<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450</id><updated>2009-11-12T10:03:22.227-08:00</updated><title type='text'>kata-kata dari kuli tinta</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>bloomasak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>arthuriooktavianusarthadiputra@gmail.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>233</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-9182429096638806550</id><published>2009-08-22T04:45:00.000-07:00</published><updated>2009-08-22T04:52:10.519-07:00</updated><title type='text'>Megawati Minta Dimasakkan Menu Tradisional Kalbar</title><content type='html'>Chef Masak Diawasi 3 Orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;KEDATANGAN calon presiden Megawati Soekarnoputri ke Kalbar tidak hanya melakukan kampanye. Ia juga ingin mengicip masakan khas asal Kalbar. Melalui asistennya, ia berpesan kepada Karolin Margret Natasa agar masakan tradisional disuguhkan dalam menu yang dihidangkan di hotel Grand Mahkota Pontianak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permintaan yang diinginkan Megawati sempat membuat putri Gubernur Cornelis mengerutkan kening. Ia sempat bingung untuk menyajikan apa. Akhirnya, perempuan yang akrab disapa Karol itu memilih menu cencalok, sayur keladi, dan semur jengkol.&lt;br /&gt;"Saya memesan pada koki hotel untuk menyiapkan masakan tradisional tersebut. Mungkin ibu (Megawati) ingin mencicip seperti apa sih rasa makanan tradisional Kalbar," tuturnya kepada Tribun usai Megawati melakukan video conference di hotel Grand Mahkota, Senin (15/6) malam.&lt;br /&gt;Cencalok merupakan udang ebi yang diawetkan dengan cara fermentasi sehingga berasa agak asam dan berwarna merah muda. Makanan ini biasa disantap oleh masyarakat yang tinggal di pedesaan. &lt;br /&gt;Karol mengaku kagum dengan orang nomor satu di PDIP itu. Menurutnya, Megawati sangat low profile dan tidak pemilih dalam urusan makan. Menu kampung seperti yang disediakan berdasarkan pesanan tersebut disantap dengan nikmat oleh Megawti.&lt;br /&gt;"Beliau juga sangat bersahabat. Ketika turun dari pesawat, ibu kaget melihat saya belum melahirkan. Beliau fikir, usia kandungan saya sudah cukup. Padahal, masih delapan bulan," katanya seraya tersenyum.&lt;br /&gt;Anggota DPR RI terpilih periode 2009-2014 itu, mengaku, tidak direpotkan dengan permintaan Megawati. Karena, bahan dasar yang digunakan untuk memasak menu yang diminta, bisa diperoleh di pasar tradisional dengan mudah.&lt;br /&gt;Namun, ia sempat bingung siapa yang akan memasak menu tersebut. Menurutnya, ada chef dari Jakarta yang dibawa rombongan. Tapi, apakah bisa mengolah bahan dasar menjadi makanan yang enak untuk disantap.&lt;br /&gt;"Kita melakukan koordinasi dengan pihak hotel. Syukurlah, mereka mengatakan ada chef yang bisa memasak cencalok. Kalau tidak ada, bisa kelimpungan juga mencari chef-nya," ujarnya. Chef yang menjadi juru masak tersebut adalah Suyanto. &lt;br /&gt;Menurut Suyanto, dirinya kaget ketika ada request makanan tradisional seperti itu. Apalagi, ia tidak mengetahui apa itu cencalok dan bagaimana bentuknya. Order yang diterimanya sebelum kedatangan Megawati itu, digunakan mantan karyawan Hotel Indonesia itu mencari informasi mengenai cencalok.&lt;br /&gt;Pria asal Cepu itu bertanya pada pegawai hotel asli putra daerah. Berdasarkan informasi yang didapatkan, Suyanto akhirnya mencari sendiri bahan dasarnya di pasar Dahlia. Menurutnya, itu merupakan pertama kalinya ia mengetahui bentuk cencalok selama berada di Pontianak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diawasi&lt;br /&gt;Bukan perkara gampang untuk menyediakan masakan hasil olahan yang disuguhkan untuk tokoh penting. Menurut Suyanto, ada prosedur standar yang harus dilalui sebelum masakannya bisa disantap. Yakni, melalui pengawasan tim dokter dan pengamatan melalui laboratorium.&lt;br /&gt;"Ada delapan orang dokter dalam tim yang mengawasi konsumsi beliau (Megawati). Tiga diantaranya, bertugas mengawasi mulai dari bahan dasar, mengirisnya, hingga proses memasak," katanya.&lt;br /&gt;Pria yang pernah menjuarai kompetisi masakan tradisional ini, mengatakan, awalnya sempat grogi juga bekerja dengan pengawasan ketat seperti itu. Namun, karena sering memasak untuk tokoh penting di Indonesia ketika bekerja di tempat lama, ia mulai terbiasa.&lt;br /&gt;"Yang diawasi tidak hanya untuk masak cencalok saja. Tapi, untuk masakan kepiting lada hitam, semur jengkol, dan tumis pakis yang di-request beliau untuk santap malam. Sedangkan santap siangnya beliau minta disediakan semur jengkol dan sayur kulit keladi," tuturnya.&lt;br /&gt;Suyanto merasa bangga dan puas karena apa yang diolahnya bisa dinikmati oleh para tokoh penting. Apalagi, kalau masakan tersebut ludes dilahap. Menurutnya, perasaan tersebut tidak bisa digambarkan.&lt;br /&gt;"Pokoknya, sangat puas. Karena, yang menikmati hasil olahan kita bukan orang sembarangan. Mereka merupakan tokoh penting yang berpengaruh di Indonesia," ujarnya. Selain Megawati, pria yang memiliki tiga anak ini pernah memasak menu request dari mantan presiden lain. Menurutnya, hanya mantan presiden Soekarno saja yang tidak mencicipi masakannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-9182429096638806550?l=bloomasak.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/9182429096638806550/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=9182429096638806550&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/9182429096638806550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/9182429096638806550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2009/08/megawati-minta-dimasakkan-menu.html' title='Megawati Minta Dimasakkan Menu Tradisional Kalbar'/><author><name>bloomasak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>arthuriooktavianusarthadiputra@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11918023858012266701'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-1827800663649349050</id><published>2009-08-22T04:40:00.000-07:00</published><updated>2009-08-22T04:45:21.283-07:00</updated><title type='text'>Putus Cinta Lewat Yahoo Messenger</title><content type='html'>Operator Warnet Teguk Racun Serangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Gara-gara diputuskan melalui layanan komunikasi Yahoo Messenger, operator warung internet (warnet) Bagas nekad meminum racun serangga di tempat dirinya bekerja di Jl. Kom Yos Sudarso, Selasa (18/8) malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Beruntung, nyawanya bisa diselamatkan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menurut pemilik warnet, Darma, tindakan tersebut di ketahui oleh Agus, sepupu Bagas, yang sedang browsing internet di tempat yang sama. Menurutnya, sebelum minum racun serangga, Bagas menunjukkan pada sepupunya, cairan yang disimpan di botol minuman kemasan.&lt;br /&gt;"Coba lihat, ini apa?" tutur Darma kepada Tribun, Rabu (19/8), menirukan perkataan yang diucapkan oleh Bagas pada Agus. Ketika botol kemasan diarahkan padanya, Agus mengaku mencium aroma racun serangga. &lt;br /&gt;Gelagat aneh dari Bagas itu dilaporkan Agus pada adik pemilik warnet, yang sedang berada di luar ruangan.&lt;br /&gt;Ketika masuk, Agus menemukan Bagas yang bekerja sebagai operator warnet sudah sempoyongan di depan komputer. Pemuda itu langsung dilarikan ke Rumah Sakit Santo Antonius Pontianak. Ia mendapatkan perawatan di Ruang Markus, dan keluar pada Rabu siang.&lt;br /&gt;Kenekadan Bagas mereguk racun serangga dikarenakan pertengkaran kecil dengan pacarnya, Nv (Novi), melalui Yahoo Messenger. Pertengkaran tersebut berujung pada kata putus oleh Nv.&lt;br /&gt;"Pacarnya merasa sudah tidak diperhatikan lagi oleh Bagas. Selama listrik byarpet, warnet memang jarang beroperasi. Ketika Bagas mau online, eh, lampu padam. Padahal, biasanya mereka saling berhubungan setiap harinya. Itu sebabnya komunikasi mereka di dunia maya terputus," kata Darma.&lt;br /&gt;Ia mengatakan, karyawannya itu sudah setahun ini berhubungan dengan Nv yang berada di Jakarta. Perkenalan mereka juga tidak disengaja, berawal dari satu grup komunitas game online IBS.&lt;br /&gt;"Bermain game dalam satu grup, mengharuskan mereka saling bantu untuk menaikkan level permainan. Selain bermain, game tersebut juga bisa digunakan untuk chatting. Merasa cocok, mereka saling tukaran alamat e-mail. Hubungan semakin dekat satu sama lain melalui Yahoo Messenger," ujarnya.&lt;br /&gt;Meski dekat melalui dunia maya, lanjutnya, Bagas tidak pernah bertemu dengan Nv. Ini dikarenakan, jarak yang begitu jauh. Mereka hanya berhubungan melalui sambungan telepon, game online, dan Yahoo Messenger. &lt;br /&gt;Menurut Darma, mungkin ketika berkomunikasi bersama Nv pada Selasa malam lalu, Bagas sudah tidak bisa menahan diri lagi. Luapan emosi tersebut dilampiaskan dengan mereguk racun serangga.&lt;br /&gt;Sebelum sempoyongan, Bagas sempat memposting status baru dalam jejaring pertemanan facebook. Status tersebut berbunyi : Terima kasih pada seluruh teman-temanku yang telah setia menemaniku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-1827800663649349050?l=bloomasak.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/1827800663649349050/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=1827800663649349050&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/1827800663649349050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/1827800663649349050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2009/08/putus-cinta-lewat-yahoo-messenger.html' title='Putus Cinta Lewat Yahoo Messenger'/><author><name>bloomasak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>arthuriooktavianusarthadiputra@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11918023858012266701'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-5235342921513963293</id><published>2009-05-09T14:40:00.000-07:00</published><updated>2009-05-09T14:53:21.312-07:00</updated><title type='text'>Nyambi Fotografer 1 Jam 250 dollar</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/SgX7OsOOlbI/AAAAAAAAAF4/3pGU5t6IOhQ/s1600-h/Rudi_dgn+latar+belakang+kampusnya+di+Washington_istimewa.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/SgX7OsOOlbI/AAAAAAAAAF4/3pGU5t6IOhQ/s320/Rudi_dgn+latar+belakang+kampusnya+di+Washington_istimewa.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333945563497797042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;BEBERAPA negara mengizinkan mahasiswa yang berasal dari negara luar untuk bekerja di luar waktu kuliahnya. Satu mahasiswa asal Pontianak yang menjalani kuliah sembari kerja adalah Rudi Sugito, yang mengenyam pendidikan di Tacoma Community College, Washington.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa jurusan Advertising and Public Relations ini, menganggap, pengalaman yang di peroleh saat kuliah di luar negeri lebih bervariasi. Berbeda bila mengenyam pendidikan di negara sendiri.&lt;br /&gt;"Saya punya experience International friendship (pengalaman pertemanan antar negara). Education system di luar negeri juga lebih efektif. Tahu tentang apa yang tidak ada di Indonesia. Misalnya, cuaca dan peraturan yang berlaku di sini (Washington)," tuturnya kepada Tribun melalui layanan Yahoo Messenger, Rabu (6/5). &lt;br /&gt;Pengalaman lain yang ia peroleh adalah bekerja sebagai fotografer untuk brosur event. Rudi juga aktif sebagai seorang fotografer jurnalis majalah kampusnya, The Challenge, yang sudah dijalani selama sembilan bulan.&lt;br /&gt;Pekerjaan yang disesuaikan dengan jadwal kuliah, harus bisa diatur oleh lulusan SMA 1 Pontianak ini. Agar, tidak mengganggu kuliahnya dan mendapatkan penghasilan. Pendapatannya sebagai fotografer brosur event dalam satu jam adalah 8 USD 20 sen. Selama sepekan, waktu maksimal bekerja adalah 19 jam.&lt;br /&gt;"Kalau dapat kerjaan untuk foto suatu event, saya pasang charge (biaya) berbeda. Satu jam untuk pekerjaan tersebut adalah 250 USD. Cukup lah, sebulan bisa dapet 1.000-an USD, gitu. Penghasilan tersebut bisa untuk biaya bensin dan makan saya di sini," katanya.&lt;br /&gt;Banyak keuntungan yang diperolehnya sebagai fotografer jurnalis. Kesempatan untuk bertemu banyak orang dan melakukan diskusi. Selain itu, ia juga pernah bertemu dengan beberapa orang terkenal.&lt;br /&gt;Menurut Rudi, ia pernah mewawancarai Edward Zwick sutradara film Blood Diamond yang diperankan oleh Leonardo Dicaprio dan Jennifer Connelly. Wawancara dilakukan saat peluncuran film terbaru Zwick berjudul Defiance pada Desember 2008. Film tersebut dibintangi oleh aktor pemeran agen 007, Daniel Craig.&lt;br /&gt;"Saya juga interview dua bintang di film tersebut. Yakni Tab Benoit dan Barry. Sebagai mahasiswa, kesempatan seperti ini jarang didapat. Sayang, Daniel Craig ketika itu tidak bisa datang," ujarnya kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demam&lt;br /&gt;Ia mengatakan, dukungan dan restu dari orangtua sangat penting dalam menuntut ilmu. Dua hal itu yang membuat dirinya semakin terpacu mengikuti mata kuliah di kelas. Selain itu, syarat yang menjadi keharusan untuk dimiliki oleh semua mahasiswa yang kuliah di luar negeri adalah mandiri.&lt;br /&gt;Banyak kendala yang dihadapi ketika pertama kali menginjakkan kaki di negara bagian Amerika Serikat yang berjarak sekitar 30 menit dari Kota Seattle itu. Kondisi cuaca yang berbeda dengan Indonesia, pernah menyebabkan dirinya demam.&lt;br /&gt;"Menuju Washington dari Jakarta, cuaca masih panas. Ketika tiba di bandar udara Internasional Dulles, bekunya minta ampun. Ketika itu, akhir Maret saat spring quarter (musim semi). Saya awalnya cuma tahu kalau musim semi, tuh, tidak sampai mengakibatkan salju," ujarnya.&lt;br /&gt;Betapa kagetnya Rudi saat mengetahui bahwa suhu di Washington ketika itu adalah tiga derajat Celcius. Bahkan, hari ke tiga kedatangannya, salju turun dan memenuhi kiri kanan badan jalan. Rendahnya suhu menyebabkan telinganya sakit. Bahkan, bibirnya pecah-pecah.&lt;br /&gt;Apesnya, ia hanya membawa satu long coat dari Jakarta dan berencana untuk membeli lagi saat akhir tahun. Belum lagi kalau musim hujan tiba. Kota bisa terkena curahan air sampai tiga hingga empat hari secara terus menerus. Ia mengatakan, seiring berjalannya waktu, tubuhnya bisa menyesuaikan keadaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Homesick&lt;br /&gt;Menetap sementara bersama keluarga daerah setempat (homestay) dijalani Rudi ketika tiba di Washington. Itu dilakukan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dan peraturan yang berlaku.&lt;br /&gt;Meski homestay, perasaan rindu dengan keluarga di rumah (homesick) masih mendera dirinya. Apalagi, ia masih menyesuaikan metode belajar yang diterapkan. Masa transisi tersebut secara perlahan diatasinya.&lt;br /&gt;"Kalau di Indonesia, saya sering makan malam bareng keluarga. Berbeda dengan keluarga bule. Mereka jarang makan malam bareng keluarga. Kalau ingat makan bersama keluarga, suasana homesicknya datang," katanya.&lt;br /&gt;Selain pengalaman homesick, Rudi juga mempunyai pengalaman lucu ketika pertama kali mengikuti perkuliahan. Kejadian lucu tersebut dialami di kelas Kalkulus, hari pertama. Ketika itu, dosen menanyakan apa restoran favorit mahasiswa di Seattle.&lt;br /&gt;"Satu per satu mahasiswa lain menyebutkan nama restoran favorit mereka. Yang berkelas lah, mahal lah, dan sebagainya. Tiba giliran saya, saya kebingungan. Restoran apa ya?. Dalam pikiran saya cuma ada MC donald dan saya utarakan. Terus, mereka ketawa semua," tuturnya.&lt;br /&gt;Menurutnya, saat itu ia dalam keadaan panik. Lagipula, belum pernah menginjakkan kaki di Seattle. Apapun yang terlintas di benaknya, langsung diucapkan. Otomatis, jawabannya tersebut menjadi bahan tertawaan teman sekelasnya. Terlebih, hanya ia seorang yang berasal dari Benua Asia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FOTO : Istimewa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-5235342921513963293?l=bloomasak.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/5235342921513963293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=5235342921513963293&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/5235342921513963293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/5235342921513963293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2009/05/nyambi-fotografer-1-jam-250-dollar.html' title='Nyambi Fotografer 1 Jam 250 dollar'/><author><name>bloomasak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>arthuriooktavianusarthadiputra@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11918023858012266701'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/SgX7OsOOlbI/AAAAAAAAAF4/3pGU5t6IOhQ/s72-c/Rudi_dgn+latar+belakang+kampusnya+di+Washington_istimewa.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-5838909229031277378</id><published>2009-05-09T14:33:00.000-07:00</published><updated>2009-05-09T14:38:22.250-07:00</updated><title type='text'>Inep Nangis di Vihara Rayakan Waisak Jauh dari Keluarga</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/SgX3wm7AiiI/AAAAAAAAAFw/JGa_ey6f2UE/s1600-h/n1322844837_30423141_1886682.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/SgX3wm7AiiI/AAAAAAAAAFw/JGa_ey6f2UE/s320/n1322844837_30423141_1886682.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333941748144048674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;PONTIANAK, TRIBUN - Inep, warga Lombok yang bekerja sebagai baby sitter di Pontianak, menangis di Vihara Dharma Sirijaya saat menjalankan ibadah perayaan hari raya Waisak 2553 di Jl Parit Baru II Gg Flamboyan III Sungai Raya, Sabtu (9/5).&lt;br /&gt;Berdasarkan penuturannya kepada umat Budha bernama Supagat, setelah beberapa tahun berada di Pontianak, ia baru menemukan Vihara yang menggunakan Bahasa Phali dalam menjalankan doa. Karena, bahasa itulah yang digunakan di kampungnya setiap menjalankan ibadah.&lt;br /&gt;"Inep diantar oleh adik kandung majikannya. Awalnya diantarkan ke vihara lain. Namun, ia merasa tidak cocok. Kemudian dikabari oleh umat di situ untuk datang ke sini. Awalnya mereka sempat tersesat. Setelah tanya-tanya, mereka sampai juga," katanya.&lt;br /&gt;Menurut Supagat, Inep merasa teringat merayakan Waisak bersama keluarganya di kampung. Ketika Tribun mencoba mengkonfirmasi, Inep enggan mengatakan apapun. Sambil tersenyum, ia menghindar menuju jalan gang untuk mengikuti prosesi Pindapata.&lt;br /&gt;Prosesi tersebut berupa Bikkhu berkeliling ke rumah warga membawa wadah bundar berwarna perak. Wadah tersebut digunakan untuk menerima makanan yang diberikan oleh umat. Umat secara sukarela memberikan makanan ataupun minuman kepada Bikkhu, dengan menunggu di tepi jalan.&lt;br /&gt;Pemuda Theravada Indonesia Kalbar Rudi Purwanto, mengatakan, prosesi Pindapata tersebut baru dilakukan oleh umat dalam merayakan hari raya Waisak 2553 ini. Sebelumnya, prosesi tersebut tidak pernah dilakukan.&lt;br /&gt;"Kita mencoba melakukan prosesi ini untuk memaknai Trisuci Waisak di Pontianak. Sama seperti yang dilakukan oleh Bhikku bersama umat Budha di tempat lainnya. Kebetulan, perayaan Waisak oleh umat Theravada dipusatkan di vihara ini," ujarnya.