalani kesehariannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini, eksploitasi anak sering dilakukan oleh para orangtua. Contohnya, setiap demo yang terjadi ataupun saat mengikuti pertemuan akbar partai politik yang didukung orangtua, anak-anak menjadi ‘patung’ penghias papan gantung dan penuh atribut. Saat para orangtua berteriak keras menyuarakan demo atau dukungan kepada partai politik, kita bisa melihat ekspresi anak-anak yang celingak-celinguk kebingungan di tengah keramaian massa. Padahal, suasana seperti itu bisa menjadi permasalahan di kemudian hari. Anak-anak menjadi terbiasa melihat aksi keras yang dilihatnya dengan mata kepala sendiri. Sehingga, akan mereka bawa saat beranjak remaja dan dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa remaja merupakan masa dimana seseorang atau manusia dalam proses menuju pencarian jati diri. Ini merupakan masa yang sangat penting dalam pembentukan jati diri seseorang. Pertumbuhan fisik mereka mulai matang, namun kedewasaan psikologisnya belum tercapai sepenuhnya. Mereka bisa dijejali dengan pemahaman-pemahaman baru yang salah, namun mereka merasa pemahaman tersebut benar karena dipenuhi dengan pemikiran abstrak. Mereka mulai mempersiapkan kemungkinan-kemungkinan bagi masa depan dan terkagum-kagum terhadap apa yang mereka lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat superior seperti itu bisa menjadi boomerang bagi anak sendiri, keluarga, lingkungan, dan masyarakat. Karenanya haruslah menjadi perhatian penuh para orangtua, agar anak-anaknya tidak terjerumus dalam kehidupan dan pemahaman yang salah. Jika dibiarkan, bisa saja ada orang lain yang mempengaruhi tumbuh kembang anak dengan memberikan pemahaman dan ajaran buruk, mendidik dan membentuk anak untuk menjadi robot pembunuh. Lindungi dan jaga dengan baik anak-anak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber foto : beritateknologi.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-1497844844671088388?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/1497844844671088388/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=1497844844671088388&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/1497844844671088388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/1497844844671088388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2011/03/anak-sebagai-robot-pembunuh.html' title='Anak Sebagai Robot Pembunuh'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-t7g-rU5UFYw/Ta39XOy3vGI/AAAAAAAAAIo/vifXw1v4Jtw/s72-c/cb2-robot-04-05-09.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-7987032026625625257</id><published>2011-03-22T10:41:00.000-07:00</published><updated>2011-10-25T02:22:32.631-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diplomatik'/><title type='text'>Indonesia Pusing, Malaysia Tea Party</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-tcJb8B_oSVY/Ta3-a7jHhyI/AAAAAAAAAIw/G69Zf47Qtew/s1600/___Cup_of_Tea___.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-tcJb8B_oSVY/Ta3-a7jHhyI/AAAAAAAAAIw/G69Zf47Qtew/s320/___Cup_of_Tea___.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597409650506434338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sejak awal tahun 2011, Indonesia tidak pernah menebarkan berita mengembirakan. Banyak permasalahan negara yang belum tertuntaskan. Mulai dari kasus mafia pajak dan hukum dengan pelakon Gayus, kasus Bank Century yang menerapkan putusan hukum yang berat sebelah pada pelakunya, serangan membabi-buta terhadap jemaat Ahmadiyah, carut-marutnya pemilihan ketua umum PSSI, hebohnya susu mengandung bakteri Sakazakii, pemulangan WNI di Mesir dan TKI di Arab Saudi yang lamban, hingga kehilangan data militer yang dicuri di Hotel Lotte, Korea.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua permasalahan tersebut mengakibatkan Presiden SBY sebagai pengemudi perahu negara ini sepertinya sedang pusing tujuh keliling. Serangan dari lawan politik mengarah padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dialami oleh negara ini sangat berbanding terbalik dengan apa yang terjadi di Malaysia. Seperti yang disampaikan laman berita online Malaysia, The Star, Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak mengadakan perjamuan teh dan melakukan dialog ringan dengan 600 orang sahabatnya di jejaring pertemanan Facebook dan Twitter, di Seri Perdana, Putrajaya, Minggu (20/02/2011) sore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah Anda membayangkan duduk mengobrol santai dengan petinggi negeri ini sambil menikmati secangkir teh hangat? Ah, jangan dibayangkanlah!. Sangat tidak mungkin sekali terjadi di Indonesia. Salah-salah, Presiden kita dikatakan lebay. Curhat Presiden tentang gajinya saja berbuah aksi penggalangan dana koin Rp 100. Setelah aksi tersebut bergulir, koin yang terkumpulkan tak ketahuan kemana rimbanya. Bahkan, hendak digunakan untuk apa koin tersebut, tidak ada yang tahu. Semua lenyap bagai asap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada keharmonisan yang terjalin antara pemimpin negara dengan rakyatnya. Itu yang dirasakan di Indonesia. Mungkin itu pulalah yang menyebabkan Presiden SBY membatasi geraknya di Facebook dan Twitter. Padahal, pengikut akun Twitternya hingga Senin (21/2/2011) pagi pukul 03.05 WIB sebanyak 19.250 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celah ini yang diterobos pemimpin Malaysia. Sepertinya Perdana Menteri Malaysia tak mau ketinggalan memanfaatkan dunia maya untuk menancapkan kuku kepemimpinannya. Ia mengaku, 'kicauan' yang tertulis dalam akun Twitter, ia buat sendiri. Biasanya, 'kicauan' itu ia tuliskan selama menempuh perjalanan 30 menit antara Putrajaya dan Kuala Lumpur di waktu pagi hari. Ia juga menyempatkan memposting dan membalas 'celoteh' di twitter saat hendak tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini Najib Tun Razak memiliki 560 ribu teman di Facebook dan 80 ribu pengikut di Twitter. Menurutnya, orang yang berkomunikasi dengannya di dunia maya tersebut sebagian besar masih muda. Ini merupakan cara baru yang diterapkannya untuk mendengar suara dari kaum muda untuk memajukan Malaysia. Bahkan, pemerintah Malaysia sudah mengalokasikan dana sekitar RM 20 Miliar bagi kaum muda untuk mengubah ide dan mimpi menjadi kenyataan di segala bidang. Seperti olahraga, seni, teknologi, dan ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui Facebook dan Twitter pula, Najib Tun Razak mencoba untuk menggali suara rakyatnya terkait pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah. Suatu media interaktif secara langsung untuk mendengarkan keluh kesah rakyatnya. Sekaligus, untuk menjaring apa saja kinerja pemerintah yang dirasakan rakyat sangat kurang maksimal dalam mewujudkan kesejahteraan rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan Najib Tun Razak yang paling dahsyat dalam perjamuan teh kali kedua tersebut berdasarkan berita The Star, menurut saya, adalah : "Konsep 1Malaysia adalah mewujudkan toleransi satu sama lain. Tujuannya untuk mencapai keberhasilan bersama dalam keragaman yang ada. Jika tercipta toleransi, kita (Malaysia) akan menjadi lebih kuat. Misinya adalah menjadikan Malaysia sebagai negara yang maju. Untuk itu, semua elemen di dalamnya saling berkerjasama dan berjalan di rel yang sama."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmmm....Sepertinya, Malaysia belajar banyak pada negara Indonesia tercinta ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-7987032026625625257?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/7987032026625625257/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=7987032026625625257&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/7987032026625625257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/7987032026625625257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2011/03/indonesia-pusing-malaysia-tea-party.html' title='Indonesia Pusing, Malaysia Tea Party'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-tcJb8B_oSVY/Ta3-a7jHhyI/AAAAAAAAAIw/G69Zf47Qtew/s72-c/___Cup_of_Tea___.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-5128665141974907649</id><published>2011-03-22T04:25:00.000-07:00</published><updated>2011-10-25T02:23:23.655-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diplomatik'/><title type='text'>Jangan Remehkan (Bangsa) Kami</title><content type='html'>&lt;object width="502" height="309" data="http://www.youtube.com/v/WfG3CSryljw?fs=1&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;rel=0" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true" /&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always" /&gt;&lt;param name="src" value="http://www.youtube.com/v/WfG3CSryljw?fs=1&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;rel=0" /&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami, anak Indonesia. Kami dilahirkan dari air ketuban 13.000 pulau, yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Kami juga terlahir dengan aneka suku, budaya, kesenian, dan bahasa. Bersemboyan Bhineka Tunggal Ika, untuk menjaga keutuhan ikatan persaudaraan kami. Jadi, jangan remehkan kami!.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Siapa bilang (bangsa) kami tidak memelihara apa yang kami punya?. Kami masih tetap merawat dan melestarikannya. Tapi, diam-diam kalian mencurinya dan berkoar pada dunia, jika apa yang kalian curi adalah kepunyaan kalian. Kalian juga semena-mena terhadap saudara kami yang merantau ke negeri kalian. Dera siksa kalian titip di tubuh mereka. Gaji yang pantas, tak jua mereka terima. Jangan salahkan bila kami meradang, luapan akan kehilangan sesuatu yang berharga dan tanggapan atas tatapan sebelah mata kalian terhadap (bangsa) kami.&lt;br /&gt;Zaman telah berubah, bung. Kami tidak akan diam saja. (Bangsa) Kami tidak sebodoh seperti apa yang kalian sangka. Semangat kami mempertahankan negeri ini terus berkobar. Seperti semangat berjuang yang disuarakan Bung Tomo, saat melawan penjajahan. Semua kami tuangkan dalam janji sumpah pemuda. “Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.”&lt;br /&gt;(Bangsa) Kami ingin maju. Karenanya, banyak melahirkan putra-putri cerdas, yang patut kalian perhitungkan. Sebut saja Joe-Hin Tjio yang menemukan dan memastikan bahwa kromosom manusia berjumlah 23 pasang. Kalian juga mengakuinya, kan?. Aplikasi bioteknologi, khususnya bidang genetika yang kalian kembangkan, selalu berdasarkan penemuan yang dihasilkan oleh otak cemerlang anak bangsa ini. Jangan kaget. Temuan anak bangsa kami mungkin sudah dipergunakan untuk membuat hidup kalian lebih nyaman saat ini.&lt;br /&gt;Jangan pikir (bangsa) kami berhenti untuk mencetak putra-putri cerdas, yang akan melanjutkan penemuan-penemuan berguna bagi bangsa kami, bahkan dunia. Regenerasi ini sudah banyak berprestasi di tingkat dunia. Mungkin wakil negara kalian keok menghadapi mereka.&lt;br /&gt;(Bangsa) Kami juga punya putra-putri yang tangguh di bidang olahraga dan diakui dunia. Masih ingat Susi Susanti dan Alan Budikusuma di cabang bulutangkis?. Mereka peraih emas bulutangkis di olimpiade Barcelona 1992 dan mendapat julukan ‘pengantin olimpiade’. Langkah mereka di pentas olahraga dunia masih dilanjutkan oleh Markis Kido, Vita Marrisa, Sony Dwi Kuncoro, dan lainnya. Di cabang tinju, (bangsa) kami mempunyai Ellyas Pical, Nico Thomas, Chris John, dan Daud ‘Cino’ Jordan. Pemain sepakbola dunia juga ada yang memiliki darah (bangsa) kami. Antaranya adalah Giovanni Van Bronckhorst, Robin Van Persie, dan Nigel de Jong. Karateka kami, Doni Darmawan, juga pernah menjadi juara dunia di Helsinki, Finlandia 2007. Lisa Rumbewas di cabang angkat besi. Yayuk Basuki di tenis lapangan.&lt;br /&gt;Suara dan paras (bangsa) kami juga elok, yang bisa kalian lihat di wajah anak negeri. Kalian pasti berdecak kagum akan suara emas Anggun, Shakila, Shandy Sandoro, dan Dira Sugandhi. Kalian juga tak akan mengalihkan pandangan sedetikpun bila bertemu Nadya Hutagalung, Tracy Trinita, Fahrani Pawaka Empel, dan Artika Sari Devi. Tidak mudah bagi putra-putri bangsa kami untuk mencapai itu semua. Nama bangsa kami, Indonesia, yang mereka suarakan. Saat mereka berjuang di kancah dunia, ada kami di belakang mereka.&lt;br /&gt;Cukup sudah (bangsa) kami kehilangan darah putra-putri terbaik, Cut Nyak Dien, Jenderal Sudirman, Yos Sudarso, I Gusti Ngurah Rai, Sisingamangaraja XII, Pattimura, Sam Ratulangi, Tjilik Riwut, dan sebagainya, yang kalian renggut dengan paksa. Tak hanya nyawa. (Bangsa) Kami juga kehilangan wilayah Timor-Timur.&lt;br /&gt;Pertumpahan darah dan air mata, pernah (bangsa) kami rasakan. Semua tercatat dalam ingatan kami. Darah yang menetes dari luka yang kalian toreh pada (bangsa) kami, masih membekas hingga kini. Airmata itupun belum juga terhenti. Mengapa kalian tetap mengusik ketenangan (bangsa) kami?. Menyerang anak bangsa ini di wilayah sendiri. Apakah saat (bangsa) kami mulai menghunus pedang, baru kalian akan berhenti?. Sekali lagi, jangan remehkan (bangsa) kami!. Kami akan tetap mempertahankan tanah air kami.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-5128665141974907649?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/5128665141974907649/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=5128665141974907649&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/5128665141974907649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/5128665141974907649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2011/03/jangan-remehkan-bangsa-kami.html' title='Jangan Remehkan (Bangsa) Kami'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-6064561378996435812</id><published>2011-03-22T02:59:00.000-07:00</published><updated>2011-10-25T02:24:05.389-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='poetry'/><title type='text'>Hari Seorang Lelaki</title><content type='html'>&lt;object width="505" height="379" data="http://www.youtube.com/v/sx3YbLkwOEc?fs=1&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;rel=0" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true" /&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always" /&gt;&lt;param name="src" value="http://www.youtube.com/v/sx3YbLkwOEc?fs=1&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;rel=0" /&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;04.00 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia terusik dari tidurnya, bangun. Mengucek mata perlahan, beranjak dari peraduannya menuju dapur. Secentong air diusapkan mencuci wajahnya. Setelah itu, ia mengasah pisau torehnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;04.10 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kokok ayam mengiringi langkah. Tubuhnya tanpa jaket, menggigil. Menahan tamparan dingin angin. Kakinya berirama cepat menuju kebun karet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;04.30 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang masih terlelap, saat pisau menggores pohon karet pertamanya. Tangannya seolah mengukir karya indah berbentuk melingkar, di kulit luar pohon itu. Hasil karyanya seputih susu, ia tampung dengan cepat. Tapaknya berpindah dari satu pohon ke pohon lain. Hanya diam dan kabut pagi, menjadi temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;08.00 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang istri mematut diri di depan cermin. Memoles bedak di pipi dan menyaput gincu di bibir. Rambutnya tersisir rapi. Tubuhnya penuh aroma parfum, pewangi diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menuju rumah, dengan sekeping cetakan karet di pundak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;08.30 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istrinya mengambil sandal bagus yang tersimpan di lemari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menghapus keringat dengan baju seperti kain perca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istrinya menyeruput kopi dan roti kudapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mempercepat langkah, menahan lapar dan dahaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;09.00 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istrinya tersenyum senang melihat suami datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia terdiam memandang istri sudah cantik jelita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penuh bahagia istri menunggu angkutan umum. Ke pasar, menjual karet hasil kebun mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menyeruput kopi yang dibuatnya. Merebus mi, mengisi perutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angkutan berhenti di depan rumah. Mengangkut karet dan istri tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengambil cangkul dan merelakan pundaknya. Bergegas, menuju sawah yang sudah menantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.40 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segepok duit di tangan istri. Belanja sekarang inginnya. Baju, tas, sandal, sepatu, menjadi incarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayunan cangkulnya menghujam tanah. Diintip terik penuh amarah, cucuran peluh, dan wajah memerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13.30 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri tiba di rumah. Membongkar belanja bawaannya, mengisi lemari bajunya. Setelah selesai, istri masak menu makan siangnya. Dihibur gosip murahan, istri menyantap makanan dengan lahapnya. Usai makan siangnya, istri rebah memanja mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia masih mencangkul sawahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18.20 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri menonton sinetron dengan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tiba di rumah penuh lelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri menyambut dingin kedatangan suaminya. Mengambil roti camilan nontonnya dan berkata : aku tak membeli apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia diam. Membersihkan diri dan menghapus laparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19.05&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri tertawa ceria menonton program hiburan televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menyeret langkah dengan pelan menuju tempat tidur, melepas penatnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-6064561378996435812?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/6064561378996435812/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=6064561378996435812&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/6064561378996435812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/6064561378996435812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2011/03/hari-seorang-lelaki.html' title='Hari Seorang Lelaki'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-1271594222577699895</id><published>2011-03-21T03:53:00.000-07:00</published><updated>2011-10-25T02:25:18.713-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='poetry'/><title type='text'>Ibu</title><content type='html'>&lt;object width="480" height="390"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/o62USXfcWCc?fs=1&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/o62USXfcWCc?fs=1&amp;amp;hl=en_US" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="390"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Aku memandangnya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Wajah lelah, senyum pasrah, terbaring lunglai di alas tidurnya. Kedua tangannya mengapit sebuah Injil di dada. Berharap kekuatan menjalani sisa hidupnya. Keriput kulitnya dimakan tua. Menonjolkan urat-urat di sekujur tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ruangan itu sunyi, hanya embusan nafas yang bermain di sana&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tangan kanannya bergerak ke samping, jatuh di alas kasur putih, dekat besi tepian ranjang. Kulirik wajahnya. Matanya terpejam dengan alunan nafas kedamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Air putih di gelas dengan tutup dan alas sewarna, di atas meja, samping tempat tidurnya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kini rambutnya memutih, seputih hatinya, polos tanpa dosa. Nyamuk kecil mengusik tidurnya, yang kutepis tanpa suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Piring kosong bekas makan malamnya, menemani gelas di atas meja&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kugenggam tangan kanannya, pelan. Menyalurkan kasih yang selalu diberinya. Kuusap tangan itu dengan pipiku, merasakan lembut cintanya. Kucium punggung tangan itu, menghirup aroma sayang yang dicurahkan seumur hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kantung infus menggantung di samping kiri tempat tidurnya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Jangan menyerah, nak,” ujarnya selalu, saat aku sedang rapuh dan kecewa. Tangannya lalu merengkuhku dalam dekapan dadanya. Perlahan ia mengusap rambutku dan menghapus sisa air mata dengan tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Rangkaian bunga turut menyemarakkan meja&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sembilan bulan sepuluh hari aku berbagi nyawa dengannya. Makan apa yang dimakannya. Minum apa yang diminumnya. Ia tak pernah mengeluh, meski aku menjadi parasitnya. Bahkan, aku selalu dijaganya dan memberikan apa yang selalu kupinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kalung dengan bandul salib menghiasi lehernya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ia bertaruh dengan nyawa, saat aku meminta keluar dengan paksa. Ia kehabisan tenaga, saat aku menghirup aroma dunia. Peluh menjadi air mandinya, saat tangisku menunjukkan aku ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Cairan infus mengalir pelan ke jarum yang menyatu dengan lengannya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mulutku berada di buah dadanya. Menghisap dengan rakus air tubuhnya. Mengambil sari kelenjar mamae, sambil dipeluknya. Tak pernah terlontar kata jera, walau mengering tubuhnya. “Cepat besar, nak,” ujarnya, penuh hangat dan cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Aku masih memandanginya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Duduk di bangku kayu, persis di samping pembaringannya. Berjaga, agar tak ada yang mengusik tidurnya. Setetes kristal bening, menyapa tangannya. “Aku anakmu, ibu,” mulutku berkata, berharap ia tak lupa. Dan malam, menangis sedih di luar sana.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-1271594222577699895?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/1271594222577699895/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=1271594222577699895&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/1271594222577699895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/1271594222577699895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2011/03/ibu.html' title='Ibu'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-8159849799179347583</id><published>2011-03-21T03:20:00.000-07:00</published><updated>2011-10-25T02:27:39.676-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fiksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='poetry'/><title type='text'>Dia Melamarku</title><content type='html'>&lt;object width="503" height="334" data="http://www.youtube.com/v/eurZUm5otVs?fs=1&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;rel=0&amp;amp;hd=1" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true" /&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always" /&gt;&lt;param name="src" value="http://www.youtube.com/v/eurZUm5otVs?fs=1&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;rel=0&amp;amp;hd=1" /&gt;&lt;param name="allowfullscreen" value="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 02.10 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mataku terpejam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lampu ruangan nan temaram bertambah romantis dengan iringan lagu "if you're not the one" Daniel Bedingfield.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meja bulat dengan aroma wangi bunga mawar dari vas bunga di tengah meja, berjejer dengan gelas piala berkaki jenjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan, tangan Darl meraih kedua tanganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenggam dan mengelus lembut ibu jarinya di punggung tanganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mata tertutup, aku merasa mata Darl menatap ke arahku, seraya tersenyum manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dadaku semakin bergemuruh penuh debar.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ren, maukah kau menikah denganku?" suara Darl terdengar sedikit bergetar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata yang diucapkan Darl seakan menyentrum tubuhku dengan tegangan ribuan volt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku membuka mataku dan terisak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku meraih tas hitam yang tergolek dipangkuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuka kancingnya dan merogoh telepon genggam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangisku mengalir semakin deras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jariku memencet tombol memanggil, setelah layarnya menampilkan nama Dara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nada panggilan itu diangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hallo,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ra, dia melamarku. Dia melamarku. Dia melamarku!" aku berseru sambil berurai air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ren. Tenang, Ren. Tenang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Darl baru saja melamarku. Dia mau aku menjadi pendamping hidupnya,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku tak mau menolaknya, Ra. Aku mau. Aku mau!" ujarku dengan nada tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan siksa dirimu seperti itu, Ren. Tak usah lagi kau harapkan Darl. Buka saja lembaran baru," Dara terdengar ikut terisak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak, Ra. Tidak. Aku tak mau melupakan Darl. Sedikitpun tidak, Ra. Tidak! Tidak!!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pecahan kaca terdengar, saat Rena melemparkan telepon genggamnya dan beradu tepat dengan gelas piala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua tangannya menyapu semua benda di atas meja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telapak tangan kanannya berdarah, teriris pecahan kaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa ia perdulikan, Rena menjatuhkan separuh tubuhnya terkulai di atas meja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menangis sejadi-jadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dara meletakkan teleponnya saat bunyi nada 'Tut' berkepanjangan. Tubuhnya bersandar di dinding dan jatuh terduduk. Matanya yang berkaca, menatap lekat sebuah foto berbingkai kaca bertuliskan "best friend forever", di lemari buku. Foto bergambar tiga manusia yang tertawa bahagia, dengan seorang pria yang kedua pundaknya direbahi kepala wanita. Tiga manusia bernama Dara, Darl, dan Rena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau tega menyakiti hati Rena, Darl," ujar Dara berucap lirih sambil menundukkan kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumbuhan rindang menaungi taman sepi. Daun yang kering jatuh tertiup angin. DARL LEONNEL. 14 FEBRUARI 1980. 1 MARET 2011,Tertulis pada sebuah pancang kayu kecil bertanah merah yang masih basah, dalam taman sepi itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-8159849799179347583?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/8159849799179347583/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=8159849799179347583&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/8159849799179347583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/8159849799179347583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2011/03/dia-melamarku.html' title='Dia Melamarku'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-5793384564511608619</id><published>2011-03-21T03:18:00.000-07:00</published><updated>2011-10-25T02:28:27.006-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sport'/><title type='text'>Satu Hati di Baju Casey Stoner</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-MmdtsGeDGiM/Ta3_3RAxb3I/AAAAAAAAAI4/XkSXGybCPoI/s1600/pic_n516919_Repsol.One.Heart.original.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-MmdtsGeDGiM/Ta3_3RAxb3I/AAAAAAAAAI4/XkSXGybCPoI/s320/pic_n516919_Repsol.One.Heart.original.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597411236815925106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kompetisi Motor GP 2011 yang berlangsung di sirkuit Losail Qatar, Senin (21/03/2011) pagi, menyuguhkan sesuatu yang menakjubkan bagi saya. Sesuatu yang sangat membanggakan Indonesia, yang diwakili oleh pembalap Tim Repsol Honda asal Australia, Casey Stoner.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang tarikan gas motor yang memutari 22 lap sepanjang kompetisi, baju Stoner yang berwarna oranye sangat mencolok mata. Saya yakin, mata penonton asal Indonesia akan lebih terbuka lebar saat membaca rangkaian huruf yang merangkai kata "SATU HATI" di belakang baju Stoner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi raja dalam kualifikasi sehari sebelumnya, ia menempati pole position. Ketangguhannya kembali dibuktikan dengan mengalahkan para saingannya di sirkuit balap, saat motornya menggapai garis finish pertama dalam seri perdana Motor GP 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai jawara, Stoner tentunya akan mengayunkan buih bir di podium utama. Otomatis, tulisan "SATU HATI" di bajunya, akan terbaca oleh semua penikmat Motor GP Qatar. Terutama, saat ia membalikkan tubuh. Indonesia sepatutnya berbangga karena kini bisa bicara di kancah balap dunia melalui tulisan itu. Ya, malam kemenangan bagi Stoner, pagi membanggakan bagi Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber foto : bp.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-5793384564511608619?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/5793384564511608619/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=5793384564511608619&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/5793384564511608619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/5793384564511608619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2011/03/satu-hati-di-baju-casey-stoner.html' title='Satu Hati di Baju Casey Stoner'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-MmdtsGeDGiM/Ta3_3RAxb3I/AAAAAAAAAI4/XkSXGybCPoI/s72-c/pic_n516919_Repsol.One.Heart.original.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-518554719140250089</id><published>2011-03-21T03:17:00.000-07:00</published><updated>2011-10-25T02:30:03.830-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lingkungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Sungai Kami Jernih, Berwarna Cokelat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-tEeOoooq0mM/TbFBDwNRkQI/AAAAAAAAAJY/Ec0ini0ok7U/s1600/peristiwa-sungai-kalteng-05.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 201px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-tEeOoooq0mM/TbFBDwNRkQI/AAAAAAAAAJY/Ec0ini0ok7U/s320/peristiwa-sungai-kalteng-05.