Sabtu, 14 Maret 2009

Anak-Anak Kerubuti Honey Bee

PONTIANAK, TRIBUN - Kolam renang JC Oevang Oeray di komplek Gedung Olahraga Pangsuma Pontianak dipenuhi sekitar 500 pengunjung yang menghabiskan masa liburan tahun baru, Kamis (1/1). Sebagian besar pengunjung datang bersama keluarga maupun bersama rekannya.
Pengunjung bernama Lina mengatakan, ia dan keluarga sengaja memilih menghabiskan hari libur dengan mengunjungi kolam renang. Menurutnya, pilihan tersebut merupakan permintaan kedua anaknya usai berbelanja di mal.
"Anak-anak bisa berenang sepuasnya. Apalagi, kolam renang di sini lengkap dengan arena peluncuran. Kalau di tempat lain, kolam renangnya tidak dilengkapi arena peluncuran seperti di sini," tutur ibu dari Devin (6) dan Kristi (4).
Lina mengatakan, kedua anaknya yang berenang di kolam khusus untuk anak ditemani oleh Santo, suaminya. Warga Sanggau itu hanya melihat anak dan suaminya berenang dari perahu kayu yang ada di pinggir kolam.
Selain bisa menikmati berbagai arena yang disediakan pengelola kolam renang, pengunjung juga disapa seorang karyawan yang mengenakan kostum honey bee atau kostum boneka lebah. Suguhan itu dikhususkan untuk anak-anak yang ingin foto bersama ataupun sekadar untuk bersalaman.
Seorang anak bernama Dea (4) tampak takut-takut menyalami karyawan berkostum honey bee. Ia ditemani ibunya, Rara, untuk mendekat dan menjulurkan tangan pada honey bee tersebut. Karyawan berkostum itu berkeliling dari satu kolam ke kolam lain.
Menurut manajer kolam renang JC Oevang Oeray, Yani, ada juga karyawan yang mengenakan kostum Spongebob selain berkostum honey bee. Ia mengatakan, suguhan itu dipersembahkan kepada pengunjung hanya untuk hari tertentu saja. Seperti Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional.
"Kita sengaja menyuguhkan atraksi itu untuk menghibur anak-anak. Biasanya, mereka menyukai tokoh kartun seperti Honey Bee dan Spongebob. Setidaknya, pengunjung anak-anak bertambah riang dengan kehadiran mereka," tuturnya.
Yani mengakui adanya peningkatan pengunjung pada hari libur tahun baru. Bila hari biasa kolam renang dipenuhi pengunjung maksimal 200 orang, hari libur bisa mencapai 500 pengunjung bahkan lebih. Menurut Yani, kolam yang disediakan biasanya dijubeli pengunjung.
Ramainya pengunjung juga disebabkan dengan penyebaran voucher gratis dari pengelola kolam renang untuk anak-anak berprestasi. Menurut Yani, voucher dibagikan melalui pihak sekolah ketika pembagian raport.
"Kita berkerjasama dengan 16 sekolah di Pontianak. Setiap anak yang mendapatkan peringkat 1 hingga 10 mendapatkan dua voucher masuk gratis setiap anaknya. Voucher ini sudah kita sebarkan sekitar 6.000 lembar," kata manajer yang menyelesaikan kuliahnya di Kuala Lumpur, Malaysia.
Yani mengatakan, dengan mendapatkan voucher tersebut anak berprestasi bebas biaya masuk sebesar Rp 20 ribu. Selain itu, pengunjung juga dapat berenang di kolam sepuasnya tanpa batasan waktu.

Siapkan Peluncuran 9 Meter
Pengunjung bisa berenang ke kolam dengan meloncat dari peluncuran setinggi empat meter. Selain itu, adapula luncuran balap, luncuran lebar, dan wahana ember tumpah. Menurut Yani, wahana ember tumpah selalu dikerubuti pengunjung dengan beramai-ramai menunggu air yang jatuh bila ember raksasa dipenuhi 1000 liter air.
"Pengunjung biasanya menunggu ketika mendengar bunyi bel panjang. Mereka juga bersorak ketika air yang jatuh mengenai mereka. Kalau di luncuran lebar, mereka bisa berenang beramai- ramai. Karena, lebar luncuran mencapai 24 meter," tuturnya.
Yani mengatakan, manajemen kolam renang sedang menyiapkan wahana baru untuk pengunjung. Yakni, peluncuran setinggi 9 meter. Menurutnya, peluncuran siap digunakan oleh pengunjung sekitar empat bulan mendatang.
Saat ini, pondasi peluncuran tersebut sudah siap. Perlu penyelesaian peluncuran dan pemantapan wahana tahap akhir. Menurut Yani, peluncuran setinggi 9 meter diperuntukkan bagi pengunjung remaja yang menyukai tantangan adrenalin yang tinggi.
Kolam renang JC Oevang Oeray tidak hanya diperuntukkan bagi pengunjung yang ingin berenang saja. Menurut Yani, mereka menawarkan tempat untuk pengunjung yang ingin merayakan ulang tahun. Selain itu, disediakan juga member card bagi pengunjung yang ingin melakukan terapi melalui renang.
"Pengunjung hanya membayar Rp 750 ribu dan mengisi form registrasi. Member card hanya berlaku selama 3 bulan, yang bisa digunakan setiap hari tanpa batas waktu. Kalau pengunjung dari atlet renang, polo air, dan selam, kita bebaskan biaya masuk," tuturnya.

Anisa Ajak Pengacara Duel

PONTIANAK, TRIBUN - Terdakwa kasus trafficking (perdagangan manusia), Sumiati, diputus bebas oleh hakim ketua Subaryanto SH, Rabu (25/2). Putusan bebas tersebut menghapus tuntutan hukuman 6,3 tahun penjara dengan denda Rp 2 miliar yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum.
Menurut Subaryanto, majelis sidang sudah menimbang bahwa apa yang diajukan di muka sidang tidak memenuhi untuk menjerat terdakwa dengan hukuman yang diputuskan. Ia mengatakan, Sumiati tidak terbukti secara sah melakukan tindakan yang didakwakan padanya.
"Karena itu, ia dibebaskan dari semua tuntutan. Keterangan saksi dan barang bukti yang diajukan belumlah cukup. Terdakwa tidak mengenal para korban dan tidak pernah menyuruh saksi Heri mengurus surat menyurat para korban. Terdakwa juga tidak menyuruh saksi Anisa untuk mencari orang yang mau bekerja ke luar negeri," katanya.
Heri dan Anisa yang dijadikan saksi dalam persidangan terdakwa pelaku trafficking, merupakan mantan anak buah Sumiati. Bahkan, Heri merupakan orang yang dipercaya untuk menjaga sebuah butik yang dimiliki Sumiati, yang terletak di pusat perbelanjaan terbesar di Pontianak.
Sebelum menjadi saksi, Heri dan Anisa sudah menjalani hukuman kurungan penjara atas dakwaan pelaku trafficking, selama 2,2 tahun. Masa tahanan yang mereka jalani berkurang setelah mengajukan pembebasan bersyarat, menjadi 1,6 tahun. Mereka keluar penjara pada November 2008.
Putusan bebas kepada Sumiati, membuat Anisa yang duduk di bangku pengunjung menjadi naik pitam. Kata-kata umpatan yang ditujukan untuk Sumiati, keluar dari mulutnya. Amarahnya semakin menjadi melihat mantan bosnya itu dikawal dua orang berseragam hitam, keluar dari ruang sidang.
"Aku ndak rela kalau dia (Sumiati) bebas begitu saja. Mentang-mentang dia berduit, bisa bebas. Kita yang tidak punya apa-apa, dihukum. Berapa banyak uang yang diberikan Sumiati untuk orang yang mengadilinya ini?" teriak Anisa.
Tidak cukup dengan kata, Anisa menerobos penjaga yang mengawal Sumiati. Ia mencoba meluapkan emosinya dengan meraih Sumiati. Usahanya sia-sia. Ia tertahan para pengawal yang menjaga Sumiati dengan ketat.
Namun, Anisa tetap terus mengejar. Sumiati yang dikawal dan diamankan menuju warung bakso Lapangan Tembak yang berada di samping gedung pengadilan negeri Pontianak, tetap ia datangi sambil berteriak. Langkah Anisa kembali tertahan oleh penjaga dan pengacara terdakwa.
"Kalau memang berani, sini, hadapi aku. Kita duel di sini. Aku ndak takut," ujar Anisa kepada orang yang menahan dirinya. Usai berkata, Anisa memasang kuda-kuda bersilat. Dua tangannya mengarah ke depan, seperti orang yang siap duel. Aksi Anisa tidak ditanggapi.
Seorang Polwan mencoba menenangkan amarah Anisa dengan mendekap perempuan itu dari belakang. Anisa dibawa menjauh dari parkiran warung. Meski terus dihadang, Anisa tetap terus melepaskan kata-kata dengan penuh amarah.
Kejadian tersebut membuat lalu lintas di Jl Abdulrahman, terganggu. Pengendara kendaraan roda dua dan empat menghentikan kendaraannya, mencari tahu apa yang sedang terjadi.