&lt;br /&gt;Ada dua Bhikku dan seorang Sayalay yang berkeliling membawakan wadah bundar. Yakni Bikkhu Thitayanno, Bhikku Ciradhammo, dan Sayalay Hirima. Sambil berjalan pelan tanpa alas kaki, mereka mengitari rumah umat.&lt;br /&gt;Satu persatu umat yang memegang makanan yang akan diberikan kepada Bhikku dan Sayalay, dengan sabar menunggu didatangi. Meski panas terik, umat sangat antusias menjalankan prosesi ini. &lt;br /&gt;Bhikku Thitayanno, mengatakan, bila ada makanan lebih yang mereka terima dari umat, biasanya akan diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Bhikku akan mengumpulkan dan disalurkan untuk panti asuhan atau panti jompo. &lt;br /&gt;"Tapi, kalau makanan yang terkumpul sekarang, akan kita bagi-bagikan untuk umat yang hadir. Agar bisa mencicip makanan ini bersama-sama. Kita ingin agar umat bisa menikmati dan merasakan makna ketika mereka memberikan dan menerima sesuatu," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berfikir Jernih&lt;br /&gt;Menurut Bhikku Thitayanno, perayaan Waisak yang dirayakan umat Budha kali ini bertemakan Kehadiran Buddha Sumber Keharmonisan dan Keutuhan Bangsa. Kerukunan antar umat beragama merupakan hal yang mutlak dilakukan. Terutama mengantisipasi potensi timbulnya konflik dalam suasana perpolitikan.&lt;br /&gt;"Setiap umat harus meningkatkan kualitas spiritual mereka dan tidak melakukan sesuatu yang bisa merugikan orang lain ataupun diri sendiri. Umat juga harus selalu berfikir jernih dalam setiap tingkah laku untuk menghindari perpecahan antar agama," katanya.&lt;br /&gt;Berfikir jernih dapat dilakukan dengan cara meditasi. Agar, batin setiap orang merasa tenang. Selain itu, umat dianjurkan untuk selalu membaca buku-buku yang meningkatkan nilai spiritual. Sehingga, umat tahu bagaimana berlaku bijaksana dalam bertindak.&lt;br /&gt;Bhikku Thitayanno, mengatakan, tujuan dari berfikir jernih adalah untuk pencerahan batin. Menurutnya, segala tindakan merupakan cermin dari kualitas batin yang dimiliki setiap individu. Bila pencerahan batin sudah tercapai, kehidupan akan menjadi tenang dan damai.&lt;br /&gt;"Otomatis, perilaku keseharian mereka akan baik. Bila sudah ada kedamaian dalam batin, baru kemudian capai kesejahteraan materi. Agar materi yang diperoleh tersebut murni tanpa merugikan orang lain, setiap orang harus baik dahulu," ujarnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-5838909229031277378?l=bloomasak.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/5838909229031277378/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=5838909229031277378&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/5838909229031277378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/5838909229031277378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2009/05/inep-nangis-di-vihara-rayakan-waisak.html' title='Inep Nangis di Vihara Rayakan Waisak Jauh dari Keluarga'/><author><name>bloomasak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>arthuriooktavianusarthadiputra@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11918023858012266701'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/SgX3wm7AiiI/AAAAAAAAAFw/JGa_ey6f2UE/s72-c/n1322844837_30423141_1886682.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-2263109625699142194</id><published>2009-05-09T08:32:00.001-07:00</published><updated>2009-05-09T14:32:56.113-07:00</updated><title type='text'>Teman Sekamar dari Kazakstan</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/SgX2TbanU6I/AAAAAAAAAFo/3ax7RFS3osY/s1600-h/Vila+Heffany_Mahasiswi+di+Kuala+Lumpur_istimewa.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/SgX2TbanU6I/AAAAAAAAAFo/3ax7RFS3osY/s320/Vila+Heffany_Mahasiswi+di+Kuala+Lumpur_istimewa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333940147327554466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;MESKI tak pernah jauh dari orangtua sebelumnya, Vila Heffany nekad melanjutkan pendidikannya ke luar negeri. Negara pilihannya adalah Malaysia dan kuliah di APIIT/UCTI (University College of Technology and Innovation) jurusan International Business Management.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjalani kuliah dengan menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, sempat menjadi kendala bagi sulung dari empat bersaudara ini. Namun, hal itu dengan cepat ia siasati dengan menyesuaikan diri pada mata kuliah tersebut.&lt;br /&gt;"Kalau ngomong pakai Bahasa Indonesia atau Melayu, bagaimana dengan pelajar dari Kazakstan, Iran, dan lainnya. Mereka bakal ndak mengerti si lecture ngomongin apa," katanya kepada Tribun melalui layanan Yahoo Messenger, Selasa (5/5).&lt;br /&gt;Pernah, Vila merasa kelimpungan mengikuti kelas Business law Malaysia. Menurutnya, kesulitan dirinya mengikuti kelas tersebut adalah menghafal pasal-pasal dalam hukum Malaysia beserta kasus-kasus yang terjadi.&lt;br /&gt;"Bayangin saja. Hukum Indonesia saja Vila belum mengerti. Apalagi, disuruh belajar Hukum Malaysia yang lebih banyak mengacu pada Hukum Inggris. Tapi, itu cerita waktu awal masuk. Sekarang, tidak jadi masalah," katanya.&lt;br /&gt;Kuliah ke luar negeri menjadi pilihan Vila setelah lulus dari SMAN 1 Pontianak pada 2008 lalu. Ia beralasan, rugi kalau tidak mengaplikasikan Bahasa Inggris yang sudah dipelajari. Apalagi, suasana belajar sangat mendukung dengan fasilitas yang lengkap.&lt;br /&gt;Pertama kali menginjakkan kaki di Malaysia, semua kebutuhan selama menjalani kuliah sudah diakomodir oleh pihak kampus dan penyelenggara di Pontianak. Vila langsung dijemput dan diantar ke tempat tinggal yang berada di kompleks kampus.&lt;br /&gt;"Kita langsung ditempatkan di rumah tinggal bersama dengan mahasiswa lainnya. Tetapi, tidak beramai-ramai. Satu kamar dihuni dua orang. Housemate Vila berasal dari Kazakstan. Namanya Dana Madiyeva," tuturnya.&lt;br /&gt;Setelah setahun bertempat tinggal di kompleks kampus, Vila memutuskan mencari tempat tinggal yang agak murah. Menurutnya, ia menyewa apartment bersama temannya asal Indonesia, Sabah, dan Sri Lanka.&lt;br /&gt;Bertemu dengan mahasiswa yang berasal dari negara lain, merupakan keuntungan tambahan yang didapatkan putri pasangan Hefni Abdul Muthalib dan Nita Kandini. Koleksi temannya tidak hanya berasal dari Indonesia. Namun, berasal dari beberapa negara.&lt;br /&gt;"Mengenal mereka, otomatis mengenal kebiasaan yang mereka bawa dari negaranya. Selain itu, bisa mengenal budaya mereka seperti apa. Karena, kita biasanya saling cerita sebelum tidur," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Bagus&lt;br /&gt;Belajar di luar negeri bisa lebih fokus terhadap mata kuliah yang diambil. Selain itu, kelengkapan penunjang dalam belajar sangat membantu untuk menguasai materi kuliah. Menurut Vila, hal itu berbeda dengan penyelenggara yang ada di Indonesia.&lt;br /&gt;"Sistem belajar di luar negeri lebih jelas. Kita belajar apa yang kita mau. Artinya, mata kuliah yang dipelajari sesuai dengan jurusan. Menamatkan kuliah juga bisa lebih cepat. Tiga tahumn bisa dapat gelar Strata-1," tuturnya.&lt;br /&gt;Banyak kegiatan setelah kuliah yang bisa diikuti oleh mahasiswa. Antara lain tenis lapangan, bebas akses internet, dan lainnya. Bahkan, mahasiswa juga dibebaskan untuk mengikuti organisasi sesuai dengan keinginan.&lt;br /&gt;Vila mengatakan, pengalaman dan wawasan bagi mahasiswa yang kuliah di luar negeri lebih luas. Meski begitu, tidak melunturkan adat budaya dari negara asal. Menurutnya, bersama mahasiswa asal Indonesia pada Bulan Juni ada kegiatan Musical Teather.&lt;br /&gt;"Kita menunjukkan tarian atau musik dari daerah masing-masing. Selain mengingat budaya asal, ajang ini juga untuk bersilaturahmi. Sesama warga negara Indonesia, kita harus saling support dan mengingatkan," ujarnya. (arthurio oktavianus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips Kuliah di Luar Negeri :&lt;br /&gt;1. Anggap sesama mahasiswa dari negara lain sebagai saudara yang sama-sama merantau&lt;br /&gt;2. Jangan malu untuk duluan menyapa teman&lt;br /&gt;3. Niat untuk kuliah harus kuat, bukan sekadar prestise mencicip kuliah di luar negeri.&lt;br /&gt;4. Rajin bertanya dan mengulang mata kuliah, agar cepat menyesuaikan metode belajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FOTO : Istimewa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-2263109625699142194?l=bloomasak.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/2263109625699142194/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=2263109625699142194&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/2263109625699142194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/2263109625699142194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2009/05/teman-sekamar-dari-kazakstan_09.html' title='Teman Sekamar dari Kazakstan'/><author><name>bloomasak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>arthuriooktavianusarthadiputra@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11918023858012266701'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/SgX2TbanU6I/AAAAAAAAAFo/3ax7RFS3osY/s72-c/Vila+Heffany_Mahasiswi+di+Kuala+Lumpur_istimewa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-6757940581306751849</id><published>2009-03-14T07:42:00.001-07:00</published><updated>2009-03-14T07:42:57.809-07:00</updated><title type='text'>Anak-Anak Kerubuti Honey Bee</title><content type='html'>PONTIANAK, TRIBUN - Kolam renang JC Oevang Oeray di komplek Gedung Olahraga Pangsuma Pontianak dipenuhi sekitar 500 pengunjung yang menghabiskan masa liburan tahun baru, Kamis (1/1). Sebagian besar pengunjung datang bersama keluarga maupun bersama rekannya.&lt;br /&gt;Pengunjung bernama Lina mengatakan, ia dan keluarga sengaja memilih menghabiskan hari libur dengan mengunjungi kolam renang. Menurutnya, pilihan tersebut merupakan permintaan kedua anaknya usai berbelanja di mal.&lt;br /&gt;"Anak-anak bisa berenang sepuasnya. Apalagi, kolam renang di sini lengkap dengan arena peluncuran. Kalau di tempat lain, kolam renangnya tidak dilengkapi arena peluncuran seperti di sini," tutur ibu dari Devin (6) dan Kristi (4).&lt;br /&gt;Lina mengatakan, kedua anaknya yang berenang di kolam khusus untuk anak ditemani oleh Santo, suaminya. Warga Sanggau itu hanya melihat anak dan suaminya berenang dari perahu kayu yang ada di pinggir kolam.&lt;br /&gt;Selain bisa menikmati berbagai arena yang disediakan pengelola kolam renang, pengunjung juga disapa seorang karyawan yang mengenakan kostum honey bee atau kostum boneka lebah. Suguhan itu dikhususkan untuk anak-anak yang ingin foto bersama ataupun sekadar untuk bersalaman.&lt;br /&gt;Seorang anak bernama Dea (4) tampak takut-takut menyalami karyawan berkostum honey bee. Ia ditemani ibunya, Rara, untuk mendekat dan menjulurkan tangan pada honey bee tersebut. Karyawan berkostum itu berkeliling dari satu kolam ke kolam lain. &lt;br /&gt;Menurut manajer kolam renang JC Oevang Oeray, Yani, ada juga karyawan yang mengenakan kostum Spongebob selain berkostum honey bee. Ia mengatakan, suguhan itu dipersembahkan kepada pengunjung hanya untuk hari tertentu saja. Seperti Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional.&lt;br /&gt;"Kita sengaja menyuguhkan atraksi itu untuk menghibur anak-anak. Biasanya, mereka menyukai tokoh kartun seperti Honey Bee dan Spongebob. Setidaknya, pengunjung anak-anak bertambah riang dengan kehadiran mereka," tuturnya.&lt;br /&gt;Yani mengakui adanya peningkatan pengunjung pada hari libur tahun baru. Bila hari biasa kolam renang dipenuhi pengunjung maksimal 200 orang, hari libur bisa mencapai 500 pengunjung bahkan lebih. Menurut Yani, kolam yang disediakan biasanya dijubeli pengunjung.&lt;br /&gt;Ramainya pengunjung juga disebabkan dengan penyebaran voucher gratis dari pengelola kolam renang untuk anak-anak berprestasi. Menurut Yani, voucher dibagikan melalui pihak sekolah ketika pembagian raport.&lt;br /&gt;"Kita berkerjasama dengan 16 sekolah di Pontianak. Setiap anak yang mendapatkan peringkat 1 hingga 10 mendapatkan dua voucher masuk gratis setiap anaknya. Voucher ini sudah kita sebarkan sekitar 6.000 lembar," kata manajer yang menyelesaikan kuliahnya di Kuala Lumpur, Malaysia.&lt;br /&gt;Yani mengatakan, dengan mendapatkan voucher tersebut anak berprestasi bebas biaya masuk sebesar Rp 20 ribu. Selain itu, pengunjung juga dapat berenang di kolam sepuasnya tanpa batasan waktu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapkan Peluncuran 9 Meter&lt;br /&gt;Pengunjung bisa berenang ke kolam dengan meloncat dari peluncuran setinggi empat meter. Selain itu, adapula luncuran balap, luncuran lebar, dan wahana ember tumpah. Menurut Yani, wahana ember tumpah selalu dikerubuti pengunjung dengan beramai-ramai menunggu air yang jatuh bila ember raksasa dipenuhi 1000 liter air.&lt;br /&gt;"Pengunjung biasanya menunggu ketika mendengar bunyi bel panjang. Mereka juga bersorak ketika air yang jatuh mengenai mereka. Kalau di luncuran lebar, mereka bisa berenang beramai- ramai. Karena, lebar luncuran mencapai 24 meter," tuturnya.&lt;br /&gt;Yani mengatakan, manajemen kolam renang sedang menyiapkan wahana baru untuk pengunjung. Yakni, peluncuran setinggi 9 meter. Menurutnya, peluncuran siap digunakan oleh pengunjung sekitar empat bulan mendatang.&lt;br /&gt;Saat ini, pondasi peluncuran tersebut sudah siap. Perlu penyelesaian peluncuran dan pemantapan wahana tahap akhir. Menurut Yani, peluncuran setinggi 9 meter diperuntukkan bagi pengunjung remaja yang menyukai tantangan adrenalin yang tinggi.&lt;br /&gt;Kolam renang JC Oevang Oeray tidak hanya diperuntukkan bagi pengunjung yang ingin berenang saja. Menurut Yani, mereka menawarkan tempat untuk pengunjung yang ingin merayakan ulang tahun. Selain itu, disediakan juga  member card bagi pengunjung yang ingin melakukan terapi melalui renang.&lt;br /&gt;"Pengunjung hanya membayar Rp 750 ribu dan mengisi form registrasi. Member card hanya berlaku selama 3 bulan, yang bisa digunakan setiap hari tanpa batas waktu. Kalau pengunjung dari atlet renang, polo air, dan selam, kita bebaskan biaya masuk," tuturnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-6757940581306751849?l=bloomasak.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/6757940581306751849/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=6757940581306751849&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/6757940581306751849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/6757940581306751849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2009/03/anak-anak-kerubuti-honey-bee.html' title='Anak-Anak Kerubuti Honey Bee'/><author><name>bloomasak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>arthuriooktavianusarthadiputra@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11918023858012266701'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-5923292523521039544</id><published>2009-03-14T07:37:00.000-07:00</published><updated>2009-03-14T07:41:12.267-07:00</updated><title type='text'>Anisa Ajak Pengacara Duel</title><content type='html'>PONTIANAK, TRIBUN - Terdakwa kasus trafficking (perdagangan manusia), Sumiati, diputus bebas oleh hakim ketua Subaryanto SH, Rabu (25/2). Putusan bebas tersebut menghapus tuntutan hukuman 6,3 tahun penjara dengan denda Rp 2 miliar yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum.&lt;br /&gt;Menurut Subaryanto, majelis sidang sudah menimbang bahwa apa yang diajukan di muka sidang tidak memenuhi untuk menjerat terdakwa dengan hukuman yang diputuskan. Ia mengatakan, Sumiati tidak terbukti secara sah melakukan tindakan yang didakwakan padanya. &lt;br /&gt;"Karena itu, ia dibebaskan dari semua tuntutan. Keterangan saksi dan barang bukti yang diajukan belumlah cukup. Terdakwa tidak mengenal para korban dan tidak pernah menyuruh saksi Heri mengurus surat menyurat para korban. Terdakwa juga tidak menyuruh saksi Anisa untuk mencari orang yang mau bekerja ke luar negeri," katanya.&lt;br /&gt;Heri dan Anisa yang dijadikan saksi dalam persidangan terdakwa pelaku trafficking, merupakan mantan anak buah Sumiati. Bahkan, Heri merupakan orang yang dipercaya untuk menjaga sebuah butik yang dimiliki Sumiati, yang terletak di pusat perbelanjaan terbesar di Pontianak.&lt;br /&gt;Sebelum menjadi saksi, Heri dan Anisa sudah menjalani hukuman kurungan penjara atas dakwaan pelaku trafficking, selama 2,2 tahun. Masa tahanan yang mereka jalani berkurang setelah mengajukan pembebasan bersyarat, menjadi 1,6 tahun. Mereka keluar penjara pada November 2008.&lt;br /&gt;Putusan bebas kepada Sumiati, membuat Anisa yang duduk di bangku pengunjung menjadi naik pitam. Kata-kata umpatan yang ditujukan untuk Sumiati, keluar dari mulutnya. Amarahnya semakin menjadi melihat mantan bosnya itu dikawal dua orang berseragam hitam, keluar dari ruang sidang.&lt;br /&gt;"Aku ndak rela kalau dia (Sumiati) bebas begitu saja. Mentang-mentang dia berduit, bisa bebas. Kita yang tidak punya apa-apa, dihukum. Berapa banyak uang yang diberikan Sumiati untuk orang yang mengadilinya ini?" teriak Anisa.&lt;br /&gt;Tidak cukup dengan kata, Anisa menerobos penjaga yang mengawal Sumiati. Ia mencoba meluapkan emosinya dengan meraih Sumiati. Usahanya sia-sia. Ia tertahan para pengawal yang menjaga Sumiati dengan ketat.&lt;br /&gt;Namun, Anisa tetap terus mengejar. Sumiati yang dikawal dan diamankan menuju warung bakso Lapangan Tembak yang berada di samping gedung pengadilan negeri Pontianak, tetap ia datangi sambil berteriak. Langkah Anisa kembali tertahan oleh penjaga dan pengacara terdakwa.&lt;br /&gt;"Kalau memang berani, sini, hadapi aku. Kita duel di sini. Aku ndak takut," ujar Anisa kepada orang yang menahan dirinya. Usai berkata, Anisa memasang kuda-kuda bersilat. Dua tangannya mengarah ke depan, seperti orang yang siap duel. Aksi Anisa tidak ditanggapi. &lt;br /&gt;Seorang Polwan mencoba menenangkan amarah Anisa dengan mendekap perempuan itu dari belakang. Anisa dibawa menjauh dari parkiran warung. Meski terus dihadang, Anisa tetap terus melepaskan kata-kata dengan penuh amarah.&lt;br /&gt;Kejadian tersebut membuat lalu lintas di Jl Abdulrahman, terganggu. Pengendara kendaraan roda dua dan empat menghentikan kendaraannya, mencari tahu apa yang sedang terjadi.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkap Suap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidakpuasan terhadap putusan bebas Sumiati tidak hanya dirasakan Anisa seorang. Abangnya bernama Agus, ikut naik pitam. Apalagi, seorang pengawal Sumiati yang mengaku seorang anggota Polisi, memukul wajah ibunya, ketika berada di tangga gedung pengadilan.&lt;br /&gt;"Dia anggota polisi di mana? Jangan seenaknya seperti itu. Kalau dia anggota polisi, yang dijaga itu bukan penjual anak gadis orang seperti Sumiati. Tetapi, orang tidak mampu, yang tidak punya uang untuk lakukan suap seperti Sumiati," katanya.&lt;br /&gt;Menurut Agus, dirinya heran bila Sumiati dibebaskan dari semua tuntutan. Padahal, pemilik butik itu pernah menjadi daftar pencarian orang (DPO) kepolisian kota besar (Poltabes) Pontianak selama delapan bulan, dengan nomor polisi : DPO/59/V/2007 tertanggal 20 Mei 2007. &lt;br /&gt;"Kalau tidak bersalah, kenapa Sumiati menjadi DPO? Ini ada unsur suapnya. Ayah saya yang tahu. Karena, ia yang pernah ditawari ketika menangkap Sumiati di Mega Mal. Kita juga meminta agar dilakukan banding," tuturnya.