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5598327344534229250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1990&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih mengenakan seragam sekolah dasar dengan tali tas yang melingkar di pundak, langkah kecil kami menapaki rerimbunan hutan. Mencari sayur pakis, rebung, daun singkong, ataupun kayu kering di hutan, sering saya dan beberapa teman lakukan usai pulang sekolah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai anak kampung, hutan bukanlah tempat yang menakutkan bagi kami, ketika itu. Tak perlu membawa bekal apapun, karena hutan menyediakan semua. Jika kami lapar saat mencari sayur atau kayu kering, buah-buahan hutan akan mengenyangkan perut kami. Pisang hutan, buah kelapa, asam hutan, dan buah-buah dari tanaman hutan yang merambat, banyak ditemukan dan tinggal petik saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila haus, kami hanya perlu mencari aliran air mengalir di pinggir jalan tanah yang dilewati. Tak perlu dimasak, karena air bening itu berasal dari sumber mata air. Kami hanya berjongkok, menyatukan sisi tangan hingga jari kelingking saling bertemu, dan meletakkan tangan ke air yang mengalir pelan untuk ditampung. Telapak tangan yang penuh menampung air diarahkan ke mulut. Dan, slurup, air dingin segar alami akan menghapus dahaga. Air jernih itu juga mengalir di sungai-sungai yang ada di daerah saya, tempat kami berenang sambil bermain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu merupakan gambaran indah saya akan masa kecil di kampung. Gambaran rasa bangga saya akan Pulau Kalimantan yang dijuluki sebagai ‘paru-paru dunia’. Ekosistem hutan yang terjaga, menjadikan Kalimantan sebagai penyumbang oksigen terbesar bagi dunia. Hutan lebat dan air sungai yang mengalir jernih, banyak saya temui di Borneo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1995&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hutan Borneo mulai menunjukkan gejala penyakit akut. Rimbunan ‘rambut’ hutannya terlihat rontok. Gundul di sana-sini. Tajamnya ‘sisir’ besi bermesin, mematahkan batang pohon hutan satu per satu. Kabar mengenai penambang emas liar tanpa izin dan illegal logging, marak beredar. Gelimang rupiah melenakan para penguasa dan rakyat untuk memenuhkan pundi-pundinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski berada di asrama selama sekolah menengah pertama di Singkawang, saya mendengar banyak cerita akan butir kuning penghias tubuh yang disebut emas. Beberapa orangtua teman asrama saya bahkan ada yang menjalankan usaha sebagai pencari emas liar yang disebut masyarakat setempat sebagai ‘dompeng’. Masyarakat ketika itu saling berlomba untuk mengeruk tanah yang ada di daratan dan sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jejak para penambang emas dan perambah hutan tanpa izin ini terlihat berupa lubang besar yang mengangga. Timbunan tanah yang tak bisa lagi ditanami, bersaing dengan siraman ‘shampo’ merkuri yang mengendap. Menyebarkan racun mematikan yang mengancam nyawa. Suatu babak baru cerita ironis yang belum disadari oleh masyarakat, baru dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan penderitaan akan dampak merkuri dan sulitnya air bersih, melangkah beriring dalam kehidupan masyarakat. Cerita ini menjadi semakin sering saya dengar saat saya duduk di bangku sekolah atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya itu, gundulnya hutan diantisipasi pemerintah dengan ‘rambut’ imitasi bernama kebun sawit. Harga CPO yang melambung tinggi, menggeser posisi karet yang sebelumnya menjadi raja di hutan Borneo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan informasi yang saya peroleh di bangku perguruan tinggi, kebun sawit tidak memberikan kemakmuran bagi kehidupan masyarakat. Secara perlahan, sumber air akan menghilang. Karena, tanaman sawit merupakan tanaman yang memiliki tingkat dehidrasi sangat tinggi. Secara rakus, kebun sawit mengeringkan sumber air yang ada di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebun sawit ibarat candu sesaat yang memberikan dampak penyakit akut berkepanjangan. Adanya kebun sawit juga menggeser fungsi hutan. Bahkan, kabut asap sering kali muncul di musim bertanam saat kemarau tiba. Apesnya, masyarakat lokal menjadi kambing hitam. Mereka dituding sebagai pelaku sumber bencana. Padahal, metode ladang berpindah sudah dilakoni sejak zaman nenek moyang, yang turun temurun tanpa ada risiko apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ladang berpindah dilakukan masyarakat di lahan perbukitan. Masyarakat memiliki cara tersendiri agar asap dari lahan yang mereka bakar tidak menimbulkan bencana. Buktinya, tidak ada ancaman kabut asap yang dialami masyarakat hingga tahun 1990. Salah alamat jika tudingan sumber terjadinya kabut asap ditujukan pada masyarakat lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit infeksi saluran pernafasan akut menjadi trend baru di Kalimantan. Kabut asap dan kotornya udara menjadi sumber penyebab penyakit ini. Pemerintah mengambil langkah dengan melakukan pemantauan menggunakan satelit National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA). Meski terlambat, tak apalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, pengamatan titik api menggunakan satelit NOAA dilakukan secara pukul rata. Masyarakat lokal yang membakar ladang di daerah perbukitan, lagi-lagi dituding sebagai pelaku tidak bertanggungjawab yang menimbulkan kabut asap. Bagaimana mungkin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah seakan mengamini hal itu dengan memberikan warning bagi masyarakat yang berladang. Padahal, bila dicermati, bukan mereka yang patut dituding. Pemerintah harusnya melihat bahwa kabut asap ditimbulkan akibat kebakaran di lahan gambut. Bukan di lahan perbukitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diketahui, kebakaran di lahan berkabut sangat sulit untuk dipadamkan. Tekstur tanah yang mengandung banyak seresah dan akar basah mudah terbakar, membuat lahan gambut terbakar akan menjalar kemana-mana. Perlu teknik khusus untuk memadamkannya, dengan memotong jalur rambatannya. Arah angin menjadi faktor yang mempengaruhi rambatan kebakaran yang terjadi di lahan gambut. Bila arah anginnya sudah diketahui, segera gali lobang agak dalam yang langsung diisi air. Ini akan menghentikan rambatan api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai tahun 2000 hingga saat ini, beberapa kejadian akibat rusaknya alam yang terjadi di Kalimantan Barat, pernah saya lihat secara langsung. Apalagi saat saya masih bertugas sebagai jurnalis di satu media lokal tahun 2007 hingga 2009. Dampak dari gundulnya hutan dan cemaran merkuri di air sungai semakin marak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih membekas dalam ingatan saya ketika meliput seorang anak bernama Ujok. Bocah berusia belasan tahun itu meregang nyawa akibat penyakit aneh. Sekujur tubuhnya melepuh dan timbul bintik berisi cairan bernanah. Dua hari dirawat di rumah sakit, Ujok akhirnya tak bernyawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama seorang rekan kantor, saya mendapat tugas untuk melakukan liputan lapangan di kampung Ujok. Kondisi tanah merah dan lokasi lahan kebun sepanjang jalan berjarak sekiat 20 kilometer, harus kami lakukan dengan berjalan kaki. Motor yang kami kendarai tidak bisa melewati medan tanah merah berlumpur. Beruntung, ada angkutan double gardan yang melintas dan mau mengangkut kami sebagai penumpang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di kampung, masyarakat telah bersiap melakukan acara pemakaman Ujok. Kami diajak berkeliling kampung oleh seorang anggota keluarga Ujok. Tujuan kami adalah sungai yang menjadi satu-satunya sumber air yang dimanfaatkan masyarakat setempat. Menurut orang yang mengantar kami, di hulu sungai itu banyak dijumpai penambangan emas tanpa izin. Karenanya, mungkin saja endapan merkuri banyak ditemukan di sepanjang aliran sungai. Mengejutkan lagi, gejala sama yang dialami Ujok juga ditemukan pada tubuh belasan anak yang berusia balita hingga usia belasan tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungai Kapuas yang melintas di sepanjang wilayah Kalimantan Barat juga tak bisa menghindar dari cemaran merkuri. Bahkan, data penelitian satu perguruan tinggi di Kalbar menunjukkan cemaran merkuri sudah mencapai ambang maksimal. Padahal, air Sungai Kapuas juga dimanfaatkan sebagai air olahan PDAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cemaran merkuri mengakibatkan masyarakat takut mengkonsumsi air minum yang berasal dari Sungai Kapuas. Sumber air bersih yang berasal dari mata air, mulai berkurang akibat perambahan hutan. Jika dahulu sungai kami jernih dan bisa langsung diminum, kini sungai kami berganti warna. Jernihnya berubah menjadi warna cokelat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber foto : antarafoto.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-518554719140250089?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/518554719140250089/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=518554719140250089&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/518554719140250089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/518554719140250089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2011/03/sungai-kami-jernih-berwarna-cokelat.html' title='Sungai Kami Jernih, Berwarna Cokelat'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-tEeOoooq0mM/TbFBDwNRkQI/AAAAAAAAAJY/Ec0ini0ok7U/s72-c/peristiwa-sungai-kalteng-05.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-5055079464275322172</id><published>2011-03-14T05:44:00.000-07:00</published><updated>2011-10-25T02:30:50.176-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lingkungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Jepang : Nuklir Bom Atom dan Pembangkit Listrik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-8ojSIsOhypM/TbFCNqLfxmI/AAAAAAAAAJg/pdeGSG6r4Ic/s1600/nukebomb3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 226px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-8ojSIsOhypM/TbFCNqLfxmI/AAAAAAAAAJg/pdeGSG6r4Ic/s320/nukebomb3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5598328614226478690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gempa berkekuatan 9 skala Richter dan Tsunami yang mengguncang negeri matahari terbit pada Jumat (11/03/2011) lalu, membuat Jepang menjadi luluh lantak. Bencana alam yang datang tiba-tiba itu tidak berhenti begitu saja. Muncul ancaman menakutkan berikutnya, yakni radiasi nuklir, seperti yang pernah terjadi pada 1945 lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Negara lain mengkhawatirkan kondisi keselamatan warga negaranya yang berada di negeri sakura pasca Tsunami, Jepang seakan membuka catatan sejarah lama yang tersimpan dalam lemari perpustakaan. Senjata nuklir milik Amerika berjuluk ‘Little Boy’ yang jatuh di Hiroshima dan ‘Fat Man’ di Nagasaki, seakan menjelma menjadi ‘Silent Grandfather’ di Fukushima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Fukushima Daiichi yang dioperasikan Tokyo Electric Power Co, mengalami ledakan di bagian fasilitas reaktornya pada Sabtu (12/03/2011). Reaktor nuklir merupakan tempat berlangsungnya reaksi pembelahan inti nuklir. Adapun bagiannya adalah elemen bakar, batang kendali, moderator, pendingin, dan perisai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan berita yang dilansir dari Kompas.com, ledakan ini mengakibatkan naiknya tingkat radioaktivitas sebesar 20 kali lipat dari sebelumnya. Ledakan fasilitas reaktor PLTN membuat pemerintah Jepang semakin kalang kabut. Sebanyak 110 ribu orang di wilayah dengan radius 20 kilometer dari lokasi PLTN, harus dievakuasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski radiusnya lebih kecil dibandingkan yang terjadi di Hiroshima (50 kilometer per segi) dan Nagasaki (100 kilometer per segi), bahaya yang ditimbulkan akibat radiasi nuklir di Fukushima haruslah menjadi perhatian serius. Kabarnya, sekitar 160 orang diduga terpapar radiasi nuklir, dan 19 orang sudah terpapar radiasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak Radiasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serangan bom atom pada 1945 membunuh 140 ribu orang di Hiroshima, 80 ribu orang di Nagasaki, dan ribuan orang yang tewas akibat radiasi nuklirnya. Sedangkan ledakan fasilitas reaktor PLTN di Fukushima belum diketahui sebesar apa pengaruhnya bagi keselamatan jiwa masyarakat yang ada di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Detikhelath.com, dampak sesaat atau jangka pendek akibat radiasi tinggi di sekitar reaktor nuklir adalah mual muntah, diare, sakit kepala, dan demam. Dampak yang baru muncul setelah terpapar radiasi nuklir selama beberapa hari di antaranya adalah pusing, mata berkunang-kunang, disorientasi atau bingung menentukan arah, lemah, letih dan tampak lesu, kerontokan rambut dan kebotakan, muntah darah atau berak darah, tekanan darah rendah, luka susah sembuh. Sedangkan dampak kronis alias jangka panjang dari radiasi nuklir umumnya justru dipicu oleh tingkat radiasi yang rendah sehingga tidak disadari dan tidak diantisipasi hingga bertahun-tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa dampak mematikan akibat paparan radiasi nuklir jangka panjang antara lain kanker, penuaan dini, gangguan sistem saraf dan reproduksi, dan mutasi genetik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber foto : http://102fm-itb.org&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-5055079464275322172?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/5055079464275322172/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=5055079464275322172&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/5055079464275322172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/5055079464275322172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2011/03/jepang-nuklir-bom-atom-dan-pembangkit.html' title='Jepang : Nuklir Bom Atom dan Pembangkit Listrik'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-8ojSIsOhypM/TbFCNqLfxmI/AAAAAAAAAJg/pdeGSG6r4Ic/s72-c/nukebomb3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-2905719604687535751</id><published>2011-03-13T09:19:00.001-07:00</published><updated>2011-10-25T02:32:55.749-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>SPBU, Antre, dan Status Facebook</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/--ljb_IKEM_I/TbFEcbbVjDI/AAAAAAAAAJo/QovQDVe7v1M/s1600/agus-02__P111.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 316px; height: 210px;" src="http://2.bp.blogspot.com/--ljb_IKEM_I/TbFEcbbVjDI/AAAAAAAAAJo/QovQDVe7v1M/s320/agus-02__P111.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5598331066987678770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Langkanya BBM di wilayah Kalbar, memunculkan satu tempat wisata baru yang paling ramai dikunjungi masyarakat, yakni Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU). Meski bukan hari libur, tempat yang hanya menyuguhkan hiburan berupa aroma bahan bakar minyak, tak urung bisa menarik minat masyarakat untuk mengunjunginya. Bahkan, masyarakat rela antre untuk masuk ke lokasi wisata dadakan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat memilih SPBU dikarenakan mahalnya harga bensin eceran yang ada di kios pinggir jalan. Meski harus mengantre berjam-jam dengan panjang ratusan meter, masyarakat tak gentar demi mengisi 'kantong minum' kuda besi mereka. Bila di kios eceran seharga Rp 15-20 ribu per liter, di SPBU mereka cukup merogoh Rp 4500 saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski pihak Pertamina Pusat menyatakan BBM sudah normal terdistribusikan di wilayah Kalbar, ternyata belum bisa menjadikan harga bensin di kios eceran kembali normal. Kelangkaan yang diakibatkan karamnya KLM Rahmatia Sentosa dua pekan lalu, menghambat masuknya kapal tangker pembawa premium Pertamina di Kalbar. Efeknya, BBM sulit ditemukan hingga membuat atrean kendaraan panjang di SPBU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa teman di Pontianak, melalui status facebook, ramai membicarakan 'derita' mereka mengantre di SPBU. Ada yang menghabiskan waktu hingga 5 hingga 7 jam demi memenuhkan tangki sepeda motor, bahkan ada yang menyaksikan seorang ibu hamil yang tiba-tiba sakit perut mau melahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Status facebook seorang teman yang menurut saya lucu, terkait dengan antre-mengantre BBM. Yakni milik Nina Soraya, yang berprofesi sebagai jurnalis satu media cetak di Kalbar. Isi status facebook yang ditulis Kamis (10/3/2011) tersebut adalah : "7 tempat wisata teramai di Pontianak versi ON THE SPOT : 1. SPBU Paris Dua. 2. SPBU Teuku Umar. 3. SPBU M.T Haryono. 4. SPBU Imam Bonjol. 5. SPBU Tanjungpura. 6. SPBU Auditorium Untan. 7. SPBU Jeruju TPI".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga kicauan Hendro Dwie : "di antara panjangnya antrean BBM, paling kasihan melihat TOSSA, ikut antrean motor diusir karena makan tempat, terpaksa ikut antrean mobil walau kapasitas tangki tak seberapa".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Ali Anshori, teman yang ada di daerah Sintang, menuliskan status facebook : "Alhamdullilah harga bensin masih tinggi capai Rp 15.000".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Status facebook yang ditulis teman pada Jumat (11/3/2011), sekitar pukul 03.00 pagi, milik Isra' Hadinata : "demi mendapatkan bensin rela keluar rumah jam segini, mana hujan lg.....".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertamina, sampai kapan BBM mahal dan langka di wilayah kami ini????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber foto : http://lh4.ggpht.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-2905719604687535751?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/2905719604687535751/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=2905719604687535751&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/2905719604687535751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/2905719604687535751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2011/03/spbu-antre-dan-status-facebook.html' title='SPBU, Antre, dan Status Facebook'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/--ljb_IKEM_I/TbFEcbbVjDI/AAAAAAAAAJo/QovQDVe7v1M/s72-c/agus-02__P111.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-6664180244869591497</id><published>2011-03-13T09:15:00.002-07:00</published><updated>2011-10-25T02:34:53.164-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hankam'/><title type='text'>Polisi, Dimanakah Anda?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/--brp7PdUNSI/TbFFuCs_hGI/AAAAAAAAAJw/TgO9WRuDG40/s1600/polisi-insert.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 285px; height: 285px;" src="http://3.bp.blogspot.com/--brp7PdUNSI/TbFFuCs_hGI/AAAAAAAAAJw/TgO9WRuDG40/s320/polisi-insert.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5598332469100119138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sepekan ini, isu penculikan bermotifkan mengambil organ tubuh manusia, santer beredar di wilayah Kalimantan Barat. Entah siapa yang memulai isu, kabar yang masih simpang siur mengenai kebenarannya itu membuat warga di beberapa daerah menjadi panik. Langkah yang diambil warga adalah dengan melakukan penjagaan dan sweeping terhadap pengendara yang melintasi jalan desa. Biasanya, mereka mulai melakukan penjagaan usai maghrib hingga pukul 05.00 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senjata tajam berada di dalam genggaman para warga yang berjaga. Mandau, tombak, parang, senapan, besi panjang, dipegang setiap kali ada pengendara. Ada juga yang menggunakan kayu panjang sebagai senjata. Seperti sekitar pukul 00.30 WIB pada Sabtu (5/3/2011), ketika saya pulang bersama sepupu usai mengantarkan teman dari Ngabang ke Bengkayang menggunakan motor melewati jalan pintas di daerah Darit-Simpang Tiga, lebih 20 kali kendaraan kami dicegat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak cara yang digunakan para warga untuk menghentikan laju kendaraan. Melintangkan kayu di tengah jalan, menyusun ban mobil yang diselang-seling dengan kursi, atau dengan berkerumun di tengah jalan. Sambil menatap menyelidik penuh curiga, para warga meminta pengendara untuk menunjukkan kartu identitas dan mengecek plat kendaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi pengendara yang hendak melintasi daerah tersebut, hendaknya menggunakan kendaraan dengan plat wilayah Kalimantan Barat. Bila plat kendaraan dari luar, kecurigaan para warga kepada pengendara sebagai pelaku penculikan, akan bertambah besar. Apalagi bila tidak bisa menggunakan bahasa penduduk asli. Senjata tajam yang mereka pegang akan langsung mengarah ke tubuh Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai pengecekan kartu identitas dan pencegatan kendaraan di malam buta, tak menjadi soal bagi saya. Namun, amat disayangkan bila ada sebagian dari warga yang berjaga, mengeluarkan aroma alkohol dari mulutnya. Hampir di setiap tempat yang menghentikan laju kendaraan kami, merebak bau minuman memabukkan. Ini membuat mereka semakin 'garang' dan tidak terkontrol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya, sebelum memasuki Desa Teriak, Kabupaten Bengkayang, kami dicegat oleh kerumunan warga. Sepupu saya yang belum sebulan di Bengkayang dan tidak bisa berbicara dengan logat bahasa daerah, dibidik dengan senapan berlaras panjang oleh seorang warga. Tanpa merasa ragu untuk memuntahkan peluru senapan itu, bidikan diarahkan ke dada sepupu saya. Beruntung, saya sedikit bisa menggunakan logat bahasa daerah. Setelah menjelaskan dari dan tujuan yang hendak kami tuju, mereka memberikan kami izin untuk lewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dari daerah pencegatan pertama kali yang berada di ujung Pasar Darit Kabupaten Landak hingga Desa Dungkan Kabupaten Bengkayang, saya tak melihat satu orangpun polisi yang mengawal aksi masyarakat tersebut. Entah karena tidak tahu akan adanya penjagaan dan sweeping pengendara oleh warga, atau anggota polisi tahu dan hanya diam saja. Padahal, senjata tajam dan senjata api, menjadi senjata warga ketika berjaga. Bila ada warga yang ceroboh, bisa mencelakakan orang lain yang tidak berdosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya tanya apa dasar dilakukannya penjagaan dan sweeping, warga mengatakan disebabkan adanya satu kejadian penculikan disertai pembunuhan yang masih misteri kebenarannya di Desa Sayung, Kabupaten Bengkayang (dekat Desa Dungkan) dan empat warga Desa Satom, Kabupaten Landak yang nyaris menjadi korban penculikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian Tak Logis (Menurut Saya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melintasi lokasi kejadian di Desa Sayung yang disebut warga sebagai dasar aksi penjagaan tersebut pada Jumat (4/3/2011) sore, sekitar pukul 17.00 WIB. Di sisi jalan tanjakan, ada dua garis panjang noda berwarna merah yang sudah mengering, memiliki lebar sekitar 4 sampai 5 cm, yang menjadi tontonan ramai pengendara dan warga sekitar yang melintas. Dua garis merah yang entah sudah berapa lama terbentuk itu seperti bekas ban mobil, yang berujung ke sisi tebing sebelah kiri jalan tanjakan tersebut. Desas desus warga, kejadian berlangsung pada Jumat, sekitar pukul 03.00 pagi. Menurut warga, tak seorangpun yang mengetahui kejadian tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat saya perhatikan lagi lokasi tersebut dan wilayah sekitar saat perjalanan pulang, saya berasumsi bahwa apa yang dikabarkan oleh warga sangat tidak logis. Pertama, jarak lokasi noda di jalan dari rumah warga, sekitar 200 meter. Jika ada yang tertabrak, pasti korban akan berteriak dan terdengar bunyi rem mobil yang diinjak keras. Kedua, dari mana warga bisa memastikan bahwa kejadian berlangsung pukul 03.00 pagi, bila tidak ada warga yang mendengar suara teriakan atau bunyi kendaraan yang direm mendadak? Apalagi, pada jam segitu penduduk sekitar biasanya sudah bangun untuk pergi menoreh ke kebun karet. Ketiga, tidak ada berita kehilangan warga sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan asumsi tersebut, saya menduga bahwa noda merah kemungkinan berasal dari hewan melata seperti ular atau hewan besar (rusa, sapi, kambing, babi) yang memang terkadang melintas di jalan, dari hutan ataupun semak-semak, dan tertabrak kendaraan (mobil) yang melintas. Kalau memang benar dugaan saya, alangkah sia-sianya aksi penjagaan dan sweeping warga. Mereka jadi takut untuk beraktivitas menoreh karet dan perkerjaan menggarap sawah jadi terganggu (karena harus berjaga sampai pagi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau seperti itu terus, bagaimana mereka mencari uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka (pekerjaan penduduk kebanyakan adalah penoreh karet dan bertani). Karenanya, harus ada yang mengambil tindakan untuk memberitahu apa yang sebenarnya terjadi dan menenangkan masyarakat. Setidaknya, pihak kepolisian segera mengabarkan apakah noda tersebut murni darah akibat tabrakan atau bukan. Pak polisi, dimanakah Anda? Bukankah tugas Anda untuk menjaga keamanan dan ketenangan masyarakat? Tolong jangan diam saja melihat senjata tajam dalam genggaman warga ramai di jalan raya. Segera selidiki apakah kejadian penculikan bermotifkan mengambil organ tubuh manusia itu benar terjadi atau tidak. Jangan sampai, terjadi amukan warga yang salah sasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber foto : http://www.volarefm.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-6664180244869591497?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/6664180244869591497/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=6664180244869591497&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/6664180244869591497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/6664180244869591497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2011/03/polisi-dimanakah-anda.html' title='Polisi, Dimanakah Anda?'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/--brp7PdUNSI/TbFFuCs_hGI/AAAAAAAAAJw/TgO9WRuDG40/s72-c/polisi-insert.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-206905581034578367</id><published>2011-03-13T09:15:00.001-07:00</published><updated>2011-10-25T02:35:38.101-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sport'/><title type='text'>Lem Gila di Kursi PSSI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-NnNFDi-VOpU/TbFHAMv-49I/AAAAAAAAAJ4/uL3EUKJwgpI/s1600/Karikatur-040211-Jelang-Kongres-PSSI.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-NnNFDi-VOpU/TbFHAMv-49I/AAAAAAAAAJ4/uL3EUKJwgpI/s320/Karikatur-040211-Jelang-Kongres-PSSI.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5598333880546288594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lagi dan lagi. Nurdin Halid membuat pernyataan tidak akan mundur dari bursa pencalonan Ketua Umum PSSI. Pernyataan ini menghentak banyak orang. Nurdin pasti sudah menduga dan mengantisipasi akibat dari pernyataannya, yang membuat panas kuping pecinta sepakbola Indonesia. Atas nama demokrasi, menghargai sistem, dan menjaga martabat PSSI sesuai statutanya, Nurdin keukeuh akan keputusannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Publik disuguhkan nyanyian Nurdin berjudul Atas Nama PSSI. Andai saja dibolehkan, mungkin saya mau meniru cara yang dilakukan Muntazer al-Zaidi, wartawan dari televisi al-Baghdad, yang melempar sepatu kepada Presiden Amerika Serikat, George W. Bush di Irak, pada 2008 lalu. Ya, melempar Nurdin dengan sepatu. Kalaupun sepatu sudah menjadi ikon Muntazeral, mungkin sandal jepit saya bisa menggantikan posisi sepatu itu. Siapa tahu bisa mengenai wajah Nurdin dengan telak, dan sandal jepit saya bisa dihargai mahal. Syukur-syukur bisa disimpan dalam museum dengan judul di bawahnya : "Sandal jepit bersejrah!, pernah mendarat telak di wajah Nurdin Halid".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ditelaah lagi keengganan Nurdin mundur, betapa sangat menyimpang jauh dari apa yang sudah dilakukan oleh pihak PSSI selama ini. Jika ada demokrasi, kenapa tidak mendengar suara rakyat yang berteriak nyaring di penjuru negeri. Jika menghargai sistem, kenapa ada bongkar pasang dalam penyusunan tim verifikasi. Jika menjaga martabat PSSI, kenapa juga harus ngotot di tengah derai kata-kata hujatan. Hmmm....kalau sudah seperti ini, jangan-jangan berita mengenai jual-beli pertandingan di Bukit Djalil, Malaysia, saat partai final piala AFF antara tim Garuda vs timnas Malaysia itu benar adanya. Namun, kasus tersebut hilang. Aturan FIFA saja bisa disulap. Kan jago tuh. Punya keahlian sulap menyulap. Aturan persepakbolaan Internasional saja bisa berubah dalam sekali simsilabim abrakadabra. Lenyap tak berbekas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau jangan-jangan ada yang menempelkan lem gila di kursi ketua PSSI?. Anda pasti tahu kekuatan menempel lem gila. Sekali tempel, sulit dilepaskan. Pertanyaannya adalah : siapakah yang mengoleskan lem gila tersebut di kursi PSSI? Apakah nama perusahaan yang memproduksi lem gila tersebut? Siapa sajakah pembeli langganan yang selalu memesan lem gila itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda tahu jawaban pertanyaan di atas? Mari menebak. Siapa tahu jawaban Anda benar. Ngobrol-ngobrol, ada siaran langsung tarik-ulur antara kesebelasan baru bernama Atas Nama PSSI dengan susan pemain penyerang : Nugraha Besoes, Nurdin Halid, Nirwan Bakrie. Pemain tengah : Hinca Panjaitan, Arteria Dahlan, Trimedia Panjaitan, Gusti Randa. Pemain bertahan : Syaifuddin Sudding, Togar Manahan Nero, dan satu pemain bayaran siluman tanpa nama. Penjaga gawang : Muhammad Zein&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesebelasan ini akan melawan tim CAP TEMPUR (CAlon Pssi TErjungkal &amp; Menteri PemUda dan olah Raga). Tim ini hanya menyisakan tiga pemain bertahan yakni : George Toisutta, Andi Mallarangeng, Arifin Panirogo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mampukah tim CAP TEMPUR mempertahankan gawangnya agar tidak dibobol kesebelasan Atas Nama PSSI? Kita tunggu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber gambar : http://1.bp.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-206905581034578367?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/206905581034578367/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=206905581034578367&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/206905581034578367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/206905581034578367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2011/03/lem-gila-di-kursi-pssi.html' title='Lem Gila di Kursi PSSI'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-NnNFDi-VOpU/TbFHAMv-49I/AAAAAAAAAJ4/uL3EUKJwgpI/s72-c/Karikatur-040211-Jelang-Kongres-PSSI.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-8328040893163659920</id><published>2011-03-13T09:13:00.000-07:00</published><updated>2011-10-25T02:36:25.014-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik'/><title type='text'>Mediaphobia Para Birokrat</title><content type='html'>Secara psikologi phobia merupakan ketakutan atau distorsi emosional yang menimbulkan kecemasan kronis dan tekanan batin yang hebat. Karenanya, ada keinginan secara langsung dalam diri untuk menjauhi sesuatu yang menakutkan tersebut. 'Sinyal otomatis' itu akan segera mengambil tindakan bila sekiranya berhadapan dengan obyek rasa takutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mediaphobia yang saya tuliskan sebagai judul tulisan ini, mungkin tidak pernah mampir di telinga kita. Judul itu saya tulis setelah melihat adanya ketakutan yang besar terhadap peran media massa, yang menghinggapi para birokrat di tanah air maupun di luar negeri. Media (elektronik, cetak, maupun online), seakan menjadi 'penyakit' baru yang sangat ditakuti. Berurusan dengan media berarti harus siap untuk menghadapi dua pilihan, menjadi terkenal atau siap hancur berkeping-keping. Kejujuran menjadi kata kunci untuk berhadapan dengan pilihan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media massa sejatinya berperan untuk menyampaikan kebenaran akan suatu informasi. Adapun fungsinya menurut Wikipedia, media massa memberikan pengawasan, penghubung, transfer budaya, dan hiburan. Apakah fungsi ini bermanfaat atau tidak, tergantung pada penerimaan masing-masing invdividu sebagai penikmatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggapan atas informasi yang diterima oleh penikmat media bisa bermacamragam. Tanggapan ini sangat ditentukan oleh isi informasi yang disampaikan oleh media. Bisa saja penikmat media hanya tersenyum, tertawa terpingkal-pingkal, emosi, atau bahkan menangis. Itulah kekuatan media. Bisa mengaduk-aduk perasaan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, akhir-akhir ini media menjadi pilar kebenaran yang sangat dinanti penikmatnya. Menu headline suatu berita, membuat pelaku media selalu berlomba-lomba untuk menurunkan isi berita terbaiknya. Informasi berita yang menarik dan penting, menjadi landasan utama setiap halaman muka suatu media. Terutama, informasi mengenai kinerja pemerintah dan penyimpangan yang dilakukan para birokratnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Anda masih ingat dengan skandal Watergate yang terjadi di Amerika pada 1972 hingga 1974. Bob Woodward dan Carl Bernstein, wartawan Washington Post, membuka skandal politik yang berujung tumbangnya pemerintahan Presiden Richard Nixon, ketika itu. Rekaman rahasia dan informan misterius, membantu dua jurnalis itu membuka tabir pengintaian politik, sabotase, dan penyuapan. Kebenaran adanya skandal yang dibuktikan oleh Bob dan Carl, menjadi acuan setiap media massa dalam menyampaikan beritanya, namun menjadi ancaman bagi para pengambil kebijakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi 'yang mengancam', kebanyakan membuat para birokrat menjadi kebakaran jenggot. Buntutnya, media menjadi kambing hitam yang disalahkan dan menjadi sumber phobia baru yang harus segera dihindari. Pembredelan, tekanan, dan tindakan berupa menghalang-halangi kerja awak media, menjadi pilihan untuk membungkam mediaphobia para birokrat. Bahkan, adapula yang langsung bertindak anarkis dengan memporak-porandakan isi kantor media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh kasus yang baru saja terjadi adalah penutupan kantor berita Al-Jazeera oleh pemerintah Mesir pada awal Februari 2011, lalu. Al-Jazeera yang menyampaikan berita secara langsung aksi warga Mesir untuk menggulingkan Presiden Hosni Mubarak, dianggap akan memperburuk pencitraan Presidennya dan menjadi ancaman bagi pemerintah Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan berita yang dilansir dari Kompas.com, penutupan kantor media juga pernah terjadi di Iran pada 2009. Ada tiga koran yang 'diborgol' oleh Badan Pemerintah Iran. Yaitu, Farhang Ashdi, Arman, dan Tahlil Rooz. Ketiga koran ini sangat kritis dan bersimpati pada aksi protes masyarakat Iran yang menentang hasil pemilu yang memenangkan Mahmoud Ahmadinejad sebagai Presiden Incumbent.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus yang sama juga pernah terjadi di Indonesia. Pembungkaman terhadap media terjadi di 'tubuh' Tempo pada 1982 dan 1994. Pelanggaran kode etik pers menjadi alasan pemerintah melakukan pembredelan. Semua itu adalah bentuk arogansi pemerintah yang sangat mediaphobia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipo Alam Mediaphobia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Sekretaris Kabinet, Dipo Alam, juga mengidap mediaphobia? Mungkin saja begitu. Apalagi, sasaran tembaknya adalah media yang kritis terhadap pemerintah. 'Ancamannya' pada tiga media di Indonesia, berdalih untuk mengingatkan dan mendidik media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Dipo, pemberitaan yang disampaikan oleh media yang diboikotnya itu, mengakibatkan sejumlah investor asing dan calon investor berpersepsi Indonesia sarat dengan tindak kekerasan. Hal ini menyebabkan atmosfer investasi di Indonesia menjadi terancam. Benarkah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita kembali pada peristiwa apa saja yang terjadi di Indonesia sejak awal Januari 2011. Bobroknya hukum di Indonesia, penyerangan dan kacaunya perlindungan masyarakat untuk beragama, aksi atas lambannya pemulangan para TKI, demo akibat pemilihan ketua PSSI yang tidak masuk akal, aksi korupsi di tubuh Polri, kantor pajak, dan sebagainya. Apakah semua peristiwa itu aman?