Ungkap Suap

Ketidakpuasan terhadap putusan bebas Sumiati tidak hanya dirasakan Anisa seorang. Abangnya bernama Agus, ikut naik pitam. Apalagi, seorang pengawal Sumiati yang mengaku seorang anggota Polisi, memukul wajah ibunya, ketika berada di tangga gedung pengadilan.
"Dia anggota polisi di mana? Jangan seenaknya seperti itu. Kalau dia anggota polisi, yang dijaga itu bukan penjual anak gadis orang seperti Sumiati. Tetapi, orang tidak mampu, yang tidak punya uang untuk lakukan suap seperti Sumiati," katanya.
Menurut Agus, dirinya heran bila Sumiati dibebaskan dari semua tuntutan. Padahal, pemilik butik itu pernah menjadi daftar pencarian orang (DPO) kepolisian kota besar (Poltabes) Pontianak selama delapan bulan, dengan nomor polisi : DPO/59/V/2007 tertanggal 20 Mei 2007.
"Kalau tidak bersalah, kenapa Sumiati menjadi DPO? Ini ada unsur suapnya. Ayah saya yang tahu. Karena, ia yang pernah ditawari ketika menangkap Sumiati di Mega Mal. Kita juga meminta agar dilakukan banding," tuturnya.
Ayah Anisa, Idrus, mengatakan, dirinya pernah ditawari sejumlah uang baik oleh Sumiati sendiri ataupun melalui seseorang bernama Dumariah Silalahi. Menurutnya, uang itu diajukan kepadanya sebagai uang damai.
"Mereka ingin agar Sumiati bebas dari hukuman. Uang tersebut senilai Rp 20 juta. Supaya kasus tidak dinaikkan ke meja hijau. Tetapi, saya tidak mau. Sumiati juga pernah berkata kepada saya, bisa membeli penjara dan isi pengadilan," ujarnya.
Pengacara hukum terdakwa, Rizal Suriansyah SH mengatakan, dirinya berharap semua orang bisa menghormati hasil sidang yang sudah diputuskan. Ia mengatakan, bila tidak puas, silakan diajukan berdasarkan aturan dan hukum yang berlaku.
"Kita harus menjaga ketertiban pengadilan. Putusan bebasnya Sumiati juga sudah diambil secara hukum," katanya.

Saya Mau Dia Rasakan Penjara

MENGIKUTI persidangan pelaku perdagangan manusia di Pengadilan Negeri (PN) Pontianak dimana Sumiati alias Umi sebagai terdakwa, membuat Anisa kembali mengingat hal sama yang dialaminya setahun lalu. Ia duduk sebagai 'pesakitan' dan dihukum merasakan dinginnya penjara selama 2,2 tahun.

Anisa datang ke PN Pontianak pada Rabu (18/2), bersama kedua orangtuanya, Idrus dan Husnah. Kedatangan mereka bukanlah yang pertama. Setiap sidang yang dijalani Umi, selalu ia ikuti. Karena, Umi tokoh utama yang mengakibatkan dirinya pernah dihukum penjara.
Ia menceritakan bahwa awal perkenalannya dengan Umi terjadi tanpa sengaja. Ada orang yang ingin mencari kerja di luar negeri. Ia merasa mempunyai teman yang bisa mewujudkan keinginan tersebut, dan langsung dihubungi.
"Saya teringat pada Heri. Ia pernah cerita pada saya, bisa mencarikan pekerjaan ke luar negeri. Nah, yang menjadi bos Heri adalah si Umi, itu. Saya juga ikut dikenalkan ke dia (Umi)," katanya.
Perempuan yang memiliki satu putra itu, masih menyimpan amarah pada Umi. Ketika terdakwa menuju ruang sidang, tatapan tajam Anisa mengikuti langkah Umi. Ia mengungkapkannya dengan nada penuh emosi.
"Saya tidak rela kalau dia mendapatkan hukuman yang ringan. Dia harus merasakan bagaimana tinggal dalam penjara. Seperti saya dahulu. Apalagi, saya menjalani hukuman usai melahirkan anak saya," tuturnya.
Menurutnya, ia pernah mengajukan penangguhan tahanan luar akibat ia mengalami pendarahan. Namun, permohonan tersebut ditolak. Anisa membandingkan kondisi dirinya dengan Umi. Karena, pemilik satu butik di pusat perbelanjaan terbesar di Kota Pontianak itu, tidak ditahan.
Anisa merasa bersyukur. Masa tahanan yang harus dijalaninya berkurang setelah mengajukan pembebasan bersyarat. Yakni, menjadi 1,6 tahun. Usai keluar dari tahanan dan mengetahui Umi ditangkap, ia terus mengikuti persidangan Umi.
"Saya kesal karena dia juga seorang pembohong. Dia bilang tidak mengenal saya dan Heri. Padahal, Heri adalah anak buahnya yang berkerja di butik. Dia juga ditangkap polisi karena laporan ayah saya, yang melihat Umi ada di butik miliknya," ujarnya.
Umi ditangkap setelah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) kepolisian kota besar (Poltabes) Pontianak selama delapan bulan, dengan nomor polisi : DPO/59/V/2007 tertanggal 20 Mei 2007.
Persidangan yang dijalani Umi memasuki tahap tuntutan. Penuntut umum menjatuhkan hukuman 6,3 tahun penjara dengan denda Rp 2 miliar. Sidang putusan akan dilakukan pada Rabu (25/2), depan.

Bisa Teriak-Teriak di Studio

MENONTON film di bioskop menjadi pilihan alternatif warga Pontianak untuk melepaskan penat bekerja. Jalan cerita yang menarik dan suguhan akting ciamik para pemain, bisa membawa perasaan penonton hanyut mengikuti jalan cerita. Bioskop merupakan hiburan yang murah meriah, sekaligus bisa cuci mata.