&lt;br /&gt;Ayah Anisa, Idrus, mengatakan, dirinya pernah ditawari sejumlah uang baik oleh Sumiati sendiri ataupun melalui seseorang bernama Dumariah Silalahi. Menurutnya, uang itu diajukan kepadanya sebagai uang damai.&lt;br /&gt;"Mereka ingin agar Sumiati bebas dari hukuman. Uang tersebut senilai Rp 20 juta. Supaya kasus tidak dinaikkan ke meja hijau. Tetapi, saya tidak mau. Sumiati juga pernah berkata kepada saya, bisa membeli penjara dan isi pengadilan," ujarnya. &lt;br /&gt;Pengacara hukum terdakwa, Rizal Suriansyah SH mengatakan, dirinya berharap semua orang bisa menghormati hasil sidang yang sudah diputuskan. Ia mengatakan, bila tidak puas, silakan diajukan berdasarkan aturan dan hukum yang berlaku.&lt;br /&gt;"Kita harus menjaga ketertiban pengadilan. Putusan bebasnya Sumiati juga sudah diambil secara hukum," katanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-5923292523521039544?l=bloomasak.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/5923292523521039544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=5923292523521039544&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/5923292523521039544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/5923292523521039544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2009/03/anisa-ajak-pengacara-duel.html' title='Anisa Ajak Pengacara Duel'/><author><name>bloomasak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>arthuriooktavianusarthadiputra@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11918023858012266701'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-153444552478580771</id><published>2009-03-14T07:35:00.000-07:00</published><updated>2009-03-14T07:36:24.166-07:00</updated><title type='text'>Saya Mau Dia Rasakan Penjara</title><content type='html'>MENGIKUTI persidangan pelaku perdagangan manusia di Pengadilan Negeri (PN) Pontianak dimana Sumiati alias Umi sebagai terdakwa, membuat Anisa kembali mengingat hal sama yang dialaminya setahun lalu. Ia duduk sebagai 'pesakitan' dan dihukum merasakan dinginnya penjara selama 2,2 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anisa datang ke PN Pontianak pada Rabu (18/2), bersama kedua orangtuanya, Idrus dan Husnah. Kedatangan mereka bukanlah yang pertama. Setiap sidang yang dijalani Umi, selalu ia ikuti. Karena, Umi tokoh utama yang mengakibatkan dirinya pernah dihukum penjara.&lt;br /&gt;Ia menceritakan bahwa awal perkenalannya dengan Umi terjadi tanpa sengaja. Ada orang yang ingin mencari kerja di luar negeri. Ia merasa mempunyai teman yang bisa mewujudkan keinginan tersebut, dan langsung dihubungi.&lt;br /&gt;"Saya teringat pada Heri. Ia pernah cerita pada saya, bisa mencarikan pekerjaan ke luar negeri. Nah, yang menjadi bos Heri adalah si Umi, itu. Saya juga ikut dikenalkan ke dia (Umi)," katanya.&lt;br /&gt;Perempuan yang memiliki satu putra itu, masih menyimpan amarah pada Umi. Ketika terdakwa menuju ruang sidang, tatapan tajam Anisa mengikuti langkah Umi. Ia mengungkapkannya dengan nada penuh emosi.&lt;br /&gt;"Saya tidak rela kalau dia mendapatkan hukuman yang ringan. Dia harus merasakan bagaimana tinggal dalam penjara. Seperti saya dahulu. Apalagi, saya menjalani hukuman usai melahirkan anak saya," tuturnya.&lt;br /&gt;Menurutnya, ia pernah mengajukan penangguhan tahanan luar akibat ia mengalami pendarahan. Namun, permohonan tersebut ditolak. Anisa membandingkan kondisi dirinya dengan Umi. Karena, pemilik satu butik di pusat perbelanjaan terbesar di Kota Pontianak itu, tidak ditahan.&lt;br /&gt;Anisa merasa bersyukur. Masa tahanan yang harus dijalaninya berkurang setelah mengajukan pembebasan bersyarat. Yakni, menjadi 1,6 tahun. Usai keluar dari tahanan dan mengetahui Umi ditangkap, ia terus mengikuti persidangan Umi.&lt;br /&gt;"Saya kesal karena dia juga seorang pembohong. Dia bilang tidak mengenal saya dan Heri. Padahal, Heri adalah anak buahnya yang berkerja di butik. Dia juga ditangkap polisi karena laporan ayah saya, yang melihat Umi ada di butik miliknya," ujarnya.&lt;br /&gt;Umi ditangkap setelah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) kepolisian kota besar (Poltabes) Pontianak selama delapan bulan, dengan nomor polisi : DPO/59/V/2007 tertanggal 20 Mei 2007. &lt;br /&gt;Persidangan yang dijalani Umi memasuki tahap tuntutan. Penuntut umum menjatuhkan hukuman 6,3 tahun penjara dengan denda Rp 2 miliar. Sidang putusan akan dilakukan pada Rabu (25/2), depan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-153444552478580771?l=bloomasak.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/153444552478580771/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=153444552478580771&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/153444552478580771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/153444552478580771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2009/03/saya-mau-dia-rasakan-penjara.html' title='Saya Mau Dia Rasakan Penjara'/><author><name>bloomasak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>arthuriooktavianusarthadiputra@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11918023858012266701'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-8269908660032910197</id><published>2009-03-14T07:34:00.001-07:00</published><updated>2009-03-14T07:34:30.924-07:00</updated><title type='text'>Bisa Teriak-Teriak di Studio</title><content type='html'>MENONTON film di bioskop menjadi pilihan alternatif warga Pontianak untuk melepaskan penat bekerja. Jalan cerita yang menarik dan suguhan akting ciamik para pemain, bisa membawa perasaan penonton  hanyut mengikuti jalan cerita. Bioskop merupakan hiburan yang murah meriah, sekaligus bisa cuci mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang karyawati perbankan negeri di Kota Pontianak, Diah, mengatakan, menonton adalah cara untuk menghapus lelah dan tekanan bekerja setelah sepekan di kantor. Film yang sering ia tonton di bioskop bergenre komedi dan horor.&lt;br /&gt;"Kalau film komedi, kita bisa tertawa lepas. Sedangkan film horor, kita bisa teriak-teriak. Lumayan, bisa lepas dari tekanan pekerjaan. Apalagi kalau nontonnya ramai-ramai dengan teman," tuturnya ketika dijumpai Tribun di depan loket 21, lantai III Mega Mal Pontianak, Jumat (20/2) sore.&lt;br /&gt;Diah memilih menonton film Halloween bersama enam orang teman sekantor. Film berjenis horor tersebut menjadi pilihan setelah melakukan kesepakatan bersama. &lt;br /&gt;"Padahal, saya sangat penakut. Karena ramai-ramai, rasa takut hilang. Apalagi kalau nonton komedi. Seru aja ketawa bersama teman-teman. Kalau sendiri, ketawanya malu-malu. Ndak lepas," katanya.&lt;br /&gt;Mereka Diah, melepaskan penat bekerja dengan cara menonton film di bioskop bisa diselingi dengan agenda lain. Agenda tersebut adalah makan bersama di food court (kedai makanan) di Mal, dan berbelanja baju di outlet yang ada. &lt;br /&gt;Menurut Manager Studi 21 Mega Mal Pontianak, Mustafa Kamal, menonton film merupakan lifestyle yang mulai dipiliih warga Pontianak. Setiap tahunnya, selalu ada peningkatan jumlah penonton.&lt;br /&gt;Ia mengatakan, masyarakat Pontianak sudah selektif dalam memilih film. Meskipun gempuran film nasional mulai memenuhi bioskop, penonton di Pontianak selalu melihat sinopsis film dan para pemainnya.&lt;br /&gt;"Saat ini, kita memang memberikan banyak kesempatan untuk film Indonesia. Saat ini saja, ada film Generasi Biru dan Kuntilanak Beranak. Namun, masih belum bisa merebut minat penonton," ujarnya.&lt;br /&gt;Mustafa mengatakan, banyaknya film Indonesia juga dipengaruhi oleh seruan Menteri Pariwisata Jero Wacik. Yakni, studio 21 seluruh Indonesia membantu memutar 1.000 film Indonesia dalam setahun.&lt;br /&gt;Meskipun film Kuntilanak Beranak berdasarkan kisah nyata, lanjut  Mustafa, tidak menjamin bisa disukai penonton. Begitu pula dengan film Generasi Biru yang diperankan grup musik Slank dan puteri Indonesia, Nadine Chandrawinata. &lt;br /&gt;"Labeling kisah nyata dan pemain terkenal, tidak menjamin penonton membeludak. Saat ini saja, penonton lebih menyukai film luar seperti IP Man dan Halloween. Penontonnya mulai anak-anak hingga orang tua," kata Mustafa.&lt;br /&gt;Ia mengatakan, penonton yang datang ke Studio 21 Pontianak setiap hari mencapai 700 hingga 800 orang. Tempat duduk yang tersedia bagi penonton studio 21 sendiri adalah 294 kursi di studio 1, 176 kursi di studio 2 dan 3, 166 kursi di studio 4.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-8269908660032910197?l=bloomasak.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/8269908660032910197/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=8269908660032910197&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/8269908660032910197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/8269908660032910197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2009/03/bisa-teriak-teriak-di-studio.html' title='Bisa Teriak-Teriak di Studio'/><author><name>bloomasak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>arthuriooktavianusarthadiputra@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11918023858012266701'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-4746004253205974062</id><published>2009-03-14T07:26:00.000-07:00</published><updated>2009-03-14T07:32:07.312-07:00</updated><title type='text'>Presiden Aja Punya Facebook</title><content type='html'>Jejaring pertemanan dunia maya saat ini sudah mewabah di masyarakat perkotaan. Termasuk di Kota Pontianak. Pengguna sering menghabiskan waktunya untuk memperbaharui tampilan situs pertemanan dunia maya. Agar hubungan pertemanan terus terjalin dan laman situs mereka tidak terlihat jadul. Bahkan, ada pengguna yang memiliki lebih dari dua situs pertemanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Branch Manager Sinarmas Sekuritas Pontianak Tira Cristallia, memiliki situs pertemanan merupakan sebuah keharusan. Namun, jangan sampai menganggu waktu dan pekerjaan. &lt;br /&gt;"Siapa yang tidak mau memiliki koneksi dengan orang yang berasal dari negara luar? Sebaiknya kita memiliki situs pertemanan di dunia maya. Setidaknya, kita tidak ketinggalan dalam hal teknologi. Presiden Amerika aja punya Facebook," ujar Tira di kantornya, Rabu (11/2).&lt;br /&gt;Perempuan berkulit putih itu mengaku memiliki dua situs pertemanan. Yakni, Friendster dan Facebook. Meskipun begitu, ia tak ingin konsentrasinya dalam bekerja menjadi terpecah untuk mengurus situs tersebut.&lt;br /&gt;Tira selalu mencari waktu luang untuk membuka situsnya. Ketika sedang memeriksa surat elektronik, ia baru mengecek apakah ada undangan pertemanan. Itu juga harus dengan satu syarat. Undangan harus dari orang yang dikenal. Setidaknya, orang-orang yang ada dalam daftar situs teman dekatnya.&lt;br /&gt;"Kalau tidak dikenal dan diladeni terus, susah. Terkadang mereka suka iseng dengan mengirimkan pesan yang tidak penting. Sehingga, pekerjaan kita menjadi terganggu. Lebih baik, undangan tersebut ditolak," katanya.&lt;br /&gt;Menurut Tira, pertama kali mengenal Facebook karena tidak bisa meng-upload foto dari kamera ke situs Friendster miliknya. Seorang rekan  menyarankan dirinya untuk mencoba situs pertemanan Facebook. &lt;br /&gt;Pada Desember 2008, ia mulai aktif menjalin pertemanan di situs tersebut. Meskipun begitu, ia tetap mengelola situs Friendsternya. Karena, Tira tak ingin memutuskan network yang sudah ia bina dengan orang-orang yang terdaftar menjadi temannya.&lt;br /&gt;"Tetapi, mengelola situs pertemanan tersebut harus pakai etika dan kedewasaan. Jangan asal me- posting ataupun mengomentari sesuatu secara kelewatan. Kalau memang tidak perlu ditulis, ya, jangan ditulis," ujar Tira.&lt;br /&gt;Etika tersebut antara lain harus tahu apakah pengguna sedang membenahi situs pertemanannya di waktu sedang bekerja atau tidak. Topik yang sangat privasi, kata Tira, seharusnya jangan dibagi pada orang lain. &lt;br /&gt;Menurutnya, bila tidak diperhatikan oleh pemilik situs, bisa berbahaya dan mengakibatkan ketergantungan. Pemilik laptop axioo itu bahkan melarang stafnya membuka situs pertemanan ketika sedang bekerja. &lt;br /&gt;Banyak contoh ketergantungan situs pertemanan terungkap. Kasus tersebut terjadi di Indonesia maupun di luar negeri. Satu kasus yang pernah terjadi adalah seorang wanita bernama Nia Agustin (19) dipukul dan disembunyikan selama 18 hari oleh Iqbal Fauzi alias Ozi (23), mantan pacarnya.&lt;br /&gt;Pemukulan dan penyekapan tersebut disebabkan oleh kecemburuan Ozi, karena banyak teman Nia memberikan testimoni ucapan selamat hari Valentine di Friendster Nia. Testimoni tersebut menyebabkan Ozi menjadi posesif dan tak segan memukul.&lt;br /&gt;Tira mengatakan, contoh tersebut patut menjadi catatan sebagai pengingat. Ia tak menampik bila situs pertemanan juga memberikan keuntungan. Karena, bisa membantu pekerjaannya. Apalagi, untuk berhubungan dengan para koleganya.&lt;br /&gt;"Siapa tahu suatu hari kita akan mempromosikan atau meluncurkan produk. Kita bisa beriklan di situs pertemanan yang kita miliki. Apalagi, kita sudah membuka network dengan orang lain. Menawarkan produkpun bisa lebih gampang," tuturnya seraya tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertemu Teman Lama di Dunia Maya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang yang memiliki teman hingga ke luar negeri, Jacintha Thesara merasa perlu mempunyai situs yang bisa menghubungkan dirinya dengan temannya tersebut. Situs Friendster menjadi pilihannya.&lt;br /&gt;Siswi Gembala Baik kelas XI IPA itu, mengatakan, ia memilih Friendster setelah diajak oleh temannya pada 2008, lalu. Awalnya, rekan kelas mengajarinya membuka situs tersebut. Padahal, ia tidak terlalu berminat.&lt;br /&gt;"Internet awalnya saya gunakan untuk mencari bahan-bahan tugas sekolah saja. Tetapi, setelah banyak teman yang memiliki situs tersebut, saya jadi tertarik," tutur siswi yang kerap disapa Cintha di rumahnya, Jumat (13/2).&lt;br /&gt;Membuka jejaring pertemanan di dunia maya menggunakan Friendster dipilihnya, karena, bisa membuat fitur tampilan yang bagus dan sesuai dengan keinginan sendiri. Situs tersebut juga mempunyai blog yang bisa digunakan untuk menampung tulisannya. &lt;br /&gt;Selain menyapa melalui jejaring pertemanan di dunia maya, ia juga suka berbagi cerita maupun info dengan temannya. Cintha yang suka melukis ini mengatakan, hal itu sering dilakukan bersama temannya yang ada di Singapura dan Batam.&lt;br /&gt;Menurutnya, hubungan melalui sambungan telepon selular sangat terbatas. Apalagi, komunikasi merupakan hal utama untuk tetap menjalin hubungan yang baik, dengan teman yang berada di daerah yang berbeda. &lt;br /&gt;Pelajar yang fasih berbahasa Inggris ini, merasa banyak kejutan tidak terduga yang diperoleh melalui jejaring pertemanan di dunia maya. Kadang, kejutan tersebut menjengkelkan. Adapula yang berujung pada kebahagiaan. Semua di luar perkiraan.&lt;br /&gt;Ia mencontohkan pengalaman seorang temannya yang ada di Batam, yang pernah berkisah padanya. Tampilan situs milik temannya itu diubah tiba-tiba. Bahkan, foto pemilik situs diganti dengan foto tak senonoh, yang menggabungkan gambar bugil orang lain yang digabungkan dengan foto bagian kepala temannya.&lt;br /&gt;"Padahal itu tidak pernah dilakukan teman saya. Ada orang tidak bertanggungjawab yang sengaja mengubah itu. Teman-teman yang terdaftar di situs tersebut juga ada dikirimi kata-kata yang tidak sewajarnya," ujarnya.&lt;br /&gt;Cintha mengatakan, semua itu dilakukan oleh hacker. Hal seperti ini sering terjadi pada para pengguna di warung internet. Biasanya, ada gangguan ketika melakukan log out (keluar) dari situs, sehingga halaman situs tidak tertutup. &lt;br /&gt;Akibatnya, ketika orang baru datang dan menggunakan komputer yang kita pakai sebelumnya, halaman situs yang tidak tertutup akan terbuka otomatis. Orang tersebut bisa melihat dan mengubah halaman situs kita.&lt;br /&gt;Tak semua hal buruk yang terjadi. Pengalaman positif yang diperoleh Cintha menggunakan jaringan pertemanan di dunia maya adalah, ia bisa bertemu dan berkomunikasi lagi dengan temannya yang sudah tidak bertemu selama empat tahun.&lt;br /&gt;"Ia teman SD yang sudah pindah ke luar Kalbar karena orangtuanya pindah tugas. Teman itu tiba-tiba mengirimkan pesan ke alamat Friendster saya. Awalnya saya pikir siapa. Setelah diingat-ingat, ternyata teman baik saya," katanya. &lt;br /&gt;Meski sebagai pengguna jejaring pertemanan di dunia maya, Cintha tak mau terlarut hingga menyebabkan ketergantungan pada aktivitas tersebut. Sepekan, ia memperbaharui tampilan situsnya sebanyak empat kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak Suka Iseng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lulusan Fakultas Matematika Universitas Tanjungpura Pontianak, Bara Shafiyyah, mengatakan, ia memiliki dua account jejaring pertemanan. Yakni Friendster dan Facebook. Setiap kali ia membuka layanan internet, account tersebut terbuka secara otomatis.&lt;br /&gt;"Hanya untuk suka-suka dan menambah teman saja. Biar tidak ketinggalan zaman, gitu. Tapi, tidak sampai tergantung sekali pada layanan tersebut. Biasa saja. Secara umum, saya internet addict," katanya.&lt;br /&gt;Bara mengatakan tidak suka mengerjai orang melalui situs tersebut. Karena, ia paling tidak suka diisengi. Menurutnya, hal seperti itu hanya dilakukan oleh orang yang tidak punya pekerjaan. Seperti orang yang suka mengirimkan comment yang tidak jelas dan entah dari siapa.&lt;br /&gt;"Padahal, tidak masuk dalam daftar pertemanan saya. Ini disebabkan saya tidak mengunci kotak comment. Sehingga, semua bisa memberikan komentar mereka di halaman situs saya," tuturnya.&lt;br /&gt;Setiap hari, Bara selalu memperbaharui tampilan situsnya. Paling tidak, hanya untuk mengecek tampilan milik teman-temannya. Ia mengatakan mendapatkan keuntungan dengan adanya jejaring pertemanan tersebut. Ia bisa berbagi cerita dan pengalaman.&lt;br /&gt;"Punya banyak kenalan. Selain teman-teman yang dikenal, kita juga bisa menambahkan teman baru yang kita temui di dunia maya. Apalagi, saya juga bertemu teman sekolah dasar yang sudah lama tidak bertemu. Biasanya, saya bertemu teman baru dan saling berbagi situs," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rapat Tak Terhalang Ruang dan Waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEBUTUHAN masyarakat akan teknologi yang sangat menunjang pekerjaanya, merupakan suatu tuntutan yang tidak bisa dielakkan. Termasuk, untuk urusan telekomunikasi. Pilihan masyarakat perkotaan saat ini tertuju pada alat komunikasi bernama BlackBerry, yang juga dipakai Presiden Amerika Serikat Barack Husain Obama.&lt;br /&gt;BlackBerry (BB) tipe Curve 8310 selalu menjadi pegangan perancang busana Kalimantan Barat Helva Zuraya. Alat komunikasi tersebut sudah empat bulan menjadi temannya berkirim kabar pada keluarga, rekan kerja, maupun relasi bisnisnya.