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya, Dipo mengkoreksi terlebih dahulu kinerja para birokrat di masing-masing lembaga pemerintahan. Kenapa pekerjaan yang seharusnya mereka kerjakan, sangat jauh dari penyelesaian. Akibat terbengkalainya pekerjaan mereka, maka timbul pergolakan di mana-mana. Pergolakan inilah yang menyebabkan ketidakamanan pihak asing untuk melakukan investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kondisi tidak aman di negara ini dimanipulasi dengan mengatakan 'keadaan negara kami baik-baik saja', bukankah akan memperburuk hubungan dengan para investor nantinya? Bayangkan, andai saja investor asing  baru menanamkan modal besar di Indonesia, tak lama kemudian harus merugi akibat segala aksi masyarakat atas tidak becusnya pemerintah menjalankan kinerjanya. Bukankah akhirnya mereka akan langsung memberikan cap 'penipu' kepada negara kita? Bisa saja mereka berkomentar : "Kondisi yang tidak aman kok dibilang aman". Akibatnya, investor asing akan jera menanamkan modalnya di Indonesia. Kalau sudah begitu, negara kita mau apa? Hanya bisa gigit jari saja. Bukankah begitu, yang terhormat Pak Dipo?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-8328040893163659920?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/8328040893163659920/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=8328040893163659920&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/8328040893163659920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/8328040893163659920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2011/03/mediaphobia-para-birokrat.html' title='Mediaphobia Para Birokrat'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-4516549741585427267</id><published>2011-03-13T09:10:00.000-07:00</published><updated>2011-10-25T02:37:10.850-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Ujian (Lewat) SMS</title><content type='html'>Pernahkah Anda membaca dan menjawab soal ujian melalui layanan Short Message Service (SMS)? Saya yang sudah hampir enam tahun ini meninggalkan bangku kuliah, tidak pernah sekalipun mengalami hal seperti itu, selama menjalani masa kuliah. Namun, sekarang ternyata ada dosen yang memberlakukan ujian melalui SMS. Yup, seperti judul di atas : Ujian (lewat) SMS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bertemu seorang sepupu yang berkuliah di satu sekolah tinggi ternama di Pontianak, Selasa (22/02/2011) sore. Ia berkunjung ke rumah kebun saya di Bengkayang, bertepatan dengan jadwal liburnya, usai mengikuti ujian akhir semester Gasal di kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obrolan ringan mengenai ceritanya yang membantu orangtua panen padi di sawah, lamanya masa liburan, hingga kecelakaan di Minggu pagi akibat motor yang terjatuh di jalan yang licin, menjadi cerita kami sembari minum secangkir teh panas di cangkir alumunium. Hingga, cerita mengenai ujian lewat SMS keluar dari mulut sepupu saya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Soalnya masih saya simpan di hand phone, kok," ujarnya sambil mengutak-atik keypad hand phone. Setelah ditemukan, ia menunjukkan isi pesan singkat itu kepada saya. Benar saja, pesan berisi lima soal yang juga ditulis singkat. Setelah itu, ada petunjuk di bagian bawah pesan berbunyi : "Soal dikerjakan dalam waktu 15 menit. Apabila jawaban dikirim melebihi waktu yang ditentukan, tidak diterima". Penutup tulisan berupa sebuah nama dari si pengirim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang sepertinya berlomba-lomba untuk menguasai dan memanfaatkan teknologi. Ujian yang seharusnya dilakukan dalam ruangan kelas, kini bisa dilakukan di mana saja. Menurut sepupu saya, saat soal dikirim, ia sedang berada di warung kopi hot spot yang ada di Jalan Gajah Mada Pontianak. Ternyata, sudah ada kesepakatan antara dosen dan mahasiswanya untuk melakukan ujian seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata kuliah yang diujiankan tersebut adalah Komunikasi Data. Mahasiswa yang mengikuti kuliah, ujar sepupu saya, ada 41 orang. Otomatis, ada 41 pesan singkat yang dikirmkan si dosen kepada mahasiswanya. Ternyata, tidak semua soal sama. Setelah sepupu saya bandingkan dengan temannya (yang dikirim melalui sms juga), ternyata soal yang harus dijawab berbeda. Menurutnya, ada lima jenis soal berbeda yang dikirim secara acak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudahkah menjawab ujian seperti itu? Dengan santainya, sepupu saya menjawab amat sangat mudah. Apalagi, ia bisa mengetahui nilai akhir hasil ujian tersebut. Hanya dengan menjawab soal dan menuliskan : "Maaf, pak, kalau boleh, nilai akhirnya dikabari lewat sms juga. Boleh ya, pak?" Tanpa menunggu waktu lama usai jawaban terkirim, nilai B sudah diketahui dari sms balasan. Delivery ujian yang amat sangat kilat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bagaimana jika kebetulan ada mahasiswa yang tidak memiliki pulsa untuk menjawab soal ujian melalui sms? Sambil tertawa, sepupu saya menjawab : "Salah sendiri. Sudah tahu ada ujian lewat sms, kok pulsanya ndak diisi. Kalau seperti itu, risiko ditanggung sendiri,".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waduh, bisa gawat tuh. Mahasiswa yang berotak encer bisa saja tidak lulus akibat tidak ada pulsa. Plus, harus terlatih menekan keypad hand phone. Waktu 15 menit untuk menjawab 5 soal, sangat menentukan lulus tidaknya mengikuti mata kuliah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulsa dan kecepatan memencet keypad menjadi taruhan dalam mengikuti ujian lewat sms. Ada-ada saja....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-4516549741585427267?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/4516549741585427267/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=4516549741585427267&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/4516549741585427267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/4516549741585427267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2011/03/ujian-lewat-sms.html' title='Ujian (Lewat) SMS'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-4787825632937108376</id><published>2011-03-13T09:08:00.000-07:00</published><updated>2011-10-25T02:37:54.264-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sport'/><title type='text'>Demo PSSI Menguak Fakta Baru Tentang Nurdin</title><content type='html'>Demo yang dilakukan pecinta dunia sepakbola Indonesia di beberapa wilayah, Rabu (23/02/2011), menguak beberapa fakta baru tentang kepemimpinan Nurdin Halid di PSSI. Fakta tersebut berupa tudingan Mafioso kepada bakal calon asal Makassar tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan berita yang dilansir dari Antaranews.com, tudingan tersebut disampaikan para pendemo di Pontianak, Kalbar. Ami Aziz, mantan pemain Persipon, mengatakan klub yang masuk divisi satu dan divisi utama dimintai uang oleh pengurus PSSI. Hal itu disampaikannya usai melakukan unjuk rasa menolak pencalonan kembali Nurdin Halid sebagai ketua umum PSSI di Bundaran Tugu Digulis, Pontianak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Aziz, besarnya uang yang dimintai tersebut berkisar antara Rp 1 hingga 5 Milyar. Tergantung, mau masuk ke divisi mana. Benarkah praktik seperti itu terjadi di tubuh PSSI selama Nurdin memimpin????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh hari sebelum unjuk rasa ini berlangsung, kabar kebobrokan PSSI santer beredar di masyarakat melalui pemberitaan media massa. Mungkin ada yang masih ingat mengenai isi surat yang ditulis oleh seseorang dengan identitas palsu bernama Eli Cohen awal Februari lalu. Dalam surat itu, Cohen yang diambil dari nama seorang agen rahasia Mossad, Israel, mengungkap adanya dua oknum pengurus PSSI yang terlibat dalam skandal suap dalam final piala AFF, ketika Tim Garuda berlaga di Stadion Bukit Djalil, Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita tersebut langsung menjadi buah bibir di tubuh PSSI dan pecinta sepakbola Indonesia. Siapakah oknum yang dimaksudkan tersebut? Apakah Nurdin dan seorang rekannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saja benar. Mengingat, Nurdin pernah dikabarkan menerima kucuran dana Rp 100 juta dana hasil korupsi APBD Kota Samarinda, Kaltim. Dana tersebut diberikan oleh mantan General Manager Persisam Putra Samarinda, Aidil Fitri. Rekan Nurdin di PSSI yang dikabarkan ikut merasakan uang tersebut adalah Presiden Direktur PT Liga Indonesia, Andi Darussalam. Jumlah uang yang diterimanya sebesar Rp 80 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski dalam kondisi penolakan membabi-buta, Nurdin rupanya tak punya rasa malu untuk mundur. Bersama dengan Nirwan Bakrie, Nurdin melenggang ke bursa pemilihan ketua umum PSSI. Padahal, seperti yang diketahui oleh orang kebanyakan, Bakrie merupakan sumber terjadinya malapetaka di dunia persepakbolaan Indonesia pada perhelatan final AFF lalu. Jamuan tak penting dari Aburizal Bakrie, menjadi agenda yang didahulukan oleh PSSI. Semua timnas Garuda, kelelahan mengikuti pertemuan ini dan itu.Nurdin seolah menjadi boneka hidup yang bisa digerakkan Ical semau gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau benar apa yang dituduhkan tersebut dilakukan oleh Nurdin, wajar saja demo besar-besaran untuk menuntut dirinya mundur dilakukan oleh semua pecinta sepakbola. Sudah lama Nurdin menjadi boneka Ical di PSSI. Harus ada reformasi dan perubahan di tubuh PSSI. Agar, timnas Garuda bisa selalu mendulang prestasi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-4787825632937108376?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/4787825632937108376/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=4787825632937108376&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/4787825632937108376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/4787825632937108376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2011/03/demo-pssi-menguak-fakta-baru-tentang.html' title='Demo PSSI Menguak Fakta Baru Tentang Nurdin'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-2709208159860987452</id><published>2011-02-21T12:35:00.000-08:00</published><updated>2011-10-25T02:38:46.254-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sport'/><title type='text'>Ada CR7 dalam Catatan Ruby</title><content type='html'>Cerita skandal seks 'bunga-bunga' dengan pelakon utama Ruby atau Karima El Mahroug (18) yang melibatkan perdana menteri Italia Silvio Berlusconi, kini semakin melebar. Perempuan muda itu buka mulut dan menyebutkan nama pesohor lain yang ada dalam daftar catatan penikmat cintanya. Nama tersebut adalah Cristiano Ronaldo atau CR7.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang diberitakan di halaman pertama satu koran di Italia, Karima pernah melakukan hubungan seks dengan striker Real Madrid itu usai bertemu di sebuah klub malam. Pernyataan tersebut diutarakan Karima saat diperiksa oleh jaksa penyelidik. Parahnya, Karima mengatakan bahwa CR7 tahu bahwa dirinya masih berusia 17 tahun saat melakukan hubungan cinta satu malam di kamar hotel Milan, sekitar Januari 2010, lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan kabar yang dilansir dari laman berita online Thesun.co.uk, Selasa (22/02/2011), Karima mengaku mendapatkan uang tunai 4.000 Euro dari bintang sepakbola ternama itu, saat dirinya terbangun keesokan harinya usai bercinta. Uang itu tergeletak di atas meja kamar hotel, sedangkan mantan pemain Manchester United tersebut sudah meninggalkan kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ronaldo dikabarkan langsung membantah cerita Karima. Melalui situs GestiFute, perusahaan yang mewakili dirinya, CR7 mengatakan bahwa berita tersebut palsu. Ia bahkan mengatakan tidak tahu dan belum pernah bertemu dengan Karima. Menurut Ronaldo, sekitar Januari 2010, dirinya sedang dalam masa pelatihan di Madrid. Ia juga tidak pernah berkunjung ke Milan periode Desember 2009 hingga Juni 2010. Pernyataannya tersebut bisa ia buktikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum ada kabar apakah CR7 akan menuntut Karima, seperti yang dilakukan oleh David Becham terhadap Irma Nici, terkait dengan kicauan Karima yang mengikutsertakan namanya dalam skandal seks yang menghebohkan Italia tersebut. Aturan di negara Pizza itu sendiri menetapkan bahwa membayar pria atau wanita yang berusia di bawah 18 tahun adalah tindakan ilegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, siapa yang bisa menolak kecantikan nan menawan yang ditawarkan oleh seorang Karima El Mahroug?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-2709208159860987452?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/2709208159860987452/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=2709208159860987452&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/2709208159860987452'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/2709208159860987452'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2011/02/ada-cr7-dalam-catatan-ruby.html' title='Ada CR7 dalam Catatan Ruby'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-3868412964775929023</id><published>2011-02-21T12:34:00.000-08:00</published><updated>2011-10-25T02:39:33.780-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan'/><title type='text'>Oral Seks Akibatkan Kanker</title><content type='html'>Penikmat seks oral harus berhati-hati. Bila tidak, risiko kanker akan mengintai kesehatan Anda. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan di Amerika Serikat, seks oral bisa menjadi pemicu terjadinya kanker, terutama kanker mulut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda awal kanker mulut menurut doktersehat.com adalah : adanya luka atau sakit pada wajah, leher, serta ulcus atau sariawan dalam mulut yang tidak hilang dalam kurun waktu dua minggu, adanya pembengkakkan pada gusi, bibir atau bagian lain dalam mulut, adanya bercak pada mulut, pendarahan gusi atau luka dalam mulut, rasa kebal di sekitar wajah, mulut, dan leher, gigi yang goyang tanpa penyebab yang jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kanker ini disebabkan karena serangan infeksi Human Papilloma Virus (HPV). Umumnya, penyebab utama kanker mulut di seluruh dunia disebabkan oleh pengguna tembakau dan alkohol. Infeksi HPV juga menyebabkan terjadinya kanker leher rahim. Hampir 99% kanker leher rahim diderita oleh tiga per empat orang yang pernah melakukan hubungan seks. Serangan virus ini bisa saja menyerang pria dan wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan penelitian yang dilakukan ilmuwan di Amerika dan diberitakan di laman yahoo!7news, Selasa (22/02/2011), kanker mulut di Amerika mengalami peningkatan sebanyak 225 persen dalam kurun waktu sepanjang 1974-2007. Penderitanya kebanyakan adalah orang kulit putih. Faktor terbesar tunggal untuk infeksi virus ini adalah jumlah mitra dalam melakukan oral seks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meningkatnya jumlah mitra oral seks akan menyebabkan meningkatnya pula risiko terjadinya kanker mulut. Menurut Maura Gillison dari Universitas Ohio yang meneliti hubungan infeksi HPV dan kanker selama 15 tahun, seks oral yang dilakukan pada enam orang atau lebih mitra seks memiliki risiko terinfeksi HPV delapan kali lipat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam rumahkanker.com, HPV dapat pula menyebabkan kanker anus, vagina, vulva, dan penis. Penyebabnya adalah HPV genital tipe 16, 18, 31, 35, 39, 45, 51, 52, dan 58. Lebih dari 70%, kanker leher rahim disebabkan oleh HPV tipe 16 dan 18. Jenis HPV yang ditemukan dapat mencapai 100 macam, dan 60 jenis di antaranya hanya menyebabkan kutil-kutil kulit yang tidak berbahaya. Usia rawan terinfeksi HPV berkisar pada umur 15 hingga 30 tahun. Terutama, dalam kurun waktu empat tahun setelah melakukan hubungan seks yang pertama. Biasanya, orang yang terkena infeksi HPV genital tidak mengetahui dirinya terinfeksi. Karena, virus ini hanya menimbulkan 'jengger ayam' yang tidak dapat menimbulkan kanker. Jengger ayam merupakan HPV tipe mukosal yang hanya menyerang selaput-selaput lendir yang terdapat pada mulut, kerongkongan, ujung penis, vagina, leher rahim, dan anus. Tipe HPV ini adalah tipe 6 dan 11.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut National Cancer Institute of America, 40 jenis HPV bisa menular melalui aktivitas seksual. Vaksin yang biasanya digunakan untuk mencegah infeksi HPV agar tidak parah adalah Gardasil dan Cervarix. Selain itu, pencegahan bisa dilakukan dengan menjaga kondisi tubuh agar sehat dan bugar. Ini dilakukan dengan menerapkan pola hidup seimbang. Yakni, cegah stres, hindari polusi, konsumsi makanan yang bergizi. Menurut New England Journal of Medicine, vaksin HPV bisa mencegah 90 persen infeksi kutil kelamin pada laki-laki dan perempuan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-3868412964775929023?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/3868412964775929023/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=3868412964775929023&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/3868412964775929023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/3868412964775929023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2011/02/oral-seks-akibatkan-kanker.html' title='Oral Seks Akibatkan Kanker'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-1802245885536962745</id><published>2011-02-17T04:43:00.001-08:00</published><updated>2011-10-25T02:41:35.628-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan'/><title type='text'>Buta Bisa Melihat Pakai Argus II</title><content type='html'>Penderita yang mengalami kebutaan kini bisa disembuhkan. Para pakar di bidang kedokteran sudah menemukan solusi untuk menyembuhkan mata yang buta. Solusi tersebut adalah dengan menggunakan artificial retina  (retina buatan) yang lebih dikenal dengan nama Argus II. Retina buatan ini dibuat oleh perusahaan Second Sight di Amerika, dan sudah diujicobakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang dilansir dari laman berita nytimes.com, Senin (14/2/2011), ujicoba dilakukan pada seorang pensiunan insinyur di Coventry, Inggris. Penderita yang mengalami kebutaan tersebut adalah Eric Selby (68). Lebih dari setahun yang lalu, retina buatan tersebut ia gunakan untuk membantu penglihatannya. Implan retina buatan dimasukkan ke mata bagian kanannya melalui pembedahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama dua dekade, Selby mengalami kebutaan. Ia sangat bergantung pada seekor anjing yang memandunya untuk berkeliling. Setelah retina buatan dimasukkan ke dalam matanya, ia dapat melihat samar dan mendeteksi benda-benda dihadapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pada dasarnya, (kerja implan) ini berupa kilatan cahaya yang harus diterjemahkan oleh syaraf otak. Tapi, ini sangat menakjubkan. Aku bisa melihat apapun," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Selby, retina buatan tersebut memungkinkan dirinya untuk melihat bentuk tertentu, warna hitam, putih, dan abu-abu. Ia biasanya menggunakan retina buatan sebagai navigasi bagi dirinya saat sedang bepergian ke luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Implan retina buatan hanya bisa digunakan oleh penderita buta dengan tipe spesifik dari masalah retina warisan, yang masih memiliki beberapa sel-sel fungsional. Kebutaan akibat penyakit keturunan ini biasanya dikenal dengan istilah retinitis pigmentosa. Penderita sebelumnya mampu melihat dan saraf optiknya harus bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Retinitis pigmentosa merupakan suatu kemunduran yang progresif pada retina, yang mempengaruhi penglihatan pada malam hari dan penglihatan tepi, yang akhirnya dapat menyebabkan kebutaan. Penyakit keturunan ini sangat jarang terjadi dan diturunkan secara dominan. Gejala awal seringkali muncul pada awal masa kanak-kanak, dimana adanya gangguan di sel batang retina yang berfungsi mengontrol penglihatan pada malam hari. Pada retina bisa ditemukan pigmentasi yang berwarna gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Kerja Implan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Implan akan bekerja dengan kamera video kecil dan pemancar yang terpasang pada kacamata dan sebuah komputer nirkabel kecil. Komputer akan menangkap objek yang ditangkap oleh kamera dan akan mengubahnya menjadi informasi visual dalam bentuk sinyal elektronik yang dikirim ke implan. Perangkat tersebut akan merangsang sisa sel retina yang sehat, yang akan me-relay data ke saraf optik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi visual yang disampaikan akan bergerak ke otak, dan akan diterjemahkan ke dalam pola-pola cahaya yang dapat mengambil bentuk outline objek. Pengguna implan sebelumnya harus belajar bagaimana menafsirkan kilatan cahaya. Contoh, mengkode tiga buah titik-titik terang yang diandaikan sebagai tiga titik yang membentuk segitiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Implan ini dibanderol dengan harga 100 ribu US Dolar. Menurut Lyndon da Cruz, dokter penguji retina buatan di Rumah Sakit Mata Moorfields, London, implan ini akan membuat pasien yang mengalami kebutaan akan lebih mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak tahun 2002, sekitar 40 orang mendapatkan retina buatan. Beberapa dari mereka dapat melihat cukup baik untuk mengidentifikasi objek, bentuk, bahkan bisa membaca tulisan dengan font yang besar, selama keikutsertaan mereka dalam ujicoba implan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini seperti saat orang-orang pertama kali mencoba terbang ke bulan. Saat ini mereka dikirim ke bulan dan ke ruang angkasa, tetapi, mereka harus memulai dengan mesin baling-baling. Implan retina buatan ini akan menjadi berbeda (penglihatan objek yang ditangkap) dalam beberapa tahun ke depan," ujar Selby.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-1802245885536962745?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/1802245885536962745/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=1802245885536962745&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/1802245885536962745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/1802245885536962745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2011/02/buta-bisa-melihat-pakai-argus-ii.html' title='Buta Bisa Melihat Pakai Argus II'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-5624690868248012846</id><published>2011-02-17T04:36:00.000-08:00</published><updated>2011-10-25T02:42:30.926-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hiburan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='luar negeri'/><title type='text'>Resep Rahasia Coca-Cola Ditemukan, Ayo Racik Sendiri</title><content type='html'>Selama ini minuman bersoda Coca-Cola menjadi produk minuman kegemaran banyak orang. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, memilih minuman bersoda dengan rasa khas ini untuk menemani saat santai ataupun di saat hari raya keagamaan. Tapi, di luar perusahaan, adakah yang tahu resep untuk membuat minuman ini? Apa saja bahan yang digunakan untuk membuat Coca-Cola, menjadi rahasia perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kini perusahaan Coca-Cola bisa kebakaran jenggot. Berdasarkan berita yang dilansir dari laman online The Telegraph, Selasa (15/2/2011), website Thisamericanlife.org mengklaim menemukan resep rahasia untuk membuat Coca-Cola dengan citarasa yang sama seperti yang dipasarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin misteri resep mengenai minuman bercitarasa khas yang diracik oleh seorang apoteker obat, John Pemberton, pada tahun 1886 itu bisa ditemukan oleh pengelola website tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabarnya, daftar resep diperoleh dari sebuah foto dalam artikel Atlanta Journal-Constitution edisi 8 Februari 1979. Foto itu menunjukkan seseorang yang memegang sebuah buku resep yang terbuka. Resep tersebut dinyatakan sebagai replika resep seperti yang dimiliki oleh Pemberton. Bahkan, bahan dan jumlah yang digunakan untuk membuat minuman Coca-Cola, ditunjukkan dalam foto itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut The Telegraph, berdasarkan isi artikel Atlanta Journal-Constitution, resep berisi langkah-langkah dan bahan-bahan yang digunakan untuk meracik minuman Coca-Cola. Bahan-bahan rahasia merupakan satu kesatuan utuh yang harus ada dalam pembuatan Coca-Cola dan disebut sebagai formula rahasia, yakni Merchandise 7X. Meskipun formula yang digunakan hanya satu persen dalam pembuatan minuman, Merchandise 7X bisa menghasilkan minuman ringan bersoda dengan rasa yang khas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, resep resmi yang berisi formula dalam membuat minuman Coca-Cola tersimpan dalam lemari besi di satu tempat di Atlanta, Georgia. Lemari besi itu kabarnya selalu dijaga petugas keamanan selama 24 jam penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah Resep Rahasia Itu (berdasarkan versi temuan yang dilampirkan The Telegraph) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fluid extract of Coca 3 drams USP&lt;br /&gt;Citric acid 3 oz&lt;br /&gt;Caffeine 1oz&lt;br /&gt;Sugar 30 (it is unclear from the markings what quantity is required)&lt;br /&gt;Water 2.5 gal&lt;br /&gt;Lime juice 2 pints 1 qrt&lt;br /&gt;Vanilla 1oz&lt;br /&gt;Caramel 1.5oz or more to colour&lt;br /&gt;7X flavour (use 2oz of flavour to 5 gals syrup)&lt;br /&gt;Alcohol 8oz&lt;br /&gt;Orange oil 20 drops&lt;br /&gt;Lemon oil 30 drops&lt;br /&gt;Nutmeg oil 10 drops&lt;br /&gt;Coriander 5 drops&lt;br /&gt;Neroli 10 drops&lt;br /&gt;Cinnamon 10 drops&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang menggemari minuman Coca-Cola dan senang untuk racik-meracik bahan minuman, selamat mencoba. Siapa tahu minuman racikan Anda berasa sama seperti yang dibuat oleh John Pamberton.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-5624690868248012846?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://wisata.kompasiana.com/kuliner/2011/02/16/resep-rahasia-coca-cola-ditemukan-ayo-racik-sendiri/' title='Resep Rahasia Coca-Cola Ditemukan, Ayo Racik Sendiri'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/5624690868248012846/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=5624690868248012846&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/5624690868248012846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/5624690868248012846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2011/02/resep-rahasia-coca-cola-ditemukan-ayo.html' title='Resep Rahasia Coca-Cola Ditemukan, Ayo Racik Sendiri'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-4074587516680733978</id><published>2011-02-17T04:32:00.000-08:00</published><updated>2011-10-25T02:43:19.999-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik'/><title type='text'>Kepulangan TKI Jeddah Berkat Rp1000</title><content type='html'>Berita mengembirakan mengenai para pahlawan devisa mencuat di media massa. Sebanyak 566 orang TKI penghuni kolong jembatan Khandara, Jeddah, Arab Saudi, akan dipulangkan ke kampung halamannya. Pelaksanaan pemulangan yang dibagi dalam dua gelombang, dimulai bertepatan dengan momen hari kasih sayang (14/2), besok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, inilah hadiah bagi para TKI dari pemerintah Indonesia di hari Valentine. Hadiah sebagai wujud kasih sayang yang terlambat diberikan. Mengingat, banyak cerita duka yang mereka alami selama 'numpang' berteduh di bawah jembatan flyover itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pernyataan Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah, para TKI tersebut terlunta-lunta di kolong jembatan akibat gaji yang tidak dibayar, dianiaya majikan, dipaksa bekerja melebihi waktu yang sudah ditentukan, paspor yang ditahan majikan saat melarikan diri dalam keadaan ketiadaan dana untuk kembali ke tanah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepedulian pemerintah terhadap nasib para TKI tersebut terkesan dilakukan secara terpaksa. Inisiatif untuk memulangkan para TKI tercipta setelah 'dilecut' dengan aksi pengumpulan koin Rp 1.000 untuk kepulangan TKI, yang digagas Migrant Care, Kontras, dan Walhi. Satu cerita menyedihkan TKI di kolong jembatan Khandara dialami oleh TKI yang bernama Halimah pada 2009. Ia meninggal akibat sakit selama 1,5 tahun dan tidak dapat bertahan hidup. Beruntung, jenazahnya bisa dipulangkan kembali ke Indonesia, untuk diserahkan pada pihak keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi solidaritas pengumpulan koin Rp 1.000 tidak hanya dilakukan di Indonesia. Ribuan TKI yang berada di Singapura ikut serta dalam aksi tersebut. Berdasarkan pemberitaan Kompas.com, Minggu (23/1/2011) lalu, sekitar 92.000 TKI yang bekerja sebagai pembantu rumahtangga di Singapura menyampaikan rasa simpati mereka dan menyumbang Rp 1.000 untuk rekan mereka yang bernasib kurang beruntung di Arab Saudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dilakukan oleh LSM yang peduli akan nasib TKI dan rekan sesama TKI tersebut sempat ditolak oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar. Menurut pria berkacamata yang akrab disapa Cak Imin, pemerintah memiliki anggaran untuk kepulangan para TKI. Kendala yang dihadapi pemerintah di lapangan untuk memulangkan para TKI adalah MoU antara Indonesia dan Arab Saudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ketua Himpunan Pengusaha Jasa TKI (Himsataki) Yunus M. Yamani dalam Pikiran Rakyat Online, Jumat (14/01/2011), berdasarkan perhitungan di atas kertas, rata-rata penempatan TKI ke Arab Saudi sebanyak 15.000 hingga 20.000 orang. Perusahaan jasa TKI (PJTKI) wajib membayar Rp 400 ribu per TKI yang ditempatkan di Arab Saudi. Dana tersebut dibayarkan ke konsorsium asuransi. Selain itu, ada kewajiban untuk membayar 15 US Dolar kepada pemerintah sebagai dana perlindungan yang masuk dalam kas pendapatan negara bukan pajak (PNPB). Bila dinominalkan setiap bulannya, sekitar Rp 6-8 Milyar yang masuk ke konsorsium asuransi dan sekitar 225-300 ribu US Dolar yang masuk ke negara. Nominal yang sangat fantastis yang diraup setiap bulannya, namun, masih saja lamban kinerja pemerintah untuk memulangkan para TKI yang ada di kolong jembatan Khandara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski terlambat, para TKI yang dipulangkan dari Arab Saudi pasti penuh suka cita. Penderitaan mereka selama terkatung-katung di sana, berakhir sudah. Para TKI yang diangkut dalam gelombang pertama berjumlah 306 orang di hari kasih sayang, sedangkan 260 orang TKI yang tersisa akan tiba keesokan harinya. Dana pemulangan para TKI ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah menggunakan dana Kemenlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, menggerakkan kinerja pemerintah harus dilakukan dengan memuntahkan 'pelor' Rp 1.000. Saat 'pelor' itu melesat kilat dengan atmosfer aksi damai, pengambil kebijakan mulai berlari kencang agar tidak didahului para penggiat LSM peduli TKI dan para TKI yang bersimpati. Meski koin Rp 1.000 yang terkumpul tidak digunakan dalam pemulangan para TKI tersebut, Anis mengatakan akan memanfaatkan dana yang terkumpul untuk tujuan awal dilakukannya aksi. Yakni, penanganan dan perlindungan para TKI yang bermasalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat datang ke tanah air, para pahlawan devisa. Selamat berbagi kasih dengan keluarga tercinta. Semoga pertemuan dengan keluarga bisa menghapus sedikit luka perih selama berada di kolong jembatan Khandara.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-4074587516680733978?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/4074587516680733978/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=4074587516680733978&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/4074587516680733978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/4074587516680733978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2011/02/kepulangan-tki-jeddah-berkat-rp1000.html' title='Kepulangan TKI Jeddah Berkat Rp1000'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-9182429096638806550</id><published>2009-08-22T04:45:00.000-07:00</published><updated>2011-10-25T02:44:12.859-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hiburan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik'/><title type='text'>Megawati Minta Dimasakkan Menu Tradisional Kalbar</title><content type='html'>Chef Masak Diawasi 3 Orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;KEDATANGAN calon presiden Megawati Soekarnoputri ke Kalbar tidak hanya melakukan kampanye. Ia juga ingin mengicip masakan khas asal Kalbar. Melalui asistennya, ia berpesan kepada Karolin Margret Natasa agar masakan tradisional disuguhkan dalam menu yang dihidangkan di hotel Grand Mahkota Pontianak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permintaan yang diinginkan Megawati sempat membuat putri Gubernur Cornelis mengerutkan kening. Ia sempat bingung untuk menyajikan apa. Akhirnya, perempuan yang akrab disapa Karol itu memilih menu cencalok, sayur keladi, dan semur jengkol.&lt;br /&gt;"Saya memesan pada koki hotel untuk menyiapkan masakan tradisional tersebut. Mungkin ibu (Megawati) ingin mencicip seperti apa sih rasa makanan tradisional Kalbar," tuturnya kepada Tribun usai Megawati melakukan video conference di hotel Grand Mahkota, Senin (15/6) malam.