a traveler, a backpacker, food lover

Minggu, 13 Maret 2011

Lem Gila di Kursi PSSI

Tidak ada komentar :

Lagi dan lagi. Nurdin Halid membuat pernyataan tidak akan mundur dari bursa pencalonan Ketua Umum PSSI. Pernyataan ini menghentak banyak orang. Nurdin pasti sudah menduga dan mengantisipasi akibat dari pernyataannya, yang membuat panas kuping pecinta sepakbola Indonesia. Atas nama demokrasi, menghargai sistem, dan menjaga martabat PSSI sesuai statutanya, Nurdin keukeuh akan keputusannya.

Publik disuguhkan nyanyian Nurdin berjudul Atas Nama PSSI. Andai saja dibolehkan, mungkin saya mau meniru cara yang dilakukan Muntazer al-Zaidi, wartawan dari televisi al-Baghdad, yang melempar sepatu kepada Presiden Amerika Serikat, George W. Bush di Irak, pada 2008 lalu. Ya, melempar Nurdin dengan sepatu. Kalaupun sepatu sudah menjadi ikon Muntazeral, mungkin sandal jepit saya bisa menggantikan posisi sepatu itu. Siapa tahu bisa mengenai wajah Nurdin dengan telak, dan sandal jepit saya bisa dihargai mahal. Syukur-syukur bisa disimpan dalam museum dengan judul di bawahnya : "Sandal jepit bersejrah!, pernah mendarat telak di wajah Nurdin Halid".

Jika ditelaah lagi keengganan Nurdin mundur, betapa sangat menyimpang jauh dari apa yang sudah dilakukan oleh pihak PSSI selama ini. Jika ada demokrasi, kenapa tidak mendengar suara rakyat yang berteriak nyaring di penjuru negeri. Jika menghargai sistem, kenapa ada bongkar pasang dalam penyusunan tim verifikasi. Jika menjaga martabat PSSI, kenapa juga harus ngotot di tengah derai kata-kata hujatan. Hmmm....kalau sudah seperti ini, jangan-jangan berita mengenai jual-beli pertandingan di Bukit Djalil, Malaysia, saat partai final piala AFF antara tim Garuda vs timnas Malaysia itu benar adanya. Namun, kasus tersebut hilang. Aturan FIFA saja bisa disulap. Kan jago tuh. Punya keahlian sulap menyulap. Aturan persepakbolaan Internasional saja bisa berubah dalam sekali simsilabim abrakadabra. Lenyap tak berbekas.

Atau jangan-jangan ada yang menempelkan lem gila di kursi ketua PSSI?. Anda pasti tahu kekuatan menempel lem gila. Sekali tempel, sulit dilepaskan. Pertanyaannya adalah : siapakah yang mengoleskan lem gila tersebut di kursi PSSI? Apakah nama perusahaan yang memproduksi lem gila tersebut? Siapa sajakah pembeli langganan yang selalu memesan lem gila itu?

Apakah Anda tahu jawaban pertanyaan di atas? Mari menebak. Siapa tahu jawaban Anda benar. Ngobrol-ngobrol, ada siaran langsung tarik-ulur antara kesebelasan baru bernama Atas Nama PSSI dengan susan pemain penyerang : Nugraha Besoes, Nurdin Halid, Nirwan Bakrie. Pemain tengah : Hinca Panjaitan, Arteria Dahlan, Trimedia Panjaitan, Gusti Randa. Pemain bertahan : Syaifuddin Sudding, Togar Manahan Nero, dan satu pemain bayaran siluman tanpa nama. Penjaga gawang : Muhammad Zein

Kesebelasan ini akan melawan tim CAP TEMPUR (CAlon Pssi TErjungkal & Menteri PemUda dan olah Raga). Tim ini hanya menyisakan tiga pemain bertahan yakni : George Toisutta, Andi Mallarangeng, Arifin Panirogo.

Mampukah tim CAP TEMPUR mempertahankan gawangnya agar tidak dibobol kesebelasan Atas Nama PSSI? Kita tunggu saja.

Sumber gambar : http://1.bp.blogspot.com

Tidak ada komentar :