&lt;br /&gt;"Saya membeli BB di Jakarta. Ketika itu harganya masih Rp 6,1 juta. Kabarnya, sekarang harganya di pasaran sudah turun menjadi Rp 5,8 juta. Sudah murah, lho," katanya ketika dihubungi Tribun, Senin (16/2).&lt;br /&gt;Alat komunikasi yang sedang booming di Indonesia itu, dipilihnya  karena memiliki fitur yang lengkap. Selain itu, ia juga suka pada bentuk dan warna BB. Ia mengatakan, membeli BB bukan untuk gaya-gayaan. &lt;br /&gt;Menurut Helva, BB juga sangat menunjang kinerjanya. Terutama, untuk menyimpan data-data penting dan membantu dirinya mempresentasikan hasil karya kepada para klien. Alat tersebut juga bisa digunakan untuk menjelajah ke dunia maya.&lt;br /&gt;"Terutama, untuk berkomunikasi melalui Yahoo Mesengger (YM). Meskipun di sela-sela kesibukan seperti rapat, kita dengan mudah menerima pesan dari klien atau siapapun tanpa mengganggu jalannya rapat," ungkapnya.&lt;br /&gt;Perempuan yang mengenakan kacamata minus itu mencontohkan pengalamannya bersama pemilik sepatu Denia Ponti. Mereka memiliki alat komunikasi yang sama. Karena melakukan pengisian pulsa Rp 200 ribu, mereka gratis untuk mengirimkan pesan singkat untuk sesama pemilik BB.&lt;br /&gt;Ia mengaku untuk saat ini belum menemukan kesulitan apapun selama menggunakan BB. Bahkan, Helva merasa beruntung karena alat komunikasi tersebut bisa membantu pekerjaannya dalam menjalankan usaha.&lt;br /&gt;"BB, tuh, simple. Seperti mini laptop dan bisa dibawa kemana saja. Kalau laptop, lebih ribet. Mau bawa kemana-mana butuh tempat yang besar dan berat," katanya.&lt;br /&gt;Hipnotis BB tidak hanya membuai orang yang sudah memilikinya. Anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kalbar Elvi Sofia, ingin segera memiliki alat komunikasi itu. &lt;br /&gt;Apalagi, pekerjaannya sebagai direktur utama PT Pasa Persada Nusantara yang kebanyakan berada di lapangan, menuntut dirinya untuk selalu menginput informasi terbaru mengenai pekerjaan dan rekan-rekannya.&lt;br /&gt;"Memiliki BB, tuh, akan membantu pekerjaan saya. Kita tidak terbatas pada ruang dan waktu. Kapanpun dan di manapun, kita bisa menjalankan pekerjaan kita," tuturnya.&lt;br /&gt;Ia mengatakan, kalau ada rapat kantor atau dengan kolega dan ia tidak bisa hadir karena berada di suatu tempat, hasil rapat bisa diketahui melalui surat elektronik. Menurutnya, ia juga bisa berdialog langsung dengan peserta rapat melalui YM atau fasilitas lain di BB.&lt;br /&gt;"Alasan itulah yang mendorong saya untuk membeli BB. Karena, saya memang butuh alat komunikasi seperti itu. Saya memandang, BB memang dibutuhkan para eksekutif muda. Bukan untuk gaya," katanya.&lt;br /&gt;Elvi memaklumi kalau di kota besar seperti Jakarta, BB menjadi pegangan para pelajar. Karena, pelajar di sana perlu mencari bahan tugas sekolah dengan menjelajahi dunia maya. Menurut Elvi, hal seperti itu belum ia temukan di kalangan pelajar Kota Pontianak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Free Hingga Rp 180 Ribu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BIAYA yang dikenakan untuk mengaktivasi layanan di BlackBerry sangat bervariasi. Masing- masing memiliki keuntungan tersendiri dalam penggunaannya. Semua tergantung pada pengguna, layanan mana yang mereka pilih untuk mengaktivasi jaringan seluler di BlackBerry mereka.&lt;br /&gt;Menurut Regional Account Manager PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) Pontianak, Muharlis, aktivasi untuk mengakses jaringan di BlackBerry dilakukan dengan pembayaran pulsa di awal registrasi.&lt;br /&gt;"Biaya untuk register Rp 180 ribu. Biaya ini merupakan unlimeted access setiap bulannya. Pengguna yang sudah mendaftar layanan ini, bisa mengakses apapun sepuas mereka," tuturnya ketika dihubungi Tribun beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;Regristasi ini bisa dilakukan langsung di Grapari Telkomsel yang ada di Jl Teuku Umar Pontianak, ataupun melalui layanan pesan singkat. DIkatakannya, pelanggan bisa mengetik REG spasi BB dan kirimkan ke nomor 333. &lt;br /&gt;Memiliki BlackBerry sangat menguntungkan Murhalis. Pengguna tipe 8707 sekitar setahun tersebut merasa, pekerjaan dan bersosialisasi bisa dilakukan melalui telepon seluler ini. Menurutnya, ia bisa beraktivitas dan mendapatkan hiburan sekaligus.&lt;br /&gt;"BlackBerry benar-benar seperti laptop. Tapi, ini bisa dibawa untuk mobile dan juga untuk dibawa tidur. Menggunakannyapun bisa sambil tiduran. BlackBerry juga sangat powerfull dan full signal. Kalau laptop, sulit," katanya.&lt;br /&gt;Murhalis mengatakan, mengecek pekerjaan dari kantor yang dikirim melalui surat elektronik, sekarang tidak harus dilakukan di kantor saja. Ia bisa melakukannya ketika berada di luar daerah melalui BlackBerry. Karena, fitur surat elektronik sudah tersaji di layar BlackBerry.&lt;br /&gt;Pengguna alat komunikasi ini di Pontianak kebanyakan dari kalangan pengusaha dan pegawai BUMN. Bahkan, 30 orang pendaftar masih berada di daftar antrian yang memesan BlackBerry di Grapari Telkomsel. &lt;br /&gt;Adapun tipe yang tersedia, ujar Murhalis, antara lain BlackBerry 8820, 8320, dan Bold 9000. Pemesanan dapat dilakukan dengan mengisi formulir kontrak dalam dua periode, setahun dan dua tahun. &lt;br /&gt;"Biaya per bulan untuk kontrak setahun adalah Rp 770 ribu. Sedangkan untuk kontrak dua tahun adalah Rp 490 ribu," katanya.&lt;br /&gt;ASOC XL Centre Pontianak, Muji, mengatakan, penjualan BlackBerry dilayani bila peminat di Pontianak cukup tinggi. Saat ini mereka hanya menerima untuk melakukan regsitrasi awal pengguna.&lt;br /&gt;Menurut Customer Service XL Pontianak Afika, alat komunikasi ini sudah tidak asing lagi bagi masyarakat yang ada di Pontianak. Karenanya, registrasi yang dilakukan kepada pengguna, tidaklah begitu sulit.&lt;br /&gt;"Mereka bisa browsing menggunakan jaringan kita bila sudah mendaftar. Tarif yang kita tawarkan adalah Rp 5 ribu per hari dan download gratis. Pengguna bisa browsing semau mereka setiap harinya," ujarnya.&lt;br /&gt;Afika mengatakan, dalam sepekan ada 10 pelanggan yang melakukan aktivasi dan registrasi di XL Centre. Mereka juuga bisa menggunakan sesuai kebutuhan. Karena, bisa di-offkan dan di- onkan.&lt;br /&gt;Ia mengatakan, minimal pulsa untuk melakukan browsing adalah Rp 15 ribu. Cara untuk melakukan off dan on layanan, lanjut Afika, dengan mengirimkan pesan OFF spasi BB atau ON spasi BB dan kirim ke 568.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-4746004253205974062?l=bloomasak.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/4746004253205974062/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=4746004253205974062&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/4746004253205974062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/4746004253205974062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2009/03/presiden-aja-punya-facebook.html' title='Presiden Aja Punya Facebook'/><author><name>bloomasak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>arthuriooktavianusarthadiputra@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11918023858012266701'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-2786217401427396256</id><published>2009-03-14T07:23:00.000-07:00</published><updated>2009-03-14T07:24:56.161-07:00</updated><title type='text'>Bupati 'Ngamen' Hingga Jakarta</title><content type='html'>Lalu lalang penduduk Sajingan yang melintasi pos lintas batas yang masih dalam tahap penyelesaian, terlihat ramai pada Rabu (4/2), lalu. Mereka kebanyakan membawa barang dengan cara diangkut menggunakan kendaraan bermotor maupun dipikul dengan keranjang plastik, yang diikat dengan tali dan disangkutkan ke kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga Desa Sajingan Besar bernama Natalia (48), tampak berjalan kaki dan membawa tanaman kucai yang ia panen dari kebunnya. Tanaman tersebut ia ikat dan akan dijualnya ke daerah Biawak Malaysia, dengan harga Rp 3.000 per ikat. Selain tanaman kucai, ia juga menjual pakis yang dijual dengan harga yang sama.&lt;br /&gt;"Saya bawa sampai 10 ikat setiap harinya. Kalau laku, saya membeli gula dan minyak untuk dibawa pulang. Karena, harganya lebih murah kalau dibeli di warung yang ada di kampung," tuturnya.&lt;br /&gt;Menurut Bupati Sambas Ir H Burhanuddin AR, kondisi tersebut bisa terlihat setiap hari. Karena, masyarakat membawa hasil perkebunan mereka untuk dijual ke negara tetangga. Namun, apa yang penduduk jual tidaklah menguntungkan mereka. Karena, mereka harus membeli barang kebutuhan pokok dengan harga yang mahal.&lt;br /&gt;Melihat hal itu, pemerintah kabupaten Sambas berencana melengkapi pos lintas batas Aruk- Sajingan dengan marketing point untuk lokasi penjualan hasil bumi masyarakat. Sehingga, penjualan hasil bumi bisa terpusat pada satu tempat.&lt;br /&gt;Burhanuddin mengatakan, mewujudkan pos lintas batas di Aruk-Sajingan bukanlah hal yang mudah. Dirinya bahkan harus 'ngamen' hingga ke pemerintah pusat di Jakarta, untuk meminta dukungan pembangunan di wilayah perbatasan.&lt;br /&gt;"Pembangunan rumah jaga dan perumahan petugas CIQS hasil 'ngamen' di Ditjen PUM Depdagri ketika saya ke Jakarta. Tower telekomunikasi juga hasil saya 'ngamen' ke dua kantor operator seluler," tuturnya sambil tersenyum ketika menyampaikan hal tersebut di hadapan Direktorat Jenderal Departemen Cipta Karya Pekerjaan Umum Ir Joko Yuwono.&lt;br /&gt;Joko yang mendengar pemaparan Burhanuddin, tampak mengangguk setuju. Menurutnya, usaha tersebut memang harus dilakukan agar faktor inti di wilayah perbatasan, yakni masalah ekonomi, bisa terhapuskan. Kesenjangan ekonomi inilah yang menimbulkan permasalahan sosial di masyarakat.&lt;br /&gt;"Penduduk perlu diperhatikan. Jangan sampai nantinya marketing point menjadi tempat yang eksklusif. Selain itu, perlu juga dibangun sistem pengairan, listrik, dan jalan. Agar masyarakat tidak merasa tertinggal dari negara tetangga," katanya.&lt;br /&gt;Beberapa wilayah Kalimantan Barat berbatasan langsung dengan negara tetangga, Malaysia. Sebut saja daerah Entikong Sanggau, Jagoi Babang Bengkayang, Jasa Sintang, Nanga Badau Kapuas Hulu, dan Aruk-Sajingan Sambas. Wilayah ini merupakan kawasan yang rawan dari aktivitas ilegal.&lt;br /&gt;Tokoh masyarakat Kalbar Ir Said Djafar, mengatakan, akibat ketertinggalan tersebut, penduduk Indonesia di wilayah perbatasan melakukan upaya agar diakui sebagai penduduk negara tetangga. Satu cara tersebut adalah dengan memindahkan patok batas yang ada.&lt;br /&gt;"Kalau masyarakat perbatasan tidak diperhatikan, tidak menutup kemungkinan mereka berpindah kewarganegaraan. Karena, selama ini mereka merasa terisolir dan susah untuk memasarkan hasil alam mereka," ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menolak Pindah Negara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupiah dan Ringgit merupakan mata uang yang selalu digunakan Maria Bingkil sehari-hari. Setiap warung di kampungnya, Desa Aruk Kecamatan Sajingan Kabupaten Sambas, menerima transaksi jual beli barang menggunakan dua mata uang tersebut.&lt;br /&gt;Masyarakat di daerah perbatasan tidaklah asing dengan keberadaan mata uang Ringgit dan Rupiah. Maria mengatakan, mereka sudah menggunakan mata uang tersebut sejak lama. Tidak ada warga yang menolak bila pembeli membayar belanjaan dengan Rupiah maupun Ringgit.&lt;br /&gt;Pekerjaan Maria selain bertani adalah menjual barang kebutuhan pokok. Ia biasa berbelanja di Lundu, satu wilayah yang ada di Kuching, Malaysia. Ia biasanya pergi berbelanja beramai-ramai bersama beberapa warga desa lain.&lt;br /&gt;Seperti pada Kamis (4/2), lalu. Ia terlihat memasuki pos lintas batas Aruk-Sajingan Sambas, bersama tiga temannya, membawa barang belanjaan. Ketika didekati, dua rekannya enggan diwawancarai. Hanya Maria dan Yohana Rikin yang menghentikan langkah mereka.&lt;br /&gt;"Kita belanja gula, garam, minyak, mie, dan sebagainya. Biasanya, kita membawa hasil panen perkebunan untuk dijual ke sana (Lundu). Uang hasil menjual barang panen dibelikan barang kebutuhan pokok," ujar Maria.&lt;br /&gt;Ia mengatakan, kebutuhan pokok yang dibeli, akan dijual lagi di kampungnya. Terkadang, ada juga warga yang menitip untuk dibelikan barang. Manurutnya, semua itu tergantung pada kemampuan dirinya untuk membawa barang pesanan tersebut.&lt;br /&gt;Maria mengatakan kesulitan membawa banyak barang karena belum membaiknya kondisi infrastruktur. Percikan tanah merah dan kubangan lumpur ketika hujan, menjadi teman langkah kaki mereka.&lt;br /&gt;Pernyataan tersebut dibenarkan Rikin. Menurutnya, perjalanan bertambah parah bila banjir melanda. Kalau sudah seperti itu, mereka hanya bisa menunggu banjir surut, untuk berbelanja ke Lundu.&lt;br /&gt;"Kita juga harus menumpang Ben (opelet) menuju ke Lundu. Ben bisa ditemukan di luar pos lintas batas. Tapi, kalau pakai Ben, mahal. Kalau mau irit, lebih baik berjalan kaki saja," tuturnya. &lt;br /&gt;Ongkos yang harus dikeluarkan Rikin menuju ke Lundu adalah RM 6. Bila dikonversikan ke Rupiah, uang tersebut bernilai sekitar Rp 18 ribu. Artinya, untuk sekali pulang-pergi, ia menghabiskan sekitar Rp 36 ribu.&lt;br /&gt;Ketika ditanya apakah dirinya akan berpindah kewarganegaraan dengan kondisi seperti itu, Rikin dengan tegas menolak. Menurutnya, biar hujan emas di negeri orang dan hujan batu di negeri sendiri, ia tetap memilih Indonesia sebagai negaranya.&lt;br /&gt;"Pemerintah sudah memperhatikan kita. Jalan sudah mulai dibangun. Untuk apa pindah ke negara orang! Biarpun sakit, yang penting negara kita sendiri. Kita lahir dan besar di sini. Rumah dan sawah, pun, di sini," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benahi Jalan&lt;br /&gt;Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kalbar Jakius Sinyor mengatakan, permasalahan jalan di daerah perbatasan akan segera dibenahi. Sehingga, masyarakat perbatasan bisa leluasa membawa dan menjual hasil panen mereka.&lt;br /&gt;"Kita sudah siap. Terutama, untuk jalan menuju pintu gerbang lintas batas Aruk-Sajingan ini. Dalam waktu dekat, kita akan fasilitasi perlengkapannya. Terutama, untuk jalan lingkungannya," katanya.&lt;br /&gt;Jalan lingkungan yang harus diselesaikan segera adalah dari kilometer tiga ke kilometer lima menuju pintu gerbang. Jakius mengharapkan, jalan lingkungan tersebut bisa membantu masyarakat yang tinggal di daerah perbatasan, sehingga antar desa bisa saling terhubungkan.&lt;br /&gt;Menurut Jakius, program pembangunan infrastruktur perbatasan yang sudah disusun untuk lintas Kalimantan adalah poros selatan sepanjang 3.214,33 kilometer, poros utara sepanjang 1.647,30 kilometer, dan poros tengah sepanjang 1.680,06 kilometer.&lt;br /&gt;"Jaringan jalan pararel perbatasan dari Aruk-Sajingan ke batas Sarawak adalah 88,06 kilometer. Sedangkan jaringan jalan akses dari Pontianak ke Aruk sepanjang 312,66 kilometer. Kita mencoba sudah selesai ketika Presiden datang meninjau pos lintas batas ini," tuturnya.&lt;br /&gt;Menurut Bupati Sambas Ir Burhanuddin AR, dirinya sudah menyiapkan prasasti untuk ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ketika datang untuk meresmikan pembukaan pos pintu lintas batas Aruk-Sajingan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-2786217401427396256?l=bloomasak.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/2786217401427396256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=2786217401427396256&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/2786217401427396256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/2786217401427396256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2009/03/bupati-ngamen-hingga-jakarta.html' title='Bupati &apos;Ngamen&apos; Hingga Jakarta'/><author><name>bloomasak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>arthuriooktavianusarthadiputra@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11918023858012266701'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-1479473318384452278</id><published>2009-03-14T07:20:00.000-07:00</published><updated>2009-03-14T07:21:48.589-07:00</updated><title type='text'>Mata Minus Berkurang Dengan Akupuntur</title><content type='html'>PONTIANAK, TRIBUN - Terapi tusuk jarum yang lebih dikenal dengan akupuntur, dapat mengobati berbagai penyakit. Dewi yang menderita minus 300 di matanya, berkurang menjadi 200 setelah dua kali menjalani terapi akupuntur.&lt;br /&gt;"Kalau dulu, saya tidak bisa membuka kacamata saya dikarenakan kabur. Tetapi, sekarang, kacamata saya sudah bisa dilepas," tuturnya ditemui di sebuah rumah yang ada di Jl Karvin Pontianak, Senin (9/3) sore.&lt;br /&gt;Sudah merasakan adanya manfaat dari akupuntur, Dewi mengantarkan ibunya yang juga mengalami gangguan pada mata. Menurutnya, ada selaput yang pecah di mata ibunya. Sehingga, mata ibunya terus mengeluarkan air. &lt;br /&gt;Dewi mempercayakan penanganan mata ibunya pada Simon, yang juga sudah mengurangi minus dimatanya. Menurut Simon, akupuntur yang dilakukan untuk ibunya tersebut dilakukan dengan sekali tindakan.&lt;br /&gt;"Asal kita tahu sistem persendian yang mengalir di tubuh pasien. Karena, resiko dalam melakukan akupuntur, sangat besar. Salah memasukkan jarum, nyawa menjadi taruhannya. Makanya tidak boleh dilakukan sembarangan," katanya.&lt;br /&gt;Waktu terapi yang dilakukan, dilihat dari setiap jenis penyakit. Paling singkat, terapi dilakukan dalam waktu setengah jam. Sedangkan waktu paling lama adalah dua hingga tiga jam. Menurut Simon, ada pula jenis penyakit yang bisa disembuhkan hanya dalam sekali terapi, tergantung pada reaksi jarum.&lt;br /&gt;"Prinsipnya, akupuntur dilakukan untuk melancarkan kerja organ tubuh. Ketika jarum ditancapkan ke tubuh, reaksi yang terjadi seperti ada aliran yang terus bergerak ke seluruh badan," tuturnya.&lt;br /&gt;Menjadi pelaku terapi akupuntur sudah dilakoni Simon sejak 1999, lalu. Sudah berbagai penyakit yang disembuhkannya. Stroke, diabetes, hipertensi, maag, vertigo, migran, keluarkan dahak, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Penyakit stroke dapat disembuhkan melalui akupuntur. Simon mengatakan, bila stroke sudah lama menyerang pasien, penanganan yang dilakukan, lama. Penanganan tersebut bisa dilakukan sebanyak 12 kali dengan jangka waktu tertentu.&lt;br /&gt;"Itu, kalau strokenya sudah parah sekali. Kalau stroke yang ringan, bisa dilakukan sebanyak empat hingga delapan kali," ujarnya.&lt;br /&gt;Biaya yang dikeluarkan pasien untuk melakukan terapi ini, tidak dipatok oleh Simon. Menurutnya, terserah keiklasan pasien untuk membayar apa yang sudah dilakukannya. Karena, kepuasan dari menolong orang lain tidak bisa dinilai dengan uang.&lt;br /&gt;"Yang penting, ada perubahan ke arah kesembuhan pasien, setelah pulang dari tempat saya. Melihat mereka sembuh dari penyakitnya, merupakan kebahagiaan tersendiri. Ini semua tidak bisa diukur dengan uang," ujar pria kelahiran Sekadau itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada Pengganti&lt;br /&gt;Simon mengaku tidak menurunkan keahliannya melakukan terapi akupuntur kepada anaknya. Bapak empat orang anak itu, mengatakan, sangat sulit mencari orang yang benar-benar mau melanjutkan keahlian tersebut. &lt;br /&gt;"Anak sekarang maunya mendapatkan dan mempelajari segala sesuatu dengan singkat. Padahal, keahlian bisa diperoleh apabila dilakukan terus menerus dan selalu dipelajari secara berkelanjutan," tuturnya.