&lt;br /&gt;Cencalok merupakan udang ebi yang diawetkan dengan cara fermentasi sehingga berasa agak asam dan berwarna merah muda. Makanan ini biasa disantap oleh masyarakat yang tinggal di pedesaan. &lt;br /&gt;Karol mengaku kagum dengan orang nomor satu di PDIP itu. Menurutnya, Megawati sangat low profile dan tidak pemilih dalam urusan makan. Menu kampung seperti yang disediakan berdasarkan pesanan tersebut disantap dengan nikmat oleh Megawti.&lt;br /&gt;"Beliau juga sangat bersahabat. Ketika turun dari pesawat, ibu kaget melihat saya belum melahirkan. Beliau fikir, usia kandungan saya sudah cukup. Padahal, masih delapan bulan," katanya seraya tersenyum.&lt;br /&gt;Anggota DPR RI terpilih periode 2009-2014 itu, mengaku, tidak direpotkan dengan permintaan Megawati. Karena, bahan dasar yang digunakan untuk memasak menu yang diminta, bisa diperoleh di pasar tradisional dengan mudah.&lt;br /&gt;Namun, ia sempat bingung siapa yang akan memasak menu tersebut. Menurutnya, ada chef dari Jakarta yang dibawa rombongan. Tapi, apakah bisa mengolah bahan dasar menjadi makanan yang enak untuk disantap.&lt;br /&gt;"Kita melakukan koordinasi dengan pihak hotel. Syukurlah, mereka mengatakan ada chef yang bisa memasak cencalok. Kalau tidak ada, bisa kelimpungan juga mencari chef-nya," ujarnya. Chef yang menjadi juru masak tersebut adalah Suyanto. &lt;br /&gt;Menurut Suyanto, dirinya kaget ketika ada request makanan tradisional seperti itu. Apalagi, ia tidak mengetahui apa itu cencalok dan bagaimana bentuknya. Order yang diterimanya sebelum kedatangan Megawati itu, digunakan mantan karyawan Hotel Indonesia itu mencari informasi mengenai cencalok.&lt;br /&gt;Pria asal Cepu itu bertanya pada pegawai hotel asli putra daerah. Berdasarkan informasi yang didapatkan, Suyanto akhirnya mencari sendiri bahan dasarnya di pasar Dahlia. Menurutnya, itu merupakan pertama kalinya ia mengetahui bentuk cencalok selama berada di Pontianak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diawasi&lt;br /&gt;Bukan perkara gampang untuk menyediakan masakan hasil olahan yang disuguhkan untuk tokoh penting. Menurut Suyanto, ada prosedur standar yang harus dilalui sebelum masakannya bisa disantap. Yakni, melalui pengawasan tim dokter dan pengamatan melalui laboratorium.&lt;br /&gt;"Ada delapan orang dokter dalam tim yang mengawasi konsumsi beliau (Megawati). Tiga diantaranya, bertugas mengawasi mulai dari bahan dasar, mengirisnya, hingga proses memasak," katanya.&lt;br /&gt;Pria yang pernah menjuarai kompetisi masakan tradisional ini, mengatakan, awalnya sempat grogi juga bekerja dengan pengawasan ketat seperti itu. Namun, karena sering memasak untuk tokoh penting di Indonesia ketika bekerja di tempat lama, ia mulai terbiasa.&lt;br /&gt;"Yang diawasi tidak hanya untuk masak cencalok saja. Tapi, untuk masakan kepiting lada hitam, semur jengkol, dan tumis pakis yang di-request beliau untuk santap malam. Sedangkan santap siangnya beliau minta disediakan semur jengkol dan sayur kulit keladi," tuturnya.&lt;br /&gt;Suyanto merasa bangga dan puas karena apa yang diolahnya bisa dinikmati oleh para tokoh penting. Apalagi, kalau masakan tersebut ludes dilahap. Menurutnya, perasaan tersebut tidak bisa digambarkan.&lt;br /&gt;"Pokoknya, sangat puas. Karena, yang menikmati hasil olahan kita bukan orang sembarangan. Mereka merupakan tokoh penting yang berpengaruh di Indonesia," ujarnya. Selain Megawati, pria yang memiliki tiga anak ini pernah memasak menu request dari mantan presiden lain. Menurutnya, hanya mantan presiden Soekarno saja yang tidak mencicipi masakannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-9182429096638806550?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/9182429096638806550/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=9182429096638806550&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/9182429096638806550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/9182429096638806550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2009/08/megawati-minta-dimasakkan-menu.html' title='Megawati Minta Dimasakkan Menu Tradisional Kalbar'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-1827800663649349050</id><published>2009-08-22T04:40:00.000-07:00</published><updated>2011-10-25T02:45:08.980-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Putus Cinta Lewat Yahoo Messenger</title><content type='html'>Operator Warnet Teguk Racun Serangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Gara-gara diputuskan melalui layanan komunikasi Yahoo Messenger, operator warung internet (warnet) Bagas nekad meminum racun serangga di tempat dirinya bekerja di Jl. Kom Yos Sudarso, Selasa (18/8) malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Beruntung, nyawanya bisa diselamatkan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menurut pemilik warnet, Darma, tindakan tersebut di ketahui oleh Agus, sepupu Bagas, yang sedang browsing internet di tempat yang sama. Menurutnya, sebelum minum racun serangga, Bagas menunjukkan pada sepupunya, cairan yang disimpan di botol minuman kemasan.&lt;br /&gt;"Coba lihat, ini apa?" tutur Darma kepada Tribun, Rabu (19/8), menirukan perkataan yang diucapkan oleh Bagas pada Agus. Ketika botol kemasan diarahkan padanya, Agus mengaku mencium aroma racun serangga. &lt;br /&gt;Gelagat aneh dari Bagas itu dilaporkan Agus pada adik pemilik warnet, yang sedang berada di luar ruangan.&lt;br /&gt;Ketika masuk, Agus menemukan Bagas yang bekerja sebagai operator warnet sudah sempoyongan di depan komputer. Pemuda itu langsung dilarikan ke Rumah Sakit Santo Antonius Pontianak. Ia mendapatkan perawatan di Ruang Markus, dan keluar pada Rabu siang.&lt;br /&gt;Kenekadan Bagas mereguk racun serangga dikarenakan pertengkaran kecil dengan pacarnya, Nv (Novi), melalui Yahoo Messenger. Pertengkaran tersebut berujung pada kata putus oleh Nv.&lt;br /&gt;"Pacarnya merasa sudah tidak diperhatikan lagi oleh Bagas. Selama listrik byarpet, warnet memang jarang beroperasi. Ketika Bagas mau online, eh, lampu padam. Padahal, biasanya mereka saling berhubungan setiap harinya. Itu sebabnya komunikasi mereka di dunia maya terputus," kata Darma.&lt;br /&gt;Ia mengatakan, karyawannya itu sudah setahun ini berhubungan dengan Nv yang berada di Jakarta. Perkenalan mereka juga tidak disengaja, berawal dari satu grup komunitas game online IBS.&lt;br /&gt;"Bermain game dalam satu grup, mengharuskan mereka saling bantu untuk menaikkan level permainan. Selain bermain, game tersebut juga bisa digunakan untuk chatting. Merasa cocok, mereka saling tukaran alamat e-mail. Hubungan semakin dekat satu sama lain melalui Yahoo Messenger," ujarnya.&lt;br /&gt;Meski dekat melalui dunia maya, lanjutnya, Bagas tidak pernah bertemu dengan Nv. Ini dikarenakan, jarak yang begitu jauh. Mereka hanya berhubungan melalui sambungan telepon, game online, dan Yahoo Messenger. &lt;br /&gt;Menurut Darma, mungkin ketika berkomunikasi bersama Nv pada Selasa malam lalu, Bagas sudah tidak bisa menahan diri lagi. Luapan emosi tersebut dilampiaskan dengan mereguk racun serangga.&lt;br /&gt;Sebelum sempoyongan, Bagas sempat memposting status baru dalam jejaring pertemanan facebook. Status tersebut berbunyi : Terima kasih pada seluruh teman-temanku yang telah setia menemaniku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-1827800663649349050?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/1827800663649349050/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=1827800663649349050&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/1827800663649349050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/1827800663649349050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2009/08/putus-cinta-lewat-yahoo-messenger.html' title='Putus Cinta Lewat Yahoo Messenger'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-5235342921513963293</id><published>2009-05-09T14:40:00.000-07:00</published><updated>2011-10-25T02:45:56.005-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Nyambi Fotografer 1 Jam 250 dollar</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/SgX7OsOOlbI/AAAAAAAAAF4/3pGU5t6IOhQ/s1600-h/Rudi_dgn+latar+belakang+kampusnya+di+Washington_istimewa.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/SgX7OsOOlbI/AAAAAAAAAF4/3pGU5t6IOhQ/s320/Rudi_dgn+latar+belakang+kampusnya+di+Washington_istimewa.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333945563497797042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;BEBERAPA negara mengizinkan mahasiswa yang berasal dari negara luar untuk bekerja di luar waktu kuliahnya. Satu mahasiswa asal Pontianak yang menjalani kuliah sembari kerja adalah Rudi Sugito, yang mengenyam pendidikan di Tacoma Community College, Washington.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa jurusan Advertising and Public Relations ini, menganggap, pengalaman yang di peroleh saat kuliah di luar negeri lebih bervariasi. Berbeda bila mengenyam pendidikan di negara sendiri.&lt;br /&gt;"Saya punya experience International friendship (pengalaman pertemanan antar negara). Education system di luar negeri juga lebih efektif. Tahu tentang apa yang tidak ada di Indonesia. Misalnya, cuaca dan peraturan yang berlaku di sini (Washington)," tuturnya kepada Tribun melalui layanan Yahoo Messenger, Rabu (6/5). &lt;br /&gt;Pengalaman lain yang ia peroleh adalah bekerja sebagai fotografer untuk brosur event. Rudi juga aktif sebagai seorang fotografer jurnalis majalah kampusnya, The Challenge, yang sudah dijalani selama sembilan bulan.&lt;br /&gt;Pekerjaan yang disesuaikan dengan jadwal kuliah, harus bisa diatur oleh lulusan SMA 1 Pontianak ini. Agar, tidak mengganggu kuliahnya dan mendapatkan penghasilan. Pendapatannya sebagai fotografer brosur event dalam satu jam adalah 8 USD 20 sen. Selama sepekan, waktu maksimal bekerja adalah 19 jam.&lt;br /&gt;"Kalau dapat kerjaan untuk foto suatu event, saya pasang charge (biaya) berbeda. Satu jam untuk pekerjaan tersebut adalah 250 USD. Cukup lah, sebulan bisa dapet 1.000-an USD, gitu. Penghasilan tersebut bisa untuk biaya bensin dan makan saya di sini," katanya.&lt;br /&gt;Banyak keuntungan yang diperolehnya sebagai fotografer jurnalis. Kesempatan untuk bertemu banyak orang dan melakukan diskusi. Selain itu, ia juga pernah bertemu dengan beberapa orang terkenal.&lt;br /&gt;Menurut Rudi, ia pernah mewawancarai Edward Zwick sutradara film Blood Diamond yang diperankan oleh Leonardo Dicaprio dan Jennifer Connelly. Wawancara dilakukan saat peluncuran film terbaru Zwick berjudul Defiance pada Desember 2008. Film tersebut dibintangi oleh aktor pemeran agen 007, Daniel Craig.&lt;br /&gt;"Saya juga interview dua bintang di film tersebut. Yakni Tab Benoit dan Barry. Sebagai mahasiswa, kesempatan seperti ini jarang didapat. Sayang, Daniel Craig ketika itu tidak bisa datang," ujarnya kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demam&lt;br /&gt;Ia mengatakan, dukungan dan restu dari orangtua sangat penting dalam menuntut ilmu. Dua hal itu yang membuat dirinya semakin terpacu mengikuti mata kuliah di kelas. Selain itu, syarat yang menjadi keharusan untuk dimiliki oleh semua mahasiswa yang kuliah di luar negeri adalah mandiri.&lt;br /&gt;Banyak kendala yang dihadapi ketika pertama kali menginjakkan kaki di negara bagian Amerika Serikat yang berjarak sekitar 30 menit dari Kota Seattle itu. Kondisi cuaca yang berbeda dengan Indonesia, pernah menyebabkan dirinya demam.&lt;br /&gt;"Menuju Washington dari Jakarta, cuaca masih panas. Ketika tiba di bandar udara Internasional Dulles, bekunya minta ampun. Ketika itu, akhir Maret saat spring quarter (musim semi). Saya awalnya cuma tahu kalau musim semi, tuh, tidak sampai mengakibatkan salju," ujarnya.&lt;br /&gt;Betapa kagetnya Rudi saat mengetahui bahwa suhu di Washington ketika itu adalah tiga derajat Celcius. Bahkan, hari ke tiga kedatangannya, salju turun dan memenuhi kiri kanan badan jalan. Rendahnya suhu menyebabkan telinganya sakit. Bahkan, bibirnya pecah-pecah.&lt;br /&gt;Apesnya, ia hanya membawa satu long coat dari Jakarta dan berencana untuk membeli lagi saat akhir tahun. Belum lagi kalau musim hujan tiba. Kota bisa terkena curahan air sampai tiga hingga empat hari secara terus menerus. Ia mengatakan, seiring berjalannya waktu, tubuhnya bisa menyesuaikan keadaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Homesick&lt;br /&gt;Menetap sementara bersama keluarga daerah setempat (homestay) dijalani Rudi ketika tiba di Washington. Itu dilakukan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dan peraturan yang berlaku.&lt;br /&gt;Meski homestay, perasaan rindu dengan keluarga di rumah (homesick) masih mendera dirinya. Apalagi, ia masih menyesuaikan metode belajar yang diterapkan. Masa transisi tersebut secara perlahan diatasinya.&lt;br /&gt;"Kalau di Indonesia, saya sering makan malam bareng keluarga. Berbeda dengan keluarga bule. Mereka jarang makan malam bareng keluarga. Kalau ingat makan bersama keluarga, suasana homesicknya datang," katanya.&lt;br /&gt;Selain pengalaman homesick, Rudi juga mempunyai pengalaman lucu ketika pertama kali mengikuti perkuliahan. Kejadian lucu tersebut dialami di kelas Kalkulus, hari pertama. Ketika itu, dosen menanyakan apa restoran favorit mahasiswa di Seattle.&lt;br /&gt;"Satu per satu mahasiswa lain menyebutkan nama restoran favorit mereka. Yang berkelas lah, mahal lah, dan sebagainya. Tiba giliran saya, saya kebingungan. Restoran apa ya?. Dalam pikiran saya cuma ada MC donald dan saya utarakan. Terus, mereka ketawa semua," tuturnya.&lt;br /&gt;Menurutnya, saat itu ia dalam keadaan panik. Lagipula, belum pernah menginjakkan kaki di Seattle. Apapun yang terlintas di benaknya, langsung diucapkan. Otomatis, jawabannya tersebut menjadi bahan tertawaan teman sekelasnya. Terlebih, hanya ia seorang yang berasal dari Benua Asia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FOTO : Istimewa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-5235342921513963293?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/5235342921513963293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=5235342921513963293&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/5235342921513963293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/5235342921513963293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2009/05/nyambi-fotografer-1-jam-250-dollar.html' title='Nyambi Fotografer 1 Jam 250 dollar'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/SgX7OsOOlbI/AAAAAAAAAF4/3pGU5t6IOhQ/s72-c/Rudi_dgn+latar+belakang+kampusnya+di+Washington_istimewa.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-5838909229031277378</id><published>2009-05-09T14:33:00.000-07:00</published><updated>2011-10-25T02:46:51.650-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Inep Nangis di Vihara Rayakan Waisak Jauh dari Keluarga</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/SgX3wm7AiiI/AAAAAAAAAFw/JGa_ey6f2UE/s1600-h/n1322844837_30423141_1886682.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/SgX3wm7AiiI/AAAAAAAAAFw/JGa_ey6f2UE/s320/n1322844837_30423141_1886682.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333941748144048674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;PONTIANAK, TRIBUN - Inep, warga Lombok yang bekerja sebagai baby sitter di Pontianak, menangis di Vihara Dharma Sirijaya saat menjalankan ibadah perayaan hari raya Waisak 2553 di Jl Parit Baru II Gg Flamboyan III Sungai Raya, Sabtu (9/5).&lt;br /&gt;Berdasarkan penuturannya kepada umat Budha bernama Supagat, setelah beberapa tahun berada di Pontianak, ia baru menemukan Vihara yang menggunakan Bahasa Phali dalam menjalankan doa. Karena, bahasa itulah yang digunakan di kampungnya setiap menjalankan ibadah.&lt;br /&gt;"Inep diantar oleh adik kandung majikannya. Awalnya diantarkan ke vihara lain. Namun, ia merasa tidak cocok. Kemudian dikabari oleh umat di situ untuk datang ke sini. Awalnya mereka sempat tersesat. Setelah tanya-tanya, mereka sampai juga," katanya.&lt;br /&gt;Menurut Supagat, Inep merasa teringat merayakan Waisak bersama keluarganya di kampung. Ketika Tribun mencoba mengkonfirmasi, Inep enggan mengatakan apapun. Sambil tersenyum, ia menghindar menuju jalan gang untuk mengikuti prosesi Pindapata.&lt;br /&gt;Prosesi tersebut berupa Bikkhu berkeliling ke rumah warga membawa wadah bundar berwarna perak. Wadah tersebut digunakan untuk menerima makanan yang diberikan oleh umat. Umat secara sukarela memberikan makanan ataupun minuman kepada Bikkhu, dengan menunggu di tepi jalan.&lt;br /&gt;Pemuda Theravada Indonesia Kalbar Rudi Purwanto, mengatakan, prosesi Pindapata tersebut baru dilakukan oleh umat dalam merayakan hari raya Waisak 2553 ini. Sebelumnya, prosesi tersebut tidak pernah dilakukan.&lt;br /&gt;"Kita mencoba melakukan prosesi ini untuk memaknai Trisuci Waisak di Pontianak. Sama seperti yang dilakukan oleh Bhikku bersama umat Budha di tempat lainnya. Kebetulan, perayaan Waisak oleh umat Theravada dipusatkan di vihara ini," ujarnya.&lt;br /&gt;Ada dua Bhikku dan seorang Sayalay yang berkeliling membawakan wadah bundar. Yakni Bikkhu Thitayanno, Bhikku Ciradhammo, dan Sayalay Hirima. Sambil berjalan pelan tanpa alas kaki, mereka mengitari rumah umat.&lt;br /&gt;Satu persatu umat yang memegang makanan yang akan diberikan kepada Bhikku dan Sayalay, dengan sabar menunggu didatangi. Meski panas terik, umat sangat antusias menjalankan prosesi ini. &lt;br /&gt;Bhikku Thitayanno, mengatakan, bila ada makanan lebih yang mereka terima dari umat, biasanya akan diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Bhikku akan mengumpulkan dan disalurkan untuk panti asuhan atau panti jompo. &lt;br /&gt;"Tapi, kalau makanan yang terkumpul sekarang, akan kita bagi-bagikan untuk umat yang hadir. Agar bisa mencicip makanan ini bersama-sama. Kita ingin agar umat bisa menikmati dan merasakan makna ketika mereka memberikan dan menerima sesuatu," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berfikir Jernih&lt;br /&gt;Menurut Bhikku Thitayanno, perayaan Waisak yang dirayakan umat Budha kali ini bertemakan Kehadiran Buddha Sumber Keharmonisan dan Keutuhan Bangsa. Kerukunan antar umat beragama merupakan hal yang mutlak dilakukan. Terutama mengantisipasi potensi timbulnya konflik dalam suasana perpolitikan.&lt;br /&gt;"Setiap umat harus meningkatkan kualitas spiritual mereka dan tidak melakukan sesuatu yang bisa merugikan orang lain ataupun diri sendiri. Umat juga harus selalu berfikir jernih dalam setiap tingkah laku untuk menghindari perpecahan antar agama," katanya.&lt;br /&gt;Berfikir jernih dapat dilakukan dengan cara meditasi. Agar, batin setiap orang merasa tenang. Selain itu, umat dianjurkan untuk selalu membaca buku-buku yang meningkatkan nilai spiritual. Sehingga, umat tahu bagaimana berlaku bijaksana dalam bertindak.&lt;br /&gt;Bhikku Thitayanno, mengatakan, tujuan dari berfikir jernih adalah untuk pencerahan batin. Menurutnya, segala tindakan merupakan cermin dari kualitas batin yang dimiliki setiap individu. Bila pencerahan batin sudah tercapai, kehidupan akan menjadi tenang dan damai.&lt;br /&gt;"Otomatis, perilaku keseharian mereka akan baik. Bila sudah ada kedamaian dalam batin, baru kemudian capai kesejahteraan materi. Agar materi yang diperoleh tersebut murni tanpa merugikan orang lain, setiap orang harus baik dahulu," ujarnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-5838909229031277378?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/5838909229031277378/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=5838909229031277378&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/5838909229031277378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/5838909229031277378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2009/05/inep-nangis-di-vihara-rayakan-waisak.html' title='Inep Nangis di Vihara Rayakan Waisak Jauh dari Keluarga'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/SgX3wm7AiiI/AAAAAAAAAFw/JGa_ey6f2UE/s72-c/n1322844837_30423141_1886682.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-2263109625699142194</id><published>2009-05-09T08:32:00.001-07:00</published><updated>2011-10-25T02:47:26.659-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Teman Sekamar dari Kazakstan</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/SgX2TbanU6I/AAAAAAAAAFo/3ax7RFS3osY/s1600-h/Vila+Heffany_Mahasiswi+di+Kuala+Lumpur_istimewa.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/SgX2TbanU6I/AAAAAAAAAFo/3ax7RFS3osY/s320/Vila+Heffany_Mahasiswi+di+Kuala+Lumpur_istimewa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333940147327554466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;MESKI tak pernah jauh dari orangtua sebelumnya, Vila Heffany nekad melanjutkan pendidikannya ke luar negeri. Negara pilihannya adalah Malaysia dan kuliah di APIIT/UCTI (University College of Technology and Innovation) jurusan International Business Management.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjalani kuliah dengan menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, sempat menjadi kendala bagi sulung dari empat bersaudara ini. Namun, hal itu dengan cepat ia siasati dengan menyesuaikan diri pada mata kuliah tersebut.&lt;br /&gt;"Kalau ngomong pakai Bahasa Indonesia atau Melayu, bagaimana dengan pelajar dari Kazakstan, Iran, dan lainnya. Mereka bakal ndak mengerti si lecture ngomongin apa," katanya kepada Tribun melalui layanan Yahoo Messenger, Selasa (5/5).&lt;br /&gt;Pernah, Vila merasa kelimpungan mengikuti kelas Business law Malaysia. Menurutnya, kesulitan dirinya mengikuti kelas tersebut adalah menghafal pasal-pasal dalam hukum Malaysia beserta kasus-kasus yang terjadi.&lt;br /&gt;"Bayangin saja. Hukum Indonesia saja Vila belum mengerti. Apalagi, disuruh belajar Hukum Malaysia yang lebih banyak mengacu pada Hukum Inggris. Tapi, itu cerita waktu awal masuk. Sekarang, tidak jadi masalah," katanya.&lt;br /&gt;Kuliah ke luar negeri menjadi pilihan Vila setelah lulus dari SMAN 1 Pontianak pada 2008 lalu. Ia beralasan, rugi kalau tidak mengaplikasikan Bahasa Inggris yang sudah dipelajari. Apalagi, suasana belajar sangat mendukung dengan fasilitas yang lengkap.&lt;br /&gt;Pertama kali menginjakkan kaki di Malaysia, semua kebutuhan selama menjalani kuliah sudah diakomodir oleh pihak kampus dan penyelenggara di Pontianak. Vila langsung dijemput dan diantar ke tempat tinggal yang berada di kompleks kampus.&lt;br /&gt;"Kita langsung ditempatkan di rumah tinggal bersama dengan mahasiswa lainnya. Tetapi, tidak beramai-ramai. Satu kamar dihuni dua orang. Housemate Vila berasal dari Kazakstan. Namanya Dana Madiyeva," tuturnya.&lt;br /&gt;Setelah setahun bertempat tinggal di kompleks kampus, Vila memutuskan mencari tempat tinggal yang agak murah. Menurutnya, ia menyewa apartment bersama temannya asal Indonesia, Sabah, dan Sri Lanka.&lt;br /&gt;Bertemu dengan mahasiswa yang berasal dari negara lain, merupakan keuntungan tambahan yang didapatkan putri pasangan Hefni Abdul Muthalib dan Nita Kandini. Koleksi temannya tidak hanya berasal dari Indonesia. Namun, berasal dari beberapa negara.&lt;br /&gt;"Mengenal mereka, otomatis mengenal kebiasaan yang mereka bawa dari negaranya. Selain itu, bisa mengenal budaya mereka seperti apa. Karena, kita biasanya saling cerita sebelum tidur," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Bagus&lt;br /&gt;Belajar di luar negeri bisa lebih fokus terhadap mata kuliah yang diambil. Selain itu, kelengkapan penunjang dalam belajar sangat membantu untuk menguasai materi kuliah. Menurut Vila, hal itu berbeda dengan penyelenggara yang ada di Indonesia.&lt;br /&gt;"Sistem belajar di luar negeri lebih jelas. Kita belajar apa yang kita mau. Artinya, mata kuliah yang dipelajari sesuai dengan jurusan. Menamatkan kuliah juga bisa lebih cepat. Tiga tahumn bisa dapat gelar Strata-1," tuturnya.&lt;br /&gt;Banyak kegiatan setelah kuliah yang bisa diikuti oleh mahasiswa. Antara lain tenis lapangan, bebas akses internet, dan lainnya. Bahkan, mahasiswa juga dibebaskan untuk mengikuti organisasi sesuai dengan keinginan.&lt;br /&gt;Vila mengatakan, pengalaman dan wawasan bagi mahasiswa yang kuliah di luar negeri lebih luas. Meski begitu, tidak melunturkan adat budaya dari negara asal. Menurutnya, bersama mahasiswa asal Indonesia pada Bulan Juni ada kegiatan Musical Teather.&lt;br /&gt;"Kita menunjukkan tarian atau musik dari daerah masing-masing. Selain mengingat budaya asal, ajang ini juga untuk bersilaturahmi. Sesama warga negara Indonesia, kita harus saling support dan mengingatkan," ujarnya. (arthurio oktavianus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips Kuliah di Luar Negeri :&lt;br /&gt;1. Anggap sesama mahasiswa dari negara lain sebagai saudara yang sama-sama merantau&lt;br /&gt;2. Jangan malu untuk duluan menyapa teman&lt;br /&gt;3. Niat untuk kuliah harus kuat, bukan sekadar prestise mencicip kuliah di luar negeri.&lt;br /&gt;4. Rajin bertanya dan mengulang mata kuliah, agar cepat menyesuaikan metode belajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FOTO : Istimewa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-2263109625699142194?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/2263109625699142194/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=2263109625699142194&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/2263109625699142194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/2263109625699142194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2009/05/teman-sekamar-dari-kazakstan_09.html' title='Teman Sekamar dari Kazakstan'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/SgX2TbanU6I/AAAAAAAAAFo/3ax7RFS3osY/s72-c/Vila+Heffany_Mahasiswi+di+Kuala+Lumpur_istimewa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-6757940581306751849</id><published>2009-03-14T07:42:00.001-07:00</published><updated>2011-10-25T02:48:55.838-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Anak-Anak Kerubuti Honey Bee</title><content type='html'>PONTIANAK, TRIBUN - Kolam renang JC Oevang Oeray di komplek Gedung Olahraga Pangsuma Pontianak dipenuhi sekitar 500 pengunjung yang menghabiskan masa liburan tahun baru, Kamis (1/1). Sebagian besar pengunjung datang bersama keluarga maupun bersama rekannya.&lt;br /&gt;Pengunjung bernama Lina mengatakan, ia dan keluarga sengaja memilih menghabiskan hari libur dengan mengunjungi kolam renang. Menurutnya, pilihan tersebut merupakan permintaan kedua anaknya usai berbelanja di mal.&lt;br /&gt;"Anak-anak bisa berenang sepuasnya. Apalagi, kolam renang di sini lengkap dengan arena peluncuran. Kalau di tempat lain, kolam renangnya tidak dilengkapi arena peluncuran seperti di sini," tutur ibu dari Devin (6) dan Kristi (4).&lt;br /&gt;Lina mengatakan, kedua anaknya yang berenang di kolam khusus untuk anak ditemani oleh Santo, suaminya. Warga Sanggau itu hanya melihat anak dan suaminya berenang dari perahu kayu yang ada di pinggir kolam.&lt;br /&gt;Selain bisa menikmati berbagai arena yang disediakan pengelola kolam renang, pengunjung juga disapa seorang karyawan yang mengenakan kostum honey bee atau kostum boneka lebah. Suguhan itu dikhususkan untuk anak-anak yang ingin foto bersama ataupun sekadar untuk bersalaman.&lt;br /&gt;Seorang anak bernama Dea (4) tampak takut-takut menyalami karyawan berkostum honey bee. Ia ditemani ibunya, Rara, untuk mendekat dan menjulurkan tangan pada honey bee tersebut. Karyawan berkostum itu berkeliling dari satu kolam ke kolam lain. &lt;br /&gt;Menurut manajer kolam renang JC Oevang Oeray, Yani, ada juga karyawan yang mengenakan kostum Spongebob selain berkostum honey bee. Ia mengatakan, suguhan itu dipersembahkan kepada pengunjung hanya untuk hari tertentu saja. Seperti Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional.&lt;br /&gt;"Kita sengaja menyuguhkan atraksi itu untuk menghibur anak-anak. Biasanya, mereka menyukai tokoh kartun seperti Honey Bee dan Spongebob. Setidaknya, pengunjung anak-anak bertambah riang dengan kehadiran mereka," tuturnya.&lt;br /&gt;Yani mengakui adanya peningkatan pengunjung pada hari libur tahun baru. Bila hari biasa kolam renang dipenuhi pengunjung maksimal 200 orang, hari libur bisa mencapai 500 pengunjung bahkan lebih. Menurut Yani, kolam yang disediakan biasanya dijubeli pengunjung.&lt;br /&gt;Ramainya pengunjung juga disebabkan dengan penyebaran voucher gratis dari pengelola kolam renang untuk anak-anak berprestasi. Menurut Yani, voucher dibagikan melalui pihak sekolah ketika pembagian raport.&lt;br /&gt;"Kita berkerjasama dengan 16 sekolah di Pontianak. Setiap anak yang mendapatkan peringkat 1 hingga 10 mendapatkan dua voucher masuk gratis setiap anaknya. Voucher ini sudah kita sebarkan sekitar 6.000 lembar," kata manajer yang menyelesaikan kuliahnya di Kuala Lumpur, Malaysia.&lt;br /&gt;Yani mengatakan, dengan mendapatkan voucher tersebut anak berprestasi bebas biaya masuk sebesar Rp 20 ribu. Selain itu, pengunjung juga dapat berenang di kolam sepuasnya tanpa batasan waktu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapkan Peluncuran 9 Meter&lt;br /&gt;Pengunjung bisa berenang ke kolam dengan meloncat dari peluncuran setinggi empat meter. Selain itu, adapula luncuran balap, luncuran lebar, dan wahana ember tumpah. Menurut Yani, wahana ember tumpah selalu dikerubuti pengunjung dengan beramai-ramai menunggu air yang jatuh bila ember raksasa dipenuhi 1000 liter air.&lt;br /&gt;"Pengunjung biasanya menunggu ketika mendengar bunyi bel panjang. Mereka juga bersorak ketika air yang jatuh mengenai mereka. Kalau di luncuran lebar, mereka bisa berenang beramai- ramai. Karena, lebar luncuran mencapai 24 meter," tuturnya.&lt;br /&gt;Yani mengatakan, manajemen kolam renang sedang menyiapkan wahana baru untuk pengunjung. Yakni, peluncuran setinggi 9 meter. Menurutnya, peluncuran siap digunakan oleh pengunjung sekitar empat bulan mendatang.&lt;br /&gt;Saat ini, pondasi peluncuran tersebut sudah siap. Perlu penyelesaian peluncuran dan pemantapan wahana tahap akhir. Menurut Yani, peluncuran setinggi 9 meter diperuntukkan bagi pengunjung remaja yang menyukai tantangan adrenalin yang tinggi.&lt;br /&gt;Kolam renang JC Oevang Oeray tidak hanya diperuntukkan bagi pengunjung yang ingin berenang saja. Menurut Yani, mereka menawarkan tempat untuk pengunjung yang ingin merayakan ulang tahun. Selain itu, disediakan juga  member card bagi pengunjung yang ingin melakukan terapi melalui renang.&lt;br /&gt;"Pengunjung hanya membayar Rp 750 ribu dan mengisi form registrasi. Member card hanya berlaku selama 3 bulan, yang bisa digunakan setiap hari tanpa batas waktu. Kalau pengunjung dari atlet renang, polo air, dan selam, kita bebaskan biaya masuk," tuturnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-6757940581306751849?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/6757940581306751849/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=6757940581306751849&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/6757940581306751849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/6757940581306751849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2009/03/anak-anak-kerubuti-honey-bee.html' title='Anak-Anak Kerubuti Honey Bee'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-5923292523521039544</id><published>2009-03-14T07:37:00.000-07:00</published><updated>2011-10-25T02:49:38.630-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hukum'/><title type='text'>Anisa Ajak Pengacara Duel</title><content type='html'>PONTIANAK, TRIBUN - Terdakwa kasus trafficking (perdagangan manusia), Sumiati, diputus bebas oleh hakim ketua Subaryanto SH, Rabu (25/2). Putusan bebas tersebut menghapus tuntutan hukuman 6,3 tahun penjara dengan denda Rp 2 miliar yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum.&lt;br /&gt;Menurut Subaryanto, majelis sidang sudah menimbang bahwa apa yang diajukan di muka sidang tidak memenuhi untuk menjerat terdakwa dengan hukuman yang diputuskan. Ia mengatakan, Sumiati tidak terbukti secara sah melakukan tindakan yang didakwakan padanya. &lt;br /&gt;"Karena itu, ia dibebaskan dari semua tuntutan. Keterangan saksi dan barang bukti yang diajukan belumlah cukup. Terdakwa tidak mengenal para korban dan tidak pernah menyuruh saksi Heri mengurus surat menyurat para korban. Terdakwa juga tidak menyuruh saksi Anisa untuk mencari orang yang mau bekerja ke luar negeri," katanya.&lt;br /&gt;Heri dan Anisa yang dijadikan saksi dalam persidangan terdakwa pelaku trafficking, merupakan mantan anak buah Sumiati. Bahkan, Heri merupakan orang yang dipercaya untuk menjaga sebuah butik yang dimiliki Sumiati, yang terletak di pusat perbelanjaan terbesar di Pontianak.&lt;br /&gt;Sebelum menjadi saksi, Heri dan Anisa sudah menjalani hukuman kurungan penjara atas dakwaan pelaku trafficking, selama 2,2 tahun. Masa tahanan yang mereka jalani berkurang setelah mengajukan pembebasan bersyarat, menjadi 1,6 tahun. Mereka keluar penjara pada November 2008.&lt;br /&gt;Putusan bebas kepada Sumiati, membuat Anisa yang duduk di bangku pengunjung menjadi naik pitam. Kata-kata umpatan yang ditujukan untuk Sumiati, keluar dari mulutnya. Amarahnya semakin menjadi melihat mantan bosnya itu dikawal dua orang berseragam hitam, keluar dari ruang sidang.&lt;br /&gt;"Aku ndak rela kalau dia (Sumiati) bebas begitu saja. Mentang-mentang dia berduit, bisa bebas. Kita yang tidak punya apa-apa, dihukum. Berapa banyak uang yang diberikan Sumiati untuk orang yang mengadilinya ini?" teriak Anisa.&lt;br /&gt;Tidak cukup dengan kata, Anisa menerobos penjaga yang mengawal Sumiati. Ia mencoba meluapkan emosinya dengan meraih Sumiati. Usahanya sia-sia. Ia tertahan para pengawal yang menjaga Sumiati dengan ketat.&lt;br /&gt;Namun, Anisa tetap terus mengejar. Sumiati yang dikawal dan diamankan menuju warung bakso Lapangan Tembak yang berada di samping gedung pengadilan negeri Pontianak, tetap ia datangi sambil berteriak. Langkah Anisa kembali tertahan oleh penjaga dan pengacara terdakwa.