a traveler, a backpacker, food lover

Selasa, 21 Agustus 2007

Apel Penghormatan Dan Malam Renungan Suci

Tidak ada komentar :
Arthurio OA dan Johan Wahyudi

Borneo Tribune, Pontianak
Kamis (16/8) pukul 22.50. Gerbang Taman Makam Pahlawan Dharma Patria Jaya di Jalan Sungai Raya Pontianak, dibuka oleh dua orang perwira berseragam Polisi Militer (PM). Kemudian mereka berdiri tegap di sisi kiri dan kanan gerbang. Bak ksatria yang setia berjaga.
Beberapa anggota lainnya berada di sekitar makam. Berkumpul bersama pasukannya masing-masing berdasarkan kesatuannya. Pukul 23.30, kelompok musik dari kesatuan Polisi Militer berbaris rapi di depan pagar. Sebelum masuk ke lokasi pemakaman, mereka memberikan penghormatan terlebih dahulu.
Berurutan melakukan hal yang sama adalah kesatuan TNI-AD, Polisi, TNI-AL, dan TNI AU, ditambah beberapa siswa berseragam Pramuka yang siap menyalakan lilin dan obor di setiap makam para pejuang.
Tiap kesatuan berbaris rapi di depan tugu taman makam pahlawan, menyisakan ruang kosong di bagian tengah yang ditempati oleh anggota pemerintahan Kota Pontianak dan pemerintahan Provinsi. Bergabung di dalam barisan bagian tengah, tampak di antaranya Walikota Pontianak Buchary A. Rahman, Ketua DPRD Kota Hersan Aslirosa, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalbar Rihat Natsir Silalahi, dan Anggota Komisi B DPRD Provinsi Asmaniar.
Pelajar berseragam Pramuka, mengisi tempat di antara deretan pusara. Mereka berdiri tegak dan hikmat. Berdiri di kedua sisi tugu, masing-masing seorang perwira PM memegang senjata dengan ujung yang diarahkan ke lantai.
Tepat pukul 24.00. Apel penghormatan dan Malam Renungan Suci dalam rangka Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-62, di mulai. Berlaku sebagai Inspektur Upacara (Irup) adalah Komandan Resimen Kalimantan Barat, Edi Susanto.
Tampak berdiri pada barisan depan antara lain Gubernur beserta Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Usman Ja’far (UJ) dan LH. Kadir. Rektor Universitas Tanjungpura, Chairil Efendi. Ketua DPRD Provinsi, Zulfadli. Sekretaris Daerah, Syakirman.
Suasana semakin khusyuk, ketika lampu penerang di taman makam pahlawan dipadamkan saat melakukan penghormatan kepada para pahlawan, yang diiringi dengan musik. Dua obor yang dipegang dua orang perwira, menjadi penerang ketika dibacakan laporan oleh Irup, mengenai jumlah pahlawan yang dimakamkan di taman makam pahlawan.
Irup kemudian melakukan penyalaan obor secara simbolis, yang diikuti dengan penyalaan lilin di setiap makam oleh pelajar berseragam Pramuka. Dilanjutkan dengan pembacaan doa untuk para arwah. Tak lama, lampu taman makam pahlawan menyala kembali.
Penghormatan terakhir dilakukan, diiringi musik yang didominasi trompet, yang sekaligus menjadi acara penutup dari apel penghormatan dan malam renungan suci.
Menurut UJ, acara ini untuk bersyukur dan berterima kasih kepada para pahlawan yang telah gugur karena berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan. “Sepatutnya kita berdoa untuk mereka agar mendapat tempat yang layak disisi-Nya,” ujar UJ.
Kemerdekaan menurut UJ, merupakan kebebasan yang bertanggung jawab. Kebebasan tersebut, ujarnya, dapat ditemukan di segala bidang. “Termasuk untuk kebebasan kepada rekan-rekan pers kan?,” ujarnya lagi. Ia menambahkan bahwa hal tersebut haruslah dilakukan pula dengan cerdas di dalam berkreasi, berpolitik, maupun dalam Pilkada nantinya.
Meskipun banyak pekerjaan yang dilakukan oleh para anggota pemerintahan Kota Pontianak dan pemerintahan Provinsi, mereka tetap mengikuti kegiatan apel yang dilakukan setiap tahunnya ini.
Pendapat Buchary mengenai apel ini adalah selayaknya para generasi penerus bangsa untuk menghargai jasa-jasa para arwah yang telah gugur, karena mereka sudah berkorban harta dan nyawa. “Jangan nodai pengabdian yang sudah disumbangkan para pahlawan,” ujar Buchary. Ia menyatakan bahwa kemerdekaan merupakan sistem demokratis yang adil, aman, dan damai. “Tentunya hoki juga,” ujar Buchary.
Sedangkan Ketua DPRD Kalbar, Ir. H. Zulfadli, menilai pelaksanaan renungan suci mengingat jasa para pahlawan ini sangat penting bagi meningkatkan nasonalisme terutama kepada generasi muda karena mereka merupakan tulang punggung bangsa dalam melanjutkan pembangunan.
“Kita harus senantiasa mengenang jasa para pahlawan yang telah merebut dan mempertahankan kemerdekaan seluruh jasa mereka sangat patut dihargai sehingga semangat nasionalisme ditanamkan kepada generasi muda sebagai modal untuk melanjutkan pembangunan bangsa Indonesia maka nilai-nilai kepahlawanan ini perlu ditanamkan jangan sampai semangat nasionalisme luntur dan generasi muda melupakan jasa-jasa para pejuang,” katanya. □

Tidak ada komentar :