Seorang karyawati perbankan negeri di Kota Pontianak, Diah, mengatakan, menonton adalah cara untuk menghapus lelah dan tekanan bekerja setelah sepekan di kantor. Film yang sering ia tonton di bioskop bergenre komedi dan horor.
"Kalau film komedi, kita bisa tertawa lepas. Sedangkan film horor, kita bisa teriak-teriak. Lumayan, bisa lepas dari tekanan pekerjaan. Apalagi kalau nontonnya ramai-ramai dengan teman," tuturnya ketika dijumpai Tribun di depan loket 21, lantai III Mega Mal Pontianak, Jumat (20/2) sore.
Diah memilih menonton film Halloween bersama enam orang teman sekantor. Film berjenis horor tersebut menjadi pilihan setelah melakukan kesepakatan bersama.
"Padahal, saya sangat penakut. Karena ramai-ramai, rasa takut hilang. Apalagi kalau nonton komedi. Seru aja ketawa bersama teman-teman. Kalau sendiri, ketawanya malu-malu. Ndak lepas," katanya.
Mereka Diah, melepaskan penat bekerja dengan cara menonton film di bioskop bisa diselingi dengan agenda lain. Agenda tersebut adalah makan bersama di food court (kedai makanan) di Mal, dan berbelanja baju di outlet yang ada.
Menurut Manager Studi 21 Mega Mal Pontianak, Mustafa Kamal, menonton film merupakan lifestyle yang mulai dipiliih warga Pontianak. Setiap tahunnya, selalu ada peningkatan jumlah penonton.
Ia mengatakan, masyarakat Pontianak sudah selektif dalam memilih film. Meskipun gempuran film nasional mulai memenuhi bioskop, penonton di Pontianak selalu melihat sinopsis film dan para pemainnya.
"Saat ini, kita memang memberikan banyak kesempatan untuk film Indonesia. Saat ini saja, ada film Generasi Biru dan Kuntilanak Beranak. Namun, masih belum bisa merebut minat penonton," ujarnya.
Mustafa mengatakan, banyaknya film Indonesia juga dipengaruhi oleh seruan Menteri Pariwisata Jero Wacik. Yakni, studio 21 seluruh Indonesia membantu memutar 1.000 film Indonesia dalam setahun.
Meskipun film Kuntilanak Beranak berdasarkan kisah nyata, lanjut Mustafa, tidak menjamin bisa disukai penonton. Begitu pula dengan film Generasi Biru yang diperankan grup musik Slank dan puteri Indonesia, Nadine Chandrawinata.
"Labeling kisah nyata dan pemain terkenal, tidak menjamin penonton membeludak. Saat ini saja, penonton lebih menyukai film luar seperti IP Man dan Halloween. Penontonnya mulai anak-anak hingga orang tua," kata Mustafa.
Ia mengatakan, penonton yang datang ke Studio 21 Pontianak setiap hari mencapai 700 hingga 800 orang. Tempat duduk yang tersedia bagi penonton studio 21 sendiri adalah 294 kursi di studio 1, 176 kursi di studio 2 dan 3, 166 kursi di studio 4.

Presiden Aja Punya Facebook

Jejaring pertemanan dunia maya saat ini sudah mewabah di masyarakat perkotaan. Termasuk di Kota Pontianak. Pengguna sering menghabiskan waktunya untuk memperbaharui tampilan situs pertemanan dunia maya. Agar hubungan pertemanan terus terjalin dan laman situs mereka tidak terlihat jadul. Bahkan, ada pengguna yang memiliki lebih dari dua situs pertemanan.

Menurut Branch Manager Sinarmas Sekuritas Pontianak Tira Cristallia, memiliki situs pertemanan merupakan sebuah keharusan. Namun, jangan sampai menganggu waktu dan pekerjaan.
"Siapa yang tidak mau memiliki koneksi dengan orang yang berasal dari negara luar? Sebaiknya kita memiliki situs pertemanan di dunia maya. Setidaknya, kita tidak ketinggalan dalam hal teknologi. Presiden Amerika aja punya Facebook," ujar Tira di kantornya, Rabu (11/2).
Perempuan berkulit putih itu mengaku memiliki dua situs pertemanan. Yakni, Friendster dan Facebook. Meskipun begitu, ia tak ingin konsentrasinya dalam bekerja menjadi terpecah untuk mengurus situs tersebut.
Tira selalu mencari waktu luang untuk membuka situsnya. Ketika sedang memeriksa surat elektronik, ia baru mengecek apakah ada undangan pertemanan. Itu juga harus dengan satu syarat. Undangan harus dari orang yang dikenal. Setidaknya, orang-orang yang ada dalam daftar situs teman dekatnya.
"Kalau tidak dikenal dan diladeni terus, susah. Terkadang mereka suka iseng dengan mengirimkan pesan yang tidak penting. Sehingga, pekerjaan kita menjadi terganggu. Lebih baik, undangan tersebut ditolak," katanya.
Menurut Tira, pertama kali mengenal Facebook karena tidak bisa meng-upload foto dari kamera ke situs Friendster miliknya. Seorang rekan menyarankan dirinya untuk mencoba situs pertemanan Facebook.
Pada Desember 2008, ia mulai aktif menjalin pertemanan di situs tersebut. Meskipun begitu, ia tetap mengelola situs Friendsternya. Karena, Tira tak ingin memutuskan network yang sudah ia bina dengan orang-orang yang terdaftar menjadi temannya.
"Tetapi, mengelola situs pertemanan tersebut harus pakai etika dan kedewasaan. Jangan asal me- posting ataupun mengomentari sesuatu secara kelewatan. Kalau memang tidak perlu ditulis, ya, jangan ditulis," ujar Tira.
Etika tersebut antara lain harus tahu apakah pengguna sedang membenahi situs pertemanannya di waktu sedang bekerja atau tidak. Topik yang sangat privasi, kata Tira, seharusnya jangan dibagi pada orang lain.
Menurutnya, bila tidak diperhatikan oleh pemilik situs, bisa berbahaya dan mengakibatkan ketergantungan. Pemilik laptop axioo itu bahkan melarang stafnya membuka situs pertemanan ketika sedang bekerja.
Banyak contoh ketergantungan situs pertemanan terungkap. Kasus tersebut terjadi di Indonesia maupun di luar negeri. Satu kasus yang pernah terjadi adalah seorang wanita bernama Nia Agustin (19) dipukul dan disembunyikan selama 18 hari oleh Iqbal Fauzi alias Ozi (23), mantan pacarnya.
Pemukulan dan penyekapan tersebut disebabkan oleh kecemburuan Ozi, karena banyak teman Nia memberikan testimoni ucapan selamat hari Valentine di Friendster Nia. Testimoni tersebut menyebabkan Ozi menjadi posesif dan tak segan memukul.
Tira mengatakan, contoh tersebut patut menjadi catatan sebagai pengingat. Ia tak menampik bila situs pertemanan juga memberikan keuntungan. Karena, bisa membantu pekerjaannya. Apalagi, untuk berhubungan dengan para koleganya.
"Siapa tahu suatu hari kita akan mempromosikan atau meluncurkan produk. Kita bisa beriklan di situs pertemanan yang kita miliki. Apalagi, kita sudah membuka network dengan orang lain. Menawarkan produkpun bisa lebih gampang," tuturnya seraya tertawa.