&lt;br /&gt;"Kalau memang berani, sini, hadapi aku. Kita duel di sini. Aku ndak takut," ujar Anisa kepada orang yang menahan dirinya. Usai berkata, Anisa memasang kuda-kuda bersilat. Dua tangannya mengarah ke depan, seperti orang yang siap duel. Aksi Anisa tidak ditanggapi. &lt;br /&gt;Seorang Polwan mencoba menenangkan amarah Anisa dengan mendekap perempuan itu dari belakang. Anisa dibawa menjauh dari parkiran warung. Meski terus dihadang, Anisa tetap terus melepaskan kata-kata dengan penuh amarah.&lt;br /&gt;Kejadian tersebut membuat lalu lintas di Jl Abdulrahman, terganggu. Pengendara kendaraan roda dua dan empat menghentikan kendaraannya, mencari tahu apa yang sedang terjadi.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkap Suap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidakpuasan terhadap putusan bebas Sumiati tidak hanya dirasakan Anisa seorang. Abangnya bernama Agus, ikut naik pitam. Apalagi, seorang pengawal Sumiati yang mengaku seorang anggota Polisi, memukul wajah ibunya, ketika berada di tangga gedung pengadilan.&lt;br /&gt;"Dia anggota polisi di mana? Jangan seenaknya seperti itu. Kalau dia anggota polisi, yang dijaga itu bukan penjual anak gadis orang seperti Sumiati. Tetapi, orang tidak mampu, yang tidak punya uang untuk lakukan suap seperti Sumiati," katanya.&lt;br /&gt;Menurut Agus, dirinya heran bila Sumiati dibebaskan dari semua tuntutan. Padahal, pemilik butik itu pernah menjadi daftar pencarian orang (DPO) kepolisian kota besar (Poltabes) Pontianak selama delapan bulan, dengan nomor polisi : DPO/59/V/2007 tertanggal 20 Mei 2007. &lt;br /&gt;"Kalau tidak bersalah, kenapa Sumiati menjadi DPO? Ini ada unsur suapnya. Ayah saya yang tahu. Karena, ia yang pernah ditawari ketika menangkap Sumiati di Mega Mal. Kita juga meminta agar dilakukan banding," tuturnya.&lt;br /&gt;Ayah Anisa, Idrus, mengatakan, dirinya pernah ditawari sejumlah uang baik oleh Sumiati sendiri ataupun melalui seseorang bernama Dumariah Silalahi. Menurutnya, uang itu diajukan kepadanya sebagai uang damai.&lt;br /&gt;"Mereka ingin agar Sumiati bebas dari hukuman. Uang tersebut senilai Rp 20 juta. Supaya kasus tidak dinaikkan ke meja hijau. Tetapi, saya tidak mau. Sumiati juga pernah berkata kepada saya, bisa membeli penjara dan isi pengadilan," ujarnya. &lt;br /&gt;Pengacara hukum terdakwa, Rizal Suriansyah SH mengatakan, dirinya berharap semua orang bisa menghormati hasil sidang yang sudah diputuskan. Ia mengatakan, bila tidak puas, silakan diajukan berdasarkan aturan dan hukum yang berlaku.&lt;br /&gt;"Kita harus menjaga ketertiban pengadilan. Putusan bebasnya Sumiati juga sudah diambil secara hukum," katanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-5923292523521039544?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/5923292523521039544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=5923292523521039544&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/5923292523521039544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/5923292523521039544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2009/03/anisa-ajak-pengacara-duel.html' title='Anisa Ajak Pengacara Duel'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-153444552478580771</id><published>2009-03-14T07:35:00.000-07:00</published><updated>2011-10-25T02:50:12.406-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hukum'/><title type='text'>Saya Mau Dia Rasakan Penjara</title><content type='html'>MENGIKUTI persidangan pelaku perdagangan manusia di Pengadilan Negeri (PN) Pontianak dimana Sumiati alias Umi sebagai terdakwa, membuat Anisa kembali mengingat hal sama yang dialaminya setahun lalu. Ia duduk sebagai 'pesakitan' dan dihukum merasakan dinginnya penjara selama 2,2 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anisa datang ke PN Pontianak pada Rabu (18/2), bersama kedua orangtuanya, Idrus dan Husnah. Kedatangan mereka bukanlah yang pertama. Setiap sidang yang dijalani Umi, selalu ia ikuti. Karena, Umi tokoh utama yang mengakibatkan dirinya pernah dihukum penjara.&lt;br /&gt;Ia menceritakan bahwa awal perkenalannya dengan Umi terjadi tanpa sengaja. Ada orang yang ingin mencari kerja di luar negeri. Ia merasa mempunyai teman yang bisa mewujudkan keinginan tersebut, dan langsung dihubungi.&lt;br /&gt;"Saya teringat pada Heri. Ia pernah cerita pada saya, bisa mencarikan pekerjaan ke luar negeri. Nah, yang menjadi bos Heri adalah si Umi, itu. Saya juga ikut dikenalkan ke dia (Umi)," katanya.&lt;br /&gt;Perempuan yang memiliki satu putra itu, masih menyimpan amarah pada Umi. Ketika terdakwa menuju ruang sidang, tatapan tajam Anisa mengikuti langkah Umi. Ia mengungkapkannya dengan nada penuh emosi.&lt;br /&gt;"Saya tidak rela kalau dia mendapatkan hukuman yang ringan. Dia harus merasakan bagaimana tinggal dalam penjara. Seperti saya dahulu. Apalagi, saya menjalani hukuman usai melahirkan anak saya," tuturnya.&lt;br /&gt;Menurutnya, ia pernah mengajukan penangguhan tahanan luar akibat ia mengalami pendarahan. Namun, permohonan tersebut ditolak. Anisa membandingkan kondisi dirinya dengan Umi. Karena, pemilik satu butik di pusat perbelanjaan terbesar di Kota Pontianak itu, tidak ditahan.&lt;br /&gt;Anisa merasa bersyukur. Masa tahanan yang harus dijalaninya berkurang setelah mengajukan pembebasan bersyarat. Yakni, menjadi 1,6 tahun. Usai keluar dari tahanan dan mengetahui Umi ditangkap, ia terus mengikuti persidangan Umi.&lt;br /&gt;"Saya kesal karena dia juga seorang pembohong. Dia bilang tidak mengenal saya dan Heri. Padahal, Heri adalah anak buahnya yang berkerja di butik. Dia juga ditangkap polisi karena laporan ayah saya, yang melihat Umi ada di butik miliknya," ujarnya.&lt;br /&gt;Umi ditangkap setelah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) kepolisian kota besar (Poltabes) Pontianak selama delapan bulan, dengan nomor polisi : DPO/59/V/2007 tertanggal 20 Mei 2007. &lt;br /&gt;Persidangan yang dijalani Umi memasuki tahap tuntutan. Penuntut umum menjatuhkan hukuman 6,3 tahun penjara dengan denda Rp 2 miliar. Sidang putusan akan dilakukan pada Rabu (25/2), depan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-153444552478580771?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/153444552478580771/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=153444552478580771&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/153444552478580771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/153444552478580771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2009/03/saya-mau-dia-rasakan-penjara.html' title='Saya Mau Dia Rasakan Penjara'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-8269908660032910197</id><published>2009-03-14T07:34:00.001-07:00</published><updated>2011-10-25T02:52:17.788-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hiburan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Bisa Teriak-Teriak di Studio</title><content type='html'>MENONTON film di bioskop menjadi pilihan alternatif warga Pontianak untuk melepaskan penat bekerja. Jalan cerita yang menarik dan suguhan akting ciamik para pemain, bisa membawa perasaan penonton  hanyut mengikuti jalan cerita. Bioskop merupakan hiburan yang murah meriah, sekaligus bisa cuci mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang karyawati perbankan negeri di Kota Pontianak, Diah, mengatakan, menonton adalah cara untuk menghapus lelah dan tekanan bekerja setelah sepekan di kantor. Film yang sering ia tonton di bioskop bergenre komedi dan horor.&lt;br /&gt;"Kalau film komedi, kita bisa tertawa lepas. Sedangkan film horor, kita bisa teriak-teriak. Lumayan, bisa lepas dari tekanan pekerjaan. Apalagi kalau nontonnya ramai-ramai dengan teman," tuturnya ketika dijumpai Tribun di depan loket 21, lantai III Mega Mal Pontianak, Jumat (20/2) sore.&lt;br /&gt;Diah memilih menonton film Halloween bersama enam orang teman sekantor. Film berjenis horor tersebut menjadi pilihan setelah melakukan kesepakatan bersama. &lt;br /&gt;"Padahal, saya sangat penakut. Karena ramai-ramai, rasa takut hilang. Apalagi kalau nonton komedi. Seru aja ketawa bersama teman-teman. Kalau sendiri, ketawanya malu-malu. Ndak lepas," katanya.&lt;br /&gt;Mereka Diah, melepaskan penat bekerja dengan cara menonton film di bioskop bisa diselingi dengan agenda lain. Agenda tersebut adalah makan bersama di food court (kedai makanan) di Mal, dan berbelanja baju di outlet yang ada. &lt;br /&gt;Menurut Manager Studi 21 Mega Mal Pontianak, Mustafa Kamal, menonton film merupakan lifestyle yang mulai dipiliih warga Pontianak. Setiap tahunnya, selalu ada peningkatan jumlah penonton.&lt;br /&gt;Ia mengatakan, masyarakat Pontianak sudah selektif dalam memilih film. Meskipun gempuran film nasional mulai memenuhi bioskop, penonton di Pontianak selalu melihat sinopsis film dan para pemainnya.&lt;br /&gt;"Saat ini, kita memang memberikan banyak kesempatan untuk film Indonesia. Saat ini saja, ada film Generasi Biru dan Kuntilanak Beranak. Namun, masih belum bisa merebut minat penonton," ujarnya.&lt;br /&gt;Mustafa mengatakan, banyaknya film Indonesia juga dipengaruhi oleh seruan Menteri Pariwisata Jero Wacik. Yakni, studio 21 seluruh Indonesia membantu memutar 1.000 film Indonesia dalam setahun.&lt;br /&gt;Meskipun film Kuntilanak Beranak berdasarkan kisah nyata, lanjut  Mustafa, tidak menjamin bisa disukai penonton. Begitu pula dengan film Generasi Biru yang diperankan grup musik Slank dan puteri Indonesia, Nadine Chandrawinata. &lt;br /&gt;"Labeling kisah nyata dan pemain terkenal, tidak menjamin penonton membeludak. Saat ini saja, penonton lebih menyukai film luar seperti IP Man dan Halloween. Penontonnya mulai anak-anak hingga orang tua," kata Mustafa.&lt;br /&gt;Ia mengatakan, penonton yang datang ke Studio 21 Pontianak setiap hari mencapai 700 hingga 800 orang. Tempat duduk yang tersedia bagi penonton studio 21 sendiri adalah 294 kursi di studio 1, 176 kursi di studio 2 dan 3, 166 kursi di studio 4.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-8269908660032910197?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/8269908660032910197/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=8269908660032910197&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/8269908660032910197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/8269908660032910197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2009/03/bisa-teriak-teriak-di-studio.html' title='Bisa Teriak-Teriak di Studio'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-4746004253205974062</id><published>2009-03-14T07:26:00.000-07:00</published><updated>2011-10-25T02:53:24.446-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gadget'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='teknologi'/><title type='text'>Presiden Aja Punya Facebook</title><content type='html'>Jejaring pertemanan dunia maya saat ini sudah mewabah di masyarakat perkotaan. Termasuk di Kota Pontianak. Pengguna sering menghabiskan waktunya untuk memperbaharui tampilan situs pertemanan dunia maya. Agar hubungan pertemanan terus terjalin dan laman situs mereka tidak terlihat jadul. Bahkan, ada pengguna yang memiliki lebih dari dua situs pertemanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Branch Manager Sinarmas Sekuritas Pontianak Tira Cristallia, memiliki situs pertemanan merupakan sebuah keharusan. Namun, jangan sampai menganggu waktu dan pekerjaan. &lt;br /&gt;"Siapa yang tidak mau memiliki koneksi dengan orang yang berasal dari negara luar? Sebaiknya kita memiliki situs pertemanan di dunia maya. Setidaknya, kita tidak ketinggalan dalam hal teknologi. Presiden Amerika aja punya Facebook," ujar Tira di kantornya, Rabu (11/2).&lt;br /&gt;Perempuan berkulit putih itu mengaku memiliki dua situs pertemanan. Yakni, Friendster dan Facebook. Meskipun begitu, ia tak ingin konsentrasinya dalam bekerja menjadi terpecah untuk mengurus situs tersebut.&lt;br /&gt;Tira selalu mencari waktu luang untuk membuka situsnya. Ketika sedang memeriksa surat elektronik, ia baru mengecek apakah ada undangan pertemanan. Itu juga harus dengan satu syarat. Undangan harus dari orang yang dikenal. Setidaknya, orang-orang yang ada dalam daftar situs teman dekatnya.&lt;br /&gt;"Kalau tidak dikenal dan diladeni terus, susah. Terkadang mereka suka iseng dengan mengirimkan pesan yang tidak penting. Sehingga, pekerjaan kita menjadi terganggu. Lebih baik, undangan tersebut ditolak," katanya.&lt;br /&gt;Menurut Tira, pertama kali mengenal Facebook karena tidak bisa meng-upload foto dari kamera ke situs Friendster miliknya. Seorang rekan  menyarankan dirinya untuk mencoba situs pertemanan Facebook. &lt;br /&gt;Pada Desember 2008, ia mulai aktif menjalin pertemanan di situs tersebut. Meskipun begitu, ia tetap mengelola situs Friendsternya. Karena, Tira tak ingin memutuskan network yang sudah ia bina dengan orang-orang yang terdaftar menjadi temannya.&lt;br /&gt;"Tetapi, mengelola situs pertemanan tersebut harus pakai etika dan kedewasaan. Jangan asal me- posting ataupun mengomentari sesuatu secara kelewatan. Kalau memang tidak perlu ditulis, ya, jangan ditulis," ujar Tira.&lt;br /&gt;Etika tersebut antara lain harus tahu apakah pengguna sedang membenahi situs pertemanannya di waktu sedang bekerja atau tidak. Topik yang sangat privasi, kata Tira, seharusnya jangan dibagi pada orang lain. &lt;br /&gt;Menurutnya, bila tidak diperhatikan oleh pemilik situs, bisa berbahaya dan mengakibatkan ketergantungan. Pemilik laptop axioo itu bahkan melarang stafnya membuka situs pertemanan ketika sedang bekerja. &lt;br /&gt;Banyak contoh ketergantungan situs pertemanan terungkap. Kasus tersebut terjadi di Indonesia maupun di luar negeri. Satu kasus yang pernah terjadi adalah seorang wanita bernama Nia Agustin (19) dipukul dan disembunyikan selama 18 hari oleh Iqbal Fauzi alias Ozi (23), mantan pacarnya.&lt;br /&gt;Pemukulan dan penyekapan tersebut disebabkan oleh kecemburuan Ozi, karena banyak teman Nia memberikan testimoni ucapan selamat hari Valentine di Friendster Nia. Testimoni tersebut menyebabkan Ozi menjadi posesif dan tak segan memukul.&lt;br /&gt;Tira mengatakan, contoh tersebut patut menjadi catatan sebagai pengingat. Ia tak menampik bila situs pertemanan juga memberikan keuntungan. Karena, bisa membantu pekerjaannya. Apalagi, untuk berhubungan dengan para koleganya.&lt;br /&gt;"Siapa tahu suatu hari kita akan mempromosikan atau meluncurkan produk. Kita bisa beriklan di situs pertemanan yang kita miliki. Apalagi, kita sudah membuka network dengan orang lain. Menawarkan produkpun bisa lebih gampang," tuturnya seraya tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertemu Teman Lama di Dunia Maya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang yang memiliki teman hingga ke luar negeri, Jacintha Thesara merasa perlu mempunyai situs yang bisa menghubungkan dirinya dengan temannya tersebut. Situs Friendster menjadi pilihannya.&lt;br /&gt;Siswi Gembala Baik kelas XI IPA itu, mengatakan, ia memilih Friendster setelah diajak oleh temannya pada 2008, lalu. Awalnya, rekan kelas mengajarinya membuka situs tersebut. Padahal, ia tidak terlalu berminat.&lt;br /&gt;"Internet awalnya saya gunakan untuk mencari bahan-bahan tugas sekolah saja. Tetapi, setelah banyak teman yang memiliki situs tersebut, saya jadi tertarik," tutur siswi yang kerap disapa Cintha di rumahnya, Jumat (13/2).&lt;br /&gt;Membuka jejaring pertemanan di dunia maya menggunakan Friendster dipilihnya, karena, bisa membuat fitur tampilan yang bagus dan sesuai dengan keinginan sendiri. Situs tersebut juga mempunyai blog yang bisa digunakan untuk menampung tulisannya. &lt;br /&gt;Selain menyapa melalui jejaring pertemanan di dunia maya, ia juga suka berbagi cerita maupun info dengan temannya. Cintha yang suka melukis ini mengatakan, hal itu sering dilakukan bersama temannya yang ada di Singapura dan Batam.&lt;br /&gt;Menurutnya, hubungan melalui sambungan telepon selular sangat terbatas. Apalagi, komunikasi merupakan hal utama untuk tetap menjalin hubungan yang baik, dengan teman yang berada di daerah yang berbeda. &lt;br /&gt;Pelajar yang fasih berbahasa Inggris ini, merasa banyak kejutan tidak terduga yang diperoleh melalui jejaring pertemanan di dunia maya. Kadang, kejutan tersebut menjengkelkan. Adapula yang berujung pada kebahagiaan. Semua di luar perkiraan.&lt;br /&gt;Ia mencontohkan pengalaman seorang temannya yang ada di Batam, yang pernah berkisah padanya. Tampilan situs milik temannya itu diubah tiba-tiba. Bahkan, foto pemilik situs diganti dengan foto tak senonoh, yang menggabungkan gambar bugil orang lain yang digabungkan dengan foto bagian kepala temannya.&lt;br /&gt;"Padahal itu tidak pernah dilakukan teman saya. Ada orang tidak bertanggungjawab yang sengaja mengubah itu. Teman-teman yang terdaftar di situs tersebut juga ada dikirimi kata-kata yang tidak sewajarnya," ujarnya.&lt;br /&gt;Cintha mengatakan, semua itu dilakukan oleh hacker. Hal seperti ini sering terjadi pada para pengguna di warung internet. Biasanya, ada gangguan ketika melakukan log out (keluar) dari situs, sehingga halaman situs tidak tertutup. &lt;br /&gt;Akibatnya, ketika orang baru datang dan menggunakan komputer yang kita pakai sebelumnya, halaman situs yang tidak tertutup akan terbuka otomatis. Orang tersebut bisa melihat dan mengubah halaman situs kita.&lt;br /&gt;Tak semua hal buruk yang terjadi. Pengalaman positif yang diperoleh Cintha menggunakan jaringan pertemanan di dunia maya adalah, ia bisa bertemu dan berkomunikasi lagi dengan temannya yang sudah tidak bertemu selama empat tahun.&lt;br /&gt;"Ia teman SD yang sudah pindah ke luar Kalbar karena orangtuanya pindah tugas. Teman itu tiba-tiba mengirimkan pesan ke alamat Friendster saya. Awalnya saya pikir siapa. Setelah diingat-ingat, ternyata teman baik saya," katanya. &lt;br /&gt;Meski sebagai pengguna jejaring pertemanan di dunia maya, Cintha tak mau terlarut hingga menyebabkan ketergantungan pada aktivitas tersebut. Sepekan, ia memperbaharui tampilan situsnya sebanyak empat kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak Suka Iseng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lulusan Fakultas Matematika Universitas Tanjungpura Pontianak, Bara Shafiyyah, mengatakan, ia memiliki dua account jejaring pertemanan. Yakni Friendster dan Facebook. Setiap kali ia membuka layanan internet, account tersebut terbuka secara otomatis.&lt;br /&gt;"Hanya untuk suka-suka dan menambah teman saja. Biar tidak ketinggalan zaman, gitu. Tapi, tidak sampai tergantung sekali pada layanan tersebut. Biasa saja. Secara umum, saya internet addict," katanya.&lt;br /&gt;Bara mengatakan tidak suka mengerjai orang melalui situs tersebut. Karena, ia paling tidak suka diisengi. Menurutnya, hal seperti itu hanya dilakukan oleh orang yang tidak punya pekerjaan. Seperti orang yang suka mengirimkan comment yang tidak jelas dan entah dari siapa.&lt;br /&gt;"Padahal, tidak masuk dalam daftar pertemanan saya. Ini disebabkan saya tidak mengunci kotak comment. Sehingga, semua bisa memberikan komentar mereka di halaman situs saya," tuturnya.&lt;br /&gt;Setiap hari, Bara selalu memperbaharui tampilan situsnya. Paling tidak, hanya untuk mengecek tampilan milik teman-temannya. Ia mengatakan mendapatkan keuntungan dengan adanya jejaring pertemanan tersebut. Ia bisa berbagi cerita dan pengalaman.&lt;br /&gt;"Punya banyak kenalan. Selain teman-teman yang dikenal, kita juga bisa menambahkan teman baru yang kita temui di dunia maya. Apalagi, saya juga bertemu teman sekolah dasar yang sudah lama tidak bertemu. Biasanya, saya bertemu teman baru dan saling berbagi situs," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rapat Tak Terhalang Ruang dan Waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEBUTUHAN masyarakat akan teknologi yang sangat menunjang pekerjaanya, merupakan suatu tuntutan yang tidak bisa dielakkan. Termasuk, untuk urusan telekomunikasi. Pilihan masyarakat perkotaan saat ini tertuju pada alat komunikasi bernama BlackBerry, yang juga dipakai Presiden Amerika Serikat Barack Husain Obama.&lt;br /&gt;BlackBerry (BB) tipe Curve 8310 selalu menjadi pegangan perancang busana Kalimantan Barat Helva Zuraya. Alat komunikasi tersebut sudah empat bulan menjadi temannya berkirim kabar pada keluarga, rekan kerja, maupun relasi bisnisnya.&lt;br /&gt;"Saya membeli BB di Jakarta. Ketika itu harganya masih Rp 6,1 juta. Kabarnya, sekarang harganya di pasaran sudah turun menjadi Rp 5,8 juta. Sudah murah, lho," katanya ketika dihubungi Tribun, Senin (16/2).&lt;br /&gt;Alat komunikasi yang sedang booming di Indonesia itu, dipilihnya  karena memiliki fitur yang lengkap. Selain itu, ia juga suka pada bentuk dan warna BB. Ia mengatakan, membeli BB bukan untuk gaya-gayaan. &lt;br /&gt;Menurut Helva, BB juga sangat menunjang kinerjanya. Terutama, untuk menyimpan data-data penting dan membantu dirinya mempresentasikan hasil karya kepada para klien. Alat tersebut juga bisa digunakan untuk menjelajah ke dunia maya.&lt;br /&gt;"Terutama, untuk berkomunikasi melalui Yahoo Mesengger (YM). Meskipun di sela-sela kesibukan seperti rapat, kita dengan mudah menerima pesan dari klien atau siapapun tanpa mengganggu jalannya rapat," ungkapnya.&lt;br /&gt;Perempuan yang mengenakan kacamata minus itu mencontohkan pengalamannya bersama pemilik sepatu Denia Ponti. Mereka memiliki alat komunikasi yang sama. Karena melakukan pengisian pulsa Rp 200 ribu, mereka gratis untuk mengirimkan pesan singkat untuk sesama pemilik BB.&lt;br /&gt;Ia mengaku untuk saat ini belum menemukan kesulitan apapun selama menggunakan BB. Bahkan, Helva merasa beruntung karena alat komunikasi tersebut bisa membantu pekerjaannya dalam menjalankan usaha.&lt;br /&gt;"BB, tuh, simple. Seperti mini laptop dan bisa dibawa kemana saja. Kalau laptop, lebih ribet. Mau bawa kemana-mana butuh tempat yang besar dan berat," katanya.&lt;br /&gt;Hipnotis BB tidak hanya membuai orang yang sudah memilikinya. Anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kalbar Elvi Sofia, ingin segera memiliki alat komunikasi itu. &lt;br /&gt;Apalagi, pekerjaannya sebagai direktur utama PT Pasa Persada Nusantara yang kebanyakan berada di lapangan, menuntut dirinya untuk selalu menginput informasi terbaru mengenai pekerjaan dan rekan-rekannya.&lt;br /&gt;"Memiliki BB, tuh, akan membantu pekerjaan saya. Kita tidak terbatas pada ruang dan waktu. Kapanpun dan di manapun, kita bisa menjalankan pekerjaan kita," tuturnya.&lt;br /&gt;Ia mengatakan, kalau ada rapat kantor atau dengan kolega dan ia tidak bisa hadir karena berada di suatu tempat, hasil rapat bisa diketahui melalui surat elektronik. Menurutnya, ia juga bisa berdialog langsung dengan peserta rapat melalui YM atau fasilitas lain di BB.&lt;br /&gt;"Alasan itulah yang mendorong saya untuk membeli BB. Karena, saya memang butuh alat komunikasi seperti itu. Saya memandang, BB memang dibutuhkan para eksekutif muda. Bukan untuk gaya," katanya.&lt;br /&gt;Elvi memaklumi kalau di kota besar seperti Jakarta, BB menjadi pegangan para pelajar. Karena, pelajar di sana perlu mencari bahan tugas sekolah dengan menjelajahi dunia maya. Menurut Elvi, hal seperti itu belum ia temukan di kalangan pelajar Kota Pontianak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Free Hingga Rp 180 Ribu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BIAYA yang dikenakan untuk mengaktivasi layanan di BlackBerry sangat bervariasi. Masing- masing memiliki keuntungan tersendiri dalam penggunaannya. Semua tergantung pada pengguna, layanan mana yang mereka pilih untuk mengaktivasi jaringan seluler di BlackBerry mereka.&lt;br /&gt;Menurut Regional Account Manager PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) Pontianak, Muharlis, aktivasi untuk mengakses jaringan di BlackBerry dilakukan dengan pembayaran pulsa di awal registrasi.&lt;br /&gt;"Biaya untuk register Rp 180 ribu. Biaya ini merupakan unlimeted access setiap bulannya. Pengguna yang sudah mendaftar layanan ini, bisa mengakses apapun sepuas mereka," tuturnya ketika dihubungi Tribun beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;Regristasi ini bisa dilakukan langsung di Grapari Telkomsel yang ada di Jl Teuku Umar Pontianak, ataupun melalui layanan pesan singkat. DIkatakannya, pelanggan bisa mengetik REG spasi BB dan kirimkan ke nomor 333. &lt;br /&gt;Memiliki BlackBerry sangat menguntungkan Murhalis. Pengguna tipe 8707 sekitar setahun tersebut merasa, pekerjaan dan bersosialisasi bisa dilakukan melalui telepon seluler ini. Menurutnya, ia bisa beraktivitas dan mendapatkan hiburan sekaligus.&lt;br /&gt;"BlackBerry benar-benar seperti laptop. Tapi, ini bisa dibawa untuk mobile dan juga untuk dibawa tidur. Menggunakannyapun bisa sambil tiduran. BlackBerry juga sangat powerfull dan full signal. Kalau laptop, sulit," katanya.&lt;br /&gt;Murhalis mengatakan, mengecek pekerjaan dari kantor yang dikirim melalui surat elektronik, sekarang tidak harus dilakukan di kantor saja. Ia bisa melakukannya ketika berada di luar daerah melalui BlackBerry. Karena, fitur surat elektronik sudah tersaji di layar BlackBerry.&lt;br /&gt;Pengguna alat komunikasi ini di Pontianak kebanyakan dari kalangan pengusaha dan pegawai BUMN. Bahkan, 30 orang pendaftar masih berada di daftar antrian yang memesan BlackBerry di Grapari Telkomsel. &lt;br /&gt;Adapun tipe yang tersedia, ujar Murhalis, antara lain BlackBerry 8820, 8320, dan Bold 9000. Pemesanan dapat dilakukan dengan mengisi formulir kontrak dalam dua periode, setahun dan dua tahun. &lt;br /&gt;"Biaya per bulan untuk kontrak setahun adalah Rp 770 ribu. Sedangkan untuk kontrak dua tahun adalah Rp 490 ribu," katanya.&lt;br /&gt;ASOC XL Centre Pontianak, Muji, mengatakan, penjualan BlackBerry dilayani bila peminat di Pontianak cukup tinggi. Saat ini mereka hanya menerima untuk melakukan regsitrasi awal pengguna.&lt;br /&gt;Menurut Customer Service XL Pontianak Afika, alat komunikasi ini sudah tidak asing lagi bagi masyarakat yang ada di Pontianak. Karenanya, registrasi yang dilakukan kepada pengguna, tidaklah begitu sulit.&lt;br /&gt;"Mereka bisa browsing menggunakan jaringan kita bila sudah mendaftar. Tarif yang kita tawarkan adalah Rp 5 ribu per hari dan download gratis. Pengguna bisa browsing semau mereka setiap harinya," ujarnya.&lt;br /&gt;Afika mengatakan, dalam sepekan ada 10 pelanggan yang melakukan aktivasi dan registrasi di XL Centre. Mereka juuga bisa menggunakan sesuai kebutuhan. Karena, bisa di-offkan dan di- onkan.&lt;br /&gt;Ia mengatakan, minimal pulsa untuk melakukan browsing adalah Rp 15 ribu. Cara untuk melakukan off dan on layanan, lanjut Afika, dengan mengirimkan pesan OFF spasi BB atau ON spasi BB dan kirim ke 568.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-4746004253205974062?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/4746004253205974062/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=4746004253205974062&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/4746004253205974062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/4746004253205974062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2009/03/presiden-aja-punya-facebook.html' title='Presiden Aja Punya Facebook'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-2786217401427396256</id><published>2009-03-14T07:23:00.000-07:00</published><updated>2011-10-25T02:54:30.918-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perbatasan'/><title type='text'>Bupati 'Ngamen' Hingga Jakarta</title><content type='html'>Lalu lalang penduduk Sajingan yang melintasi pos lintas batas yang masih dalam tahap penyelesaian, terlihat ramai pada Rabu (4/2), lalu. Mereka kebanyakan membawa barang dengan cara diangkut menggunakan kendaraan bermotor maupun dipikul dengan keranjang plastik, yang diikat dengan tali dan disangkutkan ke kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga Desa Sajingan Besar bernama Natalia (48), tampak berjalan kaki dan membawa tanaman kucai yang ia panen dari kebunnya. Tanaman tersebut ia ikat dan akan dijualnya ke daerah Biawak Malaysia, dengan harga Rp 3.000 per ikat. Selain tanaman kucai, ia juga menjual pakis yang dijual dengan harga yang sama.&lt;br /&gt;"Saya bawa sampai 10 ikat setiap harinya. Kalau laku, saya membeli gula dan minyak untuk dibawa pulang. Karena, harganya lebih murah kalau dibeli di warung yang ada di kampung," tuturnya.&lt;br /&gt;Menurut Bupati Sambas Ir H Burhanuddin AR, kondisi tersebut bisa terlihat setiap hari. Karena, masyarakat membawa hasil perkebunan mereka untuk dijual ke negara tetangga. Namun, apa yang penduduk jual tidaklah menguntungkan mereka. Karena, mereka harus membeli barang kebutuhan pokok dengan harga yang mahal.&lt;br /&gt;Melihat hal itu, pemerintah kabupaten Sambas berencana melengkapi pos lintas batas Aruk- Sajingan dengan marketing point untuk lokasi penjualan hasil bumi masyarakat. Sehingga, penjualan hasil bumi bisa terpusat pada satu tempat.&lt;br /&gt;Burhanuddin mengatakan, mewujudkan pos lintas batas di Aruk-Sajingan bukanlah hal yang mudah. Dirinya bahkan harus 'ngamen' hingga ke pemerintah pusat di Jakarta, untuk meminta dukungan pembangunan di wilayah perbatasan.&lt;br /&gt;"Pembangunan rumah jaga dan perumahan petugas CIQS hasil 'ngamen' di Ditjen PUM Depdagri ketika saya ke Jakarta. Tower telekomunikasi juga hasil saya 'ngamen' ke dua kantor operator seluler," tuturnya sambil tersenyum ketika menyampaikan hal tersebut di hadapan Direktorat Jenderal Departemen Cipta Karya Pekerjaan Umum Ir Joko Yuwono.&lt;br /&gt;Joko yang mendengar pemaparan Burhanuddin, tampak mengangguk setuju. Menurutnya, usaha tersebut memang harus dilakukan agar faktor inti di wilayah perbatasan, yakni masalah ekonomi, bisa terhapuskan. Kesenjangan ekonomi inilah yang menimbulkan permasalahan sosial di masyarakat.&lt;br /&gt;"Penduduk perlu diperhatikan. Jangan sampai nantinya marketing point menjadi tempat yang eksklusif. Selain itu, perlu juga dibangun sistem pengairan, listrik, dan jalan. Agar masyarakat tidak merasa tertinggal dari negara tetangga," katanya.&lt;br /&gt;Beberapa wilayah Kalimantan Barat berbatasan langsung dengan negara tetangga, Malaysia. Sebut saja daerah Entikong Sanggau, Jagoi Babang Bengkayang, Jasa Sintang, Nanga Badau Kapuas Hulu, dan Aruk-Sajingan Sambas. Wilayah ini merupakan kawasan yang rawan dari aktivitas ilegal.&lt;br /&gt;Tokoh masyarakat Kalbar Ir Said Djafar, mengatakan, akibat ketertinggalan tersebut, penduduk Indonesia di wilayah perbatasan melakukan upaya agar diakui sebagai penduduk negara tetangga. Satu cara tersebut adalah dengan memindahkan patok batas yang ada.&lt;br /&gt;"Kalau masyarakat perbatasan tidak diperhatikan, tidak menutup kemungkinan mereka berpindah kewarganegaraan. Karena, selama ini mereka merasa terisolir dan susah untuk memasarkan hasil alam mereka," ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menolak Pindah Negara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupiah dan Ringgit merupakan mata uang yang selalu digunakan Maria Bingkil sehari-hari. Setiap warung di kampungnya, Desa Aruk Kecamatan Sajingan Kabupaten Sambas, menerima transaksi jual beli barang menggunakan dua mata uang tersebut.&lt;br /&gt;Masyarakat di daerah perbatasan tidaklah asing dengan keberadaan mata uang Ringgit dan Rupiah. Maria mengatakan, mereka sudah menggunakan mata uang tersebut sejak lama. Tidak ada warga yang menolak bila pembeli membayar belanjaan dengan Rupiah maupun Ringgit.&lt;br /&gt;Pekerjaan Maria selain bertani adalah menjual barang kebutuhan pokok. Ia biasa berbelanja di Lundu, satu wilayah yang ada di Kuching, Malaysia. Ia biasanya pergi berbelanja beramai-ramai bersama beberapa warga desa lain.&lt;br /&gt;Seperti pada Kamis (4/2), lalu. Ia terlihat memasuki pos lintas batas Aruk-Sajingan Sambas, bersama tiga temannya, membawa barang belanjaan. Ketika didekati, dua rekannya enggan diwawancarai. Hanya Maria dan Yohana Rikin yang menghentikan langkah mereka.&lt;br /&gt;"Kita belanja gula, garam, minyak, mie, dan sebagainya. Biasanya, kita membawa hasil panen perkebunan untuk dijual ke sana (Lundu). Uang hasil menjual barang panen dibelikan barang kebutuhan pokok," ujar Maria.&lt;br /&gt;Ia mengatakan, kebutuhan pokok yang dibeli, akan dijual lagi di kampungnya. Terkadang, ada juga warga yang menitip untuk dibelikan barang. Manurutnya, semua itu tergantung pada kemampuan dirinya untuk membawa barang pesanan tersebut.&lt;br /&gt;Maria mengatakan kesulitan membawa banyak barang karena belum membaiknya kondisi infrastruktur. Percikan tanah merah dan kubangan lumpur ketika hujan, menjadi teman langkah kaki mereka.&lt;br /&gt;Pernyataan tersebut dibenarkan Rikin. Menurutnya, perjalanan bertambah parah bila banjir melanda. Kalau sudah seperti itu, mereka hanya bisa menunggu banjir surut, untuk berbelanja ke Lundu.&lt;br /&gt;"Kita juga harus menumpang Ben (opelet) menuju ke Lundu. Ben bisa ditemukan di luar pos lintas batas. Tapi, kalau pakai Ben, mahal. Kalau mau irit, lebih baik berjalan kaki saja," tuturnya. &lt;br /&gt;Ongkos yang harus dikeluarkan Rikin menuju ke Lundu adalah RM 6. Bila dikonversikan ke Rupiah, uang tersebut bernilai sekitar Rp 18 ribu. Artinya, untuk sekali pulang-pergi, ia menghabiskan sekitar Rp 36 ribu.&lt;br /&gt;Ketika ditanya apakah dirinya akan berpindah kewarganegaraan dengan kondisi seperti itu, Rikin dengan tegas menolak. Menurutnya, biar hujan emas di negeri orang dan hujan batu di negeri sendiri, ia tetap memilih Indonesia sebagai negaranya.&lt;br /&gt;"Pemerintah sudah memperhatikan kita. Jalan sudah mulai dibangun. Untuk apa pindah ke negara orang! Biarpun sakit, yang penting negara kita sendiri. Kita lahir dan besar di sini. Rumah dan sawah, pun, di sini," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benahi Jalan&lt;br /&gt;Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kalbar Jakius Sinyor mengatakan, permasalahan jalan di daerah perbatasan akan segera dibenahi. Sehingga, masyarakat perbatasan bisa leluasa membawa dan menjual hasil panen mereka.