&lt;br /&gt;Ia mengatakan belum mendapatkan penggantinya, yang bisa melakukan terapi akupuntur. Adapun akupuntur sendiri terdiri atas empat golongan atau generasi. Yakni, alami, bakar, listrik, dan getar. Akupuntur yang dilakukannya merupakan yang alami. &lt;br /&gt;Memiliki keahlian tersebut merupakan berkah bagi Simon. Karena, ia bisa membantu orang yang kesusahan. Seharinya, ia bisa menerima lima orang pasien. Menurutnya, itu sudah maksimal. Kalau mau melayani semua pasien, dirinya pasti kelelahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit yang diterapi :&lt;br /&gt;1. Stroke&lt;br /&gt;2. Migran&lt;br /&gt;3. Diabetes Mellitus&lt;br /&gt;4. Vertigo&lt;br /&gt;5. Maag&lt;br /&gt;6. Liver&lt;br /&gt;7. Hepatitis&lt;br /&gt;8. Ginjal&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-1479473318384452278?l=bloomasak.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/1479473318384452278/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=1479473318384452278&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/1479473318384452278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/1479473318384452278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2009/03/mata-minus-berkurang-dengan-akupuntur.html' title='Mata Minus Berkurang Dengan Akupuntur'/><author><name>bloomasak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>arthuriooktavianusarthadiputra@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11918023858012266701'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-7064723486398014329</id><published>2009-03-14T07:18:00.000-07:00</published><updated>2009-03-14T07:20:03.898-07:00</updated><title type='text'>Leo Alami Hydrochepalus Bernafas Lewat Luka</title><content type='html'>TIDAK ada yang ganjil pada kaki, tangan, dan tubuh bayi berusia empat bulan, Lambertus Leo. Namun, ketika mata kita melirik ke arah kepala bayi itu, perasaan sedih akan muncul. Karena, kepala tersebut membesar dipenuhi cairan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putra ketiga pasangan Antonius (38) dan Titi Kadi (28) yang berasal di Jl Lingkar Kelam Desa Merepak Dusun Tekang Sintang itu, bergerak lincah di kasur tempat tidur yang terletak di ruang bedah syaraf L nomor 21E Rumah Sakit Umum Soedarso, Kamis (5/3). Tak terdengar suara tangis sedikitpun dari mulutnya.&lt;br /&gt;Menurut ibunya, Leo sangat jarang menangis. Ketika ditinggalkan sendirian karena dirinya harus mencuci pakaian atau piring di sungai yang berada beberapa meter dari rumahnya, Leo tidak pernah cerewet.&lt;br /&gt;"Kecuali, kalau dia (Leo) merasa kepanasan ataupun kelaparan. Dia pasti menangis. Tetapi, tidak pernah lama," ujar Titi yang duduk di pinggir tempat tidur putranya. Tangan perempuan itu juga memegang lembut tangan Leo.&lt;br /&gt;Titi menceritakan kembali kondisi anaknya yang sudah dialami sejak dilahirkan. Ia mengatakan, persalinan dilakukan melalui operasi Cesar. Luka yang masih membekas di kepala Leo, dikarenakan proses persalinan tersebut.&lt;br /&gt;Menurutnya, selama sepekan tidak melihat bagaimana kondisi anak yang dilahirkannya. Karena, kondisinya usai melahirkan, lemah. Bahkan, dua benang jahitan luka operasi di perutnya terlepas ketika ia batuk. Ia juga sulit bernafas akibat sakit batuk yang dideritanya.&lt;br /&gt;"Setelah kondisi saya kuat, saya baru diizinkan naik ke lantai II rumah sakit, untuk melihat putranya. Perawat berpesan agar tidak kaget melihat kondisi anak saya. Pesan itu membuat saya bertanya-tanya, apa yang sedang terjadi," katanya.&lt;br /&gt;Alangkah kagetnya Titi ketika tiba di kamar tempat anaknya di simpan. Kepalanya besar hingga mata sulit dibuka. Selain itu, hidung putranya tidak ada. Digantikan oleh dua saluran yang tampak jelas dalam rongga mulut. Bibir atas putranya tidak ada. &lt;br /&gt;Ibu tiga anak itu hanya bisa terdiam. Ia mengatakan tidak mampu menangis lagi. Hanya pasrah dan menerima putranya secara utuh, atas berkah  pemberian dari Tuhan. Meski kondisi Leo seperti itu, curahan kasih sayang Titi tidak pudar.&lt;br /&gt;Melihat kondisi putranya seperti itu dan menganggap tidak bisa bertahan hidup, seorang perawat bertanya pada Titi, beberapa pekan ketika masih dirawat di rumah sakit, apakah putranya sudah diberi nama. &lt;br /&gt;Sambil memandang Leo yang terbaring, ia menjawab pertanyaan perawat itu. "Anak ini tetap manusia bagaimanapun keadaannya. Kami sudah memberikan nama yang bagus untuk anak ini," ujarnya.&lt;br /&gt;Menerima keadaan Leo sepenuhnya juga dilakukan oleh Imah, ibu kandung Titi. Perempuan tua itu mengatakan, tidak akan meninggalkan Leo, bagaimanapun keadaannya. Karena itu, Imah selalu setia menemani putrinya merawat Leo.&lt;br /&gt;Bahkan, selama menjalani perawatan selama dua pekan, Imah tetap setia menunggui Leo. Padahal, kekurangan biaya untuk membeli keperluan sehari-hari di rumah sakit, sangat dirasakan. &lt;br /&gt;"Untuk makan saja kita harus menunggu uluran tangan orang. Yang penting, Leo bisa cepat sembuh dan bisa tumbuh seperti anak lainnya," katanya.&lt;br /&gt;Menurut ayah Leo, Antonius, mereka mendapatkan bantuan makanan dari mahasiswa yang berasal dari Sintang. Kalau tidak ada para mahasiswa tersebut, mereka sudah pasti tidak bisa makan.&lt;br /&gt;Antonius mengatakan sangat membutuhkan bantuan untuk kesembuhan putranya. Karena, Leo butuh menjalani operasi untuk mengeluarkan cairan di kepalanya dan menyatukan tulang tengkorak kepalanya. &lt;br /&gt;Bahkan, untuk membantu bernafas, Leo dibantu dengan adanya luka yang mengangga sejak ia lahir. Menurutnya, luka tersebut tidak bisa tertutup. Kalaupun ditutup, Leo akan kesesakan akibat sulit bernafas. (arthurio oktavianus)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-7064723486398014329?l=bloomasak.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/7064723486398014329/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=7064723486398014329&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/7064723486398014329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/7064723486398014329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2009/03/leo-alami-hydrochepalus-bernafas-lewat.html' title='Leo Alami Hydrochepalus Bernafas Lewat Luka'/><author><name>bloomasak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>arthuriooktavianusarthadiputra@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11918023858012266701'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-4944844129027890750</id><published>2009-03-14T07:17:00.000-07:00</published><updated>2009-03-14T07:18:35.063-07:00</updated><title type='text'>Perawatan Dengan Rempah Alami</title><content type='html'>MEMANJAKAN diri sendiri di salon usai menjalani rutinitas yang penat, tidak hanya dominasi kaum hawa. Banyak para eksekutif muda laki-laki memilih salon sebagai tempat relaksasi diri, sekaligus menikmati nyamannya pelayanan yang diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aroma wewangian rempah alami menyambut setiap tamu yang masuk di satu salon di Jl Ayani. Ramah dua staf berseragam hijau, menyapa di depan pintu dengan senyuman. Hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi seorang wiraswasta Pontianak bernama Kiky.&lt;br /&gt;Ia mengatakan, kedatangannya ke salon itu sudah ke enam kalinya. Karena, suasana dan pelayanan yang disuguhkan para staf kepada pengunjung, berbeda dengan salon kebanyakan yang ada di kota Khatulistiwa.&lt;br /&gt;"Produk yang ditawarkan semua salon hampir sama. Gunting, creambath, facial, dan lainnya. Namun, yang saya cari adalah salon yang bisa membuat saya benar-benar merasakan rileks," tuturnya kepada Tribun, Kamis (5/3).&lt;br /&gt;Pria yang sering terbang rute Jakarta-Pontianak untuk urusan bisnis itu, sering melakukan facial dan pijat refleksi. Ia tidak keberatan mengeluarkan biaya lebih untuk membayar semua treatment yang dilakukannya di salon. &lt;br /&gt;Namun, ia enggan mengatakan berapa budget yang disediakannya tiap kali pergi ke salon. Menurutnya, tidak ada alokasi dana khusus untuk keperluan salon. Tergantung pada banyaknya treatment.&lt;br /&gt;Kiky tak mau memilih salon yang ada di pusat perbelanjaan. Menurutnya, kalau melakukan treatment di mal, tidak bisa benar-benar rileks. Lalu lalang orang dan gaduhnya suasana mal yang hinggar bingar, tidak membuat dirinya merasa nyaman.&lt;br /&gt;"Kalau di sini, saya bisa kembali segar usai melakukan perawatan. Tempatnya nyaman. Instrumen koleksi salon juga menenangkan fikiran. Apalagi musik tradisional dan kicau burung dari musik yang diputar, serasa alami," katanya.&lt;br /&gt;Ia mengatakan, ketika melakukan treatment sembari mendengarkan musik tradisional dengan suasana tenang, dirinya serasa berada langsung di daerah asal musik tersebut. Meskipun kenyataannya, ia berada di Pontianak.&lt;br /&gt;"Seperti ketika diputarkan musik Bali ketika melakukan treatment, minded kita serasa terbawa ke atmosfer pantai Kuta. Ketika diputar musik Gamelan, kita seperti benar-benar ada di Yogyakarta," katanya.&lt;br /&gt;Asisten Supervisor Salon Martha Tilaar Pontianak Desy, mengatakan, perawatan yang ditawarkan di tempatnya antara lain spa, facial, dan salon. Unsur tradisional lebih dominan dengan menggunakan bahan alami yang digunakan untuk perawatan.&lt;br /&gt;Namun, khusus untuk spa, customer yang diperkenankan untuk melakukan perawatan hanya untuk perempuan saja. Menurut Desy, kalaupun ada laki-laki yang ingin menikmati perawatan spa, harus ditemani oleh istrinya.&lt;br /&gt;"Kita menyediakan ruang Very Important Person (VIP) perawatan spa untuk suami istri. Ini dimaksudkan agar istrinya tahu bahwa suaminya tidak macam-macam di salon. Selain itu, kami juga harus menjaga image salon kami," katanya.&lt;br /&gt;Kualitas pelayanan yang diberikan oleh para staf, membuat salon ini memiliki banyak member. Ia mengatakan, ada 1.000 member yang sudah bergabung di salon Martha Tilaar Pontianak, yang berlaku selama dua tahun.&lt;br /&gt;Keuntungan menjadi member adalah mendapatkan diskon 10 persen setiap kali melakukan perawatan. Menurut Desy, customer dijadikan member bila melakukan perawatan di salon minimal Rp 1 juta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-4944844129027890750?l=bloomasak.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/4944844129027890750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=4944844129027890750&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/4944844129027890750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/4944844129027890750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2009/03/perawatan-dengan-rempah-alami.html' title='Perawatan Dengan Rempah Alami'/><author><name>bloomasak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>arthuriooktavianusarthadiputra@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11918023858012266701'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-2414298051394877560</id><published>2009-03-14T07:15:00.000-07:00</published><updated>2009-03-14T07:16:53.627-07:00</updated><title type='text'>Slank Ingatkan Pengendara Pakai Helm Tri Tak Mau Cuci Muka</title><content type='html'>PONTIANAK, TRIBUN - Grup musik Slank tampil menghibur penggemarnya di Stadion Sultan Abdurrahman Pontianak, Senin (2/3) malam, sekitar pukul 20.30 WIB, dalam konser launching motor Yamaha Vega ZR 115 CC. Hentakan drum Bimbim yang mengiringi lagu pembuka, Rock and Roll, diikuti koor dari para slankers (fans Slank).&lt;br /&gt;Kerumunan para slankers sudah memenuhi stadion sejak pukul 16.00. Mereka berdatangan dari semua wilayah di Kalbar. Seperti Slankers Club Kabupaten Sambas yang dikomandani Yulian. Mereka mencarter bis Pemda, dengan izin yang diberikan oleh dinas perhubungan.&lt;br /&gt;"Sejak siang tadi kita sudah tiba di Pontianak. Rombongan beranggotakan 60 orang, dibagi menjadi dua kloter. Yang berangkat menggunakan kendaraan sendiri dan yang ikut bis Pemda," tuturnya.&lt;br /&gt;Club yang berdiri sejak 2006 lalu, pernah mendirikan posko banjir. Bahkan, Ketika merayakan ulangtahun akhir Desember, mereka memberikan sumbangan pada anak yatim. Yulian mengatakan, sangat menyukai semua lagu Slank. Ia bahkan hafal seluruh liriknya.&lt;br /&gt;"Apalagi lagu Seperti Para Koruptor. Mudah-mudahan para koruptor bisa 'tersinggung' mendengarkan lagu itu, dan akhirnya sadar untuk tidak melakukan perbuatan itu lagi," katanya, seraya disetujui oleh istrinya yang ikut menjadi slankers Sambas, Melisa. &lt;br /&gt;Pertunjukan Slank sangat memukau penggemarnya. Setiap membawakan sebuah lagu, koor para fans turut membahana. Kaka sebagai vokalis, mencoba untuk menjalin komunikasi dengan penggemarnya.&lt;br /&gt;"Siapa yang datang ke sini pakai motor? Siapa yang menggunakan helm ketika mengendarai motor? Kita harus sadar, bahwa menjaga keselamatan ketika berkendara itu penting. Senang bisa datang lagi ke Pontianak," tuturnya di atas sebuah sound system di muka panggung.&lt;br /&gt;Sapaan Kaka disambut acungan tangan penonton yang dibatasi pagar besi. Slankers bahkan langsung berjingkrak, mendengar intro Mars Slankers dimainkan para gitaris Slank, yakni Abdee, Ivan, dan Ridho.&lt;br /&gt;Kaka tidak hanya menunjukkan lengkingan suaranya. Ia juga memainkan gitar pada lagu ketujuh, Virus. Slankers yang hafal lirik lagu di luar kepala, ikut berdendang seraya menyalakan matches (korek gas) yang diacungkan ke udara dan dilambaikan ke kiri dan ke kanan.&lt;br /&gt;"Anggota pemadam kebakaran, jangan lupa siramkan air pada penonton, ya. Jangan hanya disiramkan kalau di suruh. Kalau bisa air diberikan pada penonton, tiap dua menit," kata Kaka.&lt;br /&gt;Usai mengatakan hal itu, Kaka meminta lima orang penonton perempuan naik ke panggung. Tanpa menunggu lama, permintaan Kaka sudah berdiri bersamanya di atas panggung. Kaka memuji kelima perempuan itu. Menurutnya, mereka semua cantik alami tanpa polesan makeup.&lt;br /&gt;Ternyata, permintaan Kaka menghadirkan lima perempuan tersebut untuk menemaninya berjoged pada lagu Orkes Sakit Hati. Tidak hanya yang berada di atas panggung yang menggoyangkan pinggul, slankers di dalam stadion ikut serta.&lt;br /&gt;Turun dari panggung, seorang dari lima perempuan tersebut, Tri, mengatakan sangat senang bisa dipilih panitia untuk berada di panggung. Karena, ia memang penggemar berat grup band Slank. Bahkan, sebuah pin fotonya dan anggota Slank, tersemat dikerudungnya.&lt;br /&gt;"Saya sengaja bolos bekerja untuk tidur siang, agar tidak capai ketika menonton Slank. Eh, tadi bisa salaman langsung dan dicium sama Kaka. Saya tidak mau cuci muka malam ini,' katanya ditemui Tribun,  usai turun panggung.&lt;br /&gt;Aksi grup band Slank berakhir sekitar pukul 22.30 dengan membawakan lagu Kamu Harus Pulang. Sebanyak 18 lagu mereka suguhkan untuk memuaskan para penggemarnya. Usai tampil, mereka berlima memberikan penghormatan dengan membungkuk bersama.&lt;br /&gt;Menurut seorang panitia bernama Iwan, konser tersebut dipenuhi sekitar 20 ribu penonton. Karena, dari 21.300 tiket yang disediakan, sebanyak 17 ribu tiket sudah habis dibeli oleh pembeli Slankers.&lt;br /&gt;"Sembilan ribu tiket hijau untuk pengguna motor Yamaha, dan 8 ribu tiket merah untuk motor non-Yamaha sudah habis. Belum lagi penonton yang masuk gratis karena tiga gate kita buka pada lagu ke-17," tuturnya.&lt;br /&gt;Menurutnya, untuk penampilan Slank di kota Pontianak, sebanyak 3 kontainer sound system dan lighting didatangkan dari Jakarta. Semua barang tersebut sudah tiba h-2 sebelum konser konvoi damai Slank dalam rangka peluncuran motor Yamaha Vega ZR 115 CC, berlangsung.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-2414298051394877560?l=bloomasak.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/2414298051394877560/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=2414298051394877560&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/2414298051394877560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/2414298051394877560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2009/03/slank-ingatkan-pengendara-pakai-helm.html' title='Slank Ingatkan Pengendara Pakai Helm Tri Tak Mau Cuci Muka'/><author><name>bloomasak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>arthuriooktavianusarthadiputra@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11918023858012266701'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-5754755604408402592</id><published>2008-12-21T09:36:00.000-08:00</published><updated>2008-12-21T09:46:15.638-08:00</updated><title type='text'>Andi Gigit Anggota Tubuh, Bibir Bawah Sisa Separuh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/SU6AxE6_bZI/AAAAAAAAAFQ/QdrkYLCdJ6c/s1600-h/pasien+gigit+jari-jessica-2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/SU6AxE6_bZI/AAAAAAAAAFQ/QdrkYLCdJ6c/s320/pasien+gigit+jari-jessica-2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5282300993575284114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;AKIBAT sering digigit, bibir bawah Andi (9) hanya bersisa separuh. Jari kedua tangannya mengalami hal yang sama. Terutama jari telunjuk yang terlihat luka dan membengkak. Kuku jaripun nyaris tak bersisa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan dan kaki Andi, kecil, untuk anak seusianya. Bahkan, tubuhnya seberat 10 kilogram tak mampu ditopang kedua kakinya. Setiap hari Andi harus digendong oleh Nurhayati (38), ibunya, yang menghidupi keluarga dengan berjualan bahan pokok dan menjahit.&lt;br /&gt;Menurut Nurhayati, Andi mulai mendapatkan penyakitnya tersebut sejak berusia sekitar delapan bulan. Ketika itu tubuh Andi panas tinggi dan terlambat mendapat perawatan medis. Ia hanya diberikan obat yang dijual di warung.&lt;br /&gt;"Andi sakit hari Sabtu. Hari Minggu, Puskesmas tidak buka. Hari Senin waktu itu tanggal merah. Karenanya, baru bisa diperiksa medis pada hari Selasa. Sebelum diperiksakan, obat-obatan warung menjadi pilihan," tutur Nurhayati dirumahnya, Kamis (18/12).&lt;br /&gt;Nurhayati mengatakan, panas tinggi yang dialami Andi membuat bocah itu kejang-kejang. Warga yang tinggal di Jalan Nirbaya Gang Sukadamai Jalur III Purnama Dalam itupun tidak pernah membawa Andi ke Posyandu untuk imunisasi. &lt;br /&gt;Kondisi tubuh Andi terus menyusut. Badannya menjadi kurus akibat tak mau makan. Tulang rusuknya menonjol keluar. Mengecil dan berkumpul ke tengah, tepat ke dada. Tubuh Andi membusung ke depan dengan perut yang mengencang keras.&lt;br /&gt;Menurut Nurhayati, kebiasaan anaknya menggigit jari tangan dan bibir timbul bila Andi merasa kepanasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bawa Ke Terajin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah ketika bangun tidur, Nurhayati menemukan wajah Andi penuh dengan darah. Ia panik dan membersihkan wajah Andi secepatnya. Namun, bocah sembilan tahun itu malah menangis keras.&lt;br /&gt;Tangisan keras Andi membuat Nurhayati panik. Ia tak tega melihat kondisi putra ketiganya seperti itu. Bila sudah begitu, Andi harus digendong untuk menenangkan tangisannya. Sekaligus, tidak mengusik ketenangan para tetangga.