Bertemu Teman Lama di Dunia Maya

Sebagai seorang yang memiliki teman hingga ke luar negeri, Jacintha Thesara merasa perlu mempunyai situs yang bisa menghubungkan dirinya dengan temannya tersebut. Situs Friendster menjadi pilihannya.
Siswi Gembala Baik kelas XI IPA itu, mengatakan, ia memilih Friendster setelah diajak oleh temannya pada 2008, lalu. Awalnya, rekan kelas mengajarinya membuka situs tersebut. Padahal, ia tidak terlalu berminat.
"Internet awalnya saya gunakan untuk mencari bahan-bahan tugas sekolah saja. Tetapi, setelah banyak teman yang memiliki situs tersebut, saya jadi tertarik," tutur siswi yang kerap disapa Cintha di rumahnya, Jumat (13/2).
Membuka jejaring pertemanan di dunia maya menggunakan Friendster dipilihnya, karena, bisa membuat fitur tampilan yang bagus dan sesuai dengan keinginan sendiri. Situs tersebut juga mempunyai blog yang bisa digunakan untuk menampung tulisannya.
Selain menyapa melalui jejaring pertemanan di dunia maya, ia juga suka berbagi cerita maupun info dengan temannya. Cintha yang suka melukis ini mengatakan, hal itu sering dilakukan bersama temannya yang ada di Singapura dan Batam.
Menurutnya, hubungan melalui sambungan telepon selular sangat terbatas. Apalagi, komunikasi merupakan hal utama untuk tetap menjalin hubungan yang baik, dengan teman yang berada di daerah yang berbeda.
Pelajar yang fasih berbahasa Inggris ini, merasa banyak kejutan tidak terduga yang diperoleh melalui jejaring pertemanan di dunia maya. Kadang, kejutan tersebut menjengkelkan. Adapula yang berujung pada kebahagiaan. Semua di luar perkiraan.
Ia mencontohkan pengalaman seorang temannya yang ada di Batam, yang pernah berkisah padanya. Tampilan situs milik temannya itu diubah tiba-tiba. Bahkan, foto pemilik situs diganti dengan foto tak senonoh, yang menggabungkan gambar bugil orang lain yang digabungkan dengan foto bagian kepala temannya.
"Padahal itu tidak pernah dilakukan teman saya. Ada orang tidak bertanggungjawab yang sengaja mengubah itu. Teman-teman yang terdaftar di situs tersebut juga ada dikirimi kata-kata yang tidak sewajarnya," ujarnya.
Cintha mengatakan, semua itu dilakukan oleh hacker. Hal seperti ini sering terjadi pada para pengguna di warung internet. Biasanya, ada gangguan ketika melakukan log out (keluar) dari situs, sehingga halaman situs tidak tertutup.
Akibatnya, ketika orang baru datang dan menggunakan komputer yang kita pakai sebelumnya, halaman situs yang tidak tertutup akan terbuka otomatis. Orang tersebut bisa melihat dan mengubah halaman situs kita.
Tak semua hal buruk yang terjadi. Pengalaman positif yang diperoleh Cintha menggunakan jaringan pertemanan di dunia maya adalah, ia bisa bertemu dan berkomunikasi lagi dengan temannya yang sudah tidak bertemu selama empat tahun.
"Ia teman SD yang sudah pindah ke luar Kalbar karena orangtuanya pindah tugas. Teman itu tiba-tiba mengirimkan pesan ke alamat Friendster saya. Awalnya saya pikir siapa. Setelah diingat-ingat, ternyata teman baik saya," katanya.
Meski sebagai pengguna jejaring pertemanan di dunia maya, Cintha tak mau terlarut hingga menyebabkan ketergantungan pada aktivitas tersebut. Sepekan, ia memperbaharui tampilan situsnya sebanyak empat kali.

Tak Suka Iseng

Lulusan Fakultas Matematika Universitas Tanjungpura Pontianak, Bara Shafiyyah, mengatakan, ia memiliki dua account jejaring pertemanan. Yakni Friendster dan Facebook. Setiap kali ia membuka layanan internet, account tersebut terbuka secara otomatis.
"Hanya untuk suka-suka dan menambah teman saja. Biar tidak ketinggalan zaman, gitu. Tapi, tidak sampai tergantung sekali pada layanan tersebut. Biasa saja. Secara umum, saya internet addict," katanya.
Bara mengatakan tidak suka mengerjai orang melalui situs tersebut. Karena, ia paling tidak suka diisengi. Menurutnya, hal seperti itu hanya dilakukan oleh orang yang tidak punya pekerjaan. Seperti orang yang suka mengirimkan comment yang tidak jelas dan entah dari siapa.
"Padahal, tidak masuk dalam daftar pertemanan saya. Ini disebabkan saya tidak mengunci kotak comment. Sehingga, semua bisa memberikan komentar mereka di halaman situs saya," tuturnya.
Setiap hari, Bara selalu memperbaharui tampilan situsnya. Paling tidak, hanya untuk mengecek tampilan milik teman-temannya. Ia mengatakan mendapatkan keuntungan dengan adanya jejaring pertemanan tersebut. Ia bisa berbagi cerita dan pengalaman.
"Punya banyak kenalan. Selain teman-teman yang dikenal, kita juga bisa menambahkan teman baru yang kita temui di dunia maya. Apalagi, saya juga bertemu teman sekolah dasar yang sudah lama tidak bertemu. Biasanya, saya bertemu teman baru dan saling berbagi situs," ujarnya.

Rapat Tak Terhalang Ruang dan Waktu

KEBUTUHAN masyarakat akan teknologi yang sangat menunjang pekerjaanya, merupakan suatu tuntutan yang tidak bisa dielakkan. Termasuk, untuk urusan telekomunikasi. Pilihan masyarakat perkotaan saat ini tertuju pada alat komunikasi bernama BlackBerry, yang juga dipakai Presiden Amerika Serikat Barack Husain Obama.
BlackBerry (BB) tipe Curve 8310 selalu menjadi pegangan perancang busana Kalimantan Barat Helva Zuraya. Alat komunikasi tersebut sudah empat bulan menjadi temannya berkirim kabar pada keluarga, rekan kerja, maupun relasi bisnisnya.
"Saya membeli BB di Jakarta. Ketika itu harganya masih Rp 6,1 juta. Kabarnya, sekarang harganya di pasaran sudah turun menjadi Rp 5,8 juta. Sudah murah, lho," katanya ketika dihubungi Tribun, Senin (16/2).
Alat komunikasi yang sedang booming di Indonesia itu, dipilihnya karena memiliki fitur yang lengkap. Selain itu, ia juga suka pada bentuk dan warna BB. Ia mengatakan, membeli BB bukan untuk gaya-gayaan.
Menurut Helva, BB juga sangat menunjang kinerjanya. Terutama, untuk menyimpan data-data penting dan membantu dirinya mempresentasikan hasil karya kepada para klien. Alat tersebut juga bisa digunakan untuk menjelajah ke dunia maya.
"Terutama, untuk berkomunikasi melalui Yahoo Mesengger (YM). Meskipun di sela-sela kesibukan seperti rapat, kita dengan mudah menerima pesan dari klien atau siapapun tanpa mengganggu jalannya rapat," ungkapnya.
Perempuan yang mengenakan kacamata minus itu mencontohkan pengalamannya bersama pemilik sepatu Denia Ponti. Mereka memiliki alat komunikasi yang sama. Karena melakukan pengisian pulsa Rp 200 ribu, mereka gratis untuk mengirimkan pesan singkat untuk sesama pemilik BB.
Ia mengaku untuk saat ini belum menemukan kesulitan apapun selama menggunakan BB. Bahkan, Helva merasa beruntung karena alat komunikasi tersebut bisa membantu pekerjaannya dalam menjalankan usaha.
"BB, tuh, simple. Seperti mini laptop dan bisa dibawa kemana saja. Kalau laptop, lebih ribet. Mau bawa kemana-mana butuh tempat yang besar dan berat," katanya.
Hipnotis BB tidak hanya membuai orang yang sudah memilikinya. Anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kalbar Elvi Sofia, ingin segera memiliki alat komunikasi itu.
Apalagi, pekerjaannya sebagai direktur utama PT Pasa Persada Nusantara yang kebanyakan berada di lapangan, menuntut dirinya untuk selalu menginput informasi terbaru mengenai pekerjaan dan rekan-rekannya.
"Memiliki BB, tuh, akan membantu pekerjaan saya. Kita tidak terbatas pada ruang dan waktu. Kapanpun dan di manapun, kita bisa menjalankan pekerjaan kita," tuturnya.
Ia mengatakan, kalau ada rapat kantor atau dengan kolega dan ia tidak bisa hadir karena berada di suatu tempat, hasil rapat bisa diketahui melalui surat elektronik. Menurutnya, ia juga bisa berdialog langsung dengan peserta rapat melalui YM atau fasilitas lain di BB.
"Alasan itulah yang mendorong saya untuk membeli BB. Karena, saya memang butuh alat komunikasi seperti itu. Saya memandang, BB memang dibutuhkan para eksekutif muda. Bukan untuk gaya," katanya.
Elvi memaklumi kalau di kota besar seperti Jakarta, BB menjadi pegangan para pelajar. Karena, pelajar di sana perlu mencari bahan tugas sekolah dengan menjelajahi dunia maya. Menurut Elvi, hal seperti itu belum ia temukan di kalangan pelajar Kota Pontianak.