&lt;br /&gt;"Kita sudah siap. Terutama, untuk jalan menuju pintu gerbang lintas batas Aruk-Sajingan ini. Dalam waktu dekat, kita akan fasilitasi perlengkapannya. Terutama, untuk jalan lingkungannya," katanya.&lt;br /&gt;Jalan lingkungan yang harus diselesaikan segera adalah dari kilometer tiga ke kilometer lima menuju pintu gerbang. Jakius mengharapkan, jalan lingkungan tersebut bisa membantu masyarakat yang tinggal di daerah perbatasan, sehingga antar desa bisa saling terhubungkan.&lt;br /&gt;Menurut Jakius, program pembangunan infrastruktur perbatasan yang sudah disusun untuk lintas Kalimantan adalah poros selatan sepanjang 3.214,33 kilometer, poros utara sepanjang 1.647,30 kilometer, dan poros tengah sepanjang 1.680,06 kilometer.&lt;br /&gt;"Jaringan jalan pararel perbatasan dari Aruk-Sajingan ke batas Sarawak adalah 88,06 kilometer. Sedangkan jaringan jalan akses dari Pontianak ke Aruk sepanjang 312,66 kilometer. Kita mencoba sudah selesai ketika Presiden datang meninjau pos lintas batas ini," tuturnya.&lt;br /&gt;Menurut Bupati Sambas Ir Burhanuddin AR, dirinya sudah menyiapkan prasasti untuk ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ketika datang untuk meresmikan pembukaan pos pintu lintas batas Aruk-Sajingan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-2786217401427396256?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/2786217401427396256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=2786217401427396256&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/2786217401427396256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/2786217401427396256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2009/03/bupati-ngamen-hingga-jakarta.html' title='Bupati &apos;Ngamen&apos; Hingga Jakarta'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-1479473318384452278</id><published>2009-03-14T07:20:00.000-07:00</published><updated>2011-10-25T02:55:38.120-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan'/><title type='text'>Mata Minus Berkurang Dengan Akupuntur</title><content type='html'>PONTIANAK, TRIBUN - Terapi tusuk jarum yang lebih dikenal dengan akupuntur, dapat mengobati berbagai penyakit. Dewi yang menderita minus 300 di matanya, berkurang menjadi 200 setelah dua kali menjalani terapi akupuntur.&lt;br /&gt;"Kalau dulu, saya tidak bisa membuka kacamata saya dikarenakan kabur. Tetapi, sekarang, kacamata saya sudah bisa dilepas," tuturnya ditemui di sebuah rumah yang ada di Jl Karvin Pontianak, Senin (9/3) sore.&lt;br /&gt;Sudah merasakan adanya manfaat dari akupuntur, Dewi mengantarkan ibunya yang juga mengalami gangguan pada mata. Menurutnya, ada selaput yang pecah di mata ibunya. Sehingga, mata ibunya terus mengeluarkan air. &lt;br /&gt;Dewi mempercayakan penanganan mata ibunya pada Simon, yang juga sudah mengurangi minus dimatanya. Menurut Simon, akupuntur yang dilakukan untuk ibunya tersebut dilakukan dengan sekali tindakan.&lt;br /&gt;"Asal kita tahu sistem persendian yang mengalir di tubuh pasien. Karena, resiko dalam melakukan akupuntur, sangat besar. Salah memasukkan jarum, nyawa menjadi taruhannya. Makanya tidak boleh dilakukan sembarangan," katanya.&lt;br /&gt;Waktu terapi yang dilakukan, dilihat dari setiap jenis penyakit. Paling singkat, terapi dilakukan dalam waktu setengah jam. Sedangkan waktu paling lama adalah dua hingga tiga jam. Menurut Simon, ada pula jenis penyakit yang bisa disembuhkan hanya dalam sekali terapi, tergantung pada reaksi jarum.&lt;br /&gt;"Prinsipnya, akupuntur dilakukan untuk melancarkan kerja organ tubuh. Ketika jarum ditancapkan ke tubuh, reaksi yang terjadi seperti ada aliran yang terus bergerak ke seluruh badan," tuturnya.&lt;br /&gt;Menjadi pelaku terapi akupuntur sudah dilakoni Simon sejak 1999, lalu. Sudah berbagai penyakit yang disembuhkannya. Stroke, diabetes, hipertensi, maag, vertigo, migran, keluarkan dahak, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Penyakit stroke dapat disembuhkan melalui akupuntur. Simon mengatakan, bila stroke sudah lama menyerang pasien, penanganan yang dilakukan, lama. Penanganan tersebut bisa dilakukan sebanyak 12 kali dengan jangka waktu tertentu.&lt;br /&gt;"Itu, kalau strokenya sudah parah sekali. Kalau stroke yang ringan, bisa dilakukan sebanyak empat hingga delapan kali," ujarnya.&lt;br /&gt;Biaya yang dikeluarkan pasien untuk melakukan terapi ini, tidak dipatok oleh Simon. Menurutnya, terserah keiklasan pasien untuk membayar apa yang sudah dilakukannya. Karena, kepuasan dari menolong orang lain tidak bisa dinilai dengan uang.&lt;br /&gt;"Yang penting, ada perubahan ke arah kesembuhan pasien, setelah pulang dari tempat saya. Melihat mereka sembuh dari penyakitnya, merupakan kebahagiaan tersendiri. Ini semua tidak bisa diukur dengan uang," ujar pria kelahiran Sekadau itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada Pengganti&lt;br /&gt;Simon mengaku tidak menurunkan keahliannya melakukan terapi akupuntur kepada anaknya. Bapak empat orang anak itu, mengatakan, sangat sulit mencari orang yang benar-benar mau melanjutkan keahlian tersebut. &lt;br /&gt;"Anak sekarang maunya mendapatkan dan mempelajari segala sesuatu dengan singkat. Padahal, keahlian bisa diperoleh apabila dilakukan terus menerus dan selalu dipelajari secara berkelanjutan," tuturnya.&lt;br /&gt;Ia mengatakan belum mendapatkan penggantinya, yang bisa melakukan terapi akupuntur. Adapun akupuntur sendiri terdiri atas empat golongan atau generasi. Yakni, alami, bakar, listrik, dan getar. Akupuntur yang dilakukannya merupakan yang alami. &lt;br /&gt;Memiliki keahlian tersebut merupakan berkah bagi Simon. Karena, ia bisa membantu orang yang kesusahan. Seharinya, ia bisa menerima lima orang pasien. Menurutnya, itu sudah maksimal. Kalau mau melayani semua pasien, dirinya pasti kelelahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit yang diterapi :&lt;br /&gt;1. Stroke&lt;br /&gt;2. Migran&lt;br /&gt;3. Diabetes Mellitus&lt;br /&gt;4. Vertigo&lt;br /&gt;5. Maag&lt;br /&gt;6. Liver&lt;br /&gt;7. Hepatitis&lt;br /&gt;8. Ginjal&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-1479473318384452278?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/1479473318384452278/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=1479473318384452278&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/1479473318384452278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/1479473318384452278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2009/03/mata-minus-berkurang-dengan-akupuntur.html' title='Mata Minus Berkurang Dengan Akupuntur'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-7064723486398014329</id><published>2009-03-14T07:18:00.000-07:00</published><updated>2011-10-25T02:56:22.136-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan'/><title type='text'>Leo Alami Hydrochepalus Bernafas Lewat Luka</title><content type='html'>TIDAK ada yang ganjil pada kaki, tangan, dan tubuh bayi berusia empat bulan, Lambertus Leo. Namun, ketika mata kita melirik ke arah kepala bayi itu, perasaan sedih akan muncul. Karena, kepala tersebut membesar dipenuhi cairan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putra ketiga pasangan Antonius (38) dan Titi Kadi (28) yang berasal di Jl Lingkar Kelam Desa Merepak Dusun Tekang Sintang itu, bergerak lincah di kasur tempat tidur yang terletak di ruang bedah syaraf L nomor 21E Rumah Sakit Umum Soedarso, Kamis (5/3). Tak terdengar suara tangis sedikitpun dari mulutnya.&lt;br /&gt;Menurut ibunya, Leo sangat jarang menangis. Ketika ditinggalkan sendirian karena dirinya harus mencuci pakaian atau piring di sungai yang berada beberapa meter dari rumahnya, Leo tidak pernah cerewet.&lt;br /&gt;"Kecuali, kalau dia (Leo) merasa kepanasan ataupun kelaparan. Dia pasti menangis. Tetapi, tidak pernah lama," ujar Titi yang duduk di pinggir tempat tidur putranya. Tangan perempuan itu juga memegang lembut tangan Leo.&lt;br /&gt;Titi menceritakan kembali kondisi anaknya yang sudah dialami sejak dilahirkan. Ia mengatakan, persalinan dilakukan melalui operasi Cesar. Luka yang masih membekas di kepala Leo, dikarenakan proses persalinan tersebut.&lt;br /&gt;Menurutnya, selama sepekan tidak melihat bagaimana kondisi anak yang dilahirkannya. Karena, kondisinya usai melahirkan, lemah. Bahkan, dua benang jahitan luka operasi di perutnya terlepas ketika ia batuk. Ia juga sulit bernafas akibat sakit batuk yang dideritanya.&lt;br /&gt;"Setelah kondisi saya kuat, saya baru diizinkan naik ke lantai II rumah sakit, untuk melihat putranya. Perawat berpesan agar tidak kaget melihat kondisi anak saya. Pesan itu membuat saya bertanya-tanya, apa yang sedang terjadi," katanya.&lt;br /&gt;Alangkah kagetnya Titi ketika tiba di kamar tempat anaknya di simpan. Kepalanya besar hingga mata sulit dibuka. Selain itu, hidung putranya tidak ada. Digantikan oleh dua saluran yang tampak jelas dalam rongga mulut. Bibir atas putranya tidak ada. &lt;br /&gt;Ibu tiga anak itu hanya bisa terdiam. Ia mengatakan tidak mampu menangis lagi. Hanya pasrah dan menerima putranya secara utuh, atas berkah  pemberian dari Tuhan. Meski kondisi Leo seperti itu, curahan kasih sayang Titi tidak pudar.&lt;br /&gt;Melihat kondisi putranya seperti itu dan menganggap tidak bisa bertahan hidup, seorang perawat bertanya pada Titi, beberapa pekan ketika masih dirawat di rumah sakit, apakah putranya sudah diberi nama. &lt;br /&gt;Sambil memandang Leo yang terbaring, ia menjawab pertanyaan perawat itu. "Anak ini tetap manusia bagaimanapun keadaannya. Kami sudah memberikan nama yang bagus untuk anak ini," ujarnya.&lt;br /&gt;Menerima keadaan Leo sepenuhnya juga dilakukan oleh Imah, ibu kandung Titi. Perempuan tua itu mengatakan, tidak akan meninggalkan Leo, bagaimanapun keadaannya. Karena itu, Imah selalu setia menemani putrinya merawat Leo.&lt;br /&gt;Bahkan, selama menjalani perawatan selama dua pekan, Imah tetap setia menunggui Leo. Padahal, kekurangan biaya untuk membeli keperluan sehari-hari di rumah sakit, sangat dirasakan. &lt;br /&gt;"Untuk makan saja kita harus menunggu uluran tangan orang. Yang penting, Leo bisa cepat sembuh dan bisa tumbuh seperti anak lainnya," katanya.&lt;br /&gt;Menurut ayah Leo, Antonius, mereka mendapatkan bantuan makanan dari mahasiswa yang berasal dari Sintang. Kalau tidak ada para mahasiswa tersebut, mereka sudah pasti tidak bisa makan.&lt;br /&gt;Antonius mengatakan sangat membutuhkan bantuan untuk kesembuhan putranya. Karena, Leo butuh menjalani operasi untuk mengeluarkan cairan di kepalanya dan menyatukan tulang tengkorak kepalanya. &lt;br /&gt;Bahkan, untuk membantu bernafas, Leo dibantu dengan adanya luka yang mengangga sejak ia lahir. Menurutnya, luka tersebut tidak bisa tertutup. Kalaupun ditutup, Leo akan kesesakan akibat sulit bernafas. (arthurio oktavianus)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-7064723486398014329?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/7064723486398014329/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=7064723486398014329&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/7064723486398014329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/7064723486398014329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2009/03/leo-alami-hydrochepalus-bernafas-lewat.html' title='Leo Alami Hydrochepalus Bernafas Lewat Luka'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-4944844129027890750</id><published>2009-03-14T07:17:00.000-07:00</published><updated>2011-10-25T02:57:08.723-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan'/><title type='text'>Perawatan Dengan Rempah Alami</title><content type='html'>MEMANJAKAN diri sendiri di salon usai menjalani rutinitas yang penat, tidak hanya dominasi kaum hawa. Banyak para eksekutif muda laki-laki memilih salon sebagai tempat relaksasi diri, sekaligus menikmati nyamannya pelayanan yang diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aroma wewangian rempah alami menyambut setiap tamu yang masuk di satu salon di Jl Ayani. Ramah dua staf berseragam hijau, menyapa di depan pintu dengan senyuman. Hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi seorang wiraswasta Pontianak bernama Kiky.&lt;br /&gt;Ia mengatakan, kedatangannya ke salon itu sudah ke enam kalinya. Karena, suasana dan pelayanan yang disuguhkan para staf kepada pengunjung, berbeda dengan salon kebanyakan yang ada di kota Khatulistiwa.&lt;br /&gt;"Produk yang ditawarkan semua salon hampir sama. Gunting, creambath, facial, dan lainnya. Namun, yang saya cari adalah salon yang bisa membuat saya benar-benar merasakan rileks," tuturnya kepada Tribun, Kamis (5/3).&lt;br /&gt;Pria yang sering terbang rute Jakarta-Pontianak untuk urusan bisnis itu, sering melakukan facial dan pijat refleksi. Ia tidak keberatan mengeluarkan biaya lebih untuk membayar semua treatment yang dilakukannya di salon. &lt;br /&gt;Namun, ia enggan mengatakan berapa budget yang disediakannya tiap kali pergi ke salon. Menurutnya, tidak ada alokasi dana khusus untuk keperluan salon. Tergantung pada banyaknya treatment.&lt;br /&gt;Kiky tak mau memilih salon yang ada di pusat perbelanjaan. Menurutnya, kalau melakukan treatment di mal, tidak bisa benar-benar rileks. Lalu lalang orang dan gaduhnya suasana mal yang hinggar bingar, tidak membuat dirinya merasa nyaman.&lt;br /&gt;"Kalau di sini, saya bisa kembali segar usai melakukan perawatan. Tempatnya nyaman. Instrumen koleksi salon juga menenangkan fikiran. Apalagi musik tradisional dan kicau burung dari musik yang diputar, serasa alami," katanya.&lt;br /&gt;Ia mengatakan, ketika melakukan treatment sembari mendengarkan musik tradisional dengan suasana tenang, dirinya serasa berada langsung di daerah asal musik tersebut. Meskipun kenyataannya, ia berada di Pontianak.&lt;br /&gt;"Seperti ketika diputarkan musik Bali ketika melakukan treatment, minded kita serasa terbawa ke atmosfer pantai Kuta. Ketika diputar musik Gamelan, kita seperti benar-benar ada di Yogyakarta," katanya.&lt;br /&gt;Asisten Supervisor Salon Martha Tilaar Pontianak Desy, mengatakan, perawatan yang ditawarkan di tempatnya antara lain spa, facial, dan salon. Unsur tradisional lebih dominan dengan menggunakan bahan alami yang digunakan untuk perawatan.&lt;br /&gt;Namun, khusus untuk spa, customer yang diperkenankan untuk melakukan perawatan hanya untuk perempuan saja. Menurut Desy, kalaupun ada laki-laki yang ingin menikmati perawatan spa, harus ditemani oleh istrinya.&lt;br /&gt;"Kita menyediakan ruang Very Important Person (VIP) perawatan spa untuk suami istri. Ini dimaksudkan agar istrinya tahu bahwa suaminya tidak macam-macam di salon. Selain itu, kami juga harus menjaga image salon kami," katanya.&lt;br /&gt;Kualitas pelayanan yang diberikan oleh para staf, membuat salon ini memiliki banyak member. Ia mengatakan, ada 1.000 member yang sudah bergabung di salon Martha Tilaar Pontianak, yang berlaku selama dua tahun.&lt;br /&gt;Keuntungan menjadi member adalah mendapatkan diskon 10 persen setiap kali melakukan perawatan. Menurut Desy, customer dijadikan member bila melakukan perawatan di salon minimal Rp 1 juta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-4944844129027890750?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/4944844129027890750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=4944844129027890750&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/4944844129027890750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/4944844129027890750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2009/03/perawatan-dengan-rempah-alami.html' title='Perawatan Dengan Rempah Alami'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-2414298051394877560</id><published>2009-03-14T07:15:00.000-07:00</published><updated>2011-10-25T02:58:40.834-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hiburan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Slank Ingatkan Pengendara Pakai Helm Tri Tak Mau Cuci Muka</title><content type='html'>PONTIANAK, TRIBUN - Grup musik Slank tampil menghibur penggemarnya di Stadion Sultan Abdurrahman Pontianak, Senin (2/3) malam, sekitar pukul 20.30 WIB, dalam konser launching motor Yamaha Vega ZR 115 CC. Hentakan drum Bimbim yang mengiringi lagu pembuka, Rock and Roll, diikuti koor dari para slankers (fans Slank).&lt;br /&gt;Kerumunan para slankers sudah memenuhi stadion sejak pukul 16.00. Mereka berdatangan dari semua wilayah di Kalbar. Seperti Slankers Club Kabupaten Sambas yang dikomandani Yulian. Mereka mencarter bis Pemda, dengan izin yang diberikan oleh dinas perhubungan.&lt;br /&gt;"Sejak siang tadi kita sudah tiba di Pontianak. Rombongan beranggotakan 60 orang, dibagi menjadi dua kloter. Yang berangkat menggunakan kendaraan sendiri dan yang ikut bis Pemda," tuturnya.&lt;br /&gt;Club yang berdiri sejak 2006 lalu, pernah mendirikan posko banjir. Bahkan, Ketika merayakan ulangtahun akhir Desember, mereka memberikan sumbangan pada anak yatim. Yulian mengatakan, sangat menyukai semua lagu Slank. Ia bahkan hafal seluruh liriknya.&lt;br /&gt;"Apalagi lagu Seperti Para Koruptor. Mudah-mudahan para koruptor bisa 'tersinggung' mendengarkan lagu itu, dan akhirnya sadar untuk tidak melakukan perbuatan itu lagi," katanya, seraya disetujui oleh istrinya yang ikut menjadi slankers Sambas, Melisa. &lt;br /&gt;Pertunjukan Slank sangat memukau penggemarnya. Setiap membawakan sebuah lagu, koor para fans turut membahana. Kaka sebagai vokalis, mencoba untuk menjalin komunikasi dengan penggemarnya.&lt;br /&gt;"Siapa yang datang ke sini pakai motor? Siapa yang menggunakan helm ketika mengendarai motor? Kita harus sadar, bahwa menjaga keselamatan ketika berkendara itu penting. Senang bisa datang lagi ke Pontianak," tuturnya di atas sebuah sound system di muka panggung.&lt;br /&gt;Sapaan Kaka disambut acungan tangan penonton yang dibatasi pagar besi. Slankers bahkan langsung berjingkrak, mendengar intro Mars Slankers dimainkan para gitaris Slank, yakni Abdee, Ivan, dan Ridho.&lt;br /&gt;Kaka tidak hanya menunjukkan lengkingan suaranya. Ia juga memainkan gitar pada lagu ketujuh, Virus. Slankers yang hafal lirik lagu di luar kepala, ikut berdendang seraya menyalakan matches (korek gas) yang diacungkan ke udara dan dilambaikan ke kiri dan ke kanan.&lt;br /&gt;"Anggota pemadam kebakaran, jangan lupa siramkan air pada penonton, ya. Jangan hanya disiramkan kalau di suruh. Kalau bisa air diberikan pada penonton, tiap dua menit," kata Kaka.&lt;br /&gt;Usai mengatakan hal itu, Kaka meminta lima orang penonton perempuan naik ke panggung. Tanpa menunggu lama, permintaan Kaka sudah berdiri bersamanya di atas panggung. Kaka memuji kelima perempuan itu. Menurutnya, mereka semua cantik alami tanpa polesan makeup.&lt;br /&gt;Ternyata, permintaan Kaka menghadirkan lima perempuan tersebut untuk menemaninya berjoged pada lagu Orkes Sakit Hati. Tidak hanya yang berada di atas panggung yang menggoyangkan pinggul, slankers di dalam stadion ikut serta.&lt;br /&gt;Turun dari panggung, seorang dari lima perempuan tersebut, Tri, mengatakan sangat senang bisa dipilih panitia untuk berada di panggung. Karena, ia memang penggemar berat grup band Slank. Bahkan, sebuah pin fotonya dan anggota Slank, tersemat dikerudungnya.&lt;br /&gt;"Saya sengaja bolos bekerja untuk tidur siang, agar tidak capai ketika menonton Slank. Eh, tadi bisa salaman langsung dan dicium sama Kaka. Saya tidak mau cuci muka malam ini,' katanya ditemui Tribun,  usai turun panggung.&lt;br /&gt;Aksi grup band Slank berakhir sekitar pukul 22.30 dengan membawakan lagu Kamu Harus Pulang. Sebanyak 18 lagu mereka suguhkan untuk memuaskan para penggemarnya. Usai tampil, mereka berlima memberikan penghormatan dengan membungkuk bersama.&lt;br /&gt;Menurut seorang panitia bernama Iwan, konser tersebut dipenuhi sekitar 20 ribu penonton. Karena, dari 21.300 tiket yang disediakan, sebanyak 17 ribu tiket sudah habis dibeli oleh pembeli Slankers.&lt;br /&gt;"Sembilan ribu tiket hijau untuk pengguna motor Yamaha, dan 8 ribu tiket merah untuk motor non-Yamaha sudah habis. Belum lagi penonton yang masuk gratis karena tiga gate kita buka pada lagu ke-17," tuturnya.&lt;br /&gt;Menurutnya, untuk penampilan Slank di kota Pontianak, sebanyak 3 kontainer sound system dan lighting didatangkan dari Jakarta. Semua barang tersebut sudah tiba h-2 sebelum konser konvoi damai Slank dalam rangka peluncuran motor Yamaha Vega ZR 115 CC, berlangsung.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-2414298051394877560?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/2414298051394877560/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=2414298051394877560&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/2414298051394877560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/2414298051394877560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2009/03/slank-ingatkan-pengendara-pakai-helm.html' title='Slank Ingatkan Pengendara Pakai Helm Tri Tak Mau Cuci Muka'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-5754755604408402592</id><published>2008-12-21T09:36:00.000-08:00</published><updated>2011-10-25T03:00:32.604-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan'/><title type='text'>Andi Gigit Anggota Tubuh, Bibir Bawah Sisa Separuh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/SU6AxE6_bZI/AAAAAAAAAFQ/QdrkYLCdJ6c/s1600-h/pasien+gigit+jari-jessica-2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/SU6AxE6_bZI/AAAAAAAAAFQ/QdrkYLCdJ6c/s320/pasien+gigit+jari-jessica-2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5282300993575284114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;AKIBAT sering digigit, bibir bawah Andi (9) hanya bersisa separuh. Jari kedua tangannya mengalami hal yang sama. Terutama jari telunjuk yang terlihat luka dan membengkak. Kuku jaripun nyaris tak bersisa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan dan kaki Andi, kecil, untuk anak seusianya. Bahkan, tubuhnya seberat 10 kilogram tak mampu ditopang kedua kakinya. Setiap hari Andi harus digendong oleh Nurhayati (38), ibunya, yang menghidupi keluarga dengan berjualan bahan pokok dan menjahit.&lt;br /&gt;Menurut Nurhayati, Andi mulai mendapatkan penyakitnya tersebut sejak berusia sekitar delapan bulan. Ketika itu tubuh Andi panas tinggi dan terlambat mendapat perawatan medis. Ia hanya diberikan obat yang dijual di warung.&lt;br /&gt;"Andi sakit hari Sabtu. Hari Minggu, Puskesmas tidak buka. Hari Senin waktu itu tanggal merah. Karenanya, baru bisa diperiksa medis pada hari Selasa. Sebelum diperiksakan, obat-obatan warung menjadi pilihan," tutur Nurhayati dirumahnya, Kamis (18/12).&lt;br /&gt;Nurhayati mengatakan, panas tinggi yang dialami Andi membuat bocah itu kejang-kejang. Warga yang tinggal di Jalan Nirbaya Gang Sukadamai Jalur III Purnama Dalam itupun tidak pernah membawa Andi ke Posyandu untuk imunisasi. &lt;br /&gt;Kondisi tubuh Andi terus menyusut. Badannya menjadi kurus akibat tak mau makan. Tulang rusuknya menonjol keluar. Mengecil dan berkumpul ke tengah, tepat ke dada. Tubuh Andi membusung ke depan dengan perut yang mengencang keras.&lt;br /&gt;Menurut Nurhayati, kebiasaan anaknya menggigit jari tangan dan bibir timbul bila Andi merasa kepanasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bawa Ke Terajin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah ketika bangun tidur, Nurhayati menemukan wajah Andi penuh dengan darah. Ia panik dan membersihkan wajah Andi secepatnya. Namun, bocah sembilan tahun itu malah menangis keras.&lt;br /&gt;Tangisan keras Andi membuat Nurhayati panik. Ia tak tega melihat kondisi putra ketiganya seperti itu. Bila sudah begitu, Andi harus digendong untuk menenangkan tangisannya. Sekaligus, tidak mengusik ketenangan para tetangga.&lt;br /&gt;"Waktu menggigit anggota tubuhnya, Andi tidak merasakan sakit. Namun, bila kita panik dan membersihkan darah dari wajahnya, tangisnya mulai pecah. Kita yang melihatnya menjadi khawatir," tuturnya.&lt;br /&gt;Upaya menyembuhkan kondisi Andi sudah dilakukan oleh Nurhayati dan Kasim (65), suaminya. Mereka juga sudah membawa Andi ke Terajin (pengobatan alternatif di tepi sungai) yang ada di Sungai jawi.&lt;br /&gt;Nurhayati mengatakan, pengobatan alternatif tersebut tidaklah sebentar. Ia berangkat dari rumah mulai pukul 07.00 WIB dan tiba kembali ke rumah pukul 17.00. Awalnya, ada sedikit perubahan pada Andi. Tubuhnya agak lemas, tidak mengencang seperti biasanya.&lt;br /&gt;Pengobatan melalui medis juga dilakukan Nurhayati. Ia mengaku awalnya tidak bisa membawa konsultasi ke dokter di rumah sakit karena belum mendapatkan kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas).&lt;br /&gt;"Saya terpaksa membeli obat dengan biaya yang mahal. Karena tidak punya uang, obat harus diambil bertahap, tunggu uang terkumpul. Karena, Rp 120 ribu setiap kali mengambil obat bukanlah biaya yang murah," tuturnya.&lt;br /&gt;Saat ini, Nurhayati sudah memegang kartu Jamkesmas dan gratis bila membawa Andi konsultasi ke dokter. Ia sadar, kondisi tubuh anaknya tidak bisa normal seperti anak kebanyakan. Namun, ia menerima kondisi Andi sepenuhnya.&lt;br /&gt;Menurut ibu tiga anak itu, kondisi yang sama juga dialami oleh Fajaria Nur, putra pertamanya. Namun, pada usia 8,5 tahun, anak itu meninggal dunia. Sebelum meninggal, Fajaria mengalami mencret dalam gendongan ketika dibawa ke rumah sakit.&lt;br /&gt;"Kondisi yang normal hanya dialami anak perempuan saya, Dewi Fitri (13). Kalau abang dan adiknya, mengalami pertumbuhan yang tidak normal. Tangan dan kakinya mengecil, badan merekapun kurus," kata Nurhayati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto by Jesicca Wuysang (Maya), Antara&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-5754755604408402592?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/5754755604408402592/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=5754755604408402592&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/5754755604408402592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/5754755604408402592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2008/12/andi-gigit-anggota-tubuh-bibir-bawah.html' title='Andi Gigit Anggota Tubuh, Bibir Bawah Sisa Separuh'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/SU6AxE6_bZI/AAAAAAAAAFQ/QdrkYLCdJ6c/s72-c/pasien+gigit+jari-jessica-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-5928258686795310788</id><published>2008-12-20T06:59:00.000-08:00</published><updated>2011-10-25T03:01:59.758-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kapuas Hulu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='travel'/><title type='text'>Enam Ton  Sekali Panen</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/SU0KbYvqWtI/AAAAAAAAAFI/pvHIK_90sGw/s1600-h/IMG_1615.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/SU0KbYvqWtI/AAAAAAAAAFI/pvHIK_90sGw/s320/IMG_1615.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281889403590564562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;MANISNYA madu sangat disukai orang banyak. Madu juga memiliki khasiat untuk meningkatkan stamina tubuh. Satu daerah pemasok madu terbesar di Kalimantan Barat adalah Kapuas Hulu, terutama di kawasan Danau Sentarum.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Daerah paling banyak menyumbangkan madu sebagai hasil hutan alami di kawasan Danau Sentarum tersebar di tiga Kecamatan. Yakni, Selimbau, Batang Lupar, dan Badau. Bahkan, madu yang dihasilkan sudah dikemas dengan rapi dan mendapatkan sertifikasi.&lt;br /&gt;Direktur Riak Bumi Kalimantan Barat Valentinus Heri, mengatakan, madu dari kawasan Danau Sentarum merupakan madu hutan pertama di Indonesia dengan sertifikat organik dari BioCert, yang merupakan satu lembaga sertifikasi organik di Indonesia.&lt;br /&gt;"Masyarakat di kawasan Danau Sentarum memiliki asosiasi yang khusus menangani madu hutan (Apis dorsata). Asosiasi terbentuk sejak 2005, lalu, yang berpusat di Semangit. Asosiasi ini bernama APDS atau Asosiasi Madu Hutan Indonesia," tuturnya, Senin (15/12), lalu.&lt;br /&gt;Wilayah kerja petani madu tersebut meliputi 12.363 hektar hutan pada 13.253 tikungan. Sekali panen, masyarakat bisa mendapatkan enam ton madu setiap kelompoknya. Menurut Heri, pada 2008, masyarakat dapat memanen sekitar 20 ton madu.&lt;br /&gt;Sebelum terbentuknya APDS, harga jual Madu sangat rendah. Hanya Rp 6.000 per kilo. Karenanya, menjadi petani madu masih belum dilirik oleh masyarakat di wilayah Danau Sentarum. &lt;br /&gt;Setelah asosiasi terbentuk, harga jual madu mulai dilirik masyarakat. Harga jual mencapai Rp 45 ribu per kilogram. Apalagi, masyarakat juga tidak perlu bersusah payah menjual madu karena ada asosiasi yang siap menampung hasil panen madu mereka.&lt;br /&gt;Heri mengatakan, jumlah anggota asosiasi APDS saat ini berjumlah 157 orang di delapan Periau (wilayah kelola kelompok madu di Danau Sentarum), yang berada di enam kampung dari 33 kampung potensial. &lt;br /&gt;"Madu tersebut diperoleh petani dari hutan alami. Kualitas madupun tergantung pada hutan yang ada di Danau Sentarum. Bila hutan mulai rusak, kualitas madu yang dihasilkan juga akan terpengaruh," tuturnya.&lt;br /&gt;Menurut peneliti dari Center for International Forestry Research (Cifor) Elizabeth Linda Yuliani, menjaga kealamian hutan Danau Sentarum merupakan tantangan yang harus ditanggulangi bersama.&lt;br /&gt;Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh tim Cifor, tingkat kekeruhan air Danau Sentarum jauh di atas ambang batas yang disarankan untuk kesehatan manusia dan perikanan. Terutama, di Desa Leboyan.&lt;br /&gt;"Berdasarkan penuturan masyarakat, kekeruhan memburuk sejak maraknya illegal logging dan pembangunan jalan yang tidak memperhatikan pengendalian dampak lingkungan di daerah hulu," tutur Linda.&lt;br /&gt;Seorang warga Desa Selimbau Abu, mengatakan, pembalakan liar marak terjadi di sekitar Danau Sentarum antara tahun 2004 hingga 2005. Hal itu membuat hutan alami di sekitar danau menjadi terganggu.&lt;br /&gt;"Banyak pohon di hutan yang ditebang. Ini menyebabkan hutan gundul dan mempengaruhi hasil panen madu. Padahal, selain madu yang dipanen, sarangnyapun dapat dijual dan menambah penghasilan masyarakat," tuturnya.&lt;br /&gt;Ketika Tribun dan rombongan berada di pasar Lanjak, seorang ibu yang berasal dari Desa Semangit menjual Labang Muanyi (sarang lebah) yang bisa dijadikan lauk untuk makan. Ia menjual sarang lebah tersebut Rp 15 ribu per kilogramnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-5928258686795310788?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/5928258686795310788/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=5928258686795310788&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/5928258686795310788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/5928258686795310788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2008/12/enam-ton-sekali-panen.html' title='Enam Ton  Sekali Panen'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/SU0KbYvqWtI/AAAAAAAAAFI/pvHIK_90sGw/s72-c/IMG_1615.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-6679952663279467634</id><published>2008-12-18T23:57:00.000-08:00</published><updated>2011-10-25T03:02:43.793-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kapuas Hulu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='travel'/><title type='text'>Surga Ikan Arwana</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/SUtbO73d8fI/AAAAAAAAAFA/rkOPSHs7Pr8/s1600-h/17122008ART_ARWANA.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/SUtbO73d8fI/AAAAAAAAAFA/rkOPSHs7Pr8/s320/17122008ART_ARWANA.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281415300168675826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;SATU jenis ikan hias yang banyak diburu para kolektor adalah ikan Arwana (Scleropages formosus). Selain karena keindahan warnanya, ikan Arwana juga mempunyai keunikan, menetaskan telur di mulut pejantan. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Geliat anak ikan Arwana di akuarium milik warga Semitau Hari Sudirman (38), sangat memesona. Harga seekor ikan yang mencapai jutaan rupiah itu, menjadi kebanggaan masyarakat Kapuas Hulu. Karena, habitat alami ikan Arwana ada di danau Sentarum.&lt;br /&gt;Sebagian besar masyarakat yang hidup di danau seluas 32 ribu hektar itu mengembangkan budidaya ikan Arwana. Selain cocok dengan habitat di danau, pakan yang diberikan untuk ikan hias itu juga mudah diperoleh.&lt;br /&gt;"Pakan utama untuk ikan Arwana yang saya pelihara adalah katak. Bisa juga diberikan pakan jangkrik, cicak, udang, dan ikan kecil. Merawat ikan inipun tidak terlalu rumit," ujarnya ketika ditemui di rumahnya, Sabtu (13/12), lalu.&lt;br /&gt;Katak diperoleh Hari dari Pontianak dengan harga Rp 11 ribu per kilogram. Katak tersebut dikirimkan dalam kondisi beku. Sehingga, pakan lebih mudah diberikan kepada ikan yang dipelihara di kolam maupun di akuarium.&lt;br /&gt;Menurut Hari, permasalahan dalam merawat ikan Arwana adalah pada kualitas air yang ada. Keasaman air yang cocok untuk ikan ini berkisar pada angka 5. Perbedaan ikan Arwana yang ada di habitat alami dan kolam adalah, ikan lebih gemuk bila dikembangbiakkan di kolam.&lt;br /&gt;Peneliti dari Center for International Forestry Research (Cifor) Elizabeth Linda Yuliani, mengatakan, nilai penting danau Sentarum dalam perikanan tradisional sangat tinggi. Selain itu, danau yang sebagian besar dipenuhi dengan lahan gambut ini memiliki potensi untuk lokasi UNESCO heritage.