&lt;br /&gt;"Waktu menggigit anggota tubuhnya, Andi tidak merasakan sakit. Namun, bila kita panik dan membersihkan darah dari wajahnya, tangisnya mulai pecah. Kita yang melihatnya menjadi khawatir," tuturnya.&lt;br /&gt;Upaya menyembuhkan kondisi Andi sudah dilakukan oleh Nurhayati dan Kasim (65), suaminya. Mereka juga sudah membawa Andi ke Terajin (pengobatan alternatif di tepi sungai) yang ada di Sungai jawi.&lt;br /&gt;Nurhayati mengatakan, pengobatan alternatif tersebut tidaklah sebentar. Ia berangkat dari rumah mulai pukul 07.00 WIB dan tiba kembali ke rumah pukul 17.00. Awalnya, ada sedikit perubahan pada Andi. Tubuhnya agak lemas, tidak mengencang seperti biasanya.&lt;br /&gt;Pengobatan melalui medis juga dilakukan Nurhayati. Ia mengaku awalnya tidak bisa membawa konsultasi ke dokter di rumah sakit karena belum mendapatkan kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas).&lt;br /&gt;"Saya terpaksa membeli obat dengan biaya yang mahal. Karena tidak punya uang, obat harus diambil bertahap, tunggu uang terkumpul. Karena, Rp 120 ribu setiap kali mengambil obat bukanlah biaya yang murah," tuturnya.&lt;br /&gt;Saat ini, Nurhayati sudah memegang kartu Jamkesmas dan gratis bila membawa Andi konsultasi ke dokter. Ia sadar, kondisi tubuh anaknya tidak bisa normal seperti anak kebanyakan. Namun, ia menerima kondisi Andi sepenuhnya.&lt;br /&gt;Menurut ibu tiga anak itu, kondisi yang sama juga dialami oleh Fajaria Nur, putra pertamanya. Namun, pada usia 8,5 tahun, anak itu meninggal dunia. Sebelum meninggal, Fajaria mengalami mencret dalam gendongan ketika dibawa ke rumah sakit.&lt;br /&gt;"Kondisi yang normal hanya dialami anak perempuan saya, Dewi Fitri (13). Kalau abang dan adiknya, mengalami pertumbuhan yang tidak normal. Tangan dan kakinya mengecil, badan merekapun kurus," kata Nurhayati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto by Jesicca Wuysang (Maya), Antara&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-5754755604408402592?l=bloomasak.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/5754755604408402592/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=5754755604408402592&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/5754755604408402592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/5754755604408402592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2008/12/andi-gigit-anggota-tubuh-bibir-bawah.html' title='Andi Gigit Anggota Tubuh, Bibir Bawah Sisa Separuh'/><author><name>bloomasak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>arthuriooktavianusarthadiputra@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11918023858012266701'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/SU6AxE6_bZI/AAAAAAAAAFQ/QdrkYLCdJ6c/s72-c/pasien+gigit+jari-jessica-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-5928258686795310788</id><published>2008-12-20T06:59:00.000-08:00</published><updated>2008-12-20T07:28:01.581-08:00</updated><title type='text'>Enam Ton  Sekali Panen</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/SU0KbYvqWtI/AAAAAAAAAFI/pvHIK_90sGw/s1600-h/IMG_1615.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/SU0KbYvqWtI/AAAAAAAAAFI/pvHIK_90sGw/s320/IMG_1615.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281889403590564562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;MANISNYA madu sangat disukai orang banyak. Madu juga memiliki khasiat untuk meningkatkan stamina tubuh. Satu daerah pemasok madu terbesar di Kalimantan Barat adalah Kapuas Hulu, terutama di kawasan Danau Sentarum.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Daerah paling banyak menyumbangkan madu sebagai hasil hutan alami di kawasan Danau Sentarum tersebar di tiga Kecamatan. Yakni, Selimbau, Batang Lupar, dan Badau. Bahkan, madu yang dihasilkan sudah dikemas dengan rapi dan mendapatkan sertifikasi.&lt;br /&gt;Direktur Riak Bumi Kalimantan Barat Valentinus Heri, mengatakan, madu dari kawasan Danau Sentarum merupakan madu hutan pertama di Indonesia dengan sertifikat organik dari BioCert, yang merupakan satu lembaga sertifikasi organik di Indonesia.&lt;br /&gt;"Masyarakat di kawasan Danau Sentarum memiliki asosiasi yang khusus menangani madu hutan (Apis dorsata). Asosiasi terbentuk sejak 2005, lalu, yang berpusat di Semangit. Asosiasi ini bernama APDS atau Asosiasi Madu Hutan Indonesia," tuturnya, Senin (15/12), lalu.&lt;br /&gt;Wilayah kerja petani madu tersebut meliputi 12.363 hektar hutan pada 13.253 tikungan. Sekali panen, masyarakat bisa mendapatkan enam ton madu setiap kelompoknya. Menurut Heri, pada 2008, masyarakat dapat memanen sekitar 20 ton madu.&lt;br /&gt;Sebelum terbentuknya APDS, harga jual Madu sangat rendah. Hanya Rp 6.000 per kilo. Karenanya, menjadi petani madu masih belum dilirik oleh masyarakat di wilayah Danau Sentarum. &lt;br /&gt;Setelah asosiasi terbentuk, harga jual madu mulai dilirik masyarakat. Harga jual mencapai Rp 45 ribu per kilogram. Apalagi, masyarakat juga tidak perlu bersusah payah menjual madu karena ada asosiasi yang siap menampung hasil panen madu mereka.&lt;br /&gt;Heri mengatakan, jumlah anggota asosiasi APDS saat ini berjumlah 157 orang di delapan Periau (wilayah kelola kelompok madu di Danau Sentarum), yang berada di enam kampung dari 33 kampung potensial. &lt;br /&gt;"Madu tersebut diperoleh petani dari hutan alami. Kualitas madupun tergantung pada hutan yang ada di Danau Sentarum. Bila hutan mulai rusak, kualitas madu yang dihasilkan juga akan terpengaruh," tuturnya.&lt;br /&gt;Menurut peneliti dari Center for International Forestry Research (Cifor) Elizabeth Linda Yuliani, menjaga kealamian hutan Danau Sentarum merupakan tantangan yang harus ditanggulangi bersama.&lt;br /&gt;Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh tim Cifor, tingkat kekeruhan air Danau Sentarum jauh di atas ambang batas yang disarankan untuk kesehatan manusia dan perikanan. Terutama, di Desa Leboyan.&lt;br /&gt;"Berdasarkan penuturan masyarakat, kekeruhan memburuk sejak maraknya illegal logging dan pembangunan jalan yang tidak memperhatikan pengendalian dampak lingkungan di daerah hulu," tutur Linda.&lt;br /&gt;Seorang warga Desa Selimbau Abu, mengatakan, pembalakan liar marak terjadi di sekitar Danau Sentarum antara tahun 2004 hingga 2005. Hal itu membuat hutan alami di sekitar danau menjadi terganggu.&lt;br /&gt;"Banyak pohon di hutan yang ditebang. Ini menyebabkan hutan gundul dan mempengaruhi hasil panen madu. Padahal, selain madu yang dipanen, sarangnyapun dapat dijual dan menambah penghasilan masyarakat," tuturnya.&lt;br /&gt;Ketika Tribun dan rombongan berada di pasar Lanjak, seorang ibu yang berasal dari Desa Semangit menjual Labang Muanyi (sarang lebah) yang bisa dijadikan lauk untuk makan. Ia menjual sarang lebah tersebut Rp 15 ribu per kilogramnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-5928258686795310788?l=bloomasak.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/5928258686795310788/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=5928258686795310788&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/5928258686795310788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/5928258686795310788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2008/12/enam-ton-sekali-panen.html' title='Enam Ton  Sekali Panen'/><author><name>bloomasak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>arthuriooktavianusarthadiputra@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11918023858012266701'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/SU0KbYvqWtI/AAAAAAAAAFI/pvHIK_90sGw/s72-c/IMG_1615.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-6679952663279467634</id><published>2008-12-18T23:57:00.000-08:00</published><updated>2008-12-19T00:30:36.471-08:00</updated><title type='text'>Surga Ikan Arwana</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/SUtbO73d8fI/AAAAAAAAAFA/rkOPSHs7Pr8/s1600-h/17122008ART_ARWANA.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/SUtbO73d8fI/AAAAAAAAAFA/rkOPSHs7Pr8/s320/17122008ART_ARWANA.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281415300168675826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;SATU jenis ikan hias yang banyak diburu para kolektor adalah ikan Arwana (Scleropages formosus). Selain karena keindahan warnanya, ikan Arwana juga mempunyai keunikan, menetaskan telur di mulut pejantan. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Geliat anak ikan Arwana di akuarium milik warga Semitau Hari Sudirman (38), sangat memesona. Harga seekor ikan yang mencapai jutaan rupiah itu, menjadi kebanggaan masyarakat Kapuas Hulu. Karena, habitat alami ikan Arwana ada di danau Sentarum.&lt;br /&gt;Sebagian besar masyarakat yang hidup di danau seluas 32 ribu hektar itu mengembangkan budidaya ikan Arwana. Selain cocok dengan habitat di danau, pakan yang diberikan untuk ikan hias itu juga mudah diperoleh.&lt;br /&gt;"Pakan utama untuk ikan Arwana yang saya pelihara adalah katak. Bisa juga diberikan pakan jangkrik, cicak, udang, dan ikan kecil. Merawat ikan inipun tidak terlalu rumit," ujarnya ketika ditemui di rumahnya, Sabtu (13/12), lalu.&lt;br /&gt;Katak diperoleh Hari dari Pontianak dengan harga Rp 11 ribu per kilogram. Katak tersebut dikirimkan dalam kondisi beku. Sehingga, pakan lebih mudah diberikan kepada ikan yang dipelihara di kolam maupun di akuarium.&lt;br /&gt;Menurut Hari, permasalahan dalam merawat ikan Arwana adalah pada kualitas air yang ada. Keasaman air yang cocok untuk ikan ini berkisar pada angka 5. Perbedaan ikan Arwana yang ada di habitat alami dan kolam adalah, ikan lebih gemuk bila dikembangbiakkan di kolam.&lt;br /&gt;Peneliti dari Center for International Forestry Research (Cifor) Elizabeth Linda Yuliani, mengatakan, nilai penting danau Sentarum dalam perikanan tradisional sangat tinggi. Selain itu, danau yang sebagian besar dipenuhi dengan lahan gambut ini memiliki potensi untuk lokasi UNESCO heritage.&lt;br /&gt;"Semua itu tergantung pada kualitas alami danau Sentarum. Melindungi lahan gambut dan hutan alam danau Sentarum berarti melindungi simpanan dan penyerap karbon, menjaga iklim mikro, mengurangi perubahan iklim global, dan berpotensi untuk pasar karbon," tuturnya.&lt;br /&gt;Linda mengatakan satu potensi perikanan di lahan gambut tersebut adalah ikan Arwana, yang bisa dibudidayakan masyarakat sekitar untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat. Karena, untuk harga seekor ikan mencapai Rp 2,7 juta.&lt;br /&gt;Pemilik kolam ikan Arwana di Semitau saat ini mencapai 40 orang. Pendapatan yang bisa diperoleh untuk sekali panen mencapai miliaran rupiah. Peternak ikan Arwana biasanya bisa memanen 100 ekor dalam kurun waktu satu hingga tiga bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya Naik Haji&lt;br /&gt;Keuntungan memelihara ikan Arwana banyak dirasakan masyarakat Selimbau. Menurut Camat Selimbau Abang Sudarmo, beberapa masyarakat yang tinggal di desa Selimbau kota bisa naik haji dengan menjual ikan Arwana yang mereka kembangbiakkan.&lt;br /&gt;"Tahun ini saja ada 16 orang masyarakat desa Selimbau kota yang berangkat naik haji. Mereka membiayai ongkos keberangkatan dengan menjual ikan peliharaan mereka. Setidaknya, masyarakat mengembangkan ratusan ekor ikan Arwana," tuturnya.&lt;br /&gt;Peternak ikan Arwana warga Selimbau Edi, mengatakan, lima ekor ikan Arwana yang dikembangkannya pernah ditawar untuk dibeli seharga Rp 10 juta per ekor. Namun, ia enggan menjualnya.&lt;br /&gt;Menurut Edi, ikan Arwana yang dikembangkannya bisa mencapai Rp 50 juta per ekor. Karena, ia menggunakan air danau Sentarum untuk tempat perkembangbiakannya di akuarium. Edi hanya menggunakan aerator dan penyaring dari kapas untuk menyaring air danau.&lt;br /&gt;Keuntungan memelihara ikan Arwana juga dialami oleh warga desa Gudang hulu Dusun Gertak Baru Selimbau, Sukiman. Lima ekor sapi yang dipeliharanya dibeli dari hasil menjual dua ekor ikan Arwana.&lt;br /&gt;"Harga dua ekor ikan tersebut Rp 12 juta. Sekarang ikan Arwana yang masih ada sebanyak lima ekor. Ikan tersebut dipelihara selama setahun, mulai dari anakan hingga sudah besar," tuturnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-6679952663279467634?l=bloomasak.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/6679952663279467634/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=6679952663279467634&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/6679952663279467634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/6679952663279467634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2008/12/surga-ikan-arwana.html' title='Surga Ikan Arwana'/><author><name>bloomasak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>arthuriooktavianusarthadiputra@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11918023858012266701'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/SUtbO73d8fI/AAAAAAAAAFA/rkOPSHs7Pr8/s72-c/17122008ART_ARWANA.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-882444248577133111</id><published>2008-12-18T23:51:00.000-08:00</published><updated>2008-12-18T23:56:56.234-08:00</updated><title type='text'>Anggrek Alami Sepanjang Aliran Sungai</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/SUtTryM4_1I/AAAAAAAAAE4/0L59kpZzD_w/s1600-h/17122008_Wisata+Air_ARTHURIO.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/SUtTryM4_1I/AAAAAAAAAE4/0L59kpZzD_w/s320/17122008_Wisata+Air_ARTHURIO.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5281406999697358674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;BILA Italia memiliki wisata air di kota Venezia yang bisa disusuri menggunakan gandola, Kapuas Hulu memiliki kawasan Danau Sentarum yang menyimpan keelokan Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata) yang tumbuh alami di hutan sepanjang aliran Sungai Kapuas, dan bisa dinikmati menggunakan long boat (sampan motor).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jenis anggrek alam di danau Sentarum yang telah teridentifikasi oleh tim peneliti Center for International Forestry Research (Cifor) dan Riak Bumi, sebanyak 135 jenis. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan taman nasional di Kanada yang hanya memiliki 28 jenis anggrek.&lt;br /&gt;Desa yang mengembangkan wisata anggrek di lahan gambut terbesar kedua di Kalimantan Barat itu adalah  Pelaik dan Selimbau. Masyarakat menjaga tanaman anggrek alami yang tumbuh parasit di pohon, dengan membentuk Kelompok Wisata Anggrek Danau Sentarum (KWADS).&lt;br /&gt;Menurut peneliti anggrek dari Cifor Leon Budi Prasetyo, wilayah Pelaik memiliki sekitar 50 jenis anggrek. Sedangkan Selimbau memiliki sekitar 40 jenis anggrek. Jenis anggrek yang tumbuh alami tersebut memiliki potensi untuk dijadikan objek wisata di danau  Sentarum. &lt;br /&gt;Karenanya, wisata anggrek dapat menjadi pilihan utama pengunjung yang datang ke wilayah Danau Sentarum, yang  sebagian besar didominasi oleh perairan. Transportasi yang digunakan masyarakat kebanyakan adalah sampan, sampan motor, ataupun motor Bandong (home boat). &lt;br /&gt;Ketua kelompok KWADS Selimbau Saharman, mengatakan, sudah setahun menjaga anggrek alam yang ada di tepi aliran sungai desa. Kelompok ini beranggotakan lima orang, yang setiap hari selalu berkeliling di sepanjang aliran sungai menggunakan sampan.&lt;br /&gt;"Bila ada tanaman anggrek yang jatuh ke air, kami akan meletakkan kembali ke pohon. Hal ini kami lakukan untuk menjaga kelestarian tanaman anggrek di hutan kami," tuturnya kepada Tribun, Sabtu (13/12), lalu.&lt;br /&gt;Melihat tanaman anggrek yang hidup di pohon di pinggir sungai menggunakan long boat, memberikan kenikmatan tersendiri. Kicau burung Murai Batu, kelebatan burung Bangau dan Elang, menambah penyusuran sungai menjadi tidak membosankan.&lt;br /&gt;Apalagi, rindangnya hutan memberikan kesan teduh kepada pengunjung. Alternatif lain bila pengunjung tidak menyukai tanaman anggrek adalah memancing. Menurut warga Selimbau bernama Abu, jenis ikan yang ada di sungai desa mereka adalah ikan Baung, Lais, Toman, dan Patik.&lt;br /&gt;Selain anggrek yang tumbuh alami di sepanjang aliran sungai, KWADS Selimbau juga menjaga anggrek di daratan yang mempunyai luas sekitar tiga hektar. Ketika Tribun dan rombongan berkeliling di taman anggrek tersebut, serumpun anggrek hitam sedang mekar.&lt;br /&gt;Keelokan tanaman lain yang disuguhkan taman anggrek alami Selimbau adalah berjenis tanaman Kantung Semar (Nepenthes sp). Tanaman ini tumbuh menyebar di tanah yang terbuka dan cukup matahari, serupa dengan habitat anggrek.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-882444248577133111?l=bloomasak.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/882444248577133111/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=882444248577133111&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/882444248577133111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/882444248577133111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2008/12/anggrek-alami-sepanjang-aliran-sungai.html' title='Anggrek Alami Sepanjang Aliran Sungai'/><author><name>bloomasak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>arthuriooktavianusarthadiputra@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11918023858012266701'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/SUtTryM4_1I/AAAAAAAAAE4/0L59kpZzD_w/s72-c/17122008_Wisata+Air_ARTHURIO.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-841835819725513918</id><published>2008-12-10T03:55:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T05:50:53.098-08:00</updated><title type='text'>Pernikahan Adat Dayak Kalis, Leroy Mau Bawa Pulang Pakaian Adat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/ST_I2Z6jHiI/AAAAAAAAAEw/hdbDHBMFPbE/s1600-h/20081208haq_kawin_adat_+(220).JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/ST_I2Z6jHiI/AAAAAAAAAEw/hdbDHBMFPbE/s320/20081208haq_kawin_adat_+(220).JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278158125296459298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;WARGA negara Amerika Serikat, Leroy James Bailey, tampak gagah mengenakan pakaian adat Dayak. Laksana pangeran kerajaan, ia tiba di Betang di Jalan Sutoyo Pontianak, Senin (8/12), dengan iringan tabuhan dan tarian. Ia mengendarai mobil bak belakang terbuka yang dihias menyerupai perahu Jajang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upacara adat yang dijalani Leroy merupakan lanjutan pernikahan resmi (catatan sipil) bersama Briggita Romanda Kaliska atau Gitta, yang dilakukan di Franklyn Courthouse Louisiana Amerika Serikat pada 27 Juli 2007. Buah cinta pernikahan tersebut adalah Gabriella Anna Marie Bailey atau Gabby yang berusia 11 bulan.&lt;br /&gt;Leroy tampak selalu tersenyum. Ia menjalani prosesi perkawinan adat sub suku Dayak Urang Kalis yang berasal dari Kabupaten Kapuas Hulu. Prosesi tersebut dilaluinya setelah menikahi Gitta, perempuan yang berasal dari daerah itu.&lt;br /&gt;"Upacara ini sangat unik. Ini merupakan kedatangan pertama saya ke sini (Kalimantan Barat) dan juga pengalaman pertama mengikuti upacara seperti ini," tuturnya kepada Tribun di beranda Betang, Senin (8/12), usai melakukan upacara adat.