Free Hingga Rp 180 Ribu

BIAYA yang dikenakan untuk mengaktivasi layanan di BlackBerry sangat bervariasi. Masing- masing memiliki keuntungan tersendiri dalam penggunaannya. Semua tergantung pada pengguna, layanan mana yang mereka pilih untuk mengaktivasi jaringan seluler di BlackBerry mereka.
Menurut Regional Account Manager PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) Pontianak, Muharlis, aktivasi untuk mengakses jaringan di BlackBerry dilakukan dengan pembayaran pulsa di awal registrasi.
"Biaya untuk register Rp 180 ribu. Biaya ini merupakan unlimeted access setiap bulannya. Pengguna yang sudah mendaftar layanan ini, bisa mengakses apapun sepuas mereka," tuturnya ketika dihubungi Tribun beberapa waktu lalu.
Regristasi ini bisa dilakukan langsung di Grapari Telkomsel yang ada di Jl Teuku Umar Pontianak, ataupun melalui layanan pesan singkat. DIkatakannya, pelanggan bisa mengetik REG spasi BB dan kirimkan ke nomor 333.
Memiliki BlackBerry sangat menguntungkan Murhalis. Pengguna tipe 8707 sekitar setahun tersebut merasa, pekerjaan dan bersosialisasi bisa dilakukan melalui telepon seluler ini. Menurutnya, ia bisa beraktivitas dan mendapatkan hiburan sekaligus.
"BlackBerry benar-benar seperti laptop. Tapi, ini bisa dibawa untuk mobile dan juga untuk dibawa tidur. Menggunakannyapun bisa sambil tiduran. BlackBerry juga sangat powerfull dan full signal. Kalau laptop, sulit," katanya.
Murhalis mengatakan, mengecek pekerjaan dari kantor yang dikirim melalui surat elektronik, sekarang tidak harus dilakukan di kantor saja. Ia bisa melakukannya ketika berada di luar daerah melalui BlackBerry. Karena, fitur surat elektronik sudah tersaji di layar BlackBerry.
Pengguna alat komunikasi ini di Pontianak kebanyakan dari kalangan pengusaha dan pegawai BUMN. Bahkan, 30 orang pendaftar masih berada di daftar antrian yang memesan BlackBerry di Grapari Telkomsel.
Adapun tipe yang tersedia, ujar Murhalis, antara lain BlackBerry 8820, 8320, dan Bold 9000. Pemesanan dapat dilakukan dengan mengisi formulir kontrak dalam dua periode, setahun dan dua tahun.
"Biaya per bulan untuk kontrak setahun adalah Rp 770 ribu. Sedangkan untuk kontrak dua tahun adalah Rp 490 ribu," katanya.
ASOC XL Centre Pontianak, Muji, mengatakan, penjualan BlackBerry dilayani bila peminat di Pontianak cukup tinggi. Saat ini mereka hanya menerima untuk melakukan regsitrasi awal pengguna.
Menurut Customer Service XL Pontianak Afika, alat komunikasi ini sudah tidak asing lagi bagi masyarakat yang ada di Pontianak. Karenanya, registrasi yang dilakukan kepada pengguna, tidaklah begitu sulit.
"Mereka bisa browsing menggunakan jaringan kita bila sudah mendaftar. Tarif yang kita tawarkan adalah Rp 5 ribu per hari dan download gratis. Pengguna bisa browsing semau mereka setiap harinya," ujarnya.
Afika mengatakan, dalam sepekan ada 10 pelanggan yang melakukan aktivasi dan registrasi di XL Centre. Mereka juuga bisa menggunakan sesuai kebutuhan. Karena, bisa di-offkan dan di- onkan.
Ia mengatakan, minimal pulsa untuk melakukan browsing adalah Rp 15 ribu. Cara untuk melakukan off dan on layanan, lanjut Afika, dengan mengirimkan pesan OFF spasi BB atau ON spasi BB dan kirim ke 568.

Bupati 'Ngamen' Hingga Jakarta

Lalu lalang penduduk Sajingan yang melintasi pos lintas batas yang masih dalam tahap penyelesaian, terlihat ramai pada Rabu (4/2), lalu. Mereka kebanyakan membawa barang dengan cara diangkut menggunakan kendaraan bermotor maupun dipikul dengan keranjang plastik, yang diikat dengan tali dan disangkutkan ke kepala.

Warga Desa Sajingan Besar bernama Natalia (48), tampak berjalan kaki dan membawa tanaman kucai yang ia panen dari kebunnya. Tanaman tersebut ia ikat dan akan dijualnya ke daerah Biawak Malaysia, dengan harga Rp 3.000 per ikat. Selain tanaman kucai, ia juga menjual pakis yang dijual dengan harga yang sama.
"Saya bawa sampai 10 ikat setiap harinya. Kalau laku, saya membeli gula dan minyak untuk dibawa pulang. Karena, harganya lebih murah kalau dibeli di warung yang ada di kampung," tuturnya.
Menurut Bupati Sambas Ir H Burhanuddin AR, kondisi tersebut bisa terlihat setiap hari. Karena, masyarakat membawa hasil perkebunan mereka untuk dijual ke negara tetangga. Namun, apa yang penduduk jual tidaklah menguntungkan mereka. Karena, mereka harus membeli barang kebutuhan pokok dengan harga yang mahal.
Melihat hal itu, pemerintah kabupaten Sambas berencana melengkapi pos lintas batas Aruk- Sajingan dengan marketing point untuk lokasi penjualan hasil bumi masyarakat. Sehingga, penjualan hasil bumi bisa terpusat pada satu tempat.
Burhanuddin mengatakan, mewujudkan pos lintas batas di Aruk-Sajingan bukanlah hal yang mudah. Dirinya bahkan harus 'ngamen' hingga ke pemerintah pusat di Jakarta, untuk meminta dukungan pembangunan di wilayah perbatasan.
"Pembangunan rumah jaga dan perumahan petugas CIQS hasil 'ngamen' di Ditjen PUM Depdagri ketika saya ke Jakarta. Tower telekomunikasi juga hasil saya 'ngamen' ke dua kantor operator seluler," tuturnya sambil tersenyum ketika menyampaikan hal tersebut di hadapan Direktorat Jenderal Departemen Cipta Karya Pekerjaan Umum Ir Joko Yuwono.
Joko yang mendengar pemaparan Burhanuddin, tampak mengangguk setuju. Menurutnya, usaha tersebut memang harus dilakukan agar faktor inti di wilayah perbatasan, yakni masalah ekonomi, bisa terhapuskan. Kesenjangan ekonomi inilah yang menimbulkan permasalahan sosial di masyarakat.
"Penduduk perlu diperhatikan. Jangan sampai nantinya marketing point menjadi tempat yang eksklusif. Selain itu, perlu juga dibangun sistem pengairan, listrik, dan jalan. Agar masyarakat tidak merasa tertinggal dari negara tetangga," katanya.
Beberapa wilayah Kalimantan Barat berbatasan langsung dengan negara tetangga, Malaysia. Sebut saja daerah Entikong Sanggau, Jagoi Babang Bengkayang, Jasa Sintang, Nanga Badau Kapuas Hulu, dan Aruk-Sajingan Sambas. Wilayah ini merupakan kawasan yang rawan dari aktivitas ilegal.
Tokoh masyarakat Kalbar Ir Said Djafar, mengatakan, akibat ketertinggalan tersebut, penduduk Indonesia di wilayah perbatasan melakukan upaya agar diakui sebagai penduduk negara tetangga. Satu cara tersebut adalah dengan memindahkan patok batas yang ada.
"Kalau masyarakat perbatasan tidak diperhatikan, tidak menutup kemungkinan mereka berpindah kewarganegaraan. Karena, selama ini mereka merasa terisolir dan susah untuk memasarkan hasil alam mereka," ujarnya.