&lt;br /&gt;"Semua itu tergantung pada kualitas alami danau Sentarum. Melindungi lahan gambut dan hutan alam danau Sentarum berarti melindungi simpanan dan penyerap karbon, menjaga iklim mikro, mengurangi perubahan iklim global, dan berpotensi untuk pasar karbon," tuturnya.&lt;br /&gt;Linda mengatakan satu potensi perikanan di lahan gambut tersebut adalah ikan Arwana, yang bisa dibudidayakan masyarakat sekitar untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat. Karena, untuk harga seekor ikan mencapai Rp 2,7 juta.&lt;br /&gt;Pemilik kolam ikan Arwana di Semitau saat ini mencapai 40 orang. Pendapatan yang bisa diperoleh untuk sekali panen mencapai miliaran rupiah. Peternak ikan Arwana biasanya bisa memanen 100 ekor dalam kurun waktu satu hingga tiga bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya Naik Haji&lt;br /&gt;Keuntungan memelihara ikan Arwana banyak dirasakan masyarakat Selimbau. Menurut Camat Selimbau Abang Sudarmo, beberapa masyarakat yang tinggal di desa Selimbau kota bisa naik haji dengan menjual ikan Arwana yang mereka kembangbiakkan.&lt;br /&gt;"Tahun ini saja ada 16 orang masyarakat desa Selimbau kota yang berangkat naik haji. Mereka membiayai ongkos keberangkatan dengan menjual ikan peliharaan mereka. Setidaknya, masyarakat mengembangkan ratusan ekor ikan Arwana," tuturnya.&lt;br /&gt;Peternak ikan Arwana warga Selimbau Edi, mengatakan, lima ekor ikan Arwana yang dikembangkannya pernah ditawar untuk dibeli seharga Rp 10 juta per ekor. Namun, ia enggan menjualnya.&lt;br /&gt;Menurut Edi, ikan Arwana yang dikembangkannya bisa mencapai Rp 50 juta per ekor. Karena, ia menggunakan air danau Sentarum untuk tempat perkembangbiakannya di akuarium. Edi hanya menggunakan aerator dan penyaring dari kapas untuk menyaring air danau.&lt;br /&gt;Keuntungan memelihara ikan Arwana juga dialami oleh warga desa Gudang hulu Dusun Gertak Baru Selimbau, Sukiman. Lima ekor sapi yang dipeliharanya dibeli dari hasil menjual dua ekor ikan Arwana.&lt;br /&gt;"Harga dua ekor ikan tersebut Rp 12 juta. Sekarang ikan Arwana yang masih ada sebanyak lima ekor. Ikan tersebut dipelihara selama setahun, mulai dari anakan hingga sudah besar," tuturnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-6679952663279467634?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/6679952663279467634/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=6679952663279467634&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/6679952663279467634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/6679952663279467634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2008/12/surga-ikan-arwana.html' title='Surga Ikan Arwana'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/SUtbO73d8fI/AAAAAAAAAFA/rkOPSHs7Pr8/s72-c/17122008ART_ARWANA.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-882444248577133111</id><published>2008-12-18T23:51:00.000-08:00</published><updated>2011-10-25T03:03:34.772-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kapuas Hulu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='travel'/><title type='text'>Anggrek Alami Sepanjang Aliran Sungai</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/SUtTryM4_1I/AAAAAAAAAE4/0L59kpZzD_w/s1600-h/17122008_Wisata+Air_ARTHURIO.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/SUtTryM4_1I/AAAAAAAAAE4/0L59kpZzD_w/s320/17122008_Wisata+Air_ARTHURIO.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281406999697358674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;BILA Italia memiliki wisata air di kota Venezia yang bisa disusuri menggunakan gandola, Kapuas Hulu memiliki kawasan Danau Sentarum yang menyimpan keelokan Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata) yang tumbuh alami di hutan sepanjang aliran Sungai Kapuas, dan bisa dinikmati menggunakan long boat (sampan motor).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jenis anggrek alam di danau Sentarum yang telah teridentifikasi oleh tim peneliti Center for International Forestry Research (Cifor) dan Riak Bumi, sebanyak 135 jenis. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan taman nasional di Kanada yang hanya memiliki 28 jenis anggrek.&lt;br /&gt;Desa yang mengembangkan wisata anggrek di lahan gambut terbesar kedua di Kalimantan Barat itu adalah  Pelaik dan Selimbau. Masyarakat menjaga tanaman anggrek alami yang tumbuh parasit di pohon, dengan membentuk Kelompok Wisata Anggrek Danau Sentarum (KWADS).&lt;br /&gt;Menurut peneliti anggrek dari Cifor Leon Budi Prasetyo, wilayah Pelaik memiliki sekitar 50 jenis anggrek. Sedangkan Selimbau memiliki sekitar 40 jenis anggrek. Jenis anggrek yang tumbuh alami tersebut memiliki potensi untuk dijadikan objek wisata di danau  Sentarum. &lt;br /&gt;Karenanya, wisata anggrek dapat menjadi pilihan utama pengunjung yang datang ke wilayah Danau Sentarum, yang  sebagian besar didominasi oleh perairan. Transportasi yang digunakan masyarakat kebanyakan adalah sampan, sampan motor, ataupun motor Bandong (home boat). &lt;br /&gt;Ketua kelompok KWADS Selimbau Saharman, mengatakan, sudah setahun menjaga anggrek alam yang ada di tepi aliran sungai desa. Kelompok ini beranggotakan lima orang, yang setiap hari selalu berkeliling di sepanjang aliran sungai menggunakan sampan.&lt;br /&gt;"Bila ada tanaman anggrek yang jatuh ke air, kami akan meletakkan kembali ke pohon. Hal ini kami lakukan untuk menjaga kelestarian tanaman anggrek di hutan kami," tuturnya kepada Tribun, Sabtu (13/12), lalu.&lt;br /&gt;Melihat tanaman anggrek yang hidup di pohon di pinggir sungai menggunakan long boat, memberikan kenikmatan tersendiri. Kicau burung Murai Batu, kelebatan burung Bangau dan Elang, menambah penyusuran sungai menjadi tidak membosankan.&lt;br /&gt;Apalagi, rindangnya hutan memberikan kesan teduh kepada pengunjung. Alternatif lain bila pengunjung tidak menyukai tanaman anggrek adalah memancing. Menurut warga Selimbau bernama Abu, jenis ikan yang ada di sungai desa mereka adalah ikan Baung, Lais, Toman, dan Patik.&lt;br /&gt;Selain anggrek yang tumbuh alami di sepanjang aliran sungai, KWADS Selimbau juga menjaga anggrek di daratan yang mempunyai luas sekitar tiga hektar. Ketika Tribun dan rombongan berkeliling di taman anggrek tersebut, serumpun anggrek hitam sedang mekar.&lt;br /&gt;Keelokan tanaman lain yang disuguhkan taman anggrek alami Selimbau adalah berjenis tanaman Kantung Semar (Nepenthes sp). Tanaman ini tumbuh menyebar di tanah yang terbuka dan cukup matahari, serupa dengan habitat anggrek.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-882444248577133111?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/882444248577133111/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=882444248577133111&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/882444248577133111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/882444248577133111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2008/12/anggrek-alami-sepanjang-aliran-sungai.html' title='Anggrek Alami Sepanjang Aliran Sungai'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/SUtTryM4_1I/AAAAAAAAAE4/0L59kpZzD_w/s72-c/17122008_Wisata+Air_ARTHURIO.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-841835819725513918</id><published>2008-12-10T03:55:00.000-08:00</published><updated>2011-10-25T03:04:17.840-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='etnik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='travel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budaya'/><title type='text'>Pernikahan Adat Dayak Kalis, Leroy Mau Bawa Pulang Pakaian Adat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/ST_I2Z6jHiI/AAAAAAAAAEw/hdbDHBMFPbE/s1600-h/20081208haq_kawin_adat_+(220).JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/ST_I2Z6jHiI/AAAAAAAAAEw/hdbDHBMFPbE/s320/20081208haq_kawin_adat_+(220).JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278158125296459298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;WARGA negara Amerika Serikat, Leroy James Bailey, tampak gagah mengenakan pakaian adat Dayak. Laksana pangeran kerajaan, ia tiba di Betang di Jalan Sutoyo Pontianak, Senin (8/12), dengan iringan tabuhan dan tarian. Ia mengendarai mobil bak belakang terbuka yang dihias menyerupai perahu Jajang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upacara adat yang dijalani Leroy merupakan lanjutan pernikahan resmi (catatan sipil) bersama Briggita Romanda Kaliska atau Gitta, yang dilakukan di Franklyn Courthouse Louisiana Amerika Serikat pada 27 Juli 2007. Buah cinta pernikahan tersebut adalah Gabriella Anna Marie Bailey atau Gabby yang berusia 11 bulan.&lt;br /&gt;Leroy tampak selalu tersenyum. Ia menjalani prosesi perkawinan adat sub suku Dayak Urang Kalis yang berasal dari Kabupaten Kapuas Hulu. Prosesi tersebut dilaluinya setelah menikahi Gitta, perempuan yang berasal dari daerah itu.&lt;br /&gt;"Upacara ini sangat unik. Ini merupakan kedatangan pertama saya ke sini (Kalimantan Barat) dan juga pengalaman pertama mengikuti upacara seperti ini," tuturnya kepada Tribun di beranda Betang, Senin (8/12), usai melakukan upacara adat.&lt;br /&gt;Leroy yang menuntut ilmu di US Air Force, The Reserve Officers Training Corps (ROTC) Morgan City Los Angeles, mengaku, sedikit bingung dengan prosesi penikahan adat. Ia harus melalui 13 prosesi adat, juga upacara adat Apandaor (menurunkan anak ke tanah/sungai), untuk putrinya.&lt;br /&gt;Hujan deras tak menyurutkan langkah Leroy menjalani setiap prosesi. Meskipun tidak menguasai bahasa Indonesia dan bahasa Dayak Kalis, Leroy sangat serius melalui tahapan upacara pernikahan adat, itu.&lt;br /&gt;Ketika tiba di Betang, Leroy ditunggui Gitta dan Temanggong (tetua adat) yang berdiri di depan sebuah batang kayu yang melintang sebagai Ompang Panyialo (penghalang). Kayu tersebut harus dipatahkannya menggunakan Mandau. &lt;br /&gt;Ada dua penghalang yang harus dipatahkan Leroy. Penghalang tersebut berada di pintu masuk dan depan tangga Betang. Penghalang tersebut merupakan simbol rintangan dalam kehidupan yang harus dilalui oleh Leroy.&lt;br /&gt;"Saya sangat menyukai prosesi mematahkan penghalang. Prosesi itu unik. Karena, usai penghalang dipatahkan, saya disambut pihak keluarga perempuan dan disambut dengan segelas Geram (tuak) dan tarian," tuturnya.&lt;br /&gt;Leroy juga menyukai pakaian adat yang dikenakannya. Menurut Gitta, Leroy pernah mengutarakan hal itu kepada dirinya. Pakaian berbahan manik-manik tersebut ingin dibawa pulang ke Amerika.&lt;br /&gt;"Ia ingin pakaian tersebut menjadi kenang-kenangan pernikahan yang bisa disimpan di rumah. Leroy mengatakan hal itu ketika pertama kali melihat dan mengenakan pakaian adat tersebut," ujar Gitta.&lt;br /&gt;Menurut mahasiswi University of Louisiana Lafayette jurusan Bisnis, itu, ia belum tahu apakah akan memenuhi keinginan Leroy atau tidak. Karena, dirinya masih terfokus pada upacara pernikahan adat terlebih dahulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentukan Nama Pakai Temu Lawak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEBAGAI peranakan Amerika Serikat dan Indonesia, khususnya berdarah Dayak Kalis, Gabriella Anna Marie Bailey atau Gabby yang berusia 11 bulan, harus melalui prosesi adat Apandaor (anak turun ke tanah/sungai). Prosesi tersebut diakhiri dengan pemberian nama Dayak, yang ditentukan menggunakan buah Temu Lawak.&lt;br /&gt;Seperti bocah kebanyakan, tingkah Gabby tampak menggemaskan. Ketika alat musik tradisional ditabuh untuk memulai prosesi Apandaor, jemari kedua tangannya berputar, menari. Ketika musik terhenti, jemari tangan kanannya bergerak membuka dan menutup.&lt;br /&gt;Berada digendongan Ir Anna Veridiana I Kalis M Sc, neneknya, Gabby menjadi pusat perhatian tamu yang datang. Bocah itu juga tak rewel ketika kilatan blitz kamera mengarah kepadanya. Bahkan, ia melambaikan tangan kanannya ke arah juru foto.&lt;br /&gt;Kekhawatiran terlihat dari wajah Leroy James Bailey, ayah Gabby, yang selalu mengawasi putrinya dari arah sebelah kanan mertuanya. Beberapa kali ia berbisik pada Brigitta Romanda Kaliska atau Gitta, istrinya, bila ia melihat wajah Gabby menunjukkan akan menangis.&lt;br /&gt;Menurut Gitta, kekhawatiran Leroy muncul bila ada orang baru yang belum dikenal menyentuh atau mengendong putrinya. Perempuan yang menempuh pendidikan di University of Louisiana, itu, mengaku memaklumi kekhawatiran suaminya.&lt;br /&gt;"Apalagi Gabby harus dimandikan sebelum dilakukan pemberian nama. Kondisi hujan dan dingin menyebabkan Leroy khawatir bila kondisi kesehatan Gabby menjadi lemah," tuturnya kepada Tribun di beranda Betang Jalan Sutoyo, Senin (8/12).&lt;br /&gt;Sebuah kolam plastik hijau berdasar kuning yang berisi air dan taburan bunga, diletakkan dekat tangga beranda betang sisi kiri. Kolam itu menjadi tempat mandi Gabby untuk upacara Apandaor. Sebelumnya, air kolam tersebut didoakan oleh Temanggong (tetua adat).&lt;br /&gt;Doa yang dilafalkan dalam bahasa Dayak Kalis meluncur dari mulut Temanggong, seraya mengarahkan ujung mata tombak pada air kolam. Dari gendongan neneknya, Gabby menatap lekat pada Temanggong dan ujung tombak yang mengarah ke tempat mandinya.&lt;br /&gt;Selain dilakukan oleh orangtuanya, prosesi memandikan Gabby juga dilakukan oleh Barcunda Sturjaya SH MM, kakeknya. Sedangkan kakek dan neneknya dari Amerika, tidak bisa menghadiri prosesi adat tersebut.&lt;br /&gt;Menurut Gitta, Louis Adam Topham dan Agnes Giroir Topham, mertuanya, sangat ingin turut serta dalam prosesi adat yang dilakukan. Namun, keinginan tersebut kandas akibat bencana badai Ike dan Gustaf.&lt;br /&gt;"Rumah mertua saya ikut terkena badai tersebut. Mereka memutuskan tidak jadi ikut ke Indonesia karena harus memperbaiki rumah yang terkena badai. Mereka menitip doa buat Gabby, agar prosesi adat ini berjalan dengan lancar," tuturnya.&lt;br /&gt;Usai prosesi Ipamandi (mandi) sebagai satu bagian adat Apandaor, tahapan selanjutnya adalah Yan Tasang (pemberian nama Dayak Kalis). Tiga nama sudah disiapkan untuk Gabby, yang harus dipilih secara berurutan. Yakni Bunga Lita, Indang, dan Kabang.&lt;br /&gt;Uniknya, pemberian nama dilakukan oleh Temanggong dengan bantuan buah temu lawak yang sudah dikupas kulit luarnya. Buah tersebut dibelah menjadi dua bagian sama besar. Menurut Temanggong, pemilihan nama bisa digunakan Gabby, berdasarkan tanda dari buah temu lawak.&lt;br /&gt;"Kalau buah menutup dan membuka, maka nama sudah direstui oleh Yang Kuasa melalui tanda tersebut. Kalau buah tersebut tidak terbuka dan menutup sampai tiga kali, nama pertama yang dipilih dibatalkan dan dilakukan pemilihan nama kedua yang sudah disiapkan. Begitu seterusnya," tuturnya.&lt;br /&gt;Usai melafalkan doa, Temanggong melakukan lemparan pertama buah temu lawak ke udara. Para tamu yang menanti hasil pemilihan nama terlihat tenang. Ketika tiba ke lantai, dua bagian buah tersebut jatuh menutup dan harus diulangi. Nama Bunga Lita untuk Gabby baru diperoleh dalam lemparan yang kedua, setelah buah jatuh dalam posisi berlawanan.&lt;br /&gt;Menurut Anna, nama tersebut sama seperti nama Dayak Kalis yang dimilikinya. Anna mengharapkan keindahan nama Bunga Lita tersebut dapat terpancar dalam sikap dan perilaku Gabby nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto by Ishaq&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-841835819725513918?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/841835819725513918/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=841835819725513918&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/841835819725513918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/841835819725513918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2008/12/pernikahan-adat-dayak-kalis-leroy-mau.html' title='Pernikahan Adat Dayak Kalis, Leroy Mau Bawa Pulang Pakaian Adat'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/ST_I2Z6jHiI/AAAAAAAAAEw/hdbDHBMFPbE/s72-c/20081208haq_kawin_adat_+(220).JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-1030127506849525376</id><published>2008-12-08T08:38:00.000-08:00</published><updated>2011-10-25T03:04:56.540-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hiburan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><title type='text'>Pohon Natal 80 Ribu Botol Infus</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/ST6Wtcq2S5I/AAAAAAAAAEo/dzF_sJqiFhA/s1600-h/20081206_Januardi+Dwindra_Pohon+Natal+(7).JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/ST6Wtcq2S5I/AAAAAAAAAEo/dzF_sJqiFhA/s320/20081206_Januardi+Dwindra_Pohon+Natal+(7).JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277821520858991506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;BOTOL plastik infus yang kosong tidak selalu menjadi limbah. Butuh sedikit sentuhan kreativitas untuk menghasilkan karya seni yang sedap dipandang mata. Terlebih, bisa dinikmati oleh semua orang. Seperti yang dilakukan para karyawan Rumah Sakit Santo Antonius (RSSA) Pontianak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untaian botol plastik infus dijalin membentuk pohon natal putih, menjulang di halaman RSSA Pontianak, Sabtu (6/12). Penopang pohon berupa batang pinang yang kulitnya dihilangkan, hingga warna cokelat tampak seperti dasarnya.&lt;br /&gt;Hasil karya para karyawan berupa pohon natal, merupakan pertama kalinya dilakukan, untuk menyambut hari raya Natal 2009. Tim pembuat pohon natal berjumlah 17 orang, yang masuk ke dalam kepanitiaan.&lt;br /&gt;"Secara kepanitiaan, semua karyawan ikut terlibat dalam pembuatan pohon natal ini. Karena, setiap harinya mereka mengumpulkan botol infus kosong yang ada di rumah sakit," ujar Panitia Natal RSSA Pontianak Koordinator Dekorasi, Heliodorus.&lt;br /&gt;Menurutnya, pengerjaan pohon natal sudah direncanakan sejak beberapa bulan lalu. Bahkan, pengumpulan botol infus dilakukan sejak Oktober. Botol kemudian digunting, mulai dari bagian bawah hingga ke leher botol. Guntingan halus membentuk helaian botol mekar bak bunga putih.&lt;br /&gt;Botol yang sudah digunting disatukan menggunakan kawat. Susunan botol yang menyatu membentuk untaian panjang. Untaian tersebut disusun rapi dengan bantuan kerangka besi yang sudah dibuat sebelumnya.&lt;br /&gt;"Botol infus yang sudah kita gunakan untuk membuat pohon natal berjumlah 6.800. Kita masih kekurangan bahan botol. Teman-teman juga masih melanjutkan pekerjaan menggunting botol yang terkumpul," kata pria yang disapa Helio, itu.&lt;br /&gt;Pohon natal putih yang baru didirikan pada Sabtu pagi, tadi, belum sepenuhnya selesai. Asesoris natal berupa lampu kerlap-kerlip, belum terpasang. Begitu pula bintang terang yang biasanya berada di ujung pohon.&lt;br /&gt;"Kita akan melanjutkan pekerjaan tersebut pada Selasa dan Rabu. Tergantung botol yang sudah siap digunakan. Target kita sebelum natal sudah selesai semua. Tidak hanya untuk pohon natal di depan RSSA. Tetapi, juga yang akan dibuat untuk tiap ruangan rumah sakit," katanya.&lt;br /&gt;Panitia seksi acara, Merry, mengatakan, pohon natal dibuat setinggi delapan meter. Banyaknya sisa infus yang digunakan adalah 80 ribu botol. Selain menyambut natal, juga untuk memperingati 80 tahun Rumah Sakit Antonius di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serba Delapan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuatan pohon natal di halaman depan gedung oleh karyawan Rumah Sakit Santo Antonius (RSSA) Pontianak, tidak hanya unik dari sisi bahan untuk membuatnya berupa botol infus bekas. Namun, ada angka delapan dibalik semua itu.&lt;br /&gt;Pohon natal yang menjulang berukuran delapan meter di halaman rumah sakit menjadi pemandangan yang menarik bagi siapa saja yang melihat. Warnanya yang dominan putih, menjadikan pohon natal buatan tersebut sangat menojol dibandingkan pohon lain di sekitarnya.&lt;br /&gt;Menurut panitia seksi acara RSSA Pontianak, Merry, pembuatan pohon natal dari botol infus bekas memang direncanakan sejak jauh hari. Persiapan bahan dilakukan oleh semua karyawan rumah sakit.&lt;br /&gt;"Pohon natal dari bahan botol infus memang memiliki keunikan tersendiri. Karena, karyawan harus mengumpulkan botol infus bekas yang ada di setiap ruangan rumah sakit. Meskipun sibuk mengurus pasien, mereka juga direpotkan untuk mencari botol infus," tuturnya seraya tertawa kepada Tribun, Sabtu (6/12).&lt;br /&gt;Selain mempunyai tinggi delapan meter, pohon natal berbahan botol infus bekas mempunyai keunikan lain. Menurut Merry, keunikan tersebut adalah, botol infus yang rencananya akan digunakan sebanyak  80 ribu botol.&lt;br /&gt;Alasannya, ujar Merry, pohon natal itu juga menjadi simbol perayaan untuk memperingati 80 tahun rumah Sakit Antonius di Indonesia. Menurutnya, selain merayakan natal, karyawan mempersembahkan pohon natal itu sebagai kado istimewa untuk ulangtahun RSSA.&lt;br /&gt;"Botol infus identik dengan rumah sakit. Selain ingin memberikan makna tersendiri kepada para pasien yang menginap di rumah sakit ketika natal, kita juga ingin menunjukkan bahwa bahan sisa juga bisa dimanfaatkan," tuturnya.&lt;br /&gt;Menurut Panitia Natal RSSA Pontianak Koordinator Dekorasi, Heliodorus, panitia ingin menunjukkan bahwa botol infus yang biasanya menjadi limbah dapat dijadikan sesuatu yang berguna. Asal, disentuh dengan kreativitas.&lt;br /&gt;"Biasanya, botol infus bekas disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Yaitu, menggunakan kembali botol infus dengan cara mengisi kembali botol tersebut dan dijual dengan harga murah," katanya.&lt;br /&gt;Pria yang disapa Helio, itu, mengatakan, bila para distributor membeli infus palsu dan tidak mengetahuinya, bisa berbahaya bagi kesehatan pasien. Untuk menghindari hal itu, pihak RSSA Pontianak mencoba untuk memanfaatkan kembali botol infus bekas menjadi sesuatu yang berguna dan awet.&lt;br /&gt;"Asumsi kita,  daripada botol infus bekas digunakan untuk tindakan kriminal, lebih baik kita manfaatkan. Apalagi bila dibakar dan asap pembakaran menjadi polusi. Merugikan banyak orang," ujar Helio.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-1030127506849525376?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/1030127506849525376/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=1030127506849525376&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/1030127506849525376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/1030127506849525376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2008/12/pohon-natal-80-ribu-botol-infus.html' title='Pohon Natal 80 Ribu Botol Infus'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/ST6Wtcq2S5I/AAAAAAAAAEo/dzF_sJqiFhA/s72-c/20081206_Januardi+Dwindra_Pohon+Natal+(7).JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-7069161185754803468</id><published>2008-12-06T03:03:00.000-08:00</published><updated>2011-10-25T03:05:46.395-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan'/><title type='text'>Aldo Derita Daging Tumbuh, Tidur di Emperan Rumah Sakit</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/STp9acD9mdI/AAAAAAAAAEg/6YEcWDPrCj8/s1600-h/20081204_Januardi+Dwindra.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/STp9acD9mdI/AAAAAAAAAEg/6YEcWDPrCj8/s320/20081204_Januardi+Dwindra.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5276667806580840914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;DAGING yang tumbuh di punggung tubuh belakang tubuh bocah sembilan bulan bernama Aldo Alfino, membuatnya sulit untuk bergerak bebas. Ia harus selalu tidur menyamping dan tidak bisa bergulingan seperti bocah kebanyakan seusianya. Bahkan, kepalanya ikut membesar pula.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini Aldo dirawat di kamar pasien bedah bagian C nomor 13. Ia diantar Ganggang (30) dan Yeni (30), orangtuanya pada Jumat (5/12). Bahkan, Aldo sudah mendapatkan pemeriksaan medis.&lt;br /&gt;Sehari sebelumnya Ganggang belum bisa membawa putra keduanya, itu, memeriksakan penyakit yang dialami Aldo. Pria yang menggantungkan hidup dari bertani, itu, mengandalkan kartu Jamkesmas untuk memeriksakan Aldo. &lt;br /&gt;Berangkat dari Desa Alur Bandung, Kecematan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara pada Minggu (30/11), Ganggang berharap Aldo bisa kembali sehat dengan perawatan medis. Namun, petugas penerima administrasi meminta Ganggang untuk melakukan rawat jalan.&lt;br /&gt;"Saya bingung. Petugas bagian administrasi tidak memberikan petunjuk apapun. Saya juga tidak mempunyai uang lagi," ujar Ganggang yang ditemui Tribun di kantor Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak (FRKP), Kamis (4/12).&lt;br /&gt;Permintaan tersebut sangat memberatkan Ganggang. Dirinya tidak mempunyai uang untuk melakukan rawat jalan bagi Aldo. Membawa Aldo ke Rumah Sakit Umum Daerah Soedarso Pontianak bukanlah hal yang mudah baginya. Ia harus meminta sumbangan kepada penduduk di kampungnya.&lt;br /&gt;"Saya masuk dari satu rumah ke rumah lain seraya membawa foto Aldo. Mereka menyumbang secara sukarela. Hasil sumbangan sebesar Rp 200 ribu saya gunakan untuk ke Pontianak," tuturnya.&lt;br /&gt;Akibat minimnya dana, Ganggang mengajak keluarganya bermalam di emperan ruangan rumah sakit selama dua hari pada Senin (1/12) hingga Selasa (2/12). Terlebih, ia tidak memiliki kenalan ataupun kerabat di Pontianak.&lt;br /&gt;Ganggang mengatakan, ia sekeluarga terpaksa tidur beralaskan bekas koran yang dikumpulkannya. Bahkan, ia harus irit membeli makanan untuk keluarganya. Jatah Rp 15 ribu digunakan untuk membeli nasi bungkus untuk satu hari.&lt;br /&gt;Permintaan sebuah kamar untuk tempat menginap keluarganya, pernah diutarakan Ganggang kepada pihak rumah sakit. Namun, petugas jaga mengatakan kamar sudah penuh. Ia juga ditawari untuk menginap di penginapan Abas, belakang rumah sakit. Ketika Ganggang dan keluarga menuju tempat itu, sudah penuh.&lt;br /&gt;Kondisi Ganggang dan keluarga diketahui oleh mahasiswa asal Kabupaten Kayong Utara (KKU). Merekapun menjemput Ganggang dan dibawa ke asrama mahasiswa KKU di Jalan Karvin nomor 1A.&lt;br /&gt;Penguhuni asrama bernama Kholik mengatakan tindakan tersebut diambil setelah melihat kondisi keluarga Ganggang secara langsung. Apalagi, keadaan Aldo yang sangat memprihatinkan.&lt;br /&gt;"Kita berusaha untuk membantu mereka. Tetapi, untuk ditampung di sini juga tidak memungkinkan. Ada teman yang menganjurkan agar keluarga Ganggang bisa ditampung sementara hingga Aldo mendapatkan perawatan secepatnya," katanya.&lt;br /&gt;Penghuni asrama lain bernama Hendri mengatakan, sangat berharap perawatan Aldo bisa dipercepat. Mengingat, daging tumbuh yang dialami Aldo sudah membesar. Begitu pula dengan bentuk kepala yang tidak seukuran kepala bayi kebanyakan. (art)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat Hari Tak Buang Air Besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SETELAH menginap semalam di asrama mahasiswa, Ganggang dan keluarganya diantar ke kantor FRKP di jalan Purnama. Penanggungjawab Umum FRKP Stephanus Paiman OFM Cap mengatakan, dirinya akan memfasilitasi perawatan Aldo.&lt;br /&gt;"Agar anak itu bisa mendapatkan perawatan selayaknya. Sekaligus, biaya sesuai dengan ketentuan kartu jamkesmas yang Ganggang miliki. Namun, bagaimana Aldo bisa cepat diketahui penyakitnya kalau CT scan di rumah sakit rusak, " tuturnya.  &lt;br /&gt;Pelayanan Medik RSUD Soedarso Machfudin mengatakan, selama ini pihak rumah sakit selalu melayani pasiennya. Bila pasien tidak terlayani, mereka bisa melaporkan ke customer service, mengenai kurangnya pelayananan yang mereka peroleh.&lt;br /&gt;Machfudin mengakui CT scan di rumah sakit Soedarso saat ini mengalami kerusakan dan belum selesai diperbaiki sepenuhnya. Menurutnya, akibat kerusakan itu, pasien yang memeriksa penyakit bagian dalam tubuh tidak bisa dilayani.&lt;br /&gt;"Baru dua pekan sudah rusak lagi. Alat bantu diagnosa penyakit jadi menghambat kerja. Biasanya, kalau alat kita rusak, pasien kita rujuk ke rumah sakit lain. Namun, saat ini perlatan CT scan di tempat lain juga rusak," tuturnya. &lt;br /&gt;Kondisi Aldo sangat mengenaskan. Bocah itu terus menangis ketika Tribun jumpai. Menurut Yeni (30), ibunya, tangisan Aldo semakin menjadi bila ingin membuang air besar. Karena, bocah itu harus menahan derita akibat benjolan besar di atas pantatnya.&lt;br /&gt;"Aldo sudah empat hari tidak buang air besar. Kalau dia mau buang air besar, harus dikeluarkan paksa dari anusnya. Kalau tidak begitu, Aldo tidak bisa buang air," ujarnya kepada Tribun, Kamis (4/12).&lt;br /&gt;Tangisan Aldo semakin keras. Daging tumbuh yang sudah ada sejak bocah itu lahir, semakin membesar seiring pertumbuhan bocah itu. Menurut Ganggang (30), ayah Aldo, kondisi yang dialami anak keduanya itu sudah diperiksakannya ke RSUD Agus Djam Ketapang.&lt;br /&gt;Pemeriksaan ke RSUD Soedarso merupakan yang kedua kalinya dilakukan oleh Ganggang. Pada Agustus, lalu, ia datang membawa Aldo. Namun tidak dilayani karena kartu Jamkesmasnya tidak lengkap.&lt;br /&gt;"Saya sedih melihat kondisi Aldo. Apalagi, kepalanya juga mulai membesar. Setiap hari Aldo selalu menangis. Daging tumbuh di punggungnya membuat Aldo harus berbaring dalam posisi miring," tuturnya.&lt;br /&gt;Pria yang juga berkerja serabutan sebagai pembersih sawah orang lain dengan penghasilan Rp 20 ribu tiap petak, itu, berharap banyak terhadap kedatangannya kali ini. Karena, ia membawa surat-surat lengkap yang dibutuhkan dalam perawatan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto by Januardi Dwindra (Ddx)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-7069161185754803468?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/7069161185754803468/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=7069161185754803468&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/7069161185754803468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/7069161185754803468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2008/12/aldo-derita-daging-tumbuh-tidur-di.html' title='Aldo Derita Daging Tumbuh, Tidur di Emperan Rumah Sakit'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/STp9acD9mdI/AAAAAAAAAEg/6YEcWDPrCj8/s72-c/20081204_Januardi+Dwindra.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-1379966937225129032</id><published>2008-11-22T08:11:00.000-08:00</published><updated>2011-10-25T03:06:29.193-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hukum'/><title type='text'>Keluarkan Siswa Nakal, Rincelina Menjadi Terdakwa</title><content type='html'>SEBELUMNYA tak pernah terpikirkan oleh Marsedes Rincelina S Pd, duduk menjadi terdakwa dalam suatu persidangan. Mimpi buruk itupun menjadi kenyataan ketika ia menghadapi sidang pertama pada 13 Februari, lalu.&lt;br /&gt;Lebih dua puluh kali Kepala Sekolah SMA Gembala Baik Pontianak, itu, mendatangi Pengadilan Negeri Pontianak untuk menjalani persidangan pidana melakukan tindakan diskriminasi terhadap anak yang mengakibatkan kerugian materi dan moril, sehingga menghambat fungsi sosialnya.&lt;br /&gt;Rincelina mendapatkan dakwaan karena mengeluarkan siswanya yang bernama Alan Dharma Saputra pada 24 Maret 2007. Alasan pengeluaran karena siswa tersebut melanggar tata tertib siswa. &lt;br /&gt;"Keputusan mengeluarkan siswa dilakukan berdasarkan keputusan rapat dewan guru. Mengingat, perilaku Alan di sekolahan sudah tidak bisa ditolerir lagi. Apalagi, siswa tersebut sudah menerima surat peringatan dari sekolah," ujar Rincelina pada Tribun Selasa (14/10).&lt;br /&gt;Menurutnya, kenakalan Alan sangat diluar batas. Siswa kelas XII IPS 2, itu, bersikap tidak sopan dan tidak hormat terhadap guru dengan disaksikan banyak pihak (siswa, karyawan, guru-guru). Ia juga pernah berkata dengan berteriak dan menunjukkan sikap menantang seorang guru&lt;br /&gt;Perempuan yang berasal dari Flores ini mengatakan, sikap tersebut dilakukan oleh Alan pada guru komputer Antonius S Kom pada Sabtu (17/3), tahun lalu. Antonius yang menasehati Alan untuk tidak melarikan diri meninggalkan pelajaran, dijawab dengan hardikan keras.&lt;br /&gt;"Siswa tersebut berkata dengan bersuara keras pada pak Antonius. Dia berkata, jadi, kau mau apa?. Teriakan tersebut disertai dengan jari yang menunjuk pak Antonius. Padahal, sewajarnya guru untuk menasehati muridnya bila melakukan kesalahan," katanya.&lt;br /&gt;Tindakan Alan tidak berhenti di situ saja. Ia juga berbuat tidak sopan dan tidak hormat kepada guru BP Maria Lili S Pd yang sedang menangani persoalan Mona Monika Van Der Meer Mohr, pacar Alan. &lt;br /&gt;"Ketika itu, Alan tanpa permisi dan mengetuk pintu, langsung mendorong pintu dan masuk ke ruang BP. siswa itu juga berkata kepada bu Lili : urusan pacar adalah urusanku!. Padahal, persoalan yang ditangani oleh guru bukan persoalan pacaran," kata Rincelina.&lt;br /&gt;Sutadi, pengacara yang mendampingi Rincelina dalam persidangan tersebut, juga mengutarakan keberatan atas tuntutan jaksa. Menurutnya, ada beberapa alasan tuntutan yang tidak bisa diterimanya. Tuntutan tersebut, merugikan terdakwa.&lt;br /&gt;"Apalagi saksi kunci yaitu saudara Alan, tidak bisa dihadirkan jaksa penuntut di persidangan. Mereka hanya membacakan secara tertulis. Bagaimana bisa menuntut terdakwa bersalah melakukan tindakan yang merugikan materi maupun moril bagi Alan?" katanya.&lt;br /&gt;Menurut Sutadi, berdasarkan informasi yang disampaikan oleh jaksa, Alan saat ini mengikuti ibunya menetap ke Amerika Serikat. Berarti, anak tersebut tidak mengalami tekanan apapun secara moril. &lt;br /&gt;Sutadi juga mengatakan bahwa pengakuan paling utama dari Alan yang seharusnya diperhatikan oleh jaksa penuntut umum adalah Alan pernah mendatangi Maria Lili dan mengeluh tidak mendapat perhatian dari orangtuanya. Alan bahkan tinggal di rumah dengan pembantunya saja, karena perceraian kedua orangtuanya.&lt;br /&gt;"Ayah Alan menikah lagi, sedangkan ibu kandungnya tinggal di Amerika Serikat. Bayangkan, anak seusia Alan seharusnya mendapatkan perhatian dari orangtua. Tapi, ia malah dididik di rumah bersama pembantunya," katanya. &lt;br /&gt;Pada Senin (13/10), Rincelina menjalani sidang pembelaan dirinya. Sutadi yang membuat berkas pembelaan, mengaku, bahan pembelaan yang ia bacakan dalam sidang baru selesai pada pagi harinya.&lt;br /&gt;"Kami hanya diberi waktu tiga hari untuk membuat pembelaan tersebut. Terpaksa saya harus kebut untuk mengejar jadwal sidang. Kami merasa dakwaan yang ditujukan kepada Rincelina tidak masuk akal," katanya seraya mengatakan sidang akan dilanjutkan kembali pada Kamis (16/10), besok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima Juta&lt;br /&gt;Majelis hakim Pengadilan Negri Pontianak dalam sidang pada Kamis (30/10), lalu, menjatuhkan vonis bersalah pada Rincelina. Kepala sekolah menengah atas Gembala Baik, itu, diharuskan membayar hukuman denda sebesar Rp 5 juta.&lt;br /&gt;Vonis tersebut disambut dengan penolakan oleh para guru-guru yang menghadiri persidangan. Guru yang datang memberikan dukungan moral pada Rincelina untuk menghadapi sidang.&lt;br /&gt;Rincelina tampak tenang menerima keputusan tersebut. "Banyak terimakasih kepada majelis hakim. Kami tidak punya dana untuk membayar denda Rp 5 juta, dari honor kami. Maklum, kami bertugas di bidang pendidikan. Kami tidak menerima suap," ujarnya sebelum meninggalkan ruang persidangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note : Tulisan ini seharusnya terbit utuh. Tetapi, menjadi tidak jelas ketika redaktur merombak habis. Sengaja saya posting tulisan ini, untuk melihat betapa carutmarutnya pendidikan yang dipermainkan oleh hukum tak jelas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-1379966937225129032?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/1379966937225129032/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=1379966937225129032&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/1379966937225129032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/1379966937225129032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2008/11/keluarkan-anak-nakal-rincelina-menjadi.html' title='Keluarkan Siswa Nakal, Rincelina Menjadi Terdakwa'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-8338911089413819537</id><published>2008-11-21T12:11:00.000-08:00</published><updated>2011-10-25T03:07:17.841-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan pribadi'/><title type='text'>Bingung</title><content type='html'>Pada 1990, kala itu. Seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun sedang berbincang dengan ibunya, ketika sang ibu sedang memotong sayur menu santap malam. Ketika si ibu bertanya apa yang menjadi cita-citanya, bocah kelas IV sekolah dasar itu berkata pelan. “Mau jadi wartawan,”.&lt;br /&gt;Tangan ibu yang memegang pisau, terhenti memotong sejenak, usai mendengar ucapan putra ketiganya, itu. Sang ibu kemudian memandang wajah anaknya, tanpa memberikan komentar apapun. &lt;br /&gt;Tak lama, ibu melanjutkan pekerjaannya. Membawa semua pikiran akan ucapan anaknya, dalam diam. Perempuan yang berkerja sebagai pegawai dinas kesehatan di Puskesmas Toho, itu, tak melanjutkan tanyanya.&lt;br /&gt;Waktu terus berlalu. Bocah pun tumbuh dewasa. Lepas menamatkan sekolah menengah pertama di Nyarumkop, Singkawang, dan sekolah menengah atasnya di Menjalin, ia melanjutkan studi ke kota pelajar, Yogyakarta. Fakultas Biologi Universitas Atma Jaya, tepatnya.&lt;br /&gt;Pada 2003, ketika anak itu pulang kampung liburan Natal, pemberitaan media elektronik mengenai wartawan RCTI yang disandera GAM pada 29 Juli 2003 dan meninggal dunia dalam kontak senjata pada 29 Desember 2003, Sori Ersa Siregar, menarik minatnya.&lt;br /&gt;Kekaguman anak itu akan tugas seorang wartawan yang diucapkannya di meja makan, membuat si ibu tertegun. Namun, ia tetap diam, seperti pertama kali anak itu mengutarakan apa yang dicita-citakan, kepadanya.&lt;br /&gt;Pernah suatu kali si ibu menanyakan, kenapa keinginan anak menjadi wartawan sangat kuat. Jawaban sang anak yang mengatakan bahwa menjadi wartawan bisa pergi kemana saja dan menguasai semua hal, membuat ibu tak melanjutkan tanya. &lt;br /&gt;Ibu ingin anaknya menyelesaikan kuliah secepatnya dan mendapat kerja. Ia khawatir akan kesehatan anaknya yang harus pasang semua indera 24 jam dan ngeri membayangkan seperti yang dialami wartawan RCTI. Ia berharap, keinginan anak menjadi wartawan sirna bila mendapat kerja di kantor pemerintahan, seperti dirinya.&lt;br /&gt;Namun, ibu salah mengira. Selama kuliah, anaknya aktif di pers mahasiswa dan memupuk bakat menulis, tanpa sepengetahuannya. Bahkan, ibu tidak tahu bila anaknya menjadi pengurus harian senat mahasiswa di fakultas tempat anaknya menimba ilmu.&lt;br /&gt;Pertengahan 2005, anak itu menyelesaikan pendidikan dan kembali pulang ke rumah. Permintaan ibu untuk tes Calon Pegawai Negri Sipil, diikutinya. Namun, hanya untuk menyenangkan hati orangtua saja. Ibu tidak tahu bila anaknya mengirimkan lamaran menjadi wartawan di satu media lokal.&lt;br /&gt;Jalan menuju wartawan terbuka ketika ada panggilan tes, menjawab surat lamaran kerja yang dikirim si anak. Beralasan mencari kerja di kota dan tinggal dengan abangnya, anak itu mengikuti tahapan seleksi wartawan hingga diterima di harian Borneo Tribune. Lagi-lagi, tanpa sepengetahuan orangtuanya.&lt;br /&gt;Rahasia terkuak pada natal 2007, ketika anak ketiganya tidak bisa berkumpul bersama keluarga karena masih memburu berita. Namun, ibu tak bisa berkata apa-apa. Karena ia tahu, pekerjaan itu memang pilihan putranya.&lt;br /&gt;Ketika anaknya memutuskan untuk keluar dan pindah ke media lain, ibupun tak tahu. Ibu baru tahu ketika anaknya berangkat ke Sintang dan berkerja di media baru bernama Tribun Pontianak, ketika harian itu terbit perdana 1 Agustus 2008.&lt;br /&gt;Ternyata, kegundahan dan kekhawatiran akan pekerjaan anaknya terus berkecamuk dalam diri ibu. Ketika arthur, anaknya, bertugas di Mempawah yang tak jauh dari rumah dan pulang barang semalam, ia meminta waktu untuk berbicara.&lt;br /&gt;Menurutnya, sang anak terlalu sibuk dengan dunianya hingga tidak perduli dengan keluarga. Banyak acara kumpul keluarga yang sudah tidak pernah lagi anaknya datangi. Beberapa hal lain mengenai keberatan dari ibu akan pekerjaan sebagai wartawan, diucapkan. “Sekali ini, tolong dengarkan ibu untuk coba tes CPNS,” tuturnya.&lt;br /&gt;Anak itu terdiam. Memang banyak acara keluarga yang dilewatkannya. Ketika keponakannya di Anjongan meninggal karena demam berdarah, ia berada di Sintang. Ketika keponakannya di Ngabang pesta sunatan, ia di Pontianak. Ketika tantenya meninggal sakit jantung di Anjongan, ia di Sanggau. Ada juga panitia persiapan pernikahan keponakannya pada Desember, bulan depan. Karena, keponakannya akan menikah pada 22 Februari 2009. &lt;br /&gt;Dan, pagi ini anak itu sangat bingung. Belum tahu keputusan apa yang akan diambil. Mengikuti permintaan orangtua agar perkataan yang panas dikuping terhenti atau tetap egois pada pilihan sendiri. I am so confuse.......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-8338911089413819537?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/8338911089413819537/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=8338911089413819537&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/8338911089413819537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/8338911089413819537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2008/11/bingung.html' title='Bingung'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-8755306110890138595</id><published>2008-11-19T20:38:00.000-08:00</published><updated>2011-10-25T03:08:44.273-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan'/><title type='text'>Anak Derita Polio , Safiah Juga Rawat 2 Kerabat Yang Buta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/SSTrVbZNlEI/AAAAAAAAAEY/Nt2JmmX-V0I/s1600-h/TEMANI-Safiah menemani Wiwid Kurniawan bermain di muka pintu. "&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/SSTrVbZNlEI/AAAAAAAAAEY/Nt2JmmX-V0I/s320/18112008_TEMANI_ARTHURIO.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270596217293608002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;MEMPAWAH, TRIBUN – Wiwid Kurniawan (14) diduga menderita polio sejak ia masih bayi. Tulang kaki dan tangannya, kecil, sekira tiang bendera. Ia tidak mampu mengangkat tubuhnya sendiri.&lt;br /&gt;Sehari-hari, putra Safiah (40), itu, hanya bisa berbaring dengan air liur yang menetes tak henti. Bilapun ingin duduk, ia harus dibantu dengan cara dipapah oleh orang lain. Tempat kesukaannya adalah di muka pintu rumah, melihat lalu lalang warga dan kendaraan yang lewat.&lt;br /&gt;“Pertama kali Wiwid mendapatkan gejala penyakit yang dideritanya, ketika berusia enam bulan. Ketika itu, badannya panas tinggi dan tiba-tiba kejang,” tutur Safiah di rumahnya di Dusun Parit Serikat Nomor 38 Desa Malikian Kecamatan Mempawah Hilir, Senin (18/11).&lt;br /&gt;Sejak itu, kondisi tubuh Wiwid yang lahir prematur dengan usia kandungan enam bulan, semakin menyusut. Tulang tubuhnya lembut dan tidak memiliki kekuatan untuk menopang tubuhnya.&lt;br /&gt;Safiah dan suaminya, Saptono (39), berusaha sekuat tenaga untuk kesembuhan putra tercintanya. Ketika berusia empat tahun, Wiwid dibawa ke Purwokerto Jawa Tengah ke tempat asal Saptono, untuk dirawat di satu rumah sakit di sana.&lt;br /&gt;Menurut Safiah, dokter yang merawat di Purwokerto mengatakan Wiwid terlambat mendapatkan perawatan medis. Meskipun begitu, warga yang sehari-hari bekerja sebagai petani, itu, tidak menyerah. Ia beberapa kali membawa Wiwid untuk konsul ke RSUD Soedarso.&lt;br /&gt;“Wiwid di rawat di ruang fisioterapi. Kami sudah habis-habisan untuk pembiayaannya. Terakhir kami bawa ke RSUD Rubini beberapa bulan yang lalu, untuk mengecek kondisi kesehatannya,” ujarnya.&lt;br /&gt;Demi mencari biaya pengobatan, Safiah harus rela berpisah dengan Saptono yang bekerja di daerah Sanggau Ledo. Menurut Safiah, suaminya bekerja serabutan yang pulang ke rumah tiap dua pekan sekali.&lt;br /&gt;Usaha lain yang dilakukan oleh Safiah adalah dengan mendatangi ‘orang pintar’ berdasarkan cerita dari mulut ke mulut warga sekitar. Namun, tetap saja tidak ada perubahan pada tubuh Wiwid.&lt;br /&gt;Saat ini Safiah pasrah. Ia menerima sepenuhnya keadaan putranya itu. Curahan rasa sayang tetap diberikan kepada Wiwid, meskipun derita itu dibawa Wiwid seumur hidup. Menurut Safiah, meski kondisi putranya seperti itu, Wiwid termasuk anak yang tanggap dengan sekitarnya.&lt;br /&gt;“Dia, kalau sudah kenal dengan orang pasti akan memanggil dengan suara yang kadang tak jelas, ketika orang itu lewat di depan rumah. Begitu juga kalau mau buang air besar atau kecil. Tidak pernah sembarangan,” ujar Safiah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rawat Keluarga Buta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;RUMAH sederhana Safiah tidak hanya dihuni oleh ia dan putranya. Perempuan itu juga menampung Mayani (55), kakak ibunya dan Jafar (49), adik ibunya. Dua kerabatnya itu mengalami buta.&lt;br /&gt;Menurut Safiah, keberadaan dua kerabatnya itu turut membantu dirinya. Meskipun buta, mereka menjaga Wiwid bila Safiah ke sawah. Selain itu, Mayani dan Jafar juga membantu perekonomian dengan berprofesi sebagai tukang urut.&lt;br /&gt;“Saya mengalami buta sejak berusia 20 tahun. Kebutaan terjadi tiba-tiba, yang diawali dengan sakit panas tinggi. Sebelumnya, pengelihatan saya normal. Saya dan keluarga tidak tahu apa penyebabnya,” ujar Mayani.&lt;br /&gt;Menurut Mayani, dirinya hanya bisa menangkap sinar terang saja. Itupun, samar. Wujud yang ditangkap matanya tidak jelas. Terutama, bila malam hari. Hal yang sama juga dialami Jafar, adiknya.&lt;br /&gt;Jafar mengatakan kebutaan yang dialaminya pertama kali terjadi di usia 12 tahun. Kejadian awal yang mengakibatkan kebutaannya, sama seperti yang dialami kakaknya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-8755306110890138595?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/8755306110890138595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/8755306110890138595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2008/11/anak-derita-polio-safiah-juga-rawat-2.html' title='Anak Derita Polio , Safiah Juga Rawat 2 Kerabat Yang Buta'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/SSTrVbZNlEI/AAAAAAAAAEY/Nt2JmmX-V0I/s72-c/18112008_TEMANI_ARTHURIO.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-774112452613933863</id><published>2008-11-16T09:50:00.001-08:00</published><updated>2011-10-25T03:09:34.243-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budaya'/><title type='text'>Asal Muasal Kerajaan Mempawah</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CPONTIA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-language:AR-SA;} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Berawal Dari Bangkule Rajank&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kerajaan Mempawah banyak dikenal orang karena pemerintahan raja Opu Daeng Menambon pada 1737-1761. Namun, kerajaan ini sebelumnya sudah ada jauh sebelumnya, sekitar 1380.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pusat pemerintahan Kerajaan Mempawah pertama kali berdiri di pegunungan Sadaniang. Kerajaan yang terkenal pada saat itu adalah kerajaan suku Dayak, yang dipimpin oleh Raja Patih Gumantar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Nama kerajaannya adalah Bangkule Rajank, dengan ibukota yang ditetapkan di Sadaniang. Kerajaan tersebut lebih terkenal dengan nama kerajaan Sadaniang, yang menjadi pusat pemerintahan pada saat itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kejayaan kerajaan Bangkule Rajank membuat Kerajaan Suku Biaju (Bidayuh) di Sungkung ingin menguasainya. Perangpun timbul untuk merebut kekuasaan dari tangan Patih Gumantar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Peperangan kala itu dilakukan dengan cara Kayau (memenggal kepala manusia). Serangan yang tiba-tiba dari kerajaan Bidayuh, membuat Patih Gumantar mengalami kekalahan. Raja yang terkenal gagah berani itu, meninggal akibat terkayau oleh lawannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sejak kematian Patih Gumantar, perlahan-lahan kerajaan Bangkule Rajank mengalami kehancuran. Namun, kerajan ini bangkit kembali sekitar 1610 di bawah pimpinan Raja Kudong. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kerajaan yang baru terisi oleh Raja Kudong setelah terjadinya perang Kayau, merupakan kepemimpinan baru yang bukan berasal dari keturunan Patih Gumantar. Ia memindahkan pusat pemerintahan kerajaan ke Pekana (sekarang dinamakan Karangan).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pengganti Raja Kudong adalah Raja Senggaok yang lebih dikenal sebagai Panembahan Senggaok. Pusat pemerintahanpun berpindah lagi ke Senggaok (hulu sungai Mempawah). Raja ini menikahi seorang putri Raja Qahar dari kerajaan Baturizal Indragiri, Sumatera, yang bernama Puteri Cermin. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Ketika mereka menikah, seorang tukang nujum meramal kehidupan mereka. Tukang nujum mengatakan, bila Panembahan Senggaok dan Puteri Cermin melahirkan seorang putri, maka kerajaan nantinya akan diperintah oleh raja yang berasal dari kerajaan lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Hasil pernikahan tersebut melahirkan seorang anak perempuan yang dinamai Mas Indrawati. Ketika putri mahkota beranjak dewasa, ia menikah dengan Sultan Muhammad Zainuddin dari kerajaan Matan (Ketapang). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Mas Indrawati melahirkan seorang putri yang berparas cantik. Sultan Muhammad Zainuddin menamai anaknya itu Putri Kesumba, yang akhirnya menikah dengan Opu Daeng Menambon. &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Raja Seorang Pelaut&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Opu Daeng Menambon bukanlah orang Kalimantan asli. Ia beserta empat orang adiknya berasal dari kerajaan Luwu di Sulawesi Selatan. Mereka terkenal sebagai pelaut yang handal dan merantau keluar dari tanah kelahirannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Lautan yang mereka arungi antara lain Banjarmasin, Betawi, berkeliling hingga Johor, Riau, Semenanjung Melaka. Selama mengarungi lautan, mereka banyak membantu kerajaan-kerajaan kecil yang mengalami kesulitan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Bantuan yang mereka lakukan tersebut berbentuk membantu kerajaan kecil berperang, baik perang saudara maupun diserang oleh kerajaan lain. Seringnya mereka memenangi peperangan mengakibatkan mereka dikenal banyak orang dan kerajaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Merekapun sampai di daerah Kerajaan Tanjungpura (Matan), yang sedang mengalami perang saudara. Penyebab perang tersebut adalah Sultan Muhammad Zainuddin diserang oleh adik kandungnya yang bernama Pangeran Agung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pemberontakan dan perampasan tahta kerajaan oleh Pangeran Agung berhasil dipadamkan oleh Opu Daeng Menambon beserta adiknya. Bahkan, Opu Daeng Menambon boleh mempersunting Putri Kesumba. Mereka dikaruniai sepuluh anak, diantaranya adalah Utin Chandramidi dan Gusti Jamiril atau Panembahan Adijaya Kesuma Jaya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sekitar tahun 1740, Opu Daeng Menambon dan istrinya menuju ke Mempawah. Merekapun mengunjungi Senggaok dan dilakukan serah terima pemerintahan dari Pangeran Adipati kepada Opu Daeng Menambon. Pusat kerajaan dipindahkan ke Sebukit Rama (sekitar 10 kilometer dari Kota Mempawah). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Opu Daeng Menambon dikenal sebagai raja yang bijaksana. Penduduknya beragama Islam dan taat. Ia selalu bermusyawarah dengan bawahannya dalam memecahkan segala persoalan yang terjadi di kerajaannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CPONTIA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-language:AR-SA;} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Gusti Jati Pendiri Kota Mempawah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Gusti Jamiril atau Panembahan Adijaya Kesuma Jaya merupakan penerus tahta kerajaan Mempawah setelah Opu Daeng Menambon meninggal dunia pada 26 Syafar 1175 Hijriah. Masa kepemimpinan Gusti Jamiril membawa kemakmuran wilayah kerajaan yang dikuasainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Masa keemasan Gusti Amiril tersebut, bersamaan dengan masa penjajahan Belanda. Bahkan, kerajaan Mempawah selalu bertempur melawan Belanda. Hal itu disebabkan, raja Mempawah diisukan membenci dan akan memberontak pemerintahan Hindia Belanda. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kabar tersebut membuat Belanda murka dan mengirimkan tentara prajurit yang bermarkas di Pontianak untuk menyerbu kerajaan Mempawah. Gusti Amiril yang mengetahui adanya penyerbuan, memutuskan memindahkan pusat pemerintahan ke Karangan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Akibat sulitnya medan perjalanan dari Mempawah menuju Karangan, gerakan pasukan Belanda menjadi lamban dan gagal. Kebencian Panembahan Adijaya Kesuma Jaya semakin menjadi kepada Belanda. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Selama hayatnya, Gusti Jamiril berusaha untuk mengusir penjajah Belanda. Bahkan, sebelum meninggal, ia berpesan apabila meninggal dunia, dirinya tidak rela dikebumikan ke luar dari Karangan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Jabatan raja sepeninggal Gusti Jamiril dipimpin oleh anaknya, Gusti Jati yang bergelar Sultan Muhammad Zainal Abidin. Kedudukan Gusti Jati yang berada di Mempawah, dipercaya sebagai pendiri Kota Mempawah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kedudukan Gusti Jati digantikan oleh adiknya yang bernama Gusti Amir dan bergelar Panembahan Adinata Karma Oemar Kamaruddin. Setelah Gusti Amir wafat, ia digantikan oleh anaknya yang bernama Panembahan Mukmin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Namun, usai penobatan kerajaan dilakukan, Panembahan Mukmin meninggal dunia. Iapun dikenal dengan sebutan Raja Sehari. Karena putranya masih kecil dan dirasa belum mampu mengurus kerajaan, penerus kepemimpinan kerajaan diserahkan kepada adiknya, Gusti Mahmud, yang bergelar Panembahan Muda Mahmud.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Wafatnya Gusti Mahmud digantikan oleh putra Panembahan Mukmin yang bernama Panembahan Usman dan bergelar Panembahan Usman Natajaya Kesuma. Ia mangkat pada 6 Jumadil, awal 1280 Hijriah, dan dimakamkan di Pulau Pedalaman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CPONTIA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-language:AR-SA;} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Perjuangan Melawan Penjajah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Selepas Panembahan Usman wafat, tampuk kepemimpinan Kerajaan Mempawah dipegang oleh putra Panembahan Muda Mahmud bernama Panembahan Ibrahim Muhammad Tsaifuddin. Masa pemerintahannya inilah, pennindasan penjahan Belanda merajalela dan mengakibatkan masyarakat menderita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Tak tahan ditindas, masyarakat mulai mengadakan pemberontakan kepada penjajah Belanda. Terlebih, dengan diberlakukannya pembayaran pajak oleh masyarakat dengan cara pemaksaan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pemberontakan dilakukan oleh suku Dayak. Peperangan tersebut dikenal dengan nama perang Sangking, hingga mayarakat banyak merasa antipati dengan keberadaan Belanda di tanah kerajaan Mempawah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Setelah Panembahan Ibrahim Muhammad Tsaifuddin wafat, pimpinan kerajaan yang semula akan diberikan kepada putranya, Gusti Muhammad Taufik. Tetapi, putranya tersebut belum dewasa, hingga kerajaan dipimpin sementara oleh Pangeran Ratu Suri, kakak dari Gusti Muhammad Taufik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pada 1902 masehi, Gusti Muhammad Taufik dirasakan sudah cukup umur untuk memimpin kerajaan. Iapun naik tahta dan bergelar Panembahan Muhammad Taufik Accamaddin. Ia ditawan oleh Belanda bersama raja-raja daerah lainnya serta para pemimpin pemuka masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Lepas dari tawanan Belanda, Gusti Muhammad Taufik diculik oleh penjajah Jepang. Bersama para tokoh masyarakat yang diculik, ia dibunuh. Lokasi pembunuhan sekaligus tempat pemakaman terjadi di Mandor. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Gusti Muhammad Taufik meninggalkan empat orang anak. Yakni Pangeran Mohammad atau yang saat ini dikenal bernama Drs H Jimmi Mohammad Ibrahim, Pangeran Faitsal Taufik, Pangeran Abdullah, dan Pangeran Ratu Hajjah Thaufiqiyah Mohammad Taufik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pada masa itu, dibentuklah Bestuur Komisi sebagai pengganti raja yang diketuai oleh Pangeran Wiranata Kesuma (1944-1946).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CPONTIA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-language:AR-SA;} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Akhir Kepemimpinan Kerajaan Mempawah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Sebelum pendaratan pasukan sekutu di Kalimantan Barat, Pangeran Mohammad yang baru berumur 13 tahun pernah diangkat menjadi panembahan (tokoh) Mempawah oleh pemerintah bala tentara Jepang dalam suatu upacara di depan gedung Kerapatan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Tokoh-tokoh masyarakat kemudian melakukan lagi upacara penobatan yang sama pada tahun 1946. Tahun ini pula Belanda (NICA) datang lagi ke Mempawah dan mencoba mengangkat raja kembali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Karena Panembahan Pangeran Mohammad (Drs H Jimmi Mohammad Ibrahim) belum dewasa dan ingin melanjutkan sekolahnya yang baru duduk di kelas VSD (Jokio Ko Gakko), ia tidak bersedia diangkat kembali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pengganti Pangeran Mohammad adalah Gusti Musta’an yang menjadi raja sementara bergelar ‘wakil panembahan’ hingga tahun 1955. Meskipun sudah pernah dinobatkan secara formal menjadi Panembahan dan sudah dewasa, Pangeran Mohammad menyatakan tidak bersedia menggantikan ayahnya sebagai raja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Penolakan tersebut dikarenakan dirinya ingin terus melanjutkan pendidikannya di perguruan tingga Gadjah Mada Yogyakarta. Keputusannya itu mengakhiri kepemimpinan kerajaan Mempawah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sejak berdirinya kerajaan Mempawah hingga berakhirnya masa kepemimpinan berakhir, kerajaan sudah mengalami perpindahan pusat kerajaan sebanyak lima kali. Yakni pegunungan Sadaniang, Pekana, Senggaok, Sebukit Rama, dan Mempawah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Raja yang memimpin kerajaan Mempawah dibagi dalam dua zaman, yaitu zaman Hindu dan Islam. Zaman Hindu dipimpin oleh tiga raja, sedangkan zaman Islam dipimpin oleh 13 raja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Raja zaman Hindu adalah Patih Gumantar, Raja Kudong, dan Panembahan Senggaok. Raja zaman Islam adalah Opu Daeng Menambon, Gusti Jamiril, Syarif Kasim, Syarif Husein, Gusti Jati, Gusti Amir, Gusti Mukmin, Gusti Mahmud, Gusti Usman, Gusti Ibrahim, Muhammad Tsafiudin, Drs Gusti H Jimmi Muhammad Ibrahim, dan Ir Mardan Adijaya M Sc P Hd.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sumber : Mempawah Tempoe Doeloe&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-774112452613933863?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/774112452613933863/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=774112452613933863&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/774112452613933863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/774112452613933863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2008/11/asal-muasal-kerajaan-mempawah.html' title='Asal Muasal Kerajaan Mempawah'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-8818407757638396769</id><published>2008-11-10T09:30:00.000-08:00</published><updated>2011-10-25T03:10:33.339-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan pribadi'/><title type='text'>Sorry, I Am Indonesian and Atheis</title><content type='html'>Satu panggilan dari nomor 085245107*** masuk di telepon selulerku dan mengawali pagi pukul 08.30 WIB. "Mas, saya ada di kosnya mas. Di depan," ujar si empu nomor, Dikin. Sedikit kaget, tentu, hingga timbul pertanyaan gerangan apa yang membawa langkahnya datang ke kos?&lt;br /&gt;Hari yang cerah tak secerah cerita Dikin. Ia yang sehari sebelumnya aku wawancara mengenai menumpuknya sampah di Desa Senggiring Kelurahan Pasir Wan Salim Mempawah Timur, 'didamprat' pemilik lahan yang mengizinkannya untuk membuka usaha meuble di lokasi itu.&lt;br /&gt;Masalah sepele, memang. SAMPAH. Hanya lima abjad itu. Dikin yang mengatakan tumpukan sampah tersebut menimbulkan bau busuk bila musim hujan tiba. Selain itu, lalat bisa muncul dari genangan air di musim hujan. Bahkan, kalau tak memakai alas kaki, bisa gatal bila terkena air dari tumpukan sampah itu.&lt;br /&gt;Apa yang diutarakan Dikin tidak berlebihan. Permasalahan itu memang selalu berasal dari lokasi pembuangan sampah. DIMANA-MANA. Namun, ia juga tidak menutup mata akan manfaat sampah tersebut bagi masyarakat sekitar. Mereka bisa mendapatkan penghasilan dengan mengumpulkan dan menjual plastik atau bahan karet ke penampung. Seperti Tio (12), bocah yang sudah lima kali membantu orangtuanya mengais rezeki di tempat itu.&lt;br /&gt;Kemudian kontrapun datang setelah berita tersebut terbit. Dikin yang bekerja tepat di samping lokasi pembuangan sampah itu, didatangi pemilik lahan yang tidak terima mengenai pemberitaan tersebut.&lt;br /&gt;Menurut pemilik lahan, tidak ada keluhan dari masyarakat. Bahkan, mereka sangat terbantu dengan adanya tumpukan sampah. Betulkah? Apakah masyarakat sudah akrab dengan sampah hingga tidak menimbulkan masalah?&lt;br /&gt;Ketertarikanku untuk mengangkat masalah sampah dikarenakan tidak adanya pengelolaan lanjutan setelah sampah menumpuk. Terutama sampah plastik yang tidak bisa terurai. Bila dibiarkan terus, tentunya akan menumpuk dan membukit. Ujung-ujungnya, sulit ditangani. Apakah sejumlah pemulung bisa mengatasi itu semua?????&lt;br /&gt;Dan akhirnya akupun hadir di tengah kerumunan orang yang kebakaran jenggot dengan beritaku. Mereka yang berjumlah delapan penuh emosi. "Mana bau busuk itu? Kalau ada lalat, cari!!" bentak satu dari tiga orang yang mengenakan seragam dinas kepadaku.&lt;br /&gt;Penjelasanku mengenai penanganan sampah perlu dilakukan untuk menghindari dampak seperti tertulis di atas, disambut dengan beberapa kali dorongan tangan di kedua bahu bagian belakangku. Mereka juga membentak dengan mengatasnamakan pengurus organisasi agama.&lt;br /&gt;Seorang yang mengatakan dirinya ketua organisasi, menanyakan apa agamaku. Setelah mengatakan agama yang kuanut, dia melanjutkan kata : oh, pantas. Dalam agama kami tidak ada yang boleh memfitnah seperti anda. Damn, sebagai ketua organisasi seharusnya dia tahu kalau tidak satupun ajaran agama yang membolehkan fitnah.&lt;br /&gt;Mengapa semua hal selalu dikaitkan dengan agama?. Pertanyaan yang paling amat sangat tidak aku suka. Agama adalah hak individual yang tidak perlu dipertentangkan. Termasuk suku. Jadi ingat seorang teman satu kos di Yogya waktu kuliah dulu.&lt;br /&gt;Anak Bandung, Aang Kunaefi, namanya. Ia anak pemuka agama di kampungnya. Namun, dalam hal agama, tidak ada beda baginya. "Semua agama itu baik dan menjadi rambu untuk kita menjalani hidup," tuturnya. Ia bahkan pernah berdoa di tempat ibadah semua agama yang ada di Indonesia, yang kebetulan ada di Yogya.&lt;br /&gt;Ketika ditanya kenapa melakukan itu, dia berkata : berdoa bukan tindakan berdosa. Kita juga tidak tahu apakah kita berdosa atau tidak. Karena, yang tahu hanya Yang Kuasa. Lebih ekstrem lagi, dia mengaku setelah F***ING atau C**I pun, ia langsung berdoa.&lt;br /&gt;Bila teman lain yang datang ke kos menanyakan agamanya, jawaban 'Sorry, i am atheis,' selalu keluar dari mulutnya. Jangan pula tanya dia suku apa. Karena, dari pertama kenal hingga dia pindah kos selalu mengatakan 'I am Indonesian,". Masalahkah?&lt;br /&gt;Dari sisi saya sendiri, tidak heran melihat perbedaan. Keluarga yang berbeda agamapun ada. Seorang kakak dan dua adik ayahku berbeda agama. Namun, tidak pernah menjadi bahan perdebatan sama sekali. Berbeda suku? Apalagi ini, banyak. Kalau diibaratkan, keluargaku adalah Indonesia mini. Suku yang ada di Indonesia, hampir semua ada.&lt;br /&gt;Meskipun begitu, KELUARGA KAMI TETAP AKUR SAJA WALAU BERBEDA. Karena, kami selalu berpatokan bahwa agama HAK INDIVIDU dan SEMUA AGAMA BAIK. Tergantung bagaimana kita mempertanggungjawabkan semua kepada-Nya.&lt;br /&gt;Apalagi aku terjun di dunia tanpa koma (jurnalis), yang harus berada di sisi semua suku maupun agama. Jadi, jangan heran bila saya menjawab pertanyaan mengenai suku dan agama saya dengan meminjam perkataan Aang : "Sorry, i am Indonesian and atheis,".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-8818407757638396769?l=bloomasak.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/8818407757638396769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=8818407757638396769&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/8818407757638396769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/8818407757638396769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2008/11/sorry-i-am-indonesian-and-atheis.html' title='Sorry, I Am Indonesian and Atheis'/><author><name>Arthurio Oktavianus Arthadiputra</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-kwfq9lT4ngM/ToB7reMgLlI/AAAAAAAAAMM/4BbqcpaKl2Q/s220/31221_1470725451110_1322844837_31256130_3790011_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-5741636814955799966</id><published>2008-11-05T05:15:00.000-08:00</published><updated>2011-10-25T03:11:25.757-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='news'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='luar negeri'/><title type='text'>Angka Empat Dalam Kemenangan Barack Obama</title><content type='html'>Pemilihan kursi kepresidenan Amerika Serikat memang menarik untuk disimak. Tidak hanya untuk masyarakat negri uncle Sam, tetapi, untuk seluruh masyarakat dunia. Rasanya tidak lengkap membaca koran ditemani segelas kopi, tanpa membicarakan Barack Obama versus John McCain.&lt;br /&gt;Namun, bila diperhatikan, ada sesuatu yang menarik dari pemilihan yang mencuatkan nama Barack Obama sebagai pemenang. Yaitu, angka empat. Mungkin kening anda yang membaca akan berkerut dan langsung mengajukan pertanyaan : mengapa angka empat?&lt;br /&gt;Untuk menuntaskan tanda tanya anda, akan kita ulas kaitan angka empat dengan kemenangan presiden Amerika pertama berkulit hitam yang mengumpulkan setidaknya 270 &lt;span style="font-style: italic;"&gt;electoral vote&lt;/span&gt; &lt;em&gt; &lt;/em&gt;dari 435 anggota DPR AS/&lt;em&gt;House of Representatives&lt;/em&gt; dan 100 anggota Senat.&lt;br /&gt;Angka empat pertama yang tidak bisa dihindari oleh Obama adalah tanggal pelaksanaan pemilihan dimana dirinya menang telak atas McCain (Selasa, 4/11). Tanggal ini sangat ditunggu-tunggu oleh dunia, bahkan impact dengan menangnya Obama merembet pula pada membaiknya kondisi bursa saham dunia.&lt;br /&gt;Selanjutnya, Obama menjadi Presiden Amerika ke 44. Angka kembar empat ini 'diduduki' Obama dengan meraup 62.450.831 suara pemilih di seluruh Amerika hingga pukul 20.46 waktu Indonesia pada Rabu (5/11).&lt;br /&gt;Perjuangan Obama menuju gedung putih juga diraihnya dalam waktu empat tahun setelah namanya mencuat di pentas politik Amerika Serikat. Ia terlebih dahulu harus menduduki jabatan sebagai senator negara bagian, senator nasional, hingga calon Presiden. Debut politiknya dimulai pada 