&lt;br /&gt;Leroy yang menuntut ilmu di US Air Force, The Reserve Officers Training Corps (ROTC) Morgan City Los Angeles, mengaku, sedikit bingung dengan prosesi penikahan adat. Ia harus melalui 13 prosesi adat, juga upacara adat Apandaor (menurunkan anak ke tanah/sungai), untuk putrinya.&lt;br /&gt;Hujan deras tak menyurutkan langkah Leroy menjalani setiap prosesi. Meskipun tidak menguasai bahasa Indonesia dan bahasa Dayak Kalis, Leroy sangat serius melalui tahapan upacara pernikahan adat, itu.&lt;br /&gt;Ketika tiba di Betang, Leroy ditunggui Gitta dan Temanggong (tetua adat) yang berdiri di depan sebuah batang kayu yang melintang sebagai Ompang Panyialo (penghalang). Kayu tersebut harus dipatahkannya menggunakan Mandau. &lt;br /&gt;Ada dua penghalang yang harus dipatahkan Leroy. Penghalang tersebut berada di pintu masuk dan depan tangga Betang. Penghalang tersebut merupakan simbol rintangan dalam kehidupan yang harus dilalui oleh Leroy.&lt;br /&gt;"Saya sangat menyukai prosesi mematahkan penghalang. Prosesi itu unik. Karena, usai penghalang dipatahkan, saya disambut pihak keluarga perempuan dan disambut dengan segelas Geram (tuak) dan tarian," tuturnya.&lt;br /&gt;Leroy juga menyukai pakaian adat yang dikenakannya. Menurut Gitta, Leroy pernah mengutarakan hal itu kepada dirinya. Pakaian berbahan manik-manik tersebut ingin dibawa pulang ke Amerika.&lt;br /&gt;"Ia ingin pakaian tersebut menjadi kenang-kenangan pernikahan yang bisa disimpan di rumah. Leroy mengatakan hal itu ketika pertama kali melihat dan mengenakan pakaian adat tersebut," ujar Gitta.&lt;br /&gt;Menurut mahasiswi University of Louisiana Lafayette jurusan Bisnis, itu, ia belum tahu apakah akan memenuhi keinginan Leroy atau tidak. Karena, dirinya masih terfokus pada upacara pernikahan adat terlebih dahulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentukan Nama Pakai Temu Lawak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEBAGAI peranakan Amerika Serikat dan Indonesia, khususnya berdarah Dayak Kalis, Gabriella Anna Marie Bailey atau Gabby yang berusia 11 bulan, harus melalui prosesi adat Apandaor (anak turun ke tanah/sungai). Prosesi tersebut diakhiri dengan pemberian nama Dayak, yang ditentukan menggunakan buah Temu Lawak.&lt;br /&gt;Seperti bocah kebanyakan, tingkah Gabby tampak menggemaskan. Ketika alat musik tradisional ditabuh untuk memulai prosesi Apandaor, jemari kedua tangannya berputar, menari. Ketika musik terhenti, jemari tangan kanannya bergerak membuka dan menutup.&lt;br /&gt;Berada digendongan Ir Anna Veridiana I Kalis M Sc, neneknya, Gabby menjadi pusat perhatian tamu yang datang. Bocah itu juga tak rewel ketika kilatan blitz kamera mengarah kepadanya. Bahkan, ia melambaikan tangan kanannya ke arah juru foto.&lt;br /&gt;Kekhawatiran terlihat dari wajah Leroy James Bailey, ayah Gabby, yang selalu mengawasi putrinya dari arah sebelah kanan mertuanya. Beberapa kali ia berbisik pada Brigitta Romanda Kaliska atau Gitta, istrinya, bila ia melihat wajah Gabby menunjukkan akan menangis.&lt;br /&gt;Menurut Gitta, kekhawatiran Leroy muncul bila ada orang baru yang belum dikenal menyentuh atau mengendong putrinya. Perempuan yang menempuh pendidikan di University of Louisiana, itu, mengaku memaklumi kekhawatiran suaminya.&lt;br /&gt;"Apalagi Gabby harus dimandikan sebelum dilakukan pemberian nama. Kondisi hujan dan dingin menyebabkan Leroy khawatir bila kondisi kesehatan Gabby menjadi lemah," tuturnya kepada Tribun di beranda Betang Jalan Sutoyo, Senin (8/12).&lt;br /&gt;Sebuah kolam plastik hijau berdasar kuning yang berisi air dan taburan bunga, diletakkan dekat tangga beranda betang sisi kiri. Kolam itu menjadi tempat mandi Gabby untuk upacara Apandaor. Sebelumnya, air kolam tersebut didoakan oleh Temanggong (tetua adat).&lt;br /&gt;Doa yang dilafalkan dalam bahasa Dayak Kalis meluncur dari mulut Temanggong, seraya mengarahkan ujung mata tombak pada air kolam. Dari gendongan neneknya, Gabby menatap lekat pada Temanggong dan ujung tombak yang mengarah ke tempat mandinya.&lt;br /&gt;Selain dilakukan oleh orangtuanya, prosesi memandikan Gabby juga dilakukan oleh Barcunda Sturjaya SH MM, kakeknya. Sedangkan kakek dan neneknya dari Amerika, tidak bisa menghadiri prosesi adat tersebut.&lt;br /&gt;Menurut Gitta, Louis Adam Topham dan Agnes Giroir Topham, mertuanya, sangat ingin turut serta dalam prosesi adat yang dilakukan. Namun, keinginan tersebut kandas akibat bencana badai Ike dan Gustaf.&lt;br /&gt;"Rumah mertua saya ikut terkena badai tersebut. Mereka memutuskan tidak jadi ikut ke Indonesia karena harus memperbaiki rumah yang terkena badai. Mereka menitip doa buat Gabby, agar prosesi adat ini berjalan dengan lancar," tuturnya.&lt;br /&gt;Usai prosesi Ipamandi (mandi) sebagai satu bagian adat Apandaor, tahapan selanjutnya adalah Yan Tasang (pemberian nama Dayak Kalis). Tiga nama sudah disiapkan untuk Gabby, yang harus dipilih secara berurutan. Yakni Bunga Lita, Indang, dan Kabang.&lt;br /&gt;Uniknya, pemberian nama dilakukan oleh Temanggong dengan bantuan buah temu lawak yang sudah dikupas kulit luarnya. Buah tersebut dibelah menjadi dua bagian sama besar. Menurut Temanggong, pemilihan nama bisa digunakan Gabby, berdasarkan tanda dari buah temu lawak.&lt;br /&gt;"Kalau buah menutup dan membuka, maka nama sudah direstui oleh Yang Kuasa melalui tanda tersebut. Kalau buah tersebut tidak terbuka dan menutup sampai tiga kali, nama pertama yang dipilih dibatalkan dan dilakukan pemilihan nama kedua yang sudah disiapkan. Begitu seterusnya," tuturnya.&lt;br /&gt;Usai melafalkan doa, Temanggong melakukan lemparan pertama buah temu lawak ke udara. Para tamu yang menanti hasil pemilihan nama terlihat tenang. Ketika tiba ke lantai, dua bagian buah tersebut jatuh menutup dan harus diulangi. Nama Bunga Lita untuk Gabby baru diperoleh dalam lemparan yang kedua, setelah buah jatuh dalam posisi berlawanan.&lt;br /&gt;Menurut Anna, nama tersebut sama seperti nama Dayak Kalis yang dimilikinya. Anna mengharapkan keindahan nama Bunga Lita tersebut dapat terpancar dalam sikap dan perilaku Gabby nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto by Ishaq&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-841835819725513918?l=bloomasak.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/841835819725513918/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=841835819725513918&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/841835819725513918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/841835819725513918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2008/12/pernikahan-adat-dayak-kalis-leroy-mau.html' title='Pernikahan Adat Dayak Kalis, Leroy Mau Bawa Pulang Pakaian Adat'/><author><name>bloomasak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>arthuriooktavianusarthadiputra@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11918023858012266701'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/ST_I2Z6jHiI/AAAAAAAAAEw/hdbDHBMFPbE/s72-c/20081208haq_kawin_adat_+(220).JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-1030127506849525376</id><published>2008-12-08T08:38:00.000-08:00</published><updated>2008-12-09T08:05:58.164-08:00</updated><title type='text'>Pohon Natal 80 Ribu Botol Infus</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/ST6Wtcq2S5I/AAAAAAAAAEo/dzF_sJqiFhA/s1600-h/20081206_Januardi+Dwindra_Pohon+Natal+(7).JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/ST6Wtcq2S5I/AAAAAAAAAEo/dzF_sJqiFhA/s320/20081206_Januardi+Dwindra_Pohon+Natal+(7).JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277821520858991506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;BOTOL plastik infus yang kosong tidak selalu menjadi limbah. Butuh sedikit sentuhan kreativitas untuk menghasilkan karya seni yang sedap dipandang mata. Terlebih, bisa dinikmati oleh semua orang. Seperti yang dilakukan para karyawan Rumah Sakit Santo Antonius (RSSA) Pontianak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untaian botol plastik infus dijalin membentuk pohon natal putih, menjulang di halaman RSSA Pontianak, Sabtu (6/12). Penopang pohon berupa batang pinang yang kulitnya dihilangkan, hingga warna cokelat tampak seperti dasarnya.&lt;br /&gt;Hasil karya para karyawan berupa pohon natal, merupakan pertama kalinya dilakukan, untuk menyambut hari raya Natal 2009. Tim pembuat pohon natal berjumlah 17 orang, yang masuk ke dalam kepanitiaan.&lt;br /&gt;"Secara kepanitiaan, semua karyawan ikut terlibat dalam pembuatan pohon natal ini. Karena, setiap harinya mereka mengumpulkan botol infus kosong yang ada di rumah sakit," ujar Panitia Natal RSSA Pontianak Koordinator Dekorasi, Heliodorus.&lt;br /&gt;Menurutnya, pengerjaan pohon natal sudah direncanakan sejak beberapa bulan lalu. Bahkan, pengumpulan botol infus dilakukan sejak Oktober. Botol kemudian digunting, mulai dari bagian bawah hingga ke leher botol. Guntingan halus membentuk helaian botol mekar bak bunga putih.&lt;br /&gt;Botol yang sudah digunting disatukan menggunakan kawat. Susunan botol yang menyatu membentuk untaian panjang. Untaian tersebut disusun rapi dengan bantuan kerangka besi yang sudah dibuat sebelumnya.&lt;br /&gt;"Botol infus yang sudah kita gunakan untuk membuat pohon natal berjumlah 6.800. Kita masih kekurangan bahan botol. Teman-teman juga masih melanjutkan pekerjaan menggunting botol yang terkumpul," kata pria yang disapa Helio, itu.&lt;br /&gt;Pohon natal putih yang baru didirikan pada Sabtu pagi, tadi, belum sepenuhnya selesai. Asesoris natal berupa lampu kerlap-kerlip, belum terpasang. Begitu pula bintang terang yang biasanya berada di ujung pohon.&lt;br /&gt;"Kita akan melanjutkan pekerjaan tersebut pada Selasa dan Rabu. Tergantung botol yang sudah siap digunakan. Target kita sebelum natal sudah selesai semua. Tidak hanya untuk pohon natal di depan RSSA. Tetapi, juga yang akan dibuat untuk tiap ruangan rumah sakit," katanya.&lt;br /&gt;Panitia seksi acara, Merry, mengatakan, pohon natal dibuat setinggi delapan meter. Banyaknya sisa infus yang digunakan adalah 80 ribu botol. Selain menyambut natal, juga untuk memperingati 80 tahun Rumah Sakit Antonius di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serba Delapan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuatan pohon natal di halaman depan gedung oleh karyawan Rumah Sakit Santo Antonius (RSSA) Pontianak, tidak hanya unik dari sisi bahan untuk membuatnya berupa botol infus bekas. Namun, ada angka delapan dibalik semua itu.&lt;br /&gt;Pohon natal yang menjulang berukuran delapan meter di halaman rumah sakit menjadi pemandangan yang menarik bagi siapa saja yang melihat. Warnanya yang dominan putih, menjadikan pohon natal buatan tersebut sangat menojol dibandingkan pohon lain di sekitarnya.&lt;br /&gt;Menurut panitia seksi acara RSSA Pontianak, Merry, pembuatan pohon natal dari botol infus bekas memang direncanakan sejak jauh hari. Persiapan bahan dilakukan oleh semua karyawan rumah sakit.&lt;br /&gt;"Pohon natal dari bahan botol infus memang memiliki keunikan tersendiri. Karena, karyawan harus mengumpulkan botol infus bekas yang ada di setiap ruangan rumah sakit. Meskipun sibuk mengurus pasien, mereka juga direpotkan untuk mencari botol infus," tuturnya seraya tertawa kepada Tribun, Sabtu (6/12).&lt;br /&gt;Selain mempunyai tinggi delapan meter, pohon natal berbahan botol infus bekas mempunyai keunikan lain. Menurut Merry, keunikan tersebut adalah, botol infus yang rencananya akan digunakan sebanyak  80 ribu botol.&lt;br /&gt;Alasannya, ujar Merry, pohon natal itu juga menjadi simbol perayaan untuk memperingati 80 tahun rumah Sakit Antonius di Indonesia. Menurutnya, selain merayakan natal, karyawan mempersembahkan pohon natal itu sebagai kado istimewa untuk ulangtahun RSSA.&lt;br /&gt;"Botol infus identik dengan rumah sakit. Selain ingin memberikan makna tersendiri kepada para pasien yang menginap di rumah sakit ketika natal, kita juga ingin menunjukkan bahwa bahan sisa juga bisa dimanfaatkan," tuturnya.&lt;br /&gt;Menurut Panitia Natal RSSA Pontianak Koordinator Dekorasi, Heliodorus, panitia ingin menunjukkan bahwa botol infus yang biasanya menjadi limbah dapat dijadikan sesuatu yang berguna. Asal, disentuh dengan kreativitas.&lt;br /&gt;"Biasanya, botol infus bekas disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Yaitu, menggunakan kembali botol infus dengan cara mengisi kembali botol tersebut dan dijual dengan harga murah," katanya.&lt;br /&gt;Pria yang disapa Helio, itu, mengatakan, bila para distributor membeli infus palsu dan tidak mengetahuinya, bisa berbahaya bagi kesehatan pasien. Untuk menghindari hal itu, pihak RSSA Pontianak mencoba untuk memanfaatkan kembali botol infus bekas menjadi sesuatu yang berguna dan awet.&lt;br /&gt;"Asumsi kita,  daripada botol infus bekas digunakan untuk tindakan kriminal, lebih baik kita manfaatkan. Apalagi bila dibakar dan asap pembakaran menjadi polusi. Merugikan banyak orang," ujar Helio.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-1030127506849525376?l=bloomasak.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/1030127506849525376/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=1030127506849525376&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/1030127506849525376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/1030127506849525376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2008/12/pohon-natal-80-ribu-botol-infus.html' title='Pohon Natal 80 Ribu Botol Infus'/><author><name>bloomasak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>arthuriooktavianusarthadiputra@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11918023858012266701'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/ST6Wtcq2S5I/AAAAAAAAAEo/dzF_sJqiFhA/s72-c/20081206_Januardi+Dwindra_Pohon+Natal+(7).JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-7069161185754803468</id><published>2008-12-06T03:03:00.000-08:00</published><updated>2008-12-09T08:08:02.364-08:00</updated><title type='text'>Aldo Derita Daging Tumbuh, Tidur di Emperan Rumah Sakit</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/STp9acD9mdI/AAAAAAAAAEg/6YEcWDPrCj8/s1600-h/20081204_Januardi+Dwindra.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/STp9acD9mdI/AAAAAAAAAEg/6YEcWDPrCj8/s320/20081204_Januardi+Dwindra.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5276667806580840914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;DAGING yang tumbuh di punggung tubuh belakang tubuh bocah sembilan bulan bernama Aldo Alfino, membuatnya sulit untuk bergerak bebas. Ia harus selalu tidur menyamping dan tidak bisa bergulingan seperti bocah kebanyakan seusianya. Bahkan, kepalanya ikut membesar pula.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini Aldo dirawat di kamar pasien bedah bagian C nomor 13. Ia diantar Ganggang (30) dan Yeni (30), orangtuanya pada Jumat (5/12). Bahkan, Aldo sudah mendapatkan pemeriksaan medis.&lt;br /&gt;Sehari sebelumnya Ganggang belum bisa membawa putra keduanya, itu, memeriksakan penyakit yang dialami Aldo. Pria yang menggantungkan hidup dari bertani, itu, mengandalkan kartu Jamkesmas untuk memeriksakan Aldo. &lt;br /&gt;Berangkat dari Desa Alur Bandung, Kecematan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara pada Minggu (30/11), Ganggang berharap Aldo bisa kembali sehat dengan perawatan medis. Namun, petugas penerima administrasi meminta Ganggang untuk melakukan rawat jalan.&lt;br /&gt;"Saya bingung. Petugas bagian administrasi tidak memberikan petunjuk apapun. Saya juga tidak mempunyai uang lagi," ujar Ganggang yang ditemui Tribun di kantor Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak (FRKP), Kamis (4/12).&lt;br /&gt;Permintaan tersebut sangat memberatkan Ganggang. Dirinya tidak mempunyai uang untuk melakukan rawat jalan bagi Aldo. Membawa Aldo ke Rumah Sakit Umum Daerah Soedarso Pontianak bukanlah hal yang mudah baginya. Ia harus meminta sumbangan kepada penduduk di kampungnya.&lt;br /&gt;"Saya masuk dari satu rumah ke rumah lain seraya membawa foto Aldo. Mereka menyumbang secara sukarela. Hasil sumbangan sebesar Rp 200 ribu saya gunakan untuk ke Pontianak," tuturnya.&lt;br /&gt;Akibat minimnya dana, Ganggang mengajak keluarganya bermalam di emperan ruangan rumah sakit selama dua hari pada Senin (1/12) hingga Selasa (2/12). Terlebih, ia tidak memiliki kenalan ataupun kerabat di Pontianak.&lt;br /&gt;Ganggang mengatakan, ia sekeluarga terpaksa tidur beralaskan bekas koran yang dikumpulkannya. Bahkan, ia harus irit membeli makanan untuk keluarganya. Jatah Rp 15 ribu digunakan untuk membeli nasi bungkus untuk satu hari.&lt;br /&gt;Permintaan sebuah kamar untuk tempat menginap keluarganya, pernah diutarakan Ganggang kepada pihak rumah sakit. Namun, petugas jaga mengatakan kamar sudah penuh. Ia juga ditawari untuk menginap di penginapan Abas, belakang rumah sakit. Ketika Ganggang dan keluarga menuju tempat itu, sudah penuh.&lt;br /&gt;Kondisi Ganggang dan keluarga diketahui oleh mahasiswa asal Kabupaten Kayong Utara (KKU). Merekapun menjemput Ganggang dan dibawa ke asrama mahasiswa KKU di Jalan Karvin nomor 1A.&lt;br /&gt;Penguhuni asrama bernama Kholik mengatakan tindakan tersebut diambil setelah melihat kondisi keluarga Ganggang secara langsung. Apalagi, keadaan Aldo yang sangat memprihatinkan.&lt;br /&gt;"Kita berusaha untuk membantu mereka. Tetapi, untuk ditampung di sini juga tidak memungkinkan. Ada teman yang menganjurkan agar keluarga Ganggang bisa ditampung sementara hingga Aldo mendapatkan perawatan secepatnya," katanya.&lt;br /&gt;Penghuni asrama lain bernama Hendri mengatakan, sangat berharap perawatan Aldo bisa dipercepat. Mengingat, daging tumbuh yang dialami Aldo sudah membesar. Begitu pula dengan bentuk kepala yang tidak seukuran kepala bayi kebanyakan. (art)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat Hari Tak Buang Air Besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SETELAH menginap semalam di asrama mahasiswa, Ganggang dan keluarganya diantar ke kantor FRKP di jalan Purnama. Penanggungjawab Umum FRKP Stephanus Paiman OFM Cap mengatakan, dirinya akan memfasilitasi perawatan Aldo.&lt;br /&gt;"Agar anak itu bisa mendapatkan perawatan selayaknya. Sekaligus, biaya sesuai dengan ketentuan kartu jamkesmas yang Ganggang miliki. Namun, bagaimana Aldo bisa cepat diketahui penyakitnya kalau CT scan di rumah sakit rusak, " tuturnya.  &lt;br /&gt;Pelayanan Medik RSUD Soedarso Machfudin mengatakan, selama ini pihak rumah sakit selalu melayani pasiennya. Bila pasien tidak terlayani, mereka bisa melaporkan ke customer service, mengenai kurangnya pelayananan yang mereka peroleh.&lt;br /&gt;Machfudin mengakui CT scan di rumah sakit Soedarso saat ini mengalami kerusakan dan belum selesai diperbaiki sepenuhnya. Menurutnya, akibat kerusakan itu, pasien yang memeriksa penyakit bagian dalam tubuh tidak bisa dilayani.&lt;br /&gt;"Baru dua pekan sudah rusak lagi. Alat bantu diagnosa penyakit jadi menghambat kerja. Biasanya, kalau alat kita rusak, pasien kita rujuk ke rumah sakit lain. Namun, saat ini perlatan CT scan di tempat lain juga rusak," tuturnya. &lt;br /&gt;Kondisi Aldo sangat mengenaskan. Bocah itu terus menangis ketika Tribun jumpai. Menurut Yeni (30), ibunya, tangisan Aldo semakin menjadi bila ingin membuang air besar. Karena, bocah itu harus menahan derita akibat benjolan besar di atas pantatnya.