Menolak Pindah Negara

Rupiah dan Ringgit merupakan mata uang yang selalu digunakan Maria Bingkil sehari-hari. Setiap warung di kampungnya, Desa Aruk Kecamatan Sajingan Kabupaten Sambas, menerima transaksi jual beli barang menggunakan dua mata uang tersebut.
Masyarakat di daerah perbatasan tidaklah asing dengan keberadaan mata uang Ringgit dan Rupiah. Maria mengatakan, mereka sudah menggunakan mata uang tersebut sejak lama. Tidak ada warga yang menolak bila pembeli membayar belanjaan dengan Rupiah maupun Ringgit.
Pekerjaan Maria selain bertani adalah menjual barang kebutuhan pokok. Ia biasa berbelanja di Lundu, satu wilayah yang ada di Kuching, Malaysia. Ia biasanya pergi berbelanja beramai-ramai bersama beberapa warga desa lain.
Seperti pada Kamis (4/2), lalu. Ia terlihat memasuki pos lintas batas Aruk-Sajingan Sambas, bersama tiga temannya, membawa barang belanjaan. Ketika didekati, dua rekannya enggan diwawancarai. Hanya Maria dan Yohana Rikin yang menghentikan langkah mereka.
"Kita belanja gula, garam, minyak, mie, dan sebagainya. Biasanya, kita membawa hasil panen perkebunan untuk dijual ke sana (Lundu). Uang hasil menjual barang panen dibelikan barang kebutuhan pokok," ujar Maria.
Ia mengatakan, kebutuhan pokok yang dibeli, akan dijual lagi di kampungnya. Terkadang, ada juga warga yang menitip untuk dibelikan barang. Manurutnya, semua itu tergantung pada kemampuan dirinya untuk membawa barang pesanan tersebut.
Maria mengatakan kesulitan membawa banyak barang karena belum membaiknya kondisi infrastruktur. Percikan tanah merah dan kubangan lumpur ketika hujan, menjadi teman langkah kaki mereka.
Pernyataan tersebut dibenarkan Rikin. Menurutnya, perjalanan bertambah parah bila banjir melanda. Kalau sudah seperti itu, mereka hanya bisa menunggu banjir surut, untuk berbelanja ke Lundu.
"Kita juga harus menumpang Ben (opelet) menuju ke Lundu. Ben bisa ditemukan di luar pos lintas batas. Tapi, kalau pakai Ben, mahal. Kalau mau irit, lebih baik berjalan kaki saja," tuturnya.
Ongkos yang harus dikeluarkan Rikin menuju ke Lundu adalah RM 6. Bila dikonversikan ke Rupiah, uang tersebut bernilai sekitar Rp 18 ribu. Artinya, untuk sekali pulang-pergi, ia menghabiskan sekitar Rp 36 ribu.
Ketika ditanya apakah dirinya akan berpindah kewarganegaraan dengan kondisi seperti itu, Rikin dengan tegas menolak. Menurutnya, biar hujan emas di negeri orang dan hujan batu di negeri sendiri, ia tetap memilih Indonesia sebagai negaranya.
"Pemerintah sudah memperhatikan kita. Jalan sudah mulai dibangun. Untuk apa pindah ke negara orang! Biarpun sakit, yang penting negara kita sendiri. Kita lahir dan besar di sini. Rumah dan sawah, pun, di sini," katanya.

Benahi Jalan
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kalbar Jakius Sinyor mengatakan, permasalahan jalan di daerah perbatasan akan segera dibenahi. Sehingga, masyarakat perbatasan bisa leluasa membawa dan menjual hasil panen mereka.
"Kita sudah siap. Terutama, untuk jalan menuju pintu gerbang lintas batas Aruk-Sajingan ini. Dalam waktu dekat, kita akan fasilitasi perlengkapannya. Terutama, untuk jalan lingkungannya," katanya.
Jalan lingkungan yang harus diselesaikan segera adalah dari kilometer tiga ke kilometer lima menuju pintu gerbang. Jakius mengharapkan, jalan lingkungan tersebut bisa membantu masyarakat yang tinggal di daerah perbatasan, sehingga antar desa bisa saling terhubungkan.
Menurut Jakius, program pembangunan infrastruktur perbatasan yang sudah disusun untuk lintas Kalimantan adalah poros selatan sepanjang 3.214,33 kilometer, poros utara sepanjang 1.647,30 kilometer, dan poros tengah sepanjang 1.680,06 kilometer.
"Jaringan jalan pararel perbatasan dari Aruk-Sajingan ke batas Sarawak adalah 88,06 kilometer. Sedangkan jaringan jalan akses dari Pontianak ke Aruk sepanjang 312,66 kilometer. Kita mencoba sudah selesai ketika Presiden datang meninjau pos lintas batas ini," tuturnya.
Menurut Bupati Sambas Ir Burhanuddin AR, dirinya sudah menyiapkan prasasti untuk ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ketika datang untuk meresmikan pembukaan pos pintu lintas batas Aruk-Sajingan.

Mata Minus Berkurang Dengan Akupuntur

PONTIANAK, TRIBUN - Terapi tusuk jarum yang lebih dikenal dengan akupuntur, dapat mengobati berbagai penyakit. Dewi yang menderita minus 300 di matanya, berkurang menjadi 200 setelah dua kali menjalani terapi akupuntur.
"Kalau dulu, saya tidak bisa membuka kacamata saya dikarenakan kabur. Tetapi, sekarang, kacamata saya sudah bisa dilepas," tuturnya ditemui di sebuah rumah yang ada di Jl Karvin Pontianak, Senin (9/3) sore.
Sudah merasakan adanya manfaat dari akupuntur, Dewi mengantarkan ibunya yang juga mengalami gangguan pada mata. Menurutnya, ada selaput yang pecah di mata ibunya. Sehingga, mata ibunya terus mengeluarkan air.
Dewi mempercayakan penanganan mata ibunya pada Simon, yang juga sudah mengurangi minus dimatanya. Menurut Simon, akupuntur yang dilakukan untuk ibunya tersebut dilakukan dengan sekali tindakan.
"Asal kita tahu sistem persendian yang mengalir di tubuh pasien. Karena, resiko dalam melakukan akupuntur, sangat besar. Salah memasukkan jarum, nyawa menjadi taruhannya. Makanya tidak boleh dilakukan sembarangan," katanya.
Waktu terapi yang dilakukan, dilihat dari setiap jenis penyakit. Paling singkat, terapi dilakukan dalam waktu setengah jam. Sedangkan waktu paling lama adalah dua hingga tiga jam. Menurut Simon, ada pula jenis penyakit yang bisa disembuhkan hanya dalam sekali terapi, tergantung pada reaksi jarum.
"Prinsipnya, akupuntur dilakukan untuk melancarkan kerja organ tubuh. Ketika jarum ditancapkan ke tubuh, reaksi yang terjadi seperti ada aliran yang terus bergerak ke seluruh badan," tuturnya.
Menjadi pelaku terapi akupuntur sudah dilakoni Simon sejak 1999, lalu. Sudah berbagai penyakit yang disembuhkannya. Stroke, diabetes, hipertensi, maag, vertigo, migran, keluarkan dahak, dan sebagainya.
Penyakit stroke dapat disembuhkan melalui akupuntur. Simon mengatakan, bila stroke sudah lama menyerang pasien, penanganan yang dilakukan, lama. Penanganan tersebut bisa dilakukan sebanyak 12 kali dengan jangka waktu tertentu.
"Itu, kalau strokenya sudah parah sekali. Kalau stroke yang ringan, bisa dilakukan sebanyak empat hingga delapan kali," ujarnya.
Biaya yang dikeluarkan pasien untuk melakukan terapi ini, tidak dipatok oleh Simon. Menurutnya, terserah keiklasan pasien untuk membayar apa yang sudah dilakukannya. Karena, kepuasan dari menolong orang lain tidak bisa dinilai dengan uang.
"Yang penting, ada perubahan ke arah kesembuhan pasien, setelah pulang dari tempat saya. Melihat mereka sembuh dari penyakitnya, merupakan kebahagiaan tersendiri. Ini semua tidak bisa diukur dengan uang," ujar pria kelahiran Sekadau itu.

Tidak ada Pengganti
Simon mengaku tidak menurunkan keahliannya melakukan terapi akupuntur kepada anaknya. Bapak empat orang anak itu, mengatakan, sangat sulit mencari orang yang benar-benar mau melanjutkan keahlian tersebut.
"Anak sekarang maunya mendapatkan dan mempelajari segala sesuatu dengan singkat. Padahal, keahlian bisa diperoleh apabila dilakukan terus menerus dan selalu dipelajari secara berkelanjutan," tuturnya.
Ia mengatakan belum mendapatkan penggantinya, yang bisa melakukan terapi akupuntur. Adapun akupuntur sendiri terdiri atas empat golongan atau generasi. Yakni, alami, bakar, listrik, dan getar. Akupuntur yang dilakukannya merupakan yang alami.
Memiliki keahlian tersebut merupakan berkah bagi Simon. Karena, ia bisa membantu orang yang kesusahan. Seharinya, ia bisa menerima lima orang pasien. Menurutnya, itu sudah maksimal. Kalau mau melayani semua pasien, dirinya pasti kelelahan.


Penyakit yang diterapi :
1. Stroke
2. Migran
3. Diabetes Mellitus
4. Vertigo
5. Maag
6. Liver
7. Hepatitis
8. Ginjal

Leo Alami Hydrochepalus Bernafas Lewat Luka

TIDAK ada yang ganjil pada kaki, tangan, dan tubuh bayi berusia empat bulan, Lambertus Leo. Namun, ketika mata kita melirik ke arah kepala bayi itu, perasaan sedih akan muncul. Karena, kepala tersebut membesar dipenuhi cairan.

Putra ketiga pasangan Antonius (38) dan Titi Kadi (28) yang berasal di Jl Lingkar Kelam Desa Merepak Dusun Tekang Sintang itu, bergerak lincah di kasur tempat tidur yang terletak di ruang bedah syaraf L nomor 21E Rumah Sakit Umum Soedarso, Kamis (5/3). Tak terdengar suara tangis sedikitpun dari mulutnya.
Menurut ibunya, Leo sangat jarang menangis. Ketika ditinggalkan sendirian karena dirinya harus mencuci pakaian atau piring di sungai yang berada beberapa meter dari rumahnya, Leo tidak pernah cerewet.
"Kecuali, kalau dia (Leo) merasa kepanasan ataupun kelaparan. Dia pasti menangis. Tetapi, tidak pernah lama," ujar Titi yang duduk di pinggir tempat tidur putranya. Tangan perempuan itu juga memegang lembut tangan Leo.
Titi menceritakan kembali kondisi anaknya yang sudah dialami sejak dilahirkan. Ia mengatakan, persalinan dilakukan melalui operasi Cesar. Luka yang masih membekas di kepala Leo, dikarenakan proses persalinan tersebut.
Menurutnya, selama sepekan tidak melihat bagaimana kondisi anak yang dilahirkannya. Karena, kondisinya usai melahirkan, lemah. Bahkan, dua benang jahitan luka operasi di perutnya terlepas ketika ia batuk. Ia juga sulit bernafas akibat sakit batuk yang dideritanya.
"Setelah kondisi saya kuat, saya baru diizinkan naik ke lantai II rumah sakit, untuk melihat putranya. Perawat berpesan agar tidak kaget melihat kondisi anak saya. Pesan itu membuat saya bertanya-tanya, apa yang sedang terjadi," katanya.
Alangkah kagetnya Titi ketika tiba di kamar tempat anaknya di simpan. Kepalanya besar hingga mata sulit dibuka. Selain itu, hidung putranya tidak ada. Digantikan oleh dua saluran yang tampak jelas dalam rongga mulut. Bibir atas putranya tidak ada.
Ibu tiga anak itu hanya bisa terdiam. Ia mengatakan tidak mampu menangis lagi. Hanya pasrah dan menerima putranya secara utuh, atas berkah pemberian dari Tuhan. Meski kondisi Leo seperti itu, curahan kasih sayang Titi tidak pudar.
Melihat kondisi putranya seperti itu dan menganggap tidak bisa bertahan hidup, seorang perawat bertanya pada Titi, beberapa pekan ketika masih dirawat di rumah sakit, apakah putranya sudah diberi nama.
Sambil memandang Leo yang terbaring, ia menjawab pertanyaan perawat itu. "Anak ini tetap manusia bagaimanapun keadaannya. Kami sudah memberikan nama yang bagus untuk anak ini," ujarnya.
Menerima keadaan Leo sepenuhnya juga dilakukan oleh Imah, ibu kandung Titi. Perempuan tua itu mengatakan, tidak akan meninggalkan Leo, bagaimanapun keadaannya. Karena itu, Imah selalu setia menemani putrinya merawat Leo.
Bahkan, selama menjalani perawatan selama dua pekan, Imah tetap setia menunggui Leo. Padahal, kekurangan biaya untuk membeli keperluan sehari-hari di rumah sakit, sangat dirasakan.
"Untuk makan saja kita harus menunggu uluran tangan orang. Yang penting, Leo bisa cepat sembuh dan bisa tumbuh seperti anak lainnya," katanya.
Menurut ayah Leo, Antonius, mereka mendapatkan bantuan makanan dari mahasiswa yang berasal dari Sintang. Kalau tidak ada para mahasiswa tersebut, mereka sudah pasti tidak bisa makan.
Antonius mengatakan sangat membutuhkan bantuan untuk kesembuhan putranya. Karena, Leo butuh menjalani operasi untuk mengeluarkan cairan di kepalanya dan menyatukan tulang tengkorak kepalanya.
Bahkan, untuk membantu bernafas, Leo dibantu dengan adanya luka yang mengangga sejak ia lahir. Menurutnya, luka tersebut tidak bisa tertutup. Kalaupun ditutup, Leo akan kesesakan akibat sulit bernafas. (arthurio oktavianus)

Perawatan Dengan Rempah Alami

MEMANJAKAN diri sendiri di salon usai menjalani rutinitas yang penat, tidak hanya dominasi kaum hawa. Banyak para eksekutif muda laki-laki memilih salon sebagai tempat relaksasi diri, sekaligus menikmati nyamannya pelayanan yang diberikan.