&lt;br /&gt;"Aldo sudah empat hari tidak buang air besar. Kalau dia mau buang air besar, harus dikeluarkan paksa dari anusnya. Kalau tidak begitu, Aldo tidak bisa buang air," ujarnya kepada Tribun, Kamis (4/12).&lt;br /&gt;Tangisan Aldo semakin keras. Daging tumbuh yang sudah ada sejak bocah itu lahir, semakin membesar seiring pertumbuhan bocah itu. Menurut Ganggang (30), ayah Aldo, kondisi yang dialami anak keduanya itu sudah diperiksakannya ke RSUD Agus Djam Ketapang.&lt;br /&gt;Pemeriksaan ke RSUD Soedarso merupakan yang kedua kalinya dilakukan oleh Ganggang. Pada Agustus, lalu, ia datang membawa Aldo. Namun tidak dilayani karena kartu Jamkesmasnya tidak lengkap.&lt;br /&gt;"Saya sedih melihat kondisi Aldo. Apalagi, kepalanya juga mulai membesar. Setiap hari Aldo selalu menangis. Daging tumbuh di punggungnya membuat Aldo harus berbaring dalam posisi miring," tuturnya.&lt;br /&gt;Pria yang juga berkerja serabutan sebagai pembersih sawah orang lain dengan penghasilan Rp 20 ribu tiap petak, itu, berharap banyak terhadap kedatangannya kali ini. Karena, ia membawa surat-surat lengkap yang dibutuhkan dalam perawatan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto by Januardi Dwindra (Ddx)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-7069161185754803468?l=bloomasak.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/7069161185754803468/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=7069161185754803468&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/7069161185754803468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/7069161185754803468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2008/12/aldo-derita-daging-tumbuh-tidur-di.html' title='Aldo Derita Daging Tumbuh, Tidur di Emperan Rumah Sakit'/><author><name>bloomasak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>arthuriooktavianusarthadiputra@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11918023858012266701'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/STp9acD9mdI/AAAAAAAAAEg/6YEcWDPrCj8/s72-c/20081204_Januardi+Dwindra.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-1379966937225129032</id><published>2008-11-22T08:11:00.000-08:00</published><updated>2008-11-23T08:45:38.451-08:00</updated><title type='text'>Keluarkan Siswa Nakal, Rincelina Menjadi Terdakwa</title><content type='html'>SEBELUMNYA tak pernah terpikirkan oleh Marsedes Rincelina S Pd, duduk menjadi terdakwa dalam suatu persidangan. Mimpi buruk itupun menjadi kenyataan ketika ia menghadapi sidang pertama pada 13 Februari, lalu.&lt;br /&gt;Lebih dua puluh kali Kepala Sekolah SMA Gembala Baik Pontianak, itu, mendatangi Pengadilan Negeri Pontianak untuk menjalani persidangan pidana melakukan tindakan diskriminasi terhadap anak yang mengakibatkan kerugian materi dan moril, sehingga menghambat fungsi sosialnya.&lt;br /&gt;Rincelina mendapatkan dakwaan karena mengeluarkan siswanya yang bernama Alan Dharma Saputra pada 24 Maret 2007. Alasan pengeluaran karena siswa tersebut melanggar tata tertib siswa. &lt;br /&gt;"Keputusan mengeluarkan siswa dilakukan berdasarkan keputusan rapat dewan guru. Mengingat, perilaku Alan di sekolahan sudah tidak bisa ditolerir lagi. Apalagi, siswa tersebut sudah menerima surat peringatan dari sekolah," ujar Rincelina pada Tribun Selasa (14/10).&lt;br /&gt;Menurutnya, kenakalan Alan sangat diluar batas. Siswa kelas XII IPS 2, itu, bersikap tidak sopan dan tidak hormat terhadap guru dengan disaksikan banyak pihak (siswa, karyawan, guru-guru). Ia juga pernah berkata dengan berteriak dan menunjukkan sikap menantang seorang guru&lt;br /&gt;Perempuan yang berasal dari Flores ini mengatakan, sikap tersebut dilakukan oleh Alan pada guru komputer Antonius S Kom pada Sabtu (17/3), tahun lalu. Antonius yang menasehati Alan untuk tidak melarikan diri meninggalkan pelajaran, dijawab dengan hardikan keras.&lt;br /&gt;"Siswa tersebut berkata dengan bersuara keras pada pak Antonius. Dia berkata, jadi, kau mau apa?. Teriakan tersebut disertai dengan jari yang menunjuk pak Antonius. Padahal, sewajarnya guru untuk menasehati muridnya bila melakukan kesalahan," katanya.&lt;br /&gt;Tindakan Alan tidak berhenti di situ saja. Ia juga berbuat tidak sopan dan tidak hormat kepada guru BP Maria Lili S Pd yang sedang menangani persoalan Mona Monika Van Der Meer Mohr, pacar Alan. &lt;br /&gt;"Ketika itu, Alan tanpa permisi dan mengetuk pintu, langsung mendorong pintu dan masuk ke ruang BP. siswa itu juga berkata kepada bu Lili : urusan pacar adalah urusanku!. Padahal, persoalan yang ditangani oleh guru bukan persoalan pacaran," kata Rincelina.&lt;br /&gt;Sutadi, pengacara yang mendampingi Rincelina dalam persidangan tersebut, juga mengutarakan keberatan atas tuntutan jaksa. Menurutnya, ada beberapa alasan tuntutan yang tidak bisa diterimanya. Tuntutan tersebut, merugikan terdakwa.&lt;br /&gt;"Apalagi saksi kunci yaitu saudara Alan, tidak bisa dihadirkan jaksa penuntut di persidangan. Mereka hanya membacakan secara tertulis. Bagaimana bisa menuntut terdakwa bersalah melakukan tindakan yang merugikan materi maupun moril bagi Alan?" katanya.&lt;br /&gt;Menurut Sutadi, berdasarkan informasi yang disampaikan oleh jaksa, Alan saat ini mengikuti ibunya menetap ke Amerika Serikat. Berarti, anak tersebut tidak mengalami tekanan apapun secara moril. &lt;br /&gt;Sutadi juga mengatakan bahwa pengakuan paling utama dari Alan yang seharusnya diperhatikan oleh jaksa penuntut umum adalah Alan pernah mendatangi Maria Lili dan mengeluh tidak mendapat perhatian dari orangtuanya. Alan bahkan tinggal di rumah dengan pembantunya saja, karena perceraian kedua orangtuanya.&lt;br /&gt;"Ayah Alan menikah lagi, sedangkan ibu kandungnya tinggal di Amerika Serikat. Bayangkan, anak seusia Alan seharusnya mendapatkan perhatian dari orangtua. Tapi, ia malah dididik di rumah bersama pembantunya," katanya. &lt;br /&gt;Pada Senin (13/10), Rincelina menjalani sidang pembelaan dirinya. Sutadi yang membuat berkas pembelaan, mengaku, bahan pembelaan yang ia bacakan dalam sidang baru selesai pada pagi harinya.&lt;br /&gt;"Kami hanya diberi waktu tiga hari untuk membuat pembelaan tersebut. Terpaksa saya harus kebut untuk mengejar jadwal sidang. Kami merasa dakwaan yang ditujukan kepada Rincelina tidak masuk akal," katanya seraya mengatakan sidang akan dilanjutkan kembali pada Kamis (16/10), besok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima Juta&lt;br /&gt;Majelis hakim Pengadilan Negri Pontianak dalam sidang pada Kamis (30/10), lalu, menjatuhkan vonis bersalah pada Rincelina. Kepala sekolah menengah atas Gembala Baik, itu, diharuskan membayar hukuman denda sebesar Rp 5 juta.&lt;br /&gt;Vonis tersebut disambut dengan penolakan oleh para guru-guru yang menghadiri persidangan. Guru yang datang memberikan dukungan moral pada Rincelina untuk menghadapi sidang.&lt;br /&gt;Rincelina tampak tenang menerima keputusan tersebut. "Banyak terimakasih kepada majelis hakim. Kami tidak punya dana untuk membayar denda Rp 5 juta, dari honor kami. Maklum, kami bertugas di bidang pendidikan. Kami tidak menerima suap," ujarnya sebelum meninggalkan ruang persidangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note : Tulisan ini seharusnya terbit utuh. Tetapi, menjadi tidak jelas ketika redaktur merombak habis. Sengaja saya posting tulisan ini, untuk melihat betapa carutmarutnya pendidikan yang dipermainkan oleh hukum tak jelas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-1379966937225129032?l=bloomasak.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/1379966937225129032/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=1379966937225129032&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/1379966937225129032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/1379966937225129032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2008/11/keluarkan-anak-nakal-rincelina-menjadi.html' title='Keluarkan Siswa Nakal, Rincelina Menjadi Terdakwa'/><author><name>bloomasak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>arthuriooktavianusarthadiputra@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11918023858012266701'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-8338911089413819537</id><published>2008-11-21T12:11:00.000-08:00</published><updated>2008-11-21T12:14:09.410-08:00</updated><title type='text'>Bingung</title><content type='html'>Pada 1990, kala itu. Seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun sedang berbincang dengan ibunya, ketika sang ibu sedang memotong sayur menu santap malam. Ketika si ibu bertanya apa yang menjadi cita-citanya, bocah kelas IV sekolah dasar itu berkata pelan. “Mau jadi wartawan,”.&lt;br /&gt;Tangan ibu yang memegang pisau, terhenti memotong sejenak, usai mendengar ucapan putra ketiganya, itu. Sang ibu kemudian memandang wajah anaknya, tanpa memberikan komentar apapun. &lt;br /&gt;Tak lama, ibu melanjutkan pekerjaannya. Membawa semua pikiran akan ucapan anaknya, dalam diam. Perempuan yang berkerja sebagai pegawai dinas kesehatan di Puskesmas Toho, itu, tak melanjutkan tanyanya.&lt;br /&gt;Waktu terus berlalu. Bocah pun tumbuh dewasa. Lepas menamatkan sekolah menengah pertama di Nyarumkop, Singkawang, dan sekolah menengah atasnya di Menjalin, ia melanjutkan studi ke kota pelajar, Yogyakarta. Fakultas Biologi Universitas Atma Jaya, tepatnya.&lt;br /&gt;Pada 2003, ketika anak itu pulang kampung liburan Natal, pemberitaan media elektronik mengenai wartawan RCTI yang disandera GAM pada 29 Juli 2003 dan meninggal dunia dalam kontak senjata pada 29 Desember 2003, Sori Ersa Siregar, menarik minatnya.&lt;br /&gt;Kekaguman anak itu akan tugas seorang wartawan yang diucapkannya di meja makan, membuat si ibu tertegun. Namun, ia tetap diam, seperti pertama kali anak itu mengutarakan apa yang dicita-citakan, kepadanya.&lt;br /&gt;Pernah suatu kali si ibu menanyakan, kenapa keinginan anak menjadi wartawan sangat kuat. Jawaban sang anak yang mengatakan bahwa menjadi wartawan bisa pergi kemana saja dan menguasai semua hal, membuat ibu tak melanjutkan tanya. &lt;br /&gt;Ibu ingin anaknya menyelesaikan kuliah secepatnya dan mendapat kerja. Ia khawatir akan kesehatan anaknya yang harus pasang semua indera 24 jam dan ngeri membayangkan seperti yang dialami wartawan RCTI. Ia berharap, keinginan anak menjadi wartawan sirna bila mendapat kerja di kantor pemerintahan, seperti dirinya.&lt;br /&gt;Namun, ibu salah mengira. Selama kuliah, anaknya aktif di pers mahasiswa dan memupuk bakat menulis, tanpa sepengetahuannya. Bahkan, ibu tidak tahu bila anaknya menjadi pengurus harian senat mahasiswa di fakultas tempat anaknya menimba ilmu.&lt;br /&gt;Pertengahan 2005, anak itu menyelesaikan pendidikan dan kembali pulang ke rumah. Permintaan ibu untuk tes Calon Pegawai Negri Sipil, diikutinya. Namun, hanya untuk menyenangkan hati orangtua saja. Ibu tidak tahu bila anaknya mengirimkan lamaran menjadi wartawan di satu media lokal.&lt;br /&gt;Jalan menuju wartawan terbuka ketika ada panggilan tes, menjawab surat lamaran kerja yang dikirim si anak. Beralasan mencari kerja di kota dan tinggal dengan abangnya, anak itu mengikuti tahapan seleksi wartawan hingga diterima di harian Borneo Tribune. Lagi-lagi, tanpa sepengetahuan orangtuanya.&lt;br /&gt;Rahasia terkuak pada natal 2007, ketika anak ketiganya tidak bisa berkumpul bersama keluarga karena masih memburu berita. Namun, ibu tak bisa berkata apa-apa. Karena ia tahu, pekerjaan itu memang pilihan putranya.&lt;br /&gt;Ketika anaknya memutuskan untuk keluar dan pindah ke media lain, ibupun tak tahu. Ibu baru tahu ketika anaknya berangkat ke Sintang dan berkerja di media baru bernama Tribun Pontianak, ketika harian itu terbit perdana 1 Agustus 2008.&lt;br /&gt;Ternyata, kegundahan dan kekhawatiran akan pekerjaan anaknya terus berkecamuk dalam diri ibu. Ketika arthur, anaknya, bertugas di Mempawah yang tak jauh dari rumah dan pulang barang semalam, ia meminta waktu untuk berbicara.&lt;br /&gt;Menurutnya, sang anak terlalu sibuk dengan dunianya hingga tidak perduli dengan keluarga. Banyak acara kumpul keluarga yang sudah tidak pernah lagi anaknya datangi. Beberapa hal lain mengenai keberatan dari ibu akan pekerjaan sebagai wartawan, diucapkan. “Sekali ini, tolong dengarkan ibu untuk coba tes CPNS,” tuturnya.&lt;br /&gt;Anak itu terdiam. Memang banyak acara keluarga yang dilewatkannya. Ketika keponakannya di Anjongan meninggal karena demam berdarah, ia berada di Sintang. Ketika keponakannya di Ngabang pesta sunatan, ia di Pontianak. Ketika tantenya meninggal sakit jantung di Anjongan, ia di Sanggau. Ada juga panitia persiapan pernikahan keponakannya pada Desember, bulan depan. Karena, keponakannya akan menikah pada 22 Februari 2009. &lt;br /&gt;Dan, pagi ini anak itu sangat bingung. Belum tahu keputusan apa yang akan diambil. Mengikuti permintaan orangtua agar perkataan yang panas dikuping terhenti atau tetap egois pada pilihan sendiri. I am so confuse.......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-8338911089413819537?l=bloomasak.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bloomasak.blogspot.com/feeds/8338911089413819537/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5375739987688231450&amp;postID=8338911089413819537&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/8338911089413819537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/8338911089413819537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2008/11/bingung.html' title='Bingung'/><author><name>bloomasak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>arthuriooktavianusarthadiputra@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11918023858012266701'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5375739987688231450.post-8755306110890138595</id><published>2008-11-19T20:38:00.000-08:00</published><updated>2008-11-19T20:47:20.074-08:00</updated><title type='text'>Anak Derita Polio , Safiah Juga Rawat 2 Kerabat Yang Buta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/SSTrVbZNlEI/AAAAAAAAAEY/Nt2JmmX-V0I/s1600-h/TEMANI-Safiah menemani Wiwid Kurniawan bermain di muka pintu. "&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/SSTrVbZNlEI/AAAAAAAAAEY/Nt2JmmX-V0I/s320/18112008_TEMANI_ARTHURIO.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270596217293608002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;MEMPAWAH, TRIBUN – Wiwid Kurniawan (14) diduga menderita polio sejak ia masih bayi. Tulang kaki dan tangannya, kecil, sekira tiang bendera. Ia tidak mampu mengangkat tubuhnya sendiri.&lt;br /&gt;Sehari-hari, putra Safiah (40), itu, hanya bisa berbaring dengan air liur yang menetes tak henti. Bilapun ingin duduk, ia harus dibantu dengan cara dipapah oleh orang lain. Tempat kesukaannya adalah di muka pintu rumah, melihat lalu lalang warga dan kendaraan yang lewat.&lt;br /&gt;“Pertama kali Wiwid mendapatkan gejala penyakit yang dideritanya, ketika berusia enam bulan. Ketika itu, badannya panas tinggi dan tiba-tiba kejang,” tutur Safiah di rumahnya di Dusun Parit Serikat Nomor 38 Desa Malikian Kecamatan Mempawah Hilir, Senin (18/11).&lt;br /&gt;Sejak itu, kondisi tubuh Wiwid yang lahir prematur dengan usia kandungan enam bulan, semakin menyusut. Tulang tubuhnya lembut dan tidak memiliki kekuatan untuk menopang tubuhnya.&lt;br /&gt;Safiah dan suaminya, Saptono (39), berusaha sekuat tenaga untuk kesembuhan putra tercintanya. Ketika berusia empat tahun, Wiwid dibawa ke Purwokerto Jawa Tengah ke tempat asal Saptono, untuk dirawat di satu rumah sakit di sana.&lt;br /&gt;Menurut Safiah, dokter yang merawat di Purwokerto mengatakan Wiwid terlambat mendapatkan perawatan medis. Meskipun begitu, warga yang sehari-hari bekerja sebagai petani, itu, tidak menyerah. Ia beberapa kali membawa Wiwid untuk konsul ke RSUD Soedarso.&lt;br /&gt;“Wiwid di rawat di ruang fisioterapi. Kami sudah habis-habisan untuk pembiayaannya. Terakhir kami bawa ke RSUD Rubini beberapa bulan yang lalu, untuk mengecek kondisi kesehatannya,” ujarnya.&lt;br /&gt;Demi mencari biaya pengobatan, Safiah harus rela berpisah dengan Saptono yang bekerja di daerah Sanggau Ledo. Menurut Safiah, suaminya bekerja serabutan yang pulang ke rumah tiap dua pekan sekali.&lt;br /&gt;Usaha lain yang dilakukan oleh Safiah adalah dengan mendatangi ‘orang pintar’ berdasarkan cerita dari mulut ke mulut warga sekitar. Namun, tetap saja tidak ada perubahan pada tubuh Wiwid.&lt;br /&gt;Saat ini Safiah pasrah. Ia menerima sepenuhnya keadaan putranya itu. Curahan rasa sayang tetap diberikan kepada Wiwid, meskipun derita itu dibawa Wiwid seumur hidup. Menurut Safiah, meski kondisi putranya seperti itu, Wiwid termasuk anak yang tanggap dengan sekitarnya.&lt;br /&gt;“Dia, kalau sudah kenal dengan orang pasti akan memanggil dengan suara yang kadang tak jelas, ketika orang itu lewat di depan rumah. Begitu juga kalau mau buang air besar atau kecil. Tidak pernah sembarangan,” ujar Safiah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rawat Keluarga Buta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;RUMAH sederhana Safiah tidak hanya dihuni oleh ia dan putranya. Perempuan itu juga menampung Mayani (55), kakak ibunya dan Jafar (49), adik ibunya. Dua kerabatnya itu mengalami buta.&lt;br /&gt;Menurut Safiah, keberadaan dua kerabatnya itu turut membantu dirinya. Meskipun buta, mereka menjaga Wiwid bila Safiah ke sawah. Selain itu, Mayani dan Jafar juga membantu perekonomian dengan berprofesi sebagai tukang urut.&lt;br /&gt;“Saya mengalami buta sejak berusia 20 tahun. Kebutaan terjadi tiba-tiba, yang diawali dengan sakit panas tinggi. Sebelumnya, pengelihatan saya normal. Saya dan keluarga tidak tahu apa penyebabnya,” ujar Mayani.&lt;br /&gt;Menurut Mayani, dirinya hanya bisa menangkap sinar terang saja. Itupun, samar. Wujud yang ditangkap matanya tidak jelas. Terutama, bila malam hari. Hal yang sama juga dialami Jafar, adiknya.&lt;br /&gt;Jafar mengatakan kebutaan yang dialaminya pertama kali terjadi di usia 12 tahun. Kejadian awal yang mengakibatkan kebutaannya, sama seperti yang dialami kakaknya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5375739987688231450-8755306110890138595?l=bloomasak.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/8755306110890138595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5375739987688231450/posts/default/8755306110890138595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bloomasak.blogspot.com/2008/11/anak-derita-polio-safiah-juga-rawat-2.html' title='Anak Derita Polio , Safiah Juga Rawat 2 Kerabat Yang Buta'/><author><name>bloomasak</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10342874972495006162</uri><email>arthuriooktavianusarthadiputra@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='11918023858012266701'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ED9Vw7d_R3c/SSTrVbZNlEI/AAAAAAAAAEY/Nt2JmmX-V0I/s72-c/18112008_TEMANI_ARTHURIO.jpg' height='72' width='72'/></entry></feed>