Aroma wewangian rempah alami menyambut setiap tamu yang masuk di satu salon di Jl Ayani. Ramah dua staf berseragam hijau, menyapa di depan pintu dengan senyuman. Hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi seorang wiraswasta Pontianak bernama Kiky.
Ia mengatakan, kedatangannya ke salon itu sudah ke enam kalinya. Karena, suasana dan pelayanan yang disuguhkan para staf kepada pengunjung, berbeda dengan salon kebanyakan yang ada di kota Khatulistiwa.
"Produk yang ditawarkan semua salon hampir sama. Gunting, creambath, facial, dan lainnya. Namun, yang saya cari adalah salon yang bisa membuat saya benar-benar merasakan rileks," tuturnya kepada Tribun, Kamis (5/3).
Pria yang sering terbang rute Jakarta-Pontianak untuk urusan bisnis itu, sering melakukan facial dan pijat refleksi. Ia tidak keberatan mengeluarkan biaya lebih untuk membayar semua treatment yang dilakukannya di salon.
Namun, ia enggan mengatakan berapa budget yang disediakannya tiap kali pergi ke salon. Menurutnya, tidak ada alokasi dana khusus untuk keperluan salon. Tergantung pada banyaknya treatment.
Kiky tak mau memilih salon yang ada di pusat perbelanjaan. Menurutnya, kalau melakukan treatment di mal, tidak bisa benar-benar rileks. Lalu lalang orang dan gaduhnya suasana mal yang hinggar bingar, tidak membuat dirinya merasa nyaman.
"Kalau di sini, saya bisa kembali segar usai melakukan perawatan. Tempatnya nyaman. Instrumen koleksi salon juga menenangkan fikiran. Apalagi musik tradisional dan kicau burung dari musik yang diputar, serasa alami," katanya.
Ia mengatakan, ketika melakukan treatment sembari mendengarkan musik tradisional dengan suasana tenang, dirinya serasa berada langsung di daerah asal musik tersebut. Meskipun kenyataannya, ia berada di Pontianak.
"Seperti ketika diputarkan musik Bali ketika melakukan treatment, minded kita serasa terbawa ke atmosfer pantai Kuta. Ketika diputar musik Gamelan, kita seperti benar-benar ada di Yogyakarta," katanya.
Asisten Supervisor Salon Martha Tilaar Pontianak Desy, mengatakan, perawatan yang ditawarkan di tempatnya antara lain spa, facial, dan salon. Unsur tradisional lebih dominan dengan menggunakan bahan alami yang digunakan untuk perawatan.
Namun, khusus untuk spa, customer yang diperkenankan untuk melakukan perawatan hanya untuk perempuan saja. Menurut Desy, kalaupun ada laki-laki yang ingin menikmati perawatan spa, harus ditemani oleh istrinya.
"Kita menyediakan ruang Very Important Person (VIP) perawatan spa untuk suami istri. Ini dimaksudkan agar istrinya tahu bahwa suaminya tidak macam-macam di salon. Selain itu, kami juga harus menjaga image salon kami," katanya.
Kualitas pelayanan yang diberikan oleh para staf, membuat salon ini memiliki banyak member. Ia mengatakan, ada 1.000 member yang sudah bergabung di salon Martha Tilaar Pontianak, yang berlaku selama dua tahun.
Keuntungan menjadi member adalah mendapatkan diskon 10 persen setiap kali melakukan perawatan. Menurut Desy, customer dijadikan member bila melakukan perawatan di salon minimal Rp 1 juta.

Slank Ingatkan Pengendara Pakai Helm Tri Tak Mau Cuci Muka

PONTIANAK, TRIBUN - Grup musik Slank tampil menghibur penggemarnya di Stadion Sultan Abdurrahman Pontianak, Senin (2/3) malam, sekitar pukul 20.30 WIB, dalam konser launching motor Yamaha Vega ZR 115 CC. Hentakan drum Bimbim yang mengiringi lagu pembuka, Rock and Roll, diikuti koor dari para slankers (fans Slank).
Kerumunan para slankers sudah memenuhi stadion sejak pukul 16.00. Mereka berdatangan dari semua wilayah di Kalbar. Seperti Slankers Club Kabupaten Sambas yang dikomandani Yulian. Mereka mencarter bis Pemda, dengan izin yang diberikan oleh dinas perhubungan.
"Sejak siang tadi kita sudah tiba di Pontianak. Rombongan beranggotakan 60 orang, dibagi menjadi dua kloter. Yang berangkat menggunakan kendaraan sendiri dan yang ikut bis Pemda," tuturnya.
Club yang berdiri sejak 2006 lalu, pernah mendirikan posko banjir. Bahkan, Ketika merayakan ulangtahun akhir Desember, mereka memberikan sumbangan pada anak yatim. Yulian mengatakan, sangat menyukai semua lagu Slank. Ia bahkan hafal seluruh liriknya.
"Apalagi lagu Seperti Para Koruptor. Mudah-mudahan para koruptor bisa 'tersinggung' mendengarkan lagu itu, dan akhirnya sadar untuk tidak melakukan perbuatan itu lagi," katanya, seraya disetujui oleh istrinya yang ikut menjadi slankers Sambas, Melisa.
Pertunjukan Slank sangat memukau penggemarnya. Setiap membawakan sebuah lagu, koor para fans turut membahana. Kaka sebagai vokalis, mencoba untuk menjalin komunikasi dengan penggemarnya.
"Siapa yang datang ke sini pakai motor? Siapa yang menggunakan helm ketika mengendarai motor? Kita harus sadar, bahwa menjaga keselamatan ketika berkendara itu penting. Senang bisa datang lagi ke Pontianak," tuturnya di atas sebuah sound system di muka panggung.
Sapaan Kaka disambut acungan tangan penonton yang dibatasi pagar besi. Slankers bahkan langsung berjingkrak, mendengar intro Mars Slankers dimainkan para gitaris Slank, yakni Abdee, Ivan, dan Ridho.
Kaka tidak hanya menunjukkan lengkingan suaranya. Ia juga memainkan gitar pada lagu ketujuh, Virus. Slankers yang hafal lirik lagu di luar kepala, ikut berdendang seraya menyalakan matches (korek gas) yang diacungkan ke udara dan dilambaikan ke kiri dan ke kanan.
"Anggota pemadam kebakaran, jangan lupa siramkan air pada penonton, ya. Jangan hanya disiramkan kalau di suruh. Kalau bisa air diberikan pada penonton, tiap dua menit," kata Kaka.
Usai mengatakan hal itu, Kaka meminta lima orang penonton perempuan naik ke panggung. Tanpa menunggu lama, permintaan Kaka sudah berdiri bersamanya di atas panggung. Kaka memuji kelima perempuan itu. Menurutnya, mereka semua cantik alami tanpa polesan makeup.
Ternyata, permintaan Kaka menghadirkan lima perempuan tersebut untuk menemaninya berjoged pada lagu Orkes Sakit Hati. Tidak hanya yang berada di atas panggung yang menggoyangkan pinggul, slankers di dalam stadion ikut serta.
Turun dari panggung, seorang dari lima perempuan tersebut, Tri, mengatakan sangat senang bisa dipilih panitia untuk berada di panggung. Karena, ia memang penggemar berat grup band Slank. Bahkan, sebuah pin fotonya dan anggota Slank, tersemat dikerudungnya.
"Saya sengaja bolos bekerja untuk tidur siang, agar tidak capai ketika menonton Slank. Eh, tadi bisa salaman langsung dan dicium sama Kaka. Saya tidak mau cuci muka malam ini,' katanya ditemui Tribun, usai turun panggung.
Aksi grup band Slank berakhir sekitar pukul 22.30 dengan membawakan lagu Kamu Harus Pulang. Sebanyak 18 lagu mereka suguhkan untuk memuaskan para penggemarnya. Usai tampil, mereka berlima memberikan penghormatan dengan membungkuk bersama.
Menurut seorang panitia bernama Iwan, konser tersebut dipenuhi sekitar 20 ribu penonton. Karena, dari 21.300 tiket yang disediakan, sebanyak 17 ribu tiket sudah habis dibeli oleh pembeli Slankers.
"Sembilan ribu tiket hijau untuk pengguna motor Yamaha, dan 8 ribu tiket merah untuk motor non-Yamaha sudah habis. Belum lagi penonton yang masuk gratis karena tiga gate kita buka pada lagu ke-17," tuturnya.
Menurutnya, untuk penampilan Slank di kota Pontianak, sebanyak 3 kontainer sound system dan lighting didatangkan dari Jakarta. Semua barang tersebut sudah tiba h-2 sebelum konser konvoi damai Slank dalam rangka peluncuran motor Yamaha Vega ZR